
Jam istirahat pun tiba Naura dan Nathan di panggil oleh kepala sekolah untuk segera ke ruangannya membahas masalah yang menimpah Naura dan Nathan kemarin.
Sampainya Nathan dan Naura di ruangan secara bersamaan, Naura dan Nathan saat melihat Catrine dan Laura berada di dalam ruangan kepala sekolah sangat santai karena papa Darwin sudah mengirimkan mereka video CCTV sekolah.
"Karena kalian semua sudah kumpul bapak akan bicara, bahwa kejadian yang kemarin bapak sangat minta maaf kepada Nathan dan Naura terutama Nathan yang menjadi korban dalam insiden ini." tutur pak kepala sekolah.
"Saya akan memberikan sanksi kepada Laura dan Catrin karena mereka berencana melukai Naura." tegas kepala sekolah.
"Maaf kan saya pak, tapi saya sudah katakan berapa kali sama bapak saya juga korban di sini Laura lah yang punya rencana ini." protes Catrin.
"Lalu kenapa lo berada di sana.? " tanya Nathan menatap Catrin tajam, Nathan sudah tau siapa pelakunya saat papanya mengirimkan rekaman CCTV sekolah padanya.
"Gua...gua.... Di suruh sama Laura untuk mendorong pot itu mengenai Naura kalau tidak menurutinya perusahaan keluarga gua jadi taruhannya" terang Catrin.
"Dasar pembohong Lo yang punya otak dari semua ini gua hanya di suruh sama dia untuk bantu rencananya melukai Naura dan sekarang Lo menuduh gua hiks..hiks.. " protes Laura sambil mengeluarkan air mata.
"DASAR ULAR BETINA BERKEPALA DUA, Lo yang menyuruh gua " ucap Catrin sedikit berteriak pada Laura
"Menjijikan." ucap Nathan dingin.
"Sudah-sudah semua apa kalian tidak menghargai saya di sini, bapak tetap akan memberikan hukuman pada Catrin dan Laura kalian akan di skors selama 2 Minggu dari sekolah." ucap pak kepala sekolah tegas
__ADS_1
"Apa ...!" ucap Catrin tidak menerima dirinya di skors kerena memang kenyataannya Laura yang mengancamnya.
"Berterimakasih lah pada Nathan karena ia masih mempunyai perasaan untuk mengurangi hukuman kalian," ucap kepala sekolah yang sebenarnya itu keinginan Naura namun Nathan yang menyampaikannya.
Sementra Naura hanya bisa diam melihat perdebatan mereka, ia bingung ingin bicara apa. Setelah itu mereka pun keluar dari ruangan kepala sekolah.
"Hei kalian berdua ingat baik-baik jangan pernah menyentuh Naura sedikit pun ." pesan Nathan dingin menatap Laura dan Catrin sementara Naura sudah duluan menuju ke dalam kelasnya.
Laura yang mendengar hal itu sangat marah, ia memang sejak dulu sudah curiga bahwa Nathan menaruh perasaan pada Naura namun gengsi Nathan masih tinggi namun saat sekarang kenapa perasaan Nathan kepada Naura semakin terlihat sangat jelas.
Sementara Catrin yang mendengar hal itu hanya bisa terdiam, di dalam hati Catrin ia merasa bersalah karena hampir membuat nyawa orang lain menghilang.
Nathan pun pergi menuju ke ruangan pak Ahmed karena ada yang ingin dia bicarakan dengan pak Ahmed masalah lomba renang yang tidak bisa Nathan ikuti karena keadaan tangannya dan untungnya pak Ahmed sudah mempunyai cadangan Reza.
Setelah itu Nathan pun menuju ke dalam kelasnya dan mengikuti pelajaran dengan bahu yang masih memakai alat penyangga.
...****************...
1 Minggu kemudian acar lomba antara sekolah pun di mulai dengan SMA Nathan menjadi tuan rumah dan semua perlombaan di adakan di sekolah mereka yang semua fasilitas sangat terjamin.
Paginya Naura pergi sekolah karena hari ini dia akan menonton Reza yang akan mengikuti lomba renang menggantikan dirinya dan Naura sejak pagi sangat bersemangat seperti biasa setelah merawat Nathan Naura segera membersihkan diri lalu segera ke bawah untuk sarapan.
__ADS_1
Namun saat ke bawah Naura sangat kaget karena melihat mama Maya dan papa Darwin sangat rapi sambil membawa koper besar dan Nathan yang baru turun juga melihat mama Maya dan papa Darwin.
"Mau kemana mereka " batin Nathan.
"Ma..pa mau kemana bawa koper sebesar ini .?" tanya Naura.
"Papa mendapati telfon dadakan dari perusahaan nya di luar kota dan segera harus di tangani sayang. " terang mama Maya lembut mengusap kepala Naura.
"Maaf ya Mama besok gak sempat menonton mu bertanding " ucap mama Maya tulus.
"Enggak apa ma, yang penting kan ada Nathan yang akan menonton papa dan mama hati-hati saja di jalan. " ucap Naura tulus walau ada perasaan sedikit kecewa namun dia berusaha mengerti.
"Terimakasih sayang kalau begitu papa dan mama berangkat dulu ya , dan Nathan jagalah Naura dengan baik papa dan mama tidak akan lama. " balas mama Maya.
"Iya ma. " ucap Nathan datar.
Mama Maya dan papa Darwin pun pergi meninggalkan rumah mereka, Naura terlihat sangat sedih Karena harus berpisah dengan mama Maya sementara Nathan sudah biasa dengan kepergian orang tuanya.
Setelah Naura dan Nathan sarapan pagi mereka pun berangkat sekolah bersama namun Naura akan turun di persimpangan tiga dekat sekolah sementara Nathan akan turun di depan sekolah mereka.
N & N bersambung.....🥰🥰
__ADS_1