Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 17


__ADS_3

Naura membawa makanan di kamar Nathan dengan perlahan lalu menaruh makanan mereka di atas meja samping ranjang Nathan, kemudian Naura dengan talent menyuapi Nathan.


sementara Nathan hanya menatap Naura yang sedari tadi sibuk mengurusnya sehingga Naura lupa untuk mengganti pakaian seragam sekolahnya.


"Aaaaa" seru Naura menyuruh Nathan membuka mulutnya.


"aku bisa makan sendiri sana keluar." usir Nathan menyuruh Naura keluar dari kamrnya.


"yakin bisa sendiri ." ucap Naura ejek sambil melihat kearah lengan Nathan.


"aku bisa yang cedera juga tangan kiri bukan tangan kanan jadi aku bisa makan sendiri." balas Nathan lalu memasukan makanan ke dalam mulutnya.


Naura yang melihat Nathan makan dengan lahap pun ikut makan juga, setelah selesai makan Naura merapikan piring kotornya dan piring kotor milik Nathan dan segera membawanya ke bawah.


setelah membawa piring ke bawah Naura segera masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan badannya yang sudah sangat gerah, setelah mandi Naura pun merebahkan badannya sebentar karena hari ini Naura melewati hari yang lumayan melelahkan.


sementara Nathan yang berada dalam kamarnya tersenyum tipis sambil melihat lengannya yang terpasang alat penyangga entah apa yang lucu dari alat penyangga itu hingga membuat Nathan Dhanurendra tersenyum.


"aku kenapa sih...." batin Nathan


ceklek....


pintu kamar Nathan terbuka dan menampilkan sosok Naura yang sedang memegang ember berisi es batu dan handuk yang Naura taruh di pundaknya.


"apa yang kau lakukan.? " tanya Nathan datar melihat Naura yang sudah duduk di tepi ranjangnya.

__ADS_1


"aku akan mengompres bahu mu apa kau lupa apa yang di katakan dokter Kenzo. " terang Naura santai sambil membuka baju Nathan dan melepas alat penyangga di badan Nathan


kemudian Naura menaruh es batu di dalam handuk kecil yang ia bawa tadi dengan talent Naura mulai mengompres bahu Nathan, Nathan menahan rasa perihnya saat Naura meletakan es batu itu di atas bahu Nathan.


setelah 20 menit Naura pun Selesai mengobati Nathan, Naura pun segera turun kebawah namun tangan Naura di tahan oleh Nathan, dengan muka yang di tunduk Nathan meminta tolong Naura untuk membantunya buang air kecil.


"hei, bisakah kau membantuku untuk baung air ." pinta Nathan menundukkan kepalanya menahan malu.


"hei Tuan Nathan yang sakit bahu kiri mu bukan bahu kanan," ledek Naura mengulangi kalimat Nathan.


"baiklah kalau kau tidak mau membantu ku. " ucap Nathan kesel langsung berdiri namun tanpa sengaja bahu Nathan terkena tepian ranjang yang membuat Nathan meringis kesakitan.


Naura yang melihat keadaan Nathan seperti itu langsung membantunya dengan cepat, kemudian Naura membantu Nathan masuk kedalam kamar mandi untuk buang air.


setelah selesai Naura dan Nathan pun segera keluar dari kamar mandi, Nathan duduk kembali di ranjang empuknya sedangkan Naura segera turun ke bawah membawa ember dan handuk yang di pakainya tadi untuk mengobati Nathan.


Naura yang melihat Nathan bisa berjalan menuruni tangga dengan benar menjadi kaget.


"ternyata kau bisa berjalan jadi untuk apa aku sedari tadi menopang badan mu yang berat itu. " protes Naura pada Nathan.


"kamu aja jadi orang bego mau di kerjain, yang cedera bahu ku bukan kaki ku " jelas Nathan tersenyum mengejek kearah Naura.


Naura yang merasa telah di kerjain oleh Nathan pun merasa sangat kesal, kemudian Naura melemparkan handuk yang tadi ke muka Nathan.


"Dasar Manusia es Kutub semoga tangan mu tidak akan pernah sembuh " ucap Naura teriak menyumpahi Nathan dan berlari menuju kamarnya.

__ADS_1


sementara Nathan hanya tertawa lalu ia membuang handuk yang tadi Naura lembar ke wajahnya, Nathan berjalan ke halaman belakang rumahnya sambil menghirup udara segar yang membuat moodnya menjadi lebih baik.


...****************...


Keesokan harinya Naura dan Nathan berangkat sekolah setelah Naura mengobati Nathan sedari pagi tadi dan membantu Nathan membersihkan badannya, walau semalam mereka bertengkar tapi tak membuat Naura berhenti untuk membantu mengobati Nathan.


Saat Nathan masuk kedalam sekolah yang masih memakai alat penyangga di bahunya membuat satu sekolah kaget karena idola mereka Nathan terluka, begitu pula Axel dan Adnan merasa kaget melihat kondisi bahu Nathan.


di kelas Nathan banyak kedatangan tamu yang tak di undang menanyakan tentang cedera yang di alami Nathan, namun seorang Nathan Dhanurendra malas menanggapi pertanyaan mereka ia lebih memilih diam dan fokus membaca buku.


sementara Axel dan Adnan sudah mengetahui penyebabnya karena Nathan sudah menceritakan pada mereka, Axel merasa sangat marah karena tau ada yang sengaja ingin melukai Naura.


"apakah pelakunya Catrin, dia sangat benci pada Naura " ucap Axel pada Nathan.


"gua kurang tau, soalnya kemarin gua kurang fokus melihat wajah orang itu " ucap Nathan dia juga sangat penasaran dengan orang yang melukai Naura.


"kalau gua nih curiga sama orang aneh yang kejar-kejar Lo Nathan, siapa namanya wanita itu gua lupa .." ucap Adnan sambil menggaruk kepalanya berusaha mengingat nama Laura.


"Laura Adnan " ucap Axel.


"iya, gua curiga sama dia. " ucap Adnan.


"tenang bokap gua udah laporin masalah ini ke kepala sekolah setelah semalam bokap gua melihat keadaan gua seperti ini. " balas Nathan santai.


Adnan dan Axel pun langsung mengangguk mengerti setelah mendengar penjelasan Nathan.

__ADS_1


"yang pasti gua akan beri pelajaran karena berani menyakiti orang yang paling berharga untuk gua" batin Nathan.


N & N bersambung....🤭🤭🤭


__ADS_2