Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 76


__ADS_3

Dua Minggu telah berlalu kesehatan Naura mulai membaik , Naura dan Nathan juga sudah tidak terlalu bersedih mereka mencoba mengikhlaskan kepergian anak mereka.


Pagi ini Nathan menemani Naura berjalan pagi di lingkungan komplek rumah Daddy Reno bersama Axel yang setia mengekor di belakang mereka.


" Kalau rasa capeh bilang, kita bisa istirahat sejenak," ujar Nathan.


" Aku belum merasakan Cape," balas Naura sementara Axel memutar matanya melihat keromantisan mereka berdua membuat siapa saja bisa irih.


Setibanya di rumah Nathan dan Naura masuk ke dalam kamar segera mandi membersihkan diri. Nathan juga harus ke kampus selama beberapa hari ini ia tidak pergi dan mengurus beberapa perusahaan papa Darwin yang ia terlantarkan demi mengurus kebutuhan Naura.


" Tidak apa aku meninggalkan kamu di rumah sendiri?, " Tanya Nathan.


" Aku tidak apa , ada Mommy dan sebentar juga mama akan datang ke rumah ," jelas Naura sambil merapikan kancing baju Nathan.


" Sudah selesai," ujar Naura.


Nathan memeluk Naura dengan hangat ia belum tega meninggalkan istrinya dalam kondisi seperti ini.


" Aku akan pulang cepat," ucap Nathan mencium pucuk kelak Naura.


" Aku merindukan mu," ujar Naura memeluk Nathan dengan sangat erat.


" Ah, untung saja kau masih dalam keadaan sakit kalau tidak aku akan menggempur sekarang," jelas Nathan membuat Naura tertawa mendengar penuturan Nathan dengan wajah kesalnya.


Mereka segera turun ke bawah untuk sarapan pagi bersama keluarga besar Naura.


Setelah sarapan lagi yang lumayan enak, Nathan berpamitan bersama Axel untuk pergi ke kampus sementara Daddy Reno akan pergi ke kantor.


Mommy Sarah dan Naura melambaikan tangan mereka saat ketiga pria di rumah itu pergi meniggalkan rumah.


" Jangan bersedih, Nathan pasti akan pulang ," ucap Mommy Sarah menggenggam pundak Naura dan mengajak masuk ke dalam.


Naura yang merasa sangat bosan mengisi harinya sambil menonton filem kesukaannya sementara mama Maya belum juga muncul di rumah Daddy Reno.


" Axela !" Panggil Mommy Sarah membuat Naura menoleh ke belakang.


", Iya Mommy," jawab Naura namun Naura mengerutkan dahinya melihat Mommy Sarah seperti menyembunyikan sesuatu di belakangnya.


" Mommy apa yang ada di belakang Mommy,?" tanya Naura.


Naura begitu terkejut melebarkan matanya melihat sesuatu yang di pegang Mommy Sarah membuat tubuh Naura bergetar hebat.


" Mommy!"


******


Nathan fokus menatap dosen yang menjelaskan pelajaran sampai tidak mendengar ponselnya yang terus berdering sejak tadi. Hingga pelajaran selesai Nathan segera meraih ponsel di dalam tasnya.


8 panggilan tak terjawab " my love wife"


Nathan mencoba menghubungi Naura namun ia tidak mengangkatnya.


" Sepertinya dia keasikan bersama Mommy dan mama ," gumam Nathan.

__ADS_1


Nathan bersama Axel, Adnan dan Theo menuju kantin untuk mengisi kekosongan yang di landa perut mereka.


Axel dan Adnan memesan makanan setelahnya menunggu di meja sambil membahas tentang mami yang di maksud oleh Riko dan Reza.


" Apa mami yang di maksud Riko dan Reza mami yang sama atau berbeda,?" tanya Theo.


" gua masih belum tau pasti, Riko belum menghubungi gua dan Reza aku belum sempat menemuinya," terang Nathan.


" Gua dengar cerita dari Nisa, saat di penjara Nisa selalu mendengar Sonya meracau menyebut nama mami, uang dan kematian Naura ," jelas Adnan.


" Apa dia orang terdekat kita ,?" Tanya Theo membuat Axel dan Nathan menatap ke arah Theo.


" Lo sepertinya mengetahui sesuatu," ucap Axel membuat Theo gelagapan yang bisa di baca oleh Nathan.


" G-...gua gak tau apa-apa, gua hanya sekedar menebaknya," jelas Theo berbohong.


" Lo tau sesuatu Theo, katakanlah jika kau berbohong maka jeruji besi yang akan berbicara ke pada mu," ancam Nathan membuat Theo mengatakan hal sejujurnya.


" Sebenarnya-" belum Theo menyelesaikan kalimatnya Reza tenyata datang ke kampus Nathan, ingin membicarakan hal serius pasal Naura.


" Nathan!" Panggil Reza berjalan mendaki ke arah Nathan dan yang lain, ia segera duduk di samping Nathan sambil melirik ke kiri dan ke kanan melihat tidak ada orang yang mengawasinya seperti dulu saat Laura masih hidup.


" Ada apa sampai Lo rela datang ke kampus Almamater kuning,?" Tanya Axel.


" Gua ingin membicarakan sesuatu hal tentang mami dengan Lo yang tempo hari di rumah sakit," terang Reza.


" Kamu juga di sini baru membahasnya," terang Adnan.


" Sepertinya gua tau siapa mami yang di maksud oleh Laura ," terang Reza membuat semua menatap lekat Reza.


" Serius gua baru tau saat gua berada di rumah sakit , suara yang sama persis seperti yang di telfon oleh Laura,"


" Maksud Lo apa ,?" Tanya Nathan.


" Saat orang tua kalian masuk ke dalam ruangan, salah satunya saat gua mendengar suaranya benar-benar sangat persis dengan orang yang berbicara kepada Laura ," jelas Reza.


" Maksud Lo di antara mama gua dan mommy Axel adakah pembunuhnya," imbuh Nathan, Reza menangguhkan kepalanya sebagai jawaban pertanyaan Nathan.


" Lo gila apa, yang benar saja Mommy gua atau mama Nathan penyebab semua ini, jangan sembarangan menuduh," pekik Axel memukul meja dengan keras saat mendengar pernyataan Reza.


" Gua bukan nuduh tapi ini kenyataan, gua juga awalnya begitu kaget saat melihat suara dari wanita itu ," terang Reza.


" Sepertinya apa yang di katakan Reza akan sama dengan kesaksian gua ," timpal Theo menatap ke arah Nathan dan Axel.


" Sepertinya Lo berdua udah gila, kalau memang mommy gua atau mama Nathan pembunuhnya alasan apa mereka ingin melukai Naura , jelaskan alasan kepada gua ," teriak Axel.


Nathan mendengar penuturan Reza masih belum percaya mungkin saja suara dari telfon akan berbeda namun apa yang di katakan Theo membuat pertanyaan besar di dam kepala Nathan.


" Kenapa kalian berdua diam, jawab pertanyaan gua ," Axel mukanya menjadi merah menatap ke arah Reza dan Theo, namun mereka juga tidak tau apa alasan wanita itu ingin melukai Naura.


Tidak lama dering ponsel Nathan berbunyi membuat Nathan segera menjawab panggilan dari Riko.


" Hallo Nathan, maaf gua baru bisa menghubungi Lo selama 2 Minggu ini,📞📞📞,!" Ucap Riko di sebrang telfon sana.

__ADS_1


" Tidak apa," balas Nathan.


" Gua ingin membicarakan sesuatu tentang mami ....📞📞📞," Ucap Riko.


Nathan membesarkan speaker suara handphone miliknya agar semua mereka mendengar Riko berbicara.


" Apa yang kau tau tentang mami ,?" Tanya Nathan.


Riko menjelaskan semua tentang mami yang ia dapat, informasi yang begitu lengkap dari latar belakang hingga kehidupannya di masa lalu membuat mata adem dan Nathan melebar dengan sempurna meraka saling memandang.


Detak jantung Nathan berpacu begitu cepat saat mengingat panggilan Naura yang tidak ia jawab.


" Sial," Natha segera mematikan sambungan telfonnya berlari menuju parkiran di ikuti oleh Axel, Adnan, Reza dan Theo.


" Axela !" Gumam Axel.


Nathan membawa mobil begitu balap hingga semua jalanan di sapu rata. dalam pikiran Nathan hanya keselamatan Naura.


Jalan yang begitu macet membuat mereka bisa melewatinya dengan begitu cepat, klakson mobil yang terus Nathan pencet seakan memberi informasi bahwa keduanya benar-benar sangat darurat.


Hingga mereka sampai di rumah Daddy Reno, Nathan dan yang lain segera keluar menuju ke dalam rumah.


" Naura, Naura ," panggil Nathan naik ke lantai atas mencari keberadaan Naura di dalam kamar.


" Mommy... mommy," panggil Axel namun alangkah terkejutnya Axel melihat aliran darah mengalir dari arah dapur.


Axel berlari ke dapur melihat Mommy Sarah tergeletak di dapur dengan pisau yang menusuk perutnya.


Axel dengan tangan bergetar mencabut anak pisau itu dari perut Mommy Sarah, menepuk dengan pelan pipi Mommy Sarah membuat Mommy Sarah tersadar membuka matanya secara perlahan.


" Mommy... Mommy kita akan ke rumah sakit sekarang," Axel segera menggendong tubuh Mommy Sarah.


" Ax-... Axela! Mama Maya-" belum selesai Mommy Sarah berbicara ia sudah kehilangan kesadaran


Axel segera membawa Mommy Sarah ke dalam mobil untuk membawanya rumah sakit, Adnan mengikuti langkah Axel.


Sementara Reza dan Theo berdiam bak patung tidak ada ucapan yang keluar dari mulut mereka berdua.


Nathan yang baru turun dari lantai atas tidak menemukan Naura sama sekali, ia juga beberapa kali menghubungi mama Maya namun tidak di angkat oleh Mama Maya.


" Sial ," ujar Nathan.


"Naura kenapa kau selalu pergi dari ku " batin Nathan.


N & N bersambung....


Jangan lupa untuk:


👍 Like


💬 Komentar


❤️ Favorit

__ADS_1


🎟️ Vote


🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


__ADS_2