
Setelah berganti pakaian Naura segera melaksanakan ibadah Zuhur setelahnya Naura turun ke bawah untuk makan siang karena perutnya sudag menggurutuk meminta jatah makanya.
Naura menghampiri mama Maya dan bi Nani yang sudah menata makanan dengan sangat rapi, Naura juga membantu mama Maya kemudian mereka makan bersama, Nathan yang baru turun dari kamarnya langsung ikut bergabung bersama keluarganya.
suasana makan hening tak ada suara atau pun kalimat yang terucap dari mama Maya dan kedua anaknya itu, setelah makan Naura membersihkan piring kotor namun mama Maya melarangnya karena sudah ada pembantu yang membersihkan piring kotor itu.
kemudian mama Maya mengajak Naura untuk duduk bersama di ruang TV sambil menonton sinetron ikan terbang yang membuat mama Maya geram sendiri saat menontonnya.
"Astaga apakah perempuan di filem ini semua lemah, " gerutu mama Maya dengan sangat geram.
Naura hanya bisa tertawa melihat tingkah dari mama Maya, mama Maya sangat mendramatis menonton sinetron yang membuat tekanan menjadi naik.
"mama itu hanya filem sudah ada yang mengaturnya," timpal Naura.
"mama tau tapi kenapa mereka sangat payah membuat filem seperti ini ," ucap mama Maya yang masih tetap setia menonton sinetron siksaan hati istri.
" tapi mama bisa terbawa emosi dalam menontonnya berarti filem mereka bagus ma, " jelas Naura sambil tersenyum.
mama Maya pun kembali menonton sinetron ikan terbang itu hingga membuat mama Maya semakin geram dan menumpahkan sumpah serapahnya pada suami sinetron itu.
Naura hanya bisa terus tertawa melihat tingkah lucu mama Maya, setelah menonton sinetron mama Maya mengajak Naura untuk ke mall, itu memang sudah rencana mama Maya karena ingin mengubah penampilan anak mantunya.
Setelah selesai solat asar Naura berganti pakaian dengan pakaian yang super simple yang ia miliki, kemudian Naura segera turun kebawah mama Maya menatap pakaian Naura hanya tersenyum lalu mengandeng tangan Naura dan segera menuju kedalam mobil dan pergi ke mall, salon dan berbelanja untuk mengubah penampilan Naura.
Sementara di tempat lain Nathan yang sedang asik merebahkan badannya di ranjang, mendapatkan telfon dari sahabatnya dengan cepat Nathan mengangkat panggilan dari Adnan.
"hallo Nathan seperti biasa nongki-nongki kita di cafe milik Axel, " ajak Adnan di sebrang telfon sana.
__ADS_1
"iya, " balas Nathan.
"kami tunggu ya Nathan. " ucap Adnan.
Nathan pun segera berganti pakaian dan langsung segera otw ke tempat pertemuannya bersama teman-temanya.
setibanya Nathan di sana, Nathan segera memarkirkan motornya dengan rapi lalu masuk kedalam cafe itu dan menemukan Adnan dan Axel yang sedang menunggu kedatangan dirinya.
"lama banget bro." ucap Adnan menepuk bahu Nathan.
"macet tadi." balas Nathan datar.
"Lo mau pesan apa ...? tadi gua dan Adnan sudah memesan makanan." tawar Axel membuat Nathan melihat menu dan matanya tertuju pada satu menu.
"gua pesanin minuman aja ." ucap Nathan
"Than, Lo tadi di panggil pak Ahmed untuk ikut lomba renang lagi ,?" tanya Adnan dan di anggukan oleh Nathan.
"wah gua jamin deh tahun ini sekolah kita akan meraih emas lagi. " ucap Axel menepuk bahu Nathan.
"yah jelas lah dan tahun ini sepertinya pelari juga akan mendapatkan mendali emas. " sambun Adnan melirik ke arah Axel.
yah Axel seorang atlet lari yang di utus oleh sekolah mereka dia juga tahun lalu mendapatkan mendali emas karena kehebatan larinya.
tak berapa lama mereka bercerita pesan mereka telah datang di bawah oleh pelayan yang ternyata pelayan itu adalah Nisa, dia bekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan ibunya.
"selamat makan kak. " ucap Nisa menunduk karena ia tahu yang sedang di hadapinya ini adalah 3 cowok idola sekolahnya.
__ADS_1
"terimakasih," balas Axel dengan senyumnya, kemudian Nisa pun pergi meninggalkan meja Nathan.
"eh tunggu sepertinya gua kenal sama pelayan tadi ya, wajah nya benar-benar tidak asing di mata gua " ujar Adnan segera berdiri ingin menghampiri Nisa namun dengan cepat Axel menahan Adnan.
"Lo kalau cewek cantik cepat konek otak lo, duduk enggak usah pensaran amat lo sama pelayan cafe gua, " sela Axel yang sudah tau bahwa Nisa bekerja di cafe miliknya.
"bukan gitu tapi mukanya sudah tidak asing lagi gua yakin itu. " jelas Adnan penuh keyakinan.
"sudahlah Lo mau makan atau mau memikirkan pelayan tadi.? " tanya Axel yang sudah menyantap makanannya dan Adnan pun memakan makanannya sambil memikirkan pelayan cafe tadi.
" gua yakin pernah lihat wajah seperti itu, tapi di mana yah.?' batin Adnan.
tak berapa lama mereka makan tangan Nathan di sentuh oleh seorang wanita yang membuat Nathan kaget dan segera berdiri melihat wanita itu tersenyum manis padanya dan dia adalah Laura wanita yang paling cantik di sekolah mereka dan sangat di Kagumi kaum laki-laki.
tapi tidak dengan Nathan dan teman-temannya karena mereka sudah tau sifat Laura yang sangat manja, munafik dan tidak sesuai dengan wajah polosnya.
Nathan pun segera izin ke toilet untuk membersihkan tangannya yang di sentuh oleh Laura, Nathan sangat jijik melihat tangannya di sentuh oleh wanita sembarangan kecuali mamanya.
Laura pun melihat kepergian Nathan segera duduk bergabung dengan Adnan dan Axel.
"Lo ngapain kesini,? " Tanya Axel menatap ke arah Laura dengan tatapan tida suka.
"gua kebetulan ke cafe ini dan melihat kalian jadi aku samperin aja ," jawab Laura lembut yang di buat-buat membuat Adnan mendengarnya menjadi merinding.
"Oh ya ampun kenapa perempuan aneh ini bisa ada di sini " batin Adnan.
N & N bersambung...🤭🤭🤭
__ADS_1