
Setelah melewati drama malam yang harus memenuhi keinginan Naura membuat Nathan harus bersabar menghadapi sikap istrinya yang menurut Nathan sangat aneh bukan seperti Naura yang pernah ia kenali.
Sang Surya mulai menunjukkan jati dirinya menyinari pagi ini dengan sangat terang dan indah.
Nathan dan Naura yang sudah melakukan tugasnya sebagai seorang muslim segera berganti pakaian dengan seragam sekolah menghadapi ujian terakhir mereka.
Naura memasangkan dasi Nathan dengan konsentrasi namun membuat Nathan menatap Naura tiada henti, kadang Nathan mencolek dagu dan menusuk pipi Naura beruang kali.
" ayolah, kalau kau menganggu ku seperti ini bagaimana aku bisa menyelesaikan memasangkan dasi ini," tegur Naura membuat Nathan tertawa kecil dan menarik hidung Naura.
" kamu sih imut banget jadi aku enggak bisa tahan untuk tidak menggoda mu sayang ," balas Nathan mencium pipi Naura sekilas.
Naura hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Nathan yang semakin bucin kepadanya.
setelah selesai memasangkan dasi kepada Nathan mereka segera menuju ke lantai bawah untuk menyantap sarapan mereka.
" selamat pagi ma ," sapa Naura memeluk mama Maya dengan erat sambil mencium pipi mama Maya.
" selamat pagi sayang, bahagia sekali ya pagi ini," ucap mama mengusap kepala Naura yang sedang memeluknya dari belakang.
" selamat pagi ma ," sapa Nathan yang ikut bergabung dan langsung duduk di bangku bersama papa Darwin.
" Naura selalu bahagia kok ma ," jawab Naira segera duduk di samping Nathan dan membantu Nathan mengoles roti dengan selai.
" Nathan papa sangat bangga pada mu karena perusahaan kecil yang papa berikan pada mu bisa berkembang pesat seperti ini ," terang pak Darwin membuat Nathan hanya terbaring simpul namun berbeda dengan mama Maya dan Naura mereka terbaik lebar.
" anak mama gitu loh pintar dan cerdas ," balas mama Maya.
" sekarang baru bilang anak mama, kemarin-kemarin tuh katanya anak papa ," kata pak Darwin menatap mama Maya dengan ledek.
" itu kan kemarin saat mama kira Nathan gak normal ," jawab mama Maya membuat Nathan tersedak makanan dengan cepat Naura memberikan Nathan air minum dengan segera Nathan menerima dan langsung meminum.
setelah meminum Nathan menatap mama Maya dengan tajam ia tidak menyangka mamanya berpikir bahwa dirinya tidak normal hanya gara-gara tidak pernah menyukai seorang wanita.
" maaf, mama kan kira kamu gak tertarik sama wanita ," tutur mama Maya dengan wajah sendu.
" iya ma tidak apa, Naura juga kira dulu Nathan tidak tertarik sama wanita karena saat melihat Naura yang super cantik ini Nathan sama sekali gak tertarik ," sambung Naura terkekeh membuat mama Maya dan papa Darwin ikut tertawa namun berbeda dengan Nathan ia menatap Naura dengan dingin.
__ADS_1
Naura berbalik ke arah Nathan dan berbisik kepadanya membuat Nathan tersenyum lalu melanjutkan menghabiskan roti yang di buat Naura untuknya.
" oh iya Nathan papa minta mulai sekarang kamu bisa membantu papa di kantor, sekalian kamu belajar untuk mengurus perusahaan," ucap papa Darwin menatap ke arah Nathan.
" iya pa ," balas Nathan singkat.
setelah melewati sarapan mereka Nathan dan Naura segera menuju ke sekolah, melewati jalanan kota metropolitan yang belum di penuhi oleh padatnya kendaraan membuat Nathan dan Naura sampai dengan cepat di sekolah.
Naura segera turun dari motor Nathan dan menunggu Nathan memarkirkan motornya dengan baik setelah itu mereka pun masuk berdua ke dalam kelas sambil bergandengan tangan.
" ciee... dunia milik berdua nih ," goda Adnan yang baru datang bersama Nisa dan Axel.
" yah enak Lo senja ada pasnagan lah gua sama siapa," ucap Axel yang irih melihat kedua sahabatnya memiliki pasangan.
Adnan dan Nisa sudah resmi pacaran baru satu Minggu yang lalu, ia menembak Nisa karena motor Adnan yang tiba-tiba mogok dan entah setan dari mana Adnan mengutarakan perasaannya pada Nisa.
" motor Lo pembawa keberuntungan, kalau enggak motor itu mogok sepertinya lo akan tetap jomblo ," ledek Axel menatap ke arah Adnan sambil terkekeh.
" Haha... udah gua icapin terimakasih pada tuh motor," jawab Adnan sambil menggandeng tangan Nisa.
" belum halal woy ," Axel segera memisahkan tangan bisa dan Adnan.
" tuh Naura dan Nathan juga gandengan kok kak Axel gak misahin,?" tanya Nisa.
" karena mereka udah nikah jadi halal sayang," balas Adnan spontan membuatnya tersadar dan langsung menutup kedua mulutnya.
" nikah, maksudnya,?" tanya Nisa kaget saat mendengar ucapan Adnan.
" ehm... maksudnya..," balas Adnan bingung ingin menjelaskannya bagaimana.
Naura pun mengambil alih ia melepas tangan Nathan dan mendekati ke arah Nisa untuk menjelaskan semuanya.
" maafkan aku, gak jujur dari awal ," ucap Naura memegang bahu Nisam
" maksudnya apa, kamu dan Nathan udah nikah,?" tanya Nisa membuat Naura menghembuskan nafasnya dengan kasar dan menjelaskan secara detail cerita dirinya bisa menikahi Nathan.
" OMG....jadi selama ini dan waktu di perkemahan ," kaget Nisa menatap Naura dan Nathan secara bergantian ia benar-benar tidak menduga.
__ADS_1
" iya saat perkemahan kami sudah resmi menikah walau secara negara belum di sahkan ," terang Naura membuat Nisa langsung memeluknya.
" akhirnya Lo nikah selamat ya semoga rumah tangga lo sampai dunia akhirat, walau terlambat aku mengucapkannya," tutur Nisa membuat Naura tersenyum.
" terimakasih," balas Naura.
Bell ujian berbunyi membuat semua anak kelas tiga yang mengikuti ujian masuk ke dalam ruangan mereka masing-masing, mengerjakan soal terakhir ujian mereka dengan baik .
hampir memakan waktu 3 jam akhirnya ujian sudah selsai di kerjakan, di satu sisi saat Naura selsai mengerjakan soal ujian wajahnya begitu pucat membuat Nisa kahwatir memegang bahu Naura.
" wajah kamu pucat banget ," ucap Nisa namun tanpa di duga Naura langsung pingsan seketika membuat Nisa menahan badan Naura.
Nathan yang baru datang menghampiri ruangan Naura, melihat Naura terjatuh langsung berlari ke arah Naura.
" ada apa ini Nis,? " tanya Nathan langsung menggantikan posisi Nisa menahan badan Naura.
" aku juga gak tau, tapi sejak tadi saat di ruangan wajah Naura sudah memang sangat pucat ," jelas Nisa membuat Nathan mengendong tubuh Naura membawanya di mobil milik Axel.
" sebaiknya Lo bawa ke dokter deh ," saran Axel.
" gua pinjam mobil Lo ya, nih Lo bawa motor gua ," ujar Nathan melemparkan kunci motornya ke arah Axel dan menerima kunci mobil Axel.
Nathan memperbaiki posisi duduk Naura dan memakainya sambil pengaman dengan cepat Nathan segera melajukan mobilnya membawa Naura ke rumah sakit dengan kecepatan tinggi.
Axel mengikuti Nathan dengan motor milik Nathan dan Adnan membawa mobil bersama Nisa.
" bertahanlah sayang ," batin Nathan menatap ke arah Naura yang terbaring pingsan di sampingnya.
N & N bersambung..
jangan lupa :
πlike
π¬ komen
β€οΈ favorit
__ADS_1
ποΈ vote
π₯ berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini