
Perayaan hari ulangtahun Naura telah selesai di lakukan dengan sangat meriah tentu di hadiri oleh teman-teman Naura yahh berada di Paris dan sahabat Naura yang tidak lain Nisa dan Dewi.
Naura sangat bahagia, ulangtahunnya tahun ini sangat berkesan untuk dirinya walau di dalam hati kecil Naura ia bisa melihat Mommy Sarah.
Daddy Reno melakukan VC kepada Naura mengucapkan selamat ulangtahun kepada putri cantiknya, air mata terlihat membasahi pipi Daddy Reno begitu pula Naura.
Nathan berada di samping Naura mengusap pundak istrinya untuk kuat, Nathan tau Naura menginginkan kehadiran mommy Sarah yang tidak akan pernah mungkin Nathan lakukan atau mungkin Nathan tidak mengabulkan keinginan Naura itu.
Malam yang kini semakin gelap mulai menyelimuti kota Eiffel itu membuat semua bubar dan segera beristirahat.
Nathan dan Naura yang sudah tiba di rumah segera turun dari mobil yang tentu di ikuti Axel yang menggendong tubuh Felix.
anak kecil itu tidak mau melepaskan pelukannya dari Axel padahal mereka baru sekali bertemu atau mungkin Felix mengira Axel adakah Naura karena wajahnya yang begitu mirip.
sementara Adnan, Dewi dan Nisa mereka di hotel untuk beristirahat. mama Maya jangan di tanya keberadaannya di mana. papa Darwin yang ikut menghadiri acara ulangtahun Naura menahan mama Maya untuk menginap di hotel. papa Darwin mungkin akan memerangi mama Maya untuk menumpahkan semua kerinduannya.
" sepertinya Lo sudah siap deh jadi bapak!, sebaiknya Lo nikahi Dewi sekarang ," ujar Nathan namun dengan wajahnya yang mengejek ke arah Axel.
mendegar ocehan Nathan, Axel hanya mengenduskan nafasnya dengan panjang.
" gua mau siapkan mental untuk menikahi anak orang!, lagian gua udah komitmen sama Dewi akan menikah setelah kami tamat kuliah ," jelas Axel.
" kami di Paris menunggu undangan dari kak Axel ," seru Naura membuat Axel menyunggingkan senyumnya.
mereka bertiga segera masuk ke dalam, Nathan menunjukan kamar Felix kepada Axel, Axel segera berjalan menuju ke kamar yang di tunjuk oleh Nathan.
Naura duduk di sofa Karena merasa sangat kelelahan. Nathan yang melihat istrinya seperti itu merasa sangat kasihan apalagi kini kaki Naura sudah semakin bengkak.
Nathan berjongkok di hadapan Naura untuk memijat kakinya seperti saran dokter Erlina.
" tidak usah di pijat sayang! besok saja kamu pasti capeh !," ujar Naura berusaha menahan tangan Nathan.
" aku tidak capeh untuk dirimu sayang!, nikmati saja pijitan gratis dari ku ," jelas Nathan melemparkan senyum indahnya sambil melanjutkan pijitan di kaki Naura.
Naura hanya tersenyum menatap Nathan.
" maafkan aku membuat mu menangis!, " ucap Nathan mendongak wajahnya ke atas menatap mata Naura.
__ADS_1
" sudahlah sayang! sejak tadi kau selalu meminta maaf pada ku, aku sudah memaafkan mu!, ini juga kamu lakukan kan untuk memberikan kejutan pada ku ," balas Naura mengusap rambut Nathan yang begitu halus dan sangat wangi.
" Nathan menggenggam tangan Naura yang berada di atas kepalanya, mengecup dengan sangat lembut.
" I love you so much, " ucap Nathan dan tentu membuat Naura menjadi malu memalingkan wajahnya agar Nathan tidak melihat rona pipinya saat ini.
" kau belum menjawab pertanyaan sejak tadi ," ucap Naura membahas topik lain saat sudah melihat tatapan Nathan yang mulai ke arah mesum.
" pertanyaan mana Sayang," ujar Nathan.
" tentang hubungan Carloine dan Evan," ucap Naura.
" oh mereka sudah lama berpacaran, saat kita belum datang di sini mereka sudah menjalin hubungan!," jelas Nathan mulai berdiri duduk di samping Naura.
" lalu, kamu mengetahui mereka berpacaran dari mana ?," tanya Naura melirik ke arah Nathan dengan wajah penasarannya.
Nathan mencubit kecil hidung Naura saat melihat ekspresi yang menurut Nathan begitu menggemaskan dari Naura.
" ah kau tau sendiri bagaimana hubungan pacaran di negara maju seperti ini!, mereka selalu kedapatan melakukan ciuman di ruangan ku!, itu sungguh membuat ku pusing ," terang Nathan tersenyum tipis saat menceritakan tentang kisah Evan dan Carloine.
" pantas, stelah pulang kerja kau selalu meminta jatah ," seri Naura memukuk bidang dada Nathan dengan pelan.
Naura bisa merasakan hembusan nafas Nathan yang begitu wangi, nafas yang selama sehari ini sangat Naura rindukan begitu pula Nathan.
saat bibir Natha ingin menyentuh bibir Naura suara deheman keras membuat Naura mendorong tubuh Natha agar menjauh darinya.
" astaga apa kalian berdua tidak mengenal tempat, di sini bukan hanya ada kalian saja!, ada pelayan dan aku di sini ," protes Axel saat harus melihat hal tak senonoh untuk kedua kalinya 🤭🤭.
Naura yahh merasa malu memandang tajam ke arah Nathan dan Axel. tentu membuat Axel terdiam mendapatkan tatapan dari sang adik.
hanya Naura yang bisa membuat kedua lelaki dingin saat di sekolah itu menjadi penakut seperti kucing basah.
" Kaka tidur bersama Felix malam ini ya!," pinta Naura tentu di setujui oleh Axel yang tidak bisa menolak permintaan sang adik, padahal rencananya setelah mengantar Felix pulang Axel akan berjalan-jalan sebentar bersama Dewi.
Naura beranjak dari sofa di bantu Nathan menuju ke dalam kamar, Naura merasa benar-benar sangat kelelahan seharian ini.
Di dalam kamar Nathan membantu Naura berganti pakaian setelah selesai mereka segera merebahkan badannya di atas ranjang.
__ADS_1
Namun entah mengapa perasaan Naura sangat tidak enak, rasa ngilu di bagian pinggang hingga tembus ke arah ****** Naura.
" aw," pekik Naura.
" ada apa sayang ?," tanya Nathan begitu panik saat melihat Naura kesakitan.
" entahlah sayang!, bantu aku bangun ," pinta Naura. Nathan segera membantu Naura bangun. Naura berjalan mengenggam tangan Nathan dan saat sakitnya kembali muncul Naira menggenggam tangan Nathan dengan kuat.
" sepertinya dedek nya mau keluar sayang!, ," ucap Naura.
pelipis di keringat Naura terlihat bergitu menumpuk, sepertinya rasa sakit akan mulai menyelimuti Naura saat ini.
" aku akan menelfon mama dan dokter Erlina," Nathan menaruh ponselnya segera menelpon mama Maya dan dokter Erlina.
Naura menghitung durasi waktu sakitnya yang semakin maju. Naura merasakan sakit itu kembali, wanita itu mengingat perkataan dokter Erlina saat sakit seperti itu tidak boleh mengejang.
Naura memeluk tubuh Nathan saat sakit itu kembali datang, Natha menahan sakit dari cengkraman Naura yang begitu sakit.
" apa sakit sayang?," tanya Nathan.
" sakit lah sayang!, jangan bertanya pada ku saat ini ," jelas Naura ia mulai berjalan kembali saat sakit itu mulai tidak ia rasakan.
Natha setia menemani Naura namun saat Naura berjalan, darah mengalir begitu saja dari ****** Naura membahasi pakaian Naura.
" sayang darah ,"
N & N bersambung...
jangan lupa untuk:
👍 like
💬 komen
❤️ favorit
🎟️ vote
__ADS_1
🥀,☕ berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini