Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 35


__ADS_3

Nathan mengejar Naura hingga ke belakang sekolah dengan cepat Nathan menarik tangan Naura hingga jatuh ke pelukan Nathan.


" jangan sentuh aku, sana pergi ," ucap Naura mendorong tubuh Nathan dengan sekuat tenaga.


" maaf, aku benar-benar tidak senagaja mendorong mu tadi ," lirik Nathan memeluk erat Naura walau ia harus menahan sakit dengan pukulan Naura.


" kenapa kau seperti itu, kau menarik ku sampai pergelangan tangan ku merah," lirih Naura membuat Nathan melepas pelukannya dan menatap Naura.


" maaf aku kasar pada mu tapi aku mempunyai alasan untuk itu ," jelas Nathan menatap Naura dan langsung mendorong tubuh Naura hingga ke terpojokkan di dinding sekolah.


" Nathan apa yang kau lakukan,?" Tanya Naura yang sontak kaget karena perbuatan Nathan.


" aku cemburu," lirih Nathan menatap Naura.


" cemburu," seru Naura dengan bingung mengapa Nathan cemburu dengan Naura apa yang Naura lakukan hingga membuat Nathan cemburuan dengannya, pikir Naura.


" aku melihat saat Reza menolong mu, ia menyentuh bagian sini dan menyentuh kepala mu seperti ini, itu benar-benar membuat ku tidak suka ," ucap Nathan menyentuh Naura dengan meniru gerakan Reza saat menolong Naura.


" astaga, kau cemburu karena kak Reza menolong ku," ucap Naura dengan tawa kecilnya mendengar pengakuan Nathan dan dengan cepat Nathan menganggukkan kepalanya.


" Kau seharusnya berterimakasih padanya karena sudah menolongku, kalau tidak mungkin sekarang aku berada di ruang UKS ," jelas Naura membuat Nathan langsung menyandarkan kepalanya di dada Naura.


" Tapi aku tidak suka dia menyentuh milikku," lirik Nathan membuat Naura langsung mengangkat kepala Nathan dengan kedua tangannya dan menyentuh pipi Nathan yang begitu lembut.


" kau sangat lucu jika cemburu seperti ini ," ucap Naura langsung mencium bibir Nathan dengan sekilas membuat Nathan sontak kaget.


" aku milikmu dan tetaplah miliki mu," jelas Naura membuat Nathan tersenyum dan langsung mencium Naura dengan ganas.


sementara Axel, Adnan dan Nisa saat mengikuti Nathan dan Naura malah di suguhkan pemandangan seperti itu , dengan cepat Axel memberi kode kepada Adnan untuk membuat Nisa tidak melihat ciuman Nathan dan Naura.


" kenapa kau menahan tangan ku ," tanya Nisa saat Adnan menahan tangannya.

__ADS_1


" sial kenapa sih Nathan harus melakukannya di sekolah, Dasar bucin ," batin Adnan.


" Anu....hmm...ada yang mau gua omongin bentar ," jelas Adnan yang berusaha berpikir untuk mencari alasan agar Nisa tidak meneruskan langkahnya sementara Axel dengan sigap menjaga langkah Nisa saat Adnan tidak bisa menanganinya.


" apa?" tanya Nisa menatap Adnan.


" kita pergi ke tempat lain aja ," jelas Adnan menarik tangan Nisa namun dengan cepat Nisa menghempaskan tangan Adnan.


" mau omongin apa sih, kan bisa bicara di sini ," ucap Nisa.


" bukannya gitu tapi...," Adnan melirik ke arah Axel yang diam seakan tak memperhatikan Nisa dan Adnan.


" kan kak Axel sahabat kamu juga ," ucap Nisa yang mengerti dengan arah pandangan Adnan.


" yah masa Axel harus tau ungkapan isi hati gua ke Lo ," jelas Adnan membuat Nisa kaget namun berbeda dengan Axel ia malah menahan tawanya mendengar Adnan harus berbohong seperti itu.


" sial, awas aja Lo Nat, Lo harus bayar gua mahal untuk melindungi status Lo dan Naura ," batin Adnan


" makanya ikut gua ," ucap Adnan menarik tangan Nisa, saat mereka sudah menjauh Adnan melambaikan tangan kepada Axel membuat Axel tersenyum kecil melihat pengorbanan sahabatnya.


" Dasar ," ucap Axel, kemudian ia melihat kembali kegiatan Nathan dan Naura, sungguh membuat Axel panas dingin saat melihat Nathan sudah membuka setengah pakaian Naura dengan cepat Axel langsung mengalihkan pandangannya dan kembali berjaga agar hubungan Nathan dan Naura tidak ketahuan oleh pihak sekolah maupun para siswa.


" ah menyusahkan ku saja ," batin Axel sambil menatap langit yang cerah .


...****************...


sementara di tempat lain Adnan hampir 5 menit tidak membuka suara atau bicara kepada Nisa, Adnan malah memilih memandang langit membuat Nisa juga mengikuti kegiatan Adnan.


" kak Adnan ingin omongin apa dengan Nisa ,?" tanya Nisa memandang Adnan yang terlihat sangat tampan saat angin menghempas rambut Adnan.


" lupa....gua ingin bicarakan apa dengan lo barusan ya...," pikir Adnan membuat Nisa bingung dengan sikap Adnan.

__ADS_1


" kalau gitu Nisa balik ke kelas kalau memang tidak ada yang kak Adnan ingin bicarakan dengan ku ," seru Nisa langsung pergi namun dengan cepat Adnan menahan tangan Nisa.


" Kenapa," ketua Nisa pada Adnan.


" Semangat untuk mencari uang demi kesembuhan ibu mu...dan kalau Lo kesusahan dan membutuhkan sesuatu bilang saja pada gua," ucap Adnan sambil mengusap kepala Nisa dan segera berlalu pergi meninggalkan Nisa.


" kak Adnan tau dari mana ibu ku sedang sakit,?" tanya Nisa membuat Adnan mengentikan langkahnya.


" Axel, yang memberitahukan gua, ia menceritakan alasan lo bekerja di cafe miliknya," jelas Adnan membuat Nisa berbalik dan menatap punggung Adnan.


" kenapa kak Adnan harus menanyakan hak itu kepada Axel, apa peduli kak Adnan pada ku ,?" tanya Nisa dengan rasa jantung yang seakan tak berhenti berdetak.


" hmm.... mungkin bisa di bilang gua mulai tertarik dengan kehidupan lo ," jelas Adnan langsung segera melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Nisa.


Nisa yang melihat kepergian Adnan hanya bisa menatap punggung kekar Adnan yang sudah berlalu dari pandangannya.


" kenapa setiap kali aku dekat dengan mu, seakan jantung Ki tidak bisa terkontrol dengan baik ," gumam bisa memegang dadanya.


N & N bersambung..


jangan lupa :


👍 like


💬 komentar


❤️ favorit


🎟️ vote


🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini

__ADS_1


__ADS_2