Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 74


__ADS_3

" wah ini teman kamu ya Nathan ,?" tanya mama Maya tersenyum manis pada Reza.


" teman SMA aku ma dan satu kampus bareng Naura ," balas Nathan.


" owalah, teman Naura ya, terimakasih sudah datang menjenguk Naura ," balas Mommy Sarah dengan sangat ramah.


Reza hanya melemparkan senyum kakunya dan segera beranjak dari tempat duduknya meminta izin kepada semua untuk pulang.


" Nathan, sepertinya gua mesti balik soalnya Ade gua udah minta di jemput ," pamit Reza berbohong. Reza tidak ingin mami mengenalinya karena setau Reza mami hanya tau namanya namun belum pernah bertatap muka secara langsung bersama Reza.


mendengar kematian Laura secara mendadak, Reza menjadi takut karena bisa menjadi malapetaka baginya bila mami mengetahui bahwa dirinya adalah Reza.


" iya, hati-hati di jalan dan terimakasih untuk cerita Lo tadi ," ujar Nathan.


" santai aja bro, gua balik ya," balas Reza menepuk pundak Nathan dengan pelan.


" Tante, aku pamit pulang, asalamualaikum " pamit Reza sangat sopan segera berlalu pergi meninggalkan ruangan Naura.


Reza segera berjalan dengan langkah seribu keluar dari ruang perawatan sampai ke parkiran mobil. Reza sama sekali tidak percaya bahwa mami adalah orang terdekat Naura.


" gua akan membantu Lo Nathan, namun sebelum itu gua harus susun rencana sebelum bertarung dengan mami ," gumam Reza. ia segera masuk ke dalam mobil dan berlalu pergi meninggalkan rumah sakit.


*****


Nisa akhirnya menghirup udara segar setelah 2 hari ia berada di dalam jeruji besi bersama Sonya. Nisa menatap Adnan yang sudah menanti kedatangannya sejak tadi.


Nisa berlari kecil ke arah Adnan langsung melompat memeluk sang pujaan hati selama beberapa hari ini mengisi relung hatinya dengan sejuta kerinduan yang sudah tak terbendung lagi.


" selamat datang kembali sayang ," ujar Adnan mengeratkan pelukannya pada tubuh Nisa.


setelah lama mereka berpelukan saling melepaskan kerinduan Nisa mendongakan wajahnya menatap Adnan. Adnan melihat wajah gemoy Nisa mencubit hidung Nisa yang begitu mancung namun masih bisa di sentuh pangkal ujungnya.


" bagaimana keadaan Naura ,?" tanya Nisa dengan raut wajah yang berubah sendu.


" dia baik-baik saja, apa kamu ingin menengoknya sebelum pulang,?" Nisa mengangguk kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Adnan.


Mereka berdua segera berjalan menggunakan mobil menuju ruang sakit untuk menengok Naura sebelum pulang ke rumah Nisa.


setibanya Nisa dan Adnan di rumah sakit, mereka segera menuju ke ruangan Naura dan mendapati mama Maya dan Mommy Sarah bersama Nathan dan Axel yang baru selesai menyantap makan siang mereka.


Nisa sangat di sambut ramah oleh kedua wanita yang melahirkan Nathan dan Axel itu. Nisa segera mendekat ke arah ranjang Naura yang masih terbaring dengan selang infus di tangannya.

__ADS_1


" Hai Naura, bagaimana kabar kamu? kamu semakin cantik saat tertidur seperti ini ! tapi aku lebih suka melihat senyuman mu yang manis itu ," tutur Nisa mengusap pipinya karena lelehan air yang jatuh begitu saja.


" kamu harus cepat bangun,! aku akan menunggu mu!" Nisa memeluk Naura menumpahkan tangisannya melihat nasib sabatnya harus kehilangan anaknya yang sangat ia tunggu.


semua dalam ruangan itu terharu dengan persahabatan Nisa dan Naura yang begitu sangat tulus.


Nisa melepaskan pelukannya dari Naura, mengusap pipi merahnya dengan jari lentik tangannya yang begitu putih senada dengan warna wajahnya.


"kalau begitu Mommy harus kembali dalam ruangan, waktu rehat Mommy sudah selesai dan harus kembali menangani pasien ," ujar Mommy Sarah memecahkan keharuan yang sejak tadi mengisi ruangan itu.


Mommy Sarah segera keluar dan kembali ke dalam ruangannya sementara Nisa dan Adnan berpamitan untuk pulang.


Sepanjang perjalanan Nisa tertidur dengan sangat nyenyak, Adnan melirik ke arah Nisa terlelap dengan sangat nyaman membuat ia tersenyum.


...****************...


Tepatnya hari ini Naura sudah tertidur hampir seminggu, belum ada tanda-tanda Naura sadar dari tidurnya.


Namun Nathan sama sekali tidak pesimis selalu setia menunggu Naura untuk segera bangun dan memeluk tubuh hangat yang sangat ia rindukan itu.


Nathan mengajak Naura mengobrol sambil membersihkan tubuh istrinya dan memakaikan pakaian, tiba-tiba saja tubuh Naura merespon gerakan.


Nathan begitu kaget hingga kedua kali gerakan jemari Naura bergerak membuat Nathan segera menekan tombol merah di ruangannya.


para dokter segera masuk ke dalam dan memeriksa kondisi Naura. perlahan tapi pasti Naura mengerjapkan matanya melihat sekeliling hingga pandangannya terhenti ke arah Nathan.


" Na-than ," panggil Naura pelan yang mungkin hampir tak terdengar.


" iya sayang, ini aku.! Alhamdulillah kamu sudah sadar ," Nathan memegang tangan Naura sambil mengusap ujung matanya yang mengeluarkan bening air mata.


setelah mengecek kondisi Naura, dokter Ilham mengatakan kondisi Naura baik-baik saja, hanya ia perlu melakukan peregangan agar tubuhnya tidak kaku.


" terimakasih sudah bangun sayang," Nathan mencium pucuk kepala Naura dengan sangat lama menumpahkan rasa rindunya.


melihat itu dokter Ilham sangat bahagia sambil mengusap sudut matanya, cinta yang sangat kuat walau berbagai ujian melanda ke pada mereka. Namun seakan tak memudar begitu saja, padahal usia mereka begitu sangat belia namun pemikiran mereka sangat matang dalam menghadapi tamparan hidup ini.


dokter Ilham segera keluar untuk memberikan ruang kepada pasangan muda itu untuk saling melepaskan rasa rindu mereka.


Mommy Sarah yang mendengar kabar bahwa sudah siuman, ia segera berlari dari ruangannya menuju ke tempat Naura di rawat.


ssret.......!

__ADS_1


pintu terbuka menampakkan Nathan yang sedang mencium bibir Naura Mommy Sarah berbalik sementara Naura mendorong pelan tubuh Nathan menjauh.


" Mom," panggil Naura.


Mommy Sarah segera berbalik sambil berlari kecil memeluk Naura dengan sangat erat.


" Alhamdulillah kamu sudah siuman, ".


" Naura kangen sama mommy," terang Naura merasakan pelukan Mommy Sarah.


pelukan yang cukup lama, Mommy Sarah segera melepasnya dan mengusap wajah Naura dengan sangat lembut.


" selamat datang kembali sayang ," tutur Mommy Sarah.


kabar Naura yang sudah siuman membuat mama Maya, Daddy Reno, papa Darwin dan Axel berserta pasangan yang sedang bucin itu menuju ke rumah sakit.


sesampainya di sana mereka satu-persatu memeluk Naura dengan sangat erat. sambil bercanda tawa memecahkan kesunyian selama beberapa hari ini yang Nathan rasakan.


Nathan mengusap kepala Naura yang berasaandar pada ujung bibir ranjang sambil tersenyum, namun Nathan sebenarnya memiliki kekhawatiran jika Naura akan bertanya soal anak mereka.


Nathan harus menjawab apa, ia menghembuskan nafas panjangnya sambil memikirkan untuk menjelaskan secara tenang agar Naura bisa menerima kepergian anak mereka.


setelah mengobrol hingga malam, mereka segera pulang tinggal Nathan dan Naura berdua di dalam ruangan, keluarga sengaja untuk meninggalkan mereka.


Nathan mengusap kepala Naura, Namun Naura sangat tau melihat mata Nathan seperti sedang menutupi sesuatu hal darinya.


Naura ingin bertanya satu hal yang sejak tadi mengganjal di pikirannya saat melihat perutnya kini yang sudah sangat rata.


" anak kita dimana,?"


Deg....


N & N Bersambung...


jangan lupa untuk:


👍 like


💬 komentar


❤️ favorit

__ADS_1


🎟️ vote


🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


__ADS_2