Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 21


__ADS_3

Naura yang sedang asik memasak pun kaget karena Nathan menarik tangannya dengan kuat membuat pergelangan tangan Naura menjadi merah.


"Aw...apa yang kau lakukan Nathan.? " ringis Naura memgang pergelangan tanganya yang di tarik oleh Nathan.


"Lo dengar baik-baik, gua gak suka sama Lo dan gua gak suka dengan pernikahan kita ini dan dengar kita akan bercerai setelah kita lulus SMA ...!" bentak Nathan dengan nada keras.


"Dan ingat jangan pernah obati gua lagi, gua bisa suruh bibi untuk mengurus gua dan jangan sok peduli dengan gua, gua sangat jijik saat melihat muka Lo yang sok polos itu." terang Nathan lalu pergi meninggalkan Naura.


Naura yang mendengar perkataan Nathan langsung terduduk lemas, entah apa salahnya yang membuat Nathan seperti ini, ia sangat berbeda dengan Nathan yang Naura kenal selama seminggu ini.


Naura pun menghapus air matanya dan kembali fokus dengan masakannya namun ia tetap Naura seorang wanita yang punya hati ia menangis sejadi-jadinya ia sangat terluka dengan perkataan Nathan.


Bi Nani yang baru datang dari belakang melihat Naura menangis menjadi sangat khawatir dan langsung mendekat ke arah Naura.


"Ada apa dengan nona.? " tanya Bi Nani.


Naura yang melihat bi Nani langsung menangis sejadi-jadinya ia tidak bisa menahan rasa sakitnya, bi Nani pun hanya bisa mengusap belakang Naura untuk menenangkannya.


"Apa nona kangen dengan nyonya Maya,? " tanya kembali Bi Nani.


"Tidak bi...hiks..hiks...aku hanya kangen sama ibu saja. " balas Naura berbohong.


Setelah menangis Naura pun meminta izin kepada Bi Nani untuk beristirahat di kamarnya kemudian Naura pun ke atas kamarnya sebelum masuk Naura menatap pintu Nathan yang masih tertutup rapat.


"Apakah sejijjk itu diriku di mata mu Nathan " batin Naura.


Naura pun langsung menutup pintunya, malam itu pun berlalu sangat panjang bagi Naura dan Nathan mereka tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing entah apa yang ada di pikiran mereka hanyalah mereka yang tau.

__ADS_1


Keesokan paginya Naura mencoba mengetuk kamar Nathan karena ia harus mengobati bahu Nathan, namun tak ada respon darinya.


Naura pun turun ke bawah kembali, pagi ini Naura harus lebih cepat ke sekolah karena dia harus mengikuti lomba catur, Naura pun menitip pesan pada bi Nani untuk mengobati bahu Nathan.


Setelah itu Naura berangkat ke sekolah dengan memakai taxi online yang ia sudah pesan sedari tadi, setibanya di sekolah Naura segera berganti pakaian dan segera menuju ke lokasi yang sudah di tentukan.


Naura pun melihat ke bangku penonton ia melihat Nisa sudah berada di sana sahabat satu-satunya yang Naura miliki dan selalu mensuport nya, tak berapa lama kemudian Axel dan Adnan datang dan menonton pertandingan Naura, Naura yang melihat kedatangan Axel dan Adnan sangat senang.


Kemudian tak lama Reza juga datang untuk melihat pertandingan yang akan di ikuti Naura sambil berteriak memanggil nama Naura dan memberikan semangat padanya.


Pertandingan pun di mulai dengan serius Naura berhasil lolos tahap demi tahap hingga tersisa dua sekolah yaitu sekolah Naura dan lawannya yang sekarang ada di hadapannya.


Naura pun menarik nafasnya dan pertandingan terakhir pun di mulai yang akan menentukan pemenang Naura sangat gugup namun saat ia mengangkat kepalanya ia melihat Nathan yang sedang menontonnya dari jarak yang sangat jauh dan entah mengapa membuat Naura menjadi semangat walau perkataan Nathan semalam menyakitkan tak membuat Naura dendam pada Nathan.


Naura pun kembali fokus dalam pertandingannya dan akhirnya Naura mengalahkan lawannya dan membuat Naura terkejut sendiri saat juri mengumumkan dialah pemenangnya, Naura sangat bahagia hingga ia tidak bisa menahan tangisnya.


Axel dan Adnan pun menghampiri Naura dan mengucapkan selamat pada Naura dan Naura pun berterimakasih pada Axel dan Adnan yang sudah mau mendukungnya.


Sementara Reza datang langsung memeluk Naura dengan erat memberikan ucapan selamat kepada Naura, Nathan yang melihat dari jarak jauh membuatnya sangat marah lalu pergi dari sana.


"Menjijikan " batin Nathan.


Naura pun berusaha melepas pelukan Reza yang membuatnya tidak nyaman dengan perilaku Reza dan akhirnya Reza pun langsung melepas pelukannya dari Naura sementara Axel dan Adnan sangat jengkel melihat tingkah Reza yang langsung main nyosor ke Naura.


Naura pun melihat ke atas namun ia tidak melihat sosok Nathan yang sempat ia lihat tadi saat pertandingan terakhirnya.


"Apa aku berhalusinasi melihat Nathan menonton ku, tapi itu terasa sangat nyata" batin Naura.

__ADS_1


Setelah pertandingan Selesai Naura membawa mendali emasnya dia sangat bahagia bisa mendapatkan juara dan Naura juga mendapatkan ucapan selamat dari beberapa siswa membuat Naura sangat terharu.


"Jadi ada traktiran nya ,?" tanya Axel menghampiri Naura dan Nisa.


"Kak Axel ...!" ucap Naura kaget.


"Kenapa saat kau melihatku selalu kaget apa mungkin aku terlihat seperti hantu bagi mu hmm" ucap Axel.


"Buk....bukan begitu kak hanya saja Kak Axel datang secara tiba-tiba dan membuat ku kaget. " ucap Naura pelan.


"Hahahaha aku hanya bercanda." balas Axel mengusap kepala Naura.


Naura pun sangat malu dengan perlakuan Axel padanya karena menjadi sudut perhatian para siswa di sekolah itu namun Axel hanya mengabaikannya.


"Hay pelayan cafe," sapa Adnan pada Nisa.


"Hai kak Adnan. " balas Nisa menunduk.


"Jadi nggak nih kita di teraktir sang juara,? " tanya Adnan melirik ke arah Naura.


"Boleh tapi jangan yang mahal-mahal ya Naura gak terlalu mempunyai uang banyak. " jelas Naura dengan muka polosnya.


"Baiklah. " ucap Axel tersenyum.


Akhirnya Naura, Axel ,Adnan dan Nisa pun ke kantin dan memesan beberapa makanan untuk mereka makan sambil menunggu pesanan mereka, mereka bercerita dan sambil tertawa tapi tanpa sadar Naura sedang di tatap oleh sepasang mata yang menatap Naura dengan sangat tajam dari jarak jauh.


"Dasar wanita kampungan " batin Laura yang memerhatikan Naura dari jarak jauh.

__ADS_1


N & N bersambung...😫😫


__ADS_2