Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 61


__ADS_3

Setibanya di rumah Nathan yang memegang belanjaan Naura yang begitu banyak membuat Nathan kelelahan mengangkat belanjaannya.


Naura menyuruh para pembantunya yang bekerja di rumah mereka untuk merapikan belanjaannya yang begitu banyak di lemari es, Naura berbelanja beberapa buah dan sayur yang sempat ia lihat di mall tadi.


" Bi ada buah dan sayur yang tadi Naura sempat beli, simpan di dalam kulkas dengan rapi ya ," pinta Naura segera naik ke atas dengan beberapa cemilannya yang sudah ia amankan di kantong plastik.


sesampainya di kamar Naura meletakan belanjanya dan segera menyalakan AC sert membuka kancing baju bagian atas karena Naura begitu gerah apalagi saat kondisi sedang hamil seperti.


Nathan yang sejak tadi mengekor di belakang istrinya melihat Naura membuka kancing bajunya langsung memeluk Naura hingga mencium jenjang leher Naura yang begitu mulus.


" Nathan," ucap Naura merasa geli saat Nathan mencium leher Naura.


" sebentar," ujar Nathan namun Naura segera mendorong tubuh Nathan.


" aku belum mandi, tunggu setelah aku mandi," pinta Naura membuat Nathah sangat senang mendengar jawaban istrinya yang tidak ada penolakan sama sekali.


" kalau begitu kita mandi bersama ," Ical Nathan menggendong tubuh Naura dan segera membawanya di dalam kamar mandi.


" Dasar mesum ," ujar Naura sambil tertawa menenggelamkan wajahnya di bidang dada Nathan, hingga mencium aroma tubuh Nathan yang sangat harum.


Pastilah kalian semua tau apalagi yang terjadi selanjutnya setelah Nathan membawa Naura di kamar mandi, Naura tidak di kasi ruang untuk Nathan tidak menyentuh setiap inci tubuh Naura, suara shower air yang mengalir begitu senada dengan desah** Naura yang begitu nikmat permainan yang Nathan mainkan sungguh membuat gelora untuk mereka tidak menghentikan dengan cekat kegiatan panas mereka.


Cicak yang melihat pemanasan yang Nathan kepada Naura membuat cicak hanya terdiam sambil mengeluarkan suara andalan mereka yang ikut serta meramaikan suara desah** Naura.


***


kini Naura berbaring di pangkuan Nathan yang sedang fokus dengan tugas kampusnya dan berkas pekerjaan kantornya yang belum ia selesaikan di kantor.


" sayang ," panggil Naura.


" hmm ," balas Nathan yang masih fokus dengan benda lempeng yang ada di hadapannya.


" aku tadi bertemu dengan Leona ," ucap Naura menatap wajah Nathan.


Nathan yang mendengar ucapan Naura menghentikan kegiatannya lalu menatap wajah Naura.


" jadi itu tadi yang membuat mu menjadi lesu ," Nathan mengusap kepala Naura sedangkan Naura yang mendengar ucapan Nathan menganggukkan kepalanya.


" kami sedikit berdebat dan aku tadi memberi dia peringatan untuk tidak mendekati mu lagi ," jelas Naura.


" lalu ,"

__ADS_1


" terus dia bilang pada ku bahwa kamu masih mencintai dirinya, yah aku yang tidak mau kalah dari si Kunti itu, aku mengatai nya Erotomania " ucap Naura membuat Nathan tertawa.


" kalau boleh tau Erotomania apa itu sayang ,?" tanya Nathan sambil mengusap rambut Naura.


" Erotomania dalam ilmu psikologis orang yang mempunyai gangguan mental menganggap orang yang ia sukai juga menyukainya padahal kenyataannya itu hanya ada dalam pikirannya sedangkan kenyataan tidak seperti itu," jelas Naura membuat Nathan mengangguk mengerti.


" sekarang istri ku semakin pintar ya ," puji Nathan sambil mencubit hidung mancing Naura.


" yah jelas lah, aku kan sekolahkan sayang ," balas Naura membuat Nathan benar-benar gemes.


Naura segera bangun dari paha Nathan dan berganti posisi ke samping Nathan yang sedang berbaring.



" bibir ini, hidung ini, wajah ini, dan tubuh ini hanya milik Naura ," ucap Naura sambil menunjuk ke arah wajah Nathan.


Nathan tersenyum mendengar ucapan Naura, membuat Nathan menahan tangan Naura yang menjalar di wajahnya, menarik wajah Naura hingga kening Naura dan Nathan saling bertemu.


" Naura untuk Nathan dan Nathan untuk Naura, aku mencintai mu sampai maut memisahkan kita ," ujar Nathan membuat Naura tersenyum lembar dan mencium Nathan dengan rakus hingga ciuman yang menjadi panas.


sungguh kisah cinta yang seakan tak ada badai yang mampu memisahkan kedua sejoli itu, entah apa yang akan terjadi kedepannya membuat mereka akan tetap bersama atau tidak hanya Tuhan yang tau.


...****************...


mereka segera pergi ke kantin kampus sambil duduk mengemil dan membahas hal random, tawa dan canda membuat empat orang wanita itu menjadi bahan perhatian beberapa mahasiswa di sana.


" oh iya, kalian mau ikut gua gak ," ujar Naura menatap ke tiga sahabatnya.


" kemana ,?" tanya Sonya.


" ke kampus almamater kuning," balas Naura membuat Nisa semangat dong bisa ketemu lagi sama Adnan.


" gua ikut ," ucap Nisa dengan semangat.


" kalian berdua,?" tanya Naura kepada Sonya dan Dewi.


" ikutlah aku siapa tau ada cogan di sana kan bisa gua Pepet ," ucap Sonya membuat mereka tertawa.


" gua juga ikut sekalian nanti gua ketemu Abang gua yang sekolah juga di sana ," jelas Dewi membuat mereka berempat sepakat akan ke kampus almamater kuning.


namun saat mereka sedang bercerita, Reza dan beberapa temannya lewat namun ia tidak menegur Naura sama sekali, sepertinya Reza sudah mulai pelan-pelan menjauhkan dirinya dari Naura.

__ADS_1


" tumben si Reza enggak sapa Lo ," ucap Sonya sambil memakan kentang goreng.


" baguslah ," jawab Naura santai.


" kemarin dia tuh datang minta maaf sama Naura, terus dia udah bilang gak akan ganggu Naura sama suaminya lagi ," jelas Nisa membuat Sonya dan Dewi mengangguk mengerti.


Berbeda dengan kampus almamater hijau, di kampus almamater kuning sekarang Nathan dan teman-temannya sedang memperhatikan dosen yang sedang menjelaskan namun Nathan terganggu dengan Leona yang duduk di belakang Nathan, seperti apa yang di katakan Naura Leona benar-benar seperti hantu yang selalu menempel pada Nathan.


" Nathan..., Nathan ," panggil Leona namun Nathan sama sekali tidak menggubris Leona.


sementara Axel langsung berbalik menatap Leona dengan tajam hingga membuat Leona terdiam.


mereka pun kembali fokus menatap penjelasan dosen hingga jam pengajaran selesai dosen mereka segera keluar membuat semua mahasiswa ada beberapa yang keluar dan menetap di dala kelas sambil menunggu kedatangan dosen mereka sekitar dua jam lagi.


" otak gua butuh yang dingin, beli minuman dingin yuk ," ajak Theo membuat ketiga lelaki itu langsung ikut karena otak mereka memang saat ini sangat membutuhkan yang dingin.


saat mereka berjalan ternyata Leona mengekor di belakang Nathan hingga langsung memeluk tubuh Nathan dari belakang membuat Nathan spontan seperti biasanya ia mendorong tubuh Leona menjauh.


" bisa enggak lo menjauh ," ucap Nathan begitu dingin membuat semua mahasiswa di sana menatap Leona yang sudah beberapa kali di tolak oleh Nathan tapi masih tetap terus mendekati Nathan.


" gua kan hanya peluk Lo," jelas Leona dingin.


" gua yang jijik," balas Nathan langsung segera melangkah pergi namun lagi dan lagi Leona menahan tangan Nathan.


Leona langsung ambruk di badan Nathan hingga Nathan memeluk tubuh Leona agar tidak terjatuh.


" Nathan ," panggil seseorang yang membuat Nathan mengarah ke ke orang yang memanggilnya hingga spontan langsung menjatuhkan tubuh Leona ke lantai.


" Naura ," ucap Nathan melihat Naura bersama teman-temannya.


" sepertinya perang akan di mulai ," gumam Axel sambil tertawa karena Axel berhasil membuat Naura mengikuti arahannya untuk datang ke kampus Nathan.


N & N bersambung...


jangan lupa untuk :


👍 like


💬 komentar


❤️ favorit

__ADS_1


🎟️ vote


🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


__ADS_2