Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 15


__ADS_3

Axel menarik tangan Naura dan membawanya di belakang sekolah, Axel menatap Naura dengan tatapan yang sangat sulit Naura mengerti.


"kau kenapa sangat lemah ," ucap Axel kesal.


"maaf. " balas Naura hanya bisa menunduk.


tak berapa lama Nathan berhasil menemukan Axel dan Naura dan menatap Axel dengan tatapan tajam yang membuat Axel mengerti dengan sikap Nathan kepada Naura yang sering menjahili Naura.


"aku hanya membawanya pergi agar si Kunti Lo gak menghinanya ," jelas Axel santai.


"emang gua peduli ." ucap Nathan datar


"gua kira Lo peduli, soalnya Lo ikutin kita sampai disini untuk apa .?" tanya Axel mencoba memancing Nathan.


"gua...gua cuman ikut aja Lo supaya bisa kabur dari Laura " ucap Nathan mencari alasan.


"oh baiklah tuan muda Nathan, kami pergi dulu ya Naura. " pamit Axel lalu segera pergi meninggalkan Naura sendiri.


Naura pun mengusap dadanya karena berhasil selamat dari Laura, kalau saja Axel tidak menariknya mungkin satu sekolah sudah akan tau bahwa Naura tinggal bersama Nathan dan akan semakin memperburuk keadaan.


...****************...


sementara di kantin sekolah Adnan menatap kearah Nisa dengan tajam meminta penjelasan padanya.


"kenapa Lo kerja di cafe milik Axel,?" tanya Adnan penasaran.


"aku hanya ingin mencari uang tambahan. " balas Nisa jujur.


"tapi keapa penampilan Lo berubah ...!" tegas Adnan.


"berubah bagaimana maksudnya,?" tanya Nisa bingung menatap Adnan.


Adnan pun kembali membuka kaca mata Nisa yang tadi sempat Nisa ambil dari darinya.

__ADS_1


"ini yang gua maksud, Lo cantik tanpa kaca mata cupu ini, " ucap Adnan jujur.


Nisa yang merasa malu karena telah di puji sama Adnan yang notabennya cowok tampan di sekolah mereka segera menundukkan kepalanya, saat ini wajah Nisa sangat merah.


"kenapa gua salah emang Lo cantik tapi kalau Lo pake kaca mata Lo ini, Lo kelihatan cupu." terang Adnan lalu pergi meninggalkan Nisa sendiri di kantin.


Nisa pun memakai kembali kacamatanya yang Adnan taruh di atas meja, lalu Nisa pun segera pergi juga dari kantin menuju kedalam kelasnya.


Naura yang sedang berjalan menuju kedalam kelasnya dengan cepat, namun betapa terkejutnya Naura saat melihat pot yang lumayan besar akan jatuh menimpanya, Naura segera menunduk dan menutup matanya pasrah namun berapa detik kemudian ia tidak merasakan apa-apa yang menimpah tubuhnya.


Naura pun membuka matanya dan betapa terkejutnya Naura saat tau ternyata yang menyelamatkan dia adalah Nathan menggunakan tubuh kekarnya untuk melindungi Naura agar tidak terkena pot dari atas.


Naura yang melihat langsung berdiri dan melihat belakang Nathan yang sudah sangat kotor dan melihat ekspresi Nathan yang menahan sakit di pundak lengannya.


Naura pun segera membawa Nathan ke ruang UKS untung saja saat kejadian itu tidak ada satu orang pun siswa yang melihatnya.


setelah sampai di ruang UKS mengobati luka Nathan yang cukup parah dan petugas UKS menyarankan Nathan untuk ke dokter agar mengecek kondisi pundaknya apakah terjadi cedera atau tidak.


Naura yang melihat Nathan terluka menangis ia sangat merasa bersalah karena dirinyalah Nathan menjadi terluka seperti ini.


"aku tidak menyelamatkan mu bodoh, aku hanya kebetulan lewat, " sela Nathan berbohong dengan wajah datarnya.


Flash back on


saat Axel dan Nathan sudah tiba di kelas Nathan meminta izin ke Axel untuk ke toilet namun itu hanya alasan Nathan karena sebenarnya ia ingin membicarakan sesuatu pada Naura.


Nathan pun berjalan menuju ke belakang sekolah namun tidak mendapatkan Naura kemudian Nathan pun berjalan mencari Naura dan saat Nathan melihat Naura ia juga tak sengaja melihat seseorang dengan sengaja menjatuhkan pot besar ke arah Naura, Nathan pun berlari kearah Naura yang sudah tertunduk.


untung saja waktunya sangat pas sehingga pot bunga itu menimpah tumbuh Nathan bukan mengenai Naura.


Nathan sangat merasakan sakit di bagian pundaknya, rasanya seperti remuk ia tidak bisa terlalu mengerakkan pundaknya dengan baik, Naura pun panik langsung membawa Nathan ke ruang UKS.


Flash back Off.

__ADS_1


"tapi lihatlah memar di pundak mu sangat parah ," ucap Naura sambil mengobati luka Nathan yang di suruh petugas UKS.


"ini tidak terlalu sakit ," jelas Nathan yang sebenarnya sudah menahan sakit saat Naura mengobati memarnya.


"pulang sekolah aku akan mengantar mu ke dokter." ucap Naura


"aku bisa sendiri ," balas Nathan datar.


"apa kau tidak dengar petugas UKS bilang kau jangan terlalu banyak gerak sebelum kau mengecek kondisi pundak mu ke dokter jangan terlalu keras kepala. " ucap Naura kesel.


setelah dari ruang UKS Naura pun langsung masuk ke dalam kelas begitu pula Nathan masuk kedalam kelasnya dengan bajunya yang begitu kotor, Axel dan Adnan yang melihat baju Nathan begitu kaget.


"Lo dari mana aja dan kenapa baju Lo kotor begini,?" tanya Axel menepuk pundak Nathan dengan pelan.


"aw sakit bisa nggak jangan pegang gua ...! " protes Nathan kesal sejak tadi ia menahan rasa sakitnya di depan Naura.


"Lo kenapa Than ,?" tanya Adnan.


"panjang ceritanya nanti lain kali gua cerita, Lo bawa mobil nggak,? " tanya Nathan pada Adnan.


"gua gak bawa, tuh anak tadi pagi jemput gua jadi gua bareng sama dia ke sekolah. " Ucap Adnan.


"kalau gitu Lo bawa motor gua, lengan gua lagi sakit. " jelas Nathan datar melempar kunci motornya ke Adnan.


"oke bos. " balas Adnan.


"Lo jadi naik apa kalau pulang atau barang sama gua aja ." tawar Axel pada Nathan.


"enggak gua udah telfon Supir gua buat jemput." tolak Nathan berbohong, sebenarnya Nathan pulang dengan Naura.


"baiklah. " balas Axel.


"ah sial pundak gua susah banget di gerakan" batin Nathan sedari tadi menggerakkan pundaknya namun sangat susah dan terasa sangat sakit.

__ADS_1


N & N bersambung...


__ADS_2