
Nathan mengetuk pintu kamar Naura secara terus-menerus tanpa henti membuat Naura kesal dan langsung membuka pintu kamarnya.
"Ada apa lagi Nathan " ucap Naura kesal.
"Aku mau tanya tentang yang kau bilang bahwa aku yang mencium mu pertama kali" ucap Nathan.
Naura yang merasa malu dengan pertanyaan Nathan langsung menutup pintu kamarnya namun Nathan berhasil menahan pintu itu.
"Nathan apa yang kau lakukan " ucap Naura saat Nathan masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu kamar Naura.
"Jawab pertanyaan ku tadi sebelum...." Ucap Nathan terpotong.
"Sebelum apa " ucap Naura panik.
"Sebelum aku melakukan hal yang tidak akan terbayang kan " ucap Nathan tersenyum mesum.
"Hei Nathan jangan berani mencoba mendekati ku " ucap Naura melangkah mundur.
"Ayolah aku hanya ingin mendengar jawaban pertanyaan ku tadi " ucap Nathan.
"Yah kau memang yang mencium ku pertama kali yang membuat ku sangat kesal " ucap Naura berteriak.
"Apa kamu tidak suka berciuman dengan ku " ucap Nathan kesal mendengar jawaban Naura.
"Iya aku tidak suka kamu mencium bibir ku " ucap Naura berbohong yang sebenarnya dia sangat bahagia namun gengsinya sangat tinggi.
"Oh baiklah " ucap Nathan mendekat kearah Naura dan langsung mencium Naura yang awalnya ciuman lembut berubah menjadi lumutan panas membuat Naura berusaha mendorong tubuh Nathan namun Nathan tambah memeluk Naura dengan erat.
Setelah ciuman panas yang bertahan lama itu akhirnya Nathan melepaskan ciuman mereka Naura pun langsung menghirup udara setelah kehabisan nafas berciuman dengan Nathan.
Naura menatap kearah Nathan yang sudah tersenyum puas padanya kemudian Naura menampar Nathan dengan sangat keras.
"Apa yang kau lakukan Nathan" ucap Naura pelan matanya mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
" Aku hanya mencium mu apa itu salah " ucap Nathan santai.
"Aku bilang aku tidak suka di cium oleh mu " ucap Naura dengan lantang.
"Karena kamu tidak mencintai ku Nathan, aku sangat bahagia bila kau mencium ku atas dasar cinta" batin Naura.
"Oh ya aku pikir kau juga menikmatinya Naura, atau kau berharap Alex atau Reza yang mencium mu barusan baru kau puas " ucap Nathan kesal.
"Apa yang kau katakan Nathan aku bukan perempuan seperti yang kau pikirkan" ucap Naura.
"Jadi kenapa kau tidak suka aku mencium mu" ucap Nathan dingin.
"Karena..... karena" ucap Naura.
"Karena aku bukan Alex atau Reza kan lelaki yang kau idamkan " ucap Nathan sinis.
"Bukan" ucap Naura spontan.
"Jadi" ucap Nathan menaikan satu alisnya.
Nathan yang mendengar jawaban Naura langsung menghela napasnya dengan panjang sebenarnya di dalam hatinya sangat bersyukur karena Naura tidak mengatakan hal yang akan membuat nya marah.
"Baiklah aku akan keluar, anggap saja aku tidak pernah melakukannya dengan mu " ucap Nathan santai langsung keluar dari kamar Naura.
"Dasar Nathan brengs** kau mempermainkan hati ku seenaknya dan mengatakan aku melupakan kejadian tadi bagaimana caranya aku melupakan ciuman yang membuat jantungku berdetak tidak karuan seperti tadi" ucap Naura langsung terduduk lemas di lantai sambil menangis.
Dua Minggu kemudian setelah kejadian ciuman itu Naura dan Nathan tidak saling menyapa satu sama lain mereka sama-sama cuek sampai ujian akhir semester pun di laksanakan para siswa semua belajar dengan sangat keras untuk menghadapi ujian kali ini.
1 Minggu ujian akhir semester pun selesai dilaksanakan semua siswa bersorak gembira karena berhasil melewati ujian akhir dengan sangat baik.
Keesokan harinya semua anak kelas tiga sudah berkumpul di sekolah untuk melakukan liburan yang sangat mereka nantikan.
"Hei Nathan " sapa Adnan dan Axel pada Nathan.
__ADS_1
"Gua kira Lo nggak tertarik dengan acara seperti ini " Ucap Axel sinis.
Yah hubungan Axel dan Nathan memang Sekarang agak renggang karena kejadian tempo hari yang membuat Nathan jengkel kepada Axel.
"Ayolah kalian berdua berdamai untuk saat ini dan nikmatilah liburan kali ini " ucap Adnan merangkul kedua sahabatnya itu.
"Nisa aku sudah menunggumu sejak tadi, aku pikir kamu tidak akan ikut" ucap Naura memeluk Nisa.
"Pasti aku ikutlah, ibu ku alhamdulilah sudah membaik jadi aku bisa ikut berlibur" ucap Nisa.
" Baiklah anak-anak semua sudah berkumpul sekarang masuk kedalam bus dan jangan berdesak-desakan" ucap pak guru dengan tegas.
"Siap pak " ucap semua siswa
Naura dan Nisa pun mencari bangku mereka dan namun tangan Nisa di tarik oleh Adnan dan Adnan menyuruh Nisa untuk duduk di sebelahnya sebenarnya alasan Adnan untuk mendekat kan Naura dengan Nathan.
Naura pun menyuruh Nisa untuk ikut Adnan kemudian Naura mencari bangku kosong untuknya namun tidak mendapatkannya.
"Naura sini duduk dengan ku " ucap Reza yang ternyata di sebelahnya masih kosong.
"Apa boleh kak " ucap Naura.
"Boleh sini " ucap Reza menarik tangan Naura dan duduk di sebelah Reza.
Nathan yang melihat hal itu merasa kesal dan langsung memakai handset di telinganya dan menutup matanya agar tidak melihat kedekatan Naura dan Reza.
Kemudian tak berapa lama Laura meminta Nathan untuk duduk di sebelahnya namun Nathan tidak menyahut malah memanggil Axel untuk duduk di sampingnya.
Laura yang melihat tingkah Nathan yang menolaknya menjadi sangat kesal karena ia malu di tatap oleh beberapa siswa.
"Laura sini " panggil teman-teman Laura, Laura pun langsung duduk bersama teman-temannya.
Sepanjang perjalanan semua siswa bernyanyi bersama-sama membuat suasana dalam bus sangat baik.
__ADS_1
N & N bersambung.....