
Nathan dan Naura tersenyum bahagia saat mengecek kondisi bayi yang ada di dalam tubuh Naura baik-baik saja dan bayi mereka super aktif banget seperti ibu nya yang sangat super aktif kadang membuat Nathan sedikit kelelahan menjaga istrinya itu.
" bayinya sehat, detak jantung normal dan bayi kalian super aktif sekali ya ," jelas dokter Kelly sambil membersihkan sisa jelly yang ada di atas permukaan perut Naura.
mendengar penuturan dokter Kelly Naura yang memegang tangan Nathan melirik ke arahnya sambil tersenyum simpul membuat Nathan membalas senyum Naura dan mengecup kepala Naura dengan lembut.
Naura pun segera bangun menyamping kiri dan turun dari ranjang dengan bantuan Nathan, karena perut Naura sekarang sudah lumayan besar membuat Naura agak susah bergerak sedikit.
" Saya akan memberikan obat vitamin ya, nanti silahkan ambil di apotek dan jika ada keluhan nanti segera kesini ," tutur dokter Kelly dengan ramah sambil mencatat resep obat.
" terimakasih dokter ," ucap Naura membuat dokter Kelly tersenyum lembut sambil menyerahkan kertas berisi resep obat untuk Naura.
mereka pun segera keluar dari ruangan OBYGN menuju ke tempat pengambilan obat, namun Nathan menyuruh Naura untuk tunggu sebentar di kursi dekat ruangan OBYGN sambil menunggu Nathan mengambil obat di apotek.
" jangan lama ," ujar Naura.
" tidak akan lama tunggu di sini ok," balas Nathan mencium kepala Naura dan segera mengambil obat di ruangan apotek.
Naura duduk sendiri sambil memainkan ponselnya, ia melihat juga beberapa ibu hamil berserta suaminya masuk ke dalam ruangan dokter Kelly.
" kapan kamu akan keluar ," ucap Naura mengusap perutnya sambil tersenyum lembut.
" kalau kamu lahir ikut muka ayah aja ya, soalnya ayah ganteng, mancung, terus bibir ayah juga merah gak kaya bunda ," ujar Naura mengajak sang bayi yang berada dalam perut untuk bercerita, Naura terus bercerita tentang hal random bersama anaknya sambil menunggu Nathan datang, hingga Naura berbalik saat ada orang yang memanggil namanya.
" Naura ," panggil seseorang yang membuat Naura segera berbalik mencari orang yang memanggil namanya.
" Laura ," gumam Naura.
" kamu ada di sini ," ucap Laura langsung duduk di samping Naura dengan senyum manisnya.
" iya aku habis cek kandungan bersama Nathan, tapi Nathan sedang mengantri obat jadi aku menunggunya di sini ," jelas Naura membuat Laura mengangguk mengerti.
" wah sudah berapa bulan nih, hallo Beby saya Laura teman kecil ayah kamu ," ucap Laura menundukkan kepalanya sejajar dengan perut Naura.
" hallo juga Auty Laura ," balas Naura menirukan suara anak kecil membuat mereka tertawa.
" kamu di sini sedang apa ,?" tanya Naura.
" aku sedang mengecek kesehatan ku, biasa lambung kambuh sering telat makan ," jelas Laura membuat Naura menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" oh iya, bagaimana dengan keadaan Leona apa dia baik-baik saja, aku dengar dari Nathan sejak kejadian tempo hari dia sama sekali tidak pernah muncul di kampus ," ujar Naura menatap wajah Laura.
" dia baik-baik saja, hanya orang tuanya sudah membawanya ke luar negeri untuk berobat," jelas Laura.
" aku merasa bersalah memarahinya seperti tempo hari, aku tidak tau kalau dia memiliki gangguan jiwa ," tutur Naura membuat Laura memeluk Naura dengan hangat.
" tidak apa, lagian kamu juga tidak tau kalau di gangguan jiwa, oh iya apa kamu suka coklat,?" tanya Laura sambil melepaskan pelukannya dari Naura.
" suka banget, apalagi saat hamil kaya gini, aku pengen makan yang manis-manis," terang Naura dengan semangat jika membahas makanan.
" tunggu aku ambil sesuatu di dalam tas ," Laura segera membuka tas ranselnya yang ia pake tadi dan mengeluarkan sesuatu yang membuat Naura penasaran.
" ini coklat, aku tadi membelinya lumayan banyak di super market ," ujar Laura memberikan Naura sekotak coklat yang berwarna ungu.
" ini coklat kesukaan ku, kita samaan ya ," ucap Naura dengan mata berbinar-binar melihat sebungkus coklat kesukaannya di berikan oleh laura.
" oh iya, wah kebetulan sekali ," balas Laura dengan senyum manisnya.
" terimakasih ya sudah memberikan ini untukku," ucap Naura.
" sama-sama, dan gua musti balik ke kampus soalnya satu jam lagi ada mata kuliah yang aman masuk, gua balik duluan ya Naura, dada Dede bayi ," pamit Laura sambil mengusap perut Naura untuk berpamitan dengan Junior Nathan.
" dada Auty ," balas Naura kembali menirukan suara anak kecil.
tidak lama kemudian Nathan datang dengan membawa serta obat yang ia sambil di apotek.
" ayo pulang ," ajak Nathan membantu Naura berdiri namun mata Nathan tiba-tiba tertuju pada kotak coklat ungu yang di pegang Naura.
" siapa yang memberikan mu kotak coklat ini,?" tanya Nathan.
" Laura ," jawab Naura santai.
", Laura, ngapain dia ke rumah sakit,?" tanya Nathan kembali membuat Naura pusing menjawab pertanyaan suaminya yang tiada habisnya.
" katanya dia lagi cek kesehatannya sayang, lagian kamu kenapa tanya kaya gitu sih ," jelas Naura melirik ke arah Nathan.
" enggak kan aku hanya tanya saja sini coklatnya biar aku yang pegang ," ucap Nathan membuat Naura memberikan kotak coklat yang Laura berikan pada Nathan.
" jangan di makan, awas aja berani sentuh coklat itu ," ancam Naura membuat Nathan tersenyum melihat ibu hamil satu ini yang benar-benar doyan dengan yang manis-manis.
__ADS_1
Saat berjalan ke luar rumah sakit di pintu masuk rumah sakit terdapat tong sampah membuat Nathan langsung membuang coklat pemberian Laura tanpa sepengetahuan Naura.
" gua masih gak percaya tuh anak baik kepada Naura ," batin Nathan.
sesampainya di mobil Nathan dan Naura segera masuk ke dalam, lalu Naura meminta coklat yang tadi Nathan pegang.
" sayang coklat aku mana,?" tanya Naura membuat Nathan memukul jidatnya dengan pelan.
" astaga sepertinya aku melupakan di bangku kursi tadi saat membantu mu berdiri," jawab Nathan berbohong membuat Naura tiba-tiba berubah wajah sendu.
", coklat aku..," lirih Naura membuat Nathan segera memeluk Naura untuk menenangkan sang istri.
" jangan nangis ya, kita ke mall nanti aku gantikan lebih gede deh dari yang tadi Laura kasih ke kamu," ujar Nathan membuat Naura tersenyum dan menaikan jari kelilingnya kepada Nathan.
" janji ya, awas bohong ," ucap Naura.
" aku gak bohong sayang ," balas Nathan mengusap kepala Naura.
mereka pun segera meninggalkan rumah sakit menuju super market sebelum pulang untuk membeli coklat yang Naura inginkan.
di tempat lain dari radius dua ratus meter dari tempat supermarket seorang wanita memukul setirnya dengan sangat kuat melihat Nathan dan Naura,
darahnya mendesir merangkak naik ke wajah wanita itu saat melihat Naura baik-baik saja.
" sialan, kali ini kami akan lolos tapi tidak dengan selanjutnya Naura, aku akan benar-benar memisahkan mu dengan Nathan, dan gara-gara wanita sinting itu rencana ku yang sudah ku susun sangat baik jadi hancur semua ," geram wanita itu mengepalkan kedua tangannya.
"jangan terlalu menaikan emosi mu, itu hanya akan membuat mu lelah, sisanya biar aku yang urus kamu tinggal menunggu hasilnya," balas seseorang yang duduk di samping wanita itu dengan santai sambil tersenyum devil.
" aku percayakan pada mu, jangan membuat ku kecewa," ucap wanita itu dan mereka pun pergi dengan mobil hitam mewah meninggalkan supermarket.
N & N Bersambung....
jangan lupa untuk:
👍 like
💬 komentar
❤️ favorit
__ADS_1
🎟️ Vote
🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini