Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 102


__ADS_3

Sudah 2 hari mereka kini berada di di Indonesia, Felix, Zayyan dan Zahrah begitu bahagia saat ini karena Daddy Reno mengajak mereka jalan-jalan seharian.


Sementara Naura dan Nathan menikmati waktu mereka berdua seperti orang yang tak memiliki anak.


Di dam kamar setelah perempuan panas mereka, Nathan memeluk tubuh istrinya yang masih polos di dalam selimut yang menutupi tubuh kedua insan itu.


"Sayang," panggil Naura .


"Ada apa sayang," balas Nathan menatap wajah Naura sambil merapikan anak rambut istrinya.


"Apa boleh aku menjenguk mommy, aku sudah lama tidak bertemu dengannya. Sekali ini aja izinkan aku bertemu dengan mommy bersama kak Axel ," pinta Naura dengan begitu manja, hanya jurus itu yang visa Naura lakukan untuk merayu'Nathan.


Nathan hanya terdiam menatap wajah Naura dengan tatapan yang Naura tidak mengerti.


"Apa kau tidak mengizinkannya?," Tanya Naura.


"Tidak," balas Nathan.


"Lalu kenapa kau diam seperti itu, kau hanya menatapku tanpa berbicara apapun ," protes Naura memukul bidang dada Nathan dengan pelan.


" Aku hanya terkesima melihat wajah cantik istri ku saat ini" jelas Nathan menarik Naura dalam dekapannya.


Cukup lama mereka berdua menikmati pelukan hangat hingga Naura menanyakan kembali soal dirinya yang ingin menemui mommy Sarah.


Nathan berpikir sejenak, sebenarnya Nathan mengizinkannya hanya saja Nathan tidak ingin Naura di hina oleh mommy Sarah nanti saat bertemu.


" Aku mengizinkan mu pergi, asal dengan ku ," ucap Nathan.


"Serius sayang, terimakasih," Naura memeluk erat tubuh Nathan hingga membuat sang junior yang tadi tertidur kembali menegang.


Yah, tentu Nathan yang merasa sudah terbangun kan, menyerang Naura untuk kedua kalinya.


Keesokan harinya, Naura bersama Nathan dan Axel pergi mengunjungi mommy Sarah. Naura merasa jantungnya berdegup kencang, ada rasa takut dalam dirinya jika mommy Sarah tidak ingin menemuinya.


Namun, Naura menghempas perasaan itu, wanita itu yakin bahwa mommy Sarah sekarang pasti sedang merindukannya seperti dirinya yang merindukan kehangatan mommy Sarah.


Sesampainya di sana, Naura meminta kepada Axel dan Nathan untuk menunggu di luar. Naura ingin berbicara kepada mommy Sarah empat mata tanpa ada yang menganggu.


Naura, mengembuskan nafasnya dengan pelan, masuk ke dalam ruangan lalu menunggu pihak keamanan memanggil mommy Sarah.


Kelek.....


Suara pintu terbuka, Naura meneteskan air matanya saat melihat wajah mommy Sarah yang sangat ia rindukan. Sesaat terbayang di benak Naura saat mommy Sarah memeluknya walau Naura tau itu hanya sebuah kepalsuan. Namun, Naura menganggap itu adalah pelukan hangat tulus mommy Sarah.


Naura mengusap air mata yang jatuh dengan indah di pipi merahnya, tersenyum hangat kepada mommy Sarah yang kini duduk di hadapannya. Dinding kaca tebal membatasi kedua manusia itu.


Mommy Sarah memandang Naura dengan tatapan tumpul, entah apa yang ada dalam pikiran wanita itu saat menatap Naura yang kini sudah berada di hadapannya.

__ADS_1


"Bagaimana kabar mommy?" Tanya Naura, sebagai pembuka pembicaraan mereka. Namun, mommy Sarah tidak memberikan tanggapan apapun.


Naura yang tidak mau menyerah kembali berbicara kepada mommy Sarah dengan senyum hangatnya yahh Naura berikan kepada wanita yang duduk di hadapannya sekarang.


"Mommy Naura sangat merindukan mommy! Setiap hari Naura selalu mendoakan kesehatan mommy," kata Naura menatap tulus kearah mommy Sarah. Mata Naura berkaca-kaca saat menatap sang malaikat yang sangat ia sayangi.


"Jangan terlalu banyak drama di hadapan ku! Aku tau kau saat ini tertawa puas melihat kondisi ku seperti ini dan ibu mu di atas sana sedang menertawai ku juga. Kalian berdua sama saja dasar manusia munafik!" pekik mommy Sarah mendekat wajahnya ke arah dinding kaca. Menatap Naura dengan sangat tajam.


" Mommy ...! Mommy aku tidak pernah menertawakan mommy sama sekali, aku malah sangat merindukan mommy. Tidak pernah terlintas sedikitpun di benakku untuk menghina ataupun menertawakan mommy," balas Naura dengan lembut .


"Penjaga! Bawa aku pergi dari sini, aku sangat muak melihat wajah wanita ini di hadapan ku," teriak mommy Sarah memanggil petugas untuk membawanya kembali ke dalam sel.


Seorang petugas masuk dan segera membawa Mommy Sarah ke dalam. Naura hanya tediam menatap punggung mommy Sarah yang sudah mengulang dari balik pintu.


Naura menenggelamkan wajahnya di kedua telapak tangannya.


"Kenapa mommy berpikir seburuk itu tentang diriku! Padahal aku sangat menyayangi mu mommy," gumam Naura.


Wanita itu segera keluar dari ruangan, menuju ke luar dengan langkah gontai. Melihat Naura keluar Nathan dan Axel mendekat ke arah Naura yahh sudah memasang wajah begitu lesu.


" Apa mommy tidak ingin bertemu dengan mu?" Tanya Axel, Naura mengangguk pelan kepalanya sebagai pertanda jawaban dari pertanyaan Axel.


"Mungkin suatu saat nanti mommy pasti akan sadar bahwa kamu sangat menyayanginya sayang! Jadi jangan memasang wajah seperti ini," ujar Nathan.


Mereka bertiga segera pergi untuk ke cafe Axel yang dulu tempat menjadi tempat nongkrong mereka saat zaman SMA.


Nisa yang sudah tidak bekerja sebagai pelayan di cafe milik Axel karena saat ini wanita itu sibuk bekerja di sebuah apotek. Sebenarnya Adnan ingin membuatkan Nisa apotik sendiri namu Nisa melarangnya, wanita itu ingin mencari pengalaman terlebih dahulu setelah itu suatu saat nanti Nisa ingin membangun apoteker setelah menikah dengan Adnan.


Pertemuan mereka sesaat membuat Naura melupakan sedikit rasa sedihnya saat bertemu dengan mommy Sarah tadi.


"Dih ...! yang mau nikah lusa bagaimana perasaan kalian berdua?" Tanya Theo.


" Biasa aja kan sayang ," balas Axel santai merangkul pundak Dewi.


" Ah setelah itu kita nikah ya sayang," ujar Adnan memeluk tubuh Nisa namun dengan cepat Nisa mendorong tubuh Adnan hingga Adnan terjungkal ke belakang.


Semua tertawa menatap Adnan yang terjatuh, sementara Nisa segera menghampiri Adnan dengan kahwatir membantu Adnan berdiri.


"Maaf ya ," bisik Nisa.


Adnan hanya diam dan segera berdiri tanpa menghiraukan Nisa yang meminta maaf kepadanya. Lelaki itu segera pamit pergi setelah apa yang di lakukan Nisa.


Nisa yang merasa tidak enak, meminta maaf kepada teman-temannya dan mengikuti Adnan yang sudah pergi meninggalkan cafe.


Sesampainya di parkiran, Nisa mengekor di belakang Adnan. Saat Adnan masuk ke dalam mobil, Nisa ikut masuk.


Di dalam hening tidak ada percakapan apapun di antara mereka. Nisa mencoba menyentuh tangan Adnan, melirik ke arah sang pujaan hati sambil berkata " maafkan aku ya sayang,"ucap Nisa tulus.

__ADS_1


Adnan melirik ke arah Nisa, lelaki itu dengan cepat mendekat ke arah Nisa hingga Nisa tersudutkan di pintu mobil. Nisa bisa merasakan hembusan nafas Adnan, degup jantung mereka bedah begitu kencang.


Selama mereka pacaran, Adnan sama sekali tidak beranak menyentuh Nisa, karena lelaki itu sangat menghargai keputusan Nisa yang tidak ingin di sentuh.


Namun, hari ini entah setan apa Adnan ingin sekali menyentuh bibir Nisa yang begitu menggiurkan. Wajah mereka begitu dekat hingga Nisa reflek menutup kedua matanya.


Bibir Adnan mendarat dengan sempurna hingga ciuman itu begitu lama. Mereka berdua menikmati nikmatnya ciuman yang selama ini belum mereka rasakan.


"Buka mulut mu ," pinta Adnan.


Nisa seidkit membuka mulutnya hingga Adnan bebas ******* bibir Nisa dengan begitu lembut. Tangan Nisa bergerak sendiri mengakung di leher Adnan, saat ini wanita itu terbuai dengan permainan ciuman Adnan.


Adnan melepaskan ciumannya menatap wajah Nisa yang sudah membuka matanya dengan perlahan.


"Aku mencintaimu Nisa, aku ingin menikahi mu! Ku mohon kali ini jangan menolak lamaran ku," ujar Adnan.


Nisa menatap mata Adnan yang bersungguh-sungguh meminangnya, selama ini Nisa selalu menolak bukan karena apa. Nisa tidak ingin menyusahkan Adnan jika menikahi Nisa yang bukan sederajat dengannya.


"Kamu tau sendiri, aku bukan orang yang setara dengan mu, bagaimana bisa orang tua mu akan menyukai ku nanti ," tutur Nisa lembut.


"Kita akan berjuang bersama untuk mendapatkan restu orang tua ku, asal kau ingin menerima lamaran ku, aku akan berjuang untuk hubungan kita berdua," jalas Adnan.


Air mata Nisa meluap saat mendengar kesungguhan Adnan, wanita itu mencium bibir Adnan hingga ciuman mereka berdua sungguh sangat menggairahkan. Adnan melahap bibir Nisa bwgiti rakus hingga posisi Nisa sekarang sudah berada di pangkuan Adnan.


"I love you," ucap Adnan.


Saat sedang asik berciuman ternyata sahabat merak sejak tadi mengikuti mereka.


Axel mengetik jendela Adnan dengankeras hingga membuat Nisa dan Adnan kaget.


"Halalkan dulu anak orang," ucap Axel.


Mereka yang berada di luar tertawa puas saat melihat wajah Adnan dan Nisa Yeng merah karena malu. Nisa berada di pekan Adnan tidak memberanikan diri menatap wajah teman-temannya.


N & n bersambung...


Jangan lupa untuk:


👍 Like


💬 Komen


❤️ Favorit


🎟️ Vote


☕,🥀 Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini

__ADS_1


__ADS_2