
Matahari yang masih malu menampakkan sinarnya membuat langit masih terlihat gelap namun tidak membuat Naura masih tidur nyenyak di ranjangnya pasalnya ia terbangun saat ada gangguan kecil dari Nathan yang selalu saja bermain di gunung Fuji miliknya.
" Nathan ! " seru Naura menatap Nathan dengan tajam.
" sudah bangun " Nathan segera melepas tangannya dari gunung Fuji milik Naura.
" udah jam berapa ini ?," tanya Naura.
" baru jam setengah lima sayang, tidur lagi yuk ," ajak Nathan memeluk Naura membuat Naura langsung mendorong tubuh Nathan.
" aku tau otak modus mu sayang, " jelas Naura segera turun dari tempat tidur menuju kamar mandi.
" mau kemana?," tanya Nathan menatap kepergian Naura.
" kamar mandi, aku mau solat subuh ," jawab Naira dan segera masuk ke dalam kamar mandi sebelum Nathan meminta untuk ikut atau mengekor di belakang.
Naura memulai ritual mandinya dan mengambil wudhu setelah itu ia keluar dengan handuk yang melilit di tubuhnya, 'sungguh pemandangan yang indah' pikir Nathan.
" sayang apa kau menggoda ku sepagi ini, " ucap Nathan sambil bersandar di ranjang melihat Naura yang sedang mencari pakaiannya di lemari.
" aku tidak menggoda mu tuan Nathan, duduk diam di sana dan jangan bergerak karena aku sudah berwudhu," ancam Naura sambil menatap Nathan dengan tajam.
Nathan mengikuti perintah Naura bak anak ibu tiri kepada anak tirinya, Nathan memperhatikan Naura yang sedang solat sungguh cantik kata itu berhasil lolos dari mulut seorang Nathan.
Nathan masih setia memandangi bidadari nya itu dengan penuh cinta, apalagi saat Naura melantukan ayat suci Al-Qur'an sungguh pagi yang sangat indah menurut Nathan hari ini.
namun pandangannya buyar saat Naura memanggilnya.
" Nathan !" panggil Naura sejak tadi Naura memanggil Nathan namun ia terlalu fokus memperhatikan Naura hingga suara Naura pun tidak di dengar.
" iya sayang ada apa?," tanya Nathan.
" kamu tidak solat ?," tanya Naura membuat Nathan sontak kaget dengan pertanyaan sang istri ' Sholat' sungguh pertamanya yang sudah dijawab.
__ADS_1
" sholat...aku.,..em...belum ," Nathan menggaruk tebgkuk lehernya yang tidak gatal.
Naura hanya membalas dengan senyuman, ia berdiri dan menaruh Al-Qur'an dan mukenanya di tempatnya kemudian berjalan mendekati Nathan di tempat tidur.
" ayo bangun sholat tidak lama hanya 2 rakaat," ajak Naura membuat Nathan mengangguk kepalanya dan segera menuju ke kamar mandi.
namun sebelum ia masuk Nathan seorang Nathan ya pasti selalu mencari kesempatan dalam kesempitan ia mencium Naura agak lama lalu melepaskannya dan segera berlari masuk kamar mandi sebelum kena amukan sang istri.
setelah Nathan mengerjakan solat dan Naura sudah bersiap dengan seragamnya, Nathan segera memakai seragam sekolahnya dan mengeringkan rambutnya dengan hairdryer milik Naura.
Naura menatap Nathan tanpa berkedip melihat kegantengan suaminya meningkat saat rambutnya basah seperti itu.
" Jangan terlalu menatap ku seperti itu, bisa-bisa hari ini kita tidak akan berangkat sekolah ," ucap Nathan yang masih fokus mengeringkan rambutnya.
Naura yang malu karena ketahuan menatap Nathan langsung segera keluar membawa tasnya namun tangan Naura langsung di tarik oleh Nathan.
" vitamin pagi ," pita Nathan dengan cepat Naura yang mengerti dengan ucapan Nathan langsung mencium bibir Nathan singkat dan segera keluar menunggu Nathan di meja makan bersama mama Maya dan pak Darwin.
" selamat pagi sayang ," balas mama Maya dengan senyum lembut .
" pagi juga sayang, oh dimana Nathan apa dia masih tidur ,?" tanya pak Darwin membuat mama Maya tersenyum.
" dia sudah bangun, mungkin sedikit lagi akan turun ," balas Naura sambil mengolesi roti dengan selai.
" selamat pagi pa, ma " Sapa Nathan yang baru datang.
pak Darwin dan mama Maya betapa Nathan dan Naura saat Naura memberikan roti tawar yang sudah ia olesi kepada Nathan.
" terimakasih," ucap nathan mengusap kepala Naura.
" khm... ada angin apa nih Tom & Jery akur begini ," sindir mama Maya membuat Nathan dan Naura tertawa kecil.
" gak apa-apa kan ma, malah bagus dong kalau mereka akur ," ucap pak Darwin.
__ADS_1
setelah melewati sarapan pagi dengan nikmat Natha dan Naura meminta izin untuk ke sekolah, awalnya Nathan menyuruh Naura untuk ikut dengannya namun Naura menolak ia memilih naik taxi online dan mama Maya juga sudah menyuruh untuk memakai mobil yang sudah mama Maya siapkan.
tapi Naura menolak karena takut ketahuan satu sekolah, sudah cukup beberapa kali ia memakai supir pribadi dan hampir ketahuan oleh beberapa siswa saat Naura turun dari mobil mewah itu.
" yakin naik taxi online," tanya Nathan dengan cepat Naura menganggukkan kepalanya.
" jangan khawatir aku tidak apa-apa, kamu duluan tinggi aku di sekolah," ucap Naura membuat Nathan mengangguk mengerti dan pergi meninggalkan Naura.
taksi yang Naura pesan pun datang dengan cepat Naura meminta izin kepada nama Maya yang menemaninya menunggu taksi.
mama Maya melambaikan tangannya saat Naura sudah menaiki taksi dan segera berlalu pergi.
mama Maya pun melakukan rutinitas paginya seperti biasa ia menyiram bunga bersama pelayan lainnya namun mana Maya bingung saat melihat satu pot bunga kesayangannya hilang.
" Bi...Bi dimana tanaman lida buaya yang ada di sini,? " teriak mama Maya membuat pelayan nya juga kaget saat melihat tanaman nyonya nya hilang.
" waduh Bu, kok bisa hilang, perasaan kemarin masih ada di sini," ucap pelayan rumah mama Maya, mereka juga bingung kenapa bunga itu bisa hilang dalam waktu satu malam.
padahal itu kerjaan Nathan yang mengambil bunga untuk menutupi bekas cup*ng di leher Naura.
N & N bersambung...
jangan lupa :
πlike
π¬ komentar
β€οΈ favorit
ποΈ vote
π₯ berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini
__ADS_1