Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 30


__ADS_3

keesokan harinya semua siswa di suruh berkumpul untuk melakukan bakti sosial di sebuah desa yang tak jauh dari perkemahan mereka, selain mereka pergi untuk berlibur mereka juga di tuntut untuk melakukan bakti sosial untuk mendapatkan nilai.


semua siswa yang sudah bersiap menunju desa untuk melakukan bakti sosial yang di perintahkan oleh guru.


sesampainya mereka di sana, semua siswa di sambut dengan hangat oleh penduduk desa membuat semua siswa merasa nyaman dan membantu aktivitas desa yang sedang melakukan pembangunan desa dan ada juga yang sedang membersihkan lingkungan.


para siswa menikmati pekerjaan mereka begitu pula para penduduk yang ramah yang membuat Siswa nyaman. setelah hampir 2 jam mereka bekerja para penduduk memanggil siswa untuk makan bersama sebagai tradisi mereka setelah melakukan aktivitas kebersihan.


setelah makan para siswa dan guru pembimbing pun akhirnya kembali ke perkemahan mereka setelah membersihkan tubuh mereka di desa tadi dan melanjutkan kegiatan mereka.


malam pun tiba kegiatan mereka di lanjutkan dengan jelajah malam yang rutenya sudah di atur oleh para guru dan para siswa tinggal mengikutinya saja.


pembagian kelompok sudah di lakukan Naura mendapatkan team dengan Catherine , Laura dan Nisa.


" Nisa," Naura memeluk Nisa.


" baiklah di mulai dari kelompok satu untuk jalan duluan dan di teruskan dengan kelompok dua dan sampai kelompok terakhir." jelas pak guru.


" baik pak! " jawab semua siswa dengan antusias.


" ingat pesan bapak, ikuti rute dengan baik dan jangan terpisah dari kelompok kalian". tutur pak guru memberi arahan.


" siap! " balas semua siswa.


jelajah malam pun mulai di lakukan dengan keadaan malam yang begitu gelap hanya sinar rembulan yang menerangi malam itu.


kini kelompok Naura yang masuk ke dalam hutan, Nisa benar-benar memegang tangan Naura seakan tak akan ingin melepaskan lengan Naura.


" apa ini beneran jalan rutenya," tanya Chatrine mulai takut memeluk lengan Laura.


" iya itu ada tanda tanah panahnya," jawab Laura berjalan santai.


mereka pun berjalan namun di pertengahan jalan Naura suara serigala membuat ke 4 gadis itu langsung teriak dan berlari ketakutan hingga Naura terpisah dengan mereka.


" Nisa...Laura...


Chatrine!" teriak Naura memanggil namun tidak ada yang menyahut satu orang pun.


" ya Allah lindungi hamba, aku benar-benar takut ," lirih Naura memeluk lututnya di bawa pohon besar.


" Nathan....tolong aku " gumam Naura ia benar-benar takut saat ini melihat sekelilingnya begitu gelap apalagi saat Naura mendengar suara-suara aneh membuatnya makin takut.

__ADS_1


...****************...


semua siswa sudah terkumpul tinggal menunggu kelompok Naura namun saat Chatrine, Laura dan Nisa kembali mereka hanya bertiga.


" Nisa di mana Naura,? " tanya Reza membuat Nisa sadar bahwa Naura tidak ikut lari bersama mereka.


" ya ampun apa dia terpisah dengan kami! " Nisa langsung panik.


Nathan yang mendengar Naura terpisah dengan Nisa membuat Nathan menatap Laura, ia berpikir apakah ini bagian rencana Laura.


" gua tidak melakukan apapun, kami hanya lari saat mendengar suara serigala begitu menyeramkan, " Ucap Laura jujur.


Reza langsung memberitahukan kepada pak guru bahwa salah satu siswa hilang saat di perjalanan kembali menuju ke lokasi perkemahan membuat, pak guru pun dengan cepat langsung membentuk team untuk putra agar membantu mencari Naura.


namun berbeda dengan Nathan ia yang benar-benar sudah sangat khawatir langsung masuk ke dalam hutan dengan sendirinya.


" Lo gila apa, kita akan tetap mencari Naura dengan team jadi jangan bertindak gegabah, " ucap Axel menahan Nathan.


" gua gak bisa biarin istri gua sendiri!" Nathan menatap Axel dengan tajam dan langsung berlari masuk ke dalam hutan.


Nathan y berteriak memanggil nama Naura dengan mengandalkan senter handphone yang Nathan punya ia mencari Naura seorang diri.


" Naura.....Naura..." panggil Nathan.


Nathan yang merasa di peluk langsung berbalik melihat Naura sudah sangat berantakan dan pipinya begitu basah karena tangisannya yang tiada henti.


" Nathan aku takut," Naura memeluk Nathan dengan erat.


" jangan takut aku ada di sini ok, " ucap Nathan mengusap kepala Naura.


" ayo kita kembali ke perkemahan, " ajak Nathan dan langsung di angguk oleh Naura.


namun saat di perjalanan pulang Nathan lupa dengan rute yang ia lalui, hingga Nathan hanya berputar-putar di dalam hutan .


" sepertinya kita tersesat, aku melupakan rute yang ku lalui tadi," ucap Nathan.


" kita menunggu di sini, anak-anak pasti akan mencari kita berdua" ucap Nathan membuka jaketnya dan memberikan kepada Naura.


" terimakasih, " ucap Naura dan Nathan melemparkan senyum manisnya kepada Naura.


" apa aku boleh bertanya," ucap Naura memandang Nathan

__ADS_1


" kau ingin bertanya apa, " balas Nathan.


" kenapa kau mencari aku seorang diri di dalam hutan,? " tanya Naura menatap wajah Nathan.


" aku mengkhawatirkan mu, apa tidak boleh seorang suami mengkhawatirkan istrinya sendiri" balas Nathan menatap Naura membuat Naura langsung blush dan memalingkan wajahnya.


" aku pikir kamu sedang bersenang-senang dengan Laura " lirih Naura pelan membuat Nathan langsung menarik Naura dalam pelukannya.


" aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Laura dan lagi pula istri ku lebih cantik di bandingkan wanita mana pun, " puji Nathan membuat Naura semakin blush.


" jangan mengatakan hal seperti itu atau aku akan benar-benar salah paham dengan perlakuan mu pada ku ," ucap Naura pelan membuat Nathan melepaskan pelukannya dan menatap Naura.


Nathan menatap Naura hingga ia mendekatkan wajahnya ke arah Naura semakin dekat hingga Naura bisa merasakan hembusan nafas Nathan.


hingga bibir Nathan dan Naura bersentuhan kembali, ciuman yang cukup lama hingga ciuman yang tadinya hanya sekedar ciuman biasa menjadi ciuman panas saat Nathan memperdalam ciumannya.


Naura mengalungkan tangannya di leher Nathan hingga Nathan melepaskan ciumannya untuk memberikan Naura ruangan untuk bernafas.


" apa itu kurang cukup untuk membuktikan kau wanita ku satu-satunya," ujar Nathan mengusap bibir Naura dengan jarinya.


Naura yang sekarang benar-benar malu menatap Nathan ia menutup mukanya dengan kedua tangannya sementara Nathan hanya tertawa kecil melihat tingkah Naura.


" kamu semakin cantik jika malu seperti ini " bisik Nathan dan mencium leher Naura membuat Naura kaget dengan perlakuan Nathan.


" I love you Naura, aku benar-benar menyukai mu! beberapa bulan ini aku tidak menegur mu karena aku marah kau berdekatan dengan Reza dan Axel " jelas Nathan memegang wajah Naura.


" apa ini tidak bohong atau aku sepertinya hanya bermimpi, " ucap Naura memegang wajah Nathan.


" kamu tidak bermimpi," jawab nathan dan segera mengulangi kegiatan ciuman mereka sungguh malam yang menjadi saksi biksu pengungkapan cinta mereka.


N & N bersambung...


jangan lupa


๐Ÿ‘ like


๐Ÿ’ฌ komentar


โค๏ธ favorit


๐ŸŽŸ๏ธ vote

__ADS_1


๐Ÿฅ€berikan hadiah jika kalian menyukai novel karya saya


__ADS_2