
Malam hari dengan hembusan angin yang mulai berkecamuk dan hujan yang ikut adil membuat malam ini benar-benar sangat dingin.
setelah kejadian Reza yang tiba-tiba datang ke rumah sakit tanpa di undang membuat Nathan sedikit terganggu dengan ucapan Reza yang seakan selalu berputar dalam memori otaknya.
sepanjang Naura menceritakan tentang kehamilannya kepada mama Maya dan papa Darwin Nathan hanya melamun dan kadang Naura menyenggol lalu membuat Nathan kembali fokus menampakkan senyum palsunya.
Naura menyadari hal itu sejak di perjalanan ke rumah pun Nathan hanya terdiam tanpa banyak bicara membuat Naura sedikit risih dengan sikap Nathan seperti itu, benar-benar bukan seperti Nathan yang Naura kenal sebelumnya.
Naura yang merasa aneh dengan sikap Nathan pun meminta izin kepada mama Maya untuk beristirahat di kamar.
sesampainya di kamar Nathan masih tetap terdiam membuat Naura sangat kesal melihat Nathan, apakah ia masih memikirkan perkataan Reza tadi ? pikir Naura.
" Aw..," ringis Naura memegang perutnya membuat Nathan langsung berlari ke arah Naura dengan wajah khawatir.
" ada apa sayang, apa ada yang sakit ,?" Tanya Nathan.
Naura yang melihat Nathan begitu kahwatir langsung mencium pipi Nathan membuat Nathan sontak kaget dengan sikap Naura.
" aku tidak apa-apa, hanya saja sepertinya sejak tadi ayah tidak perhatikan kita berdua ya sayang," ujar Naura berbicara kepada perutnya yang masih terlihat rata.
Nathan mendengar penuturan Naura langsung memeluk istrinya dengan erat.
" maafkan ayah ya, ayah tidak bermaksud seperti itu ," balas Nathan mengusap rambut Naura dan mencium pipinya.
" apa kamu masih memikirkan perkataan kak Reza,?" tanya Naura memegang wajah Nathan dengan lembut.
" sepertinya kamu tau semua isi dalam pikiran ku ," balas Nathan memandang wajah Naura.
" aku tau semuanya tentang dirimu dan apa yang kau pikirkan dan katakan sekarang pada ku, kegaduhan apa yang membuat Nathan ku bisa terdiam seperti ini sejak pulang dari rumah sakit ,?" tanya Naura membuat Nathan menghembuskan nafas kasarnya.
" sepertinya apa yang di katakan Reza sangat benar, aku yang merusak hidup mu, jika suatu saat anak kita lahir kamu pasti akan menghentikan impian mu berkuliah di negeri singa dan itu semua karena kesalahan ku," terang Nathan dengan wajah sendu.
Naura yang mendengar penuturan Nathan hanya terbaring dan mengangkat wajah Nathan memandang dirinya.
__ADS_1
" kenapa kau berpikir seperti itu, apa aku pernah mengatakan aku menyesal menikahi mu sampai mempunyai anak seperti ini ," ucap Naura memandang ke arah Nathan.
" memang kau tidak pernah mengatakan hal seperti itu tapi aku merasa telah merusak masa depan mu," balas Nathan.
" baiklah dengarkan aku baik-baik, aku hidup dati dulu tanpa ada kasih sayang orang tua dan saat usia ku beranjak dewasa bi Tami mengangkat ku sebagai anaknya membuat ku merasakan kasih sayang ibu namun itu sangat singkat saat 2 tahun yang lalu bi Tami meninggal dan Tuhan memberikan aku kesempatan lagi untuk mendapatkan keluarga yang utuh saat mama Maya meminta ku menikahi mu ya walau awalnya aku menolak tapi sekarang aku benar-benar bersyukur memilih untuk menikahi mu dan mendapatkan kasih sayang mama dan papa ," terang Naura membuat Nathan menatap Naura dengan lekat.
" impian terbesar ku memiliki keluarga yang utuh dan bahagia dan sekarang Tuhan sudah memberinya untukku di tambah anak kita akan hadir dalam hidup kita berdua, aku benar-benar sangat bahagia," lanjut Naura dengan air mata yang mulai lolos dari mata indah miliknya.
" apa yang kau ucapkan adalah kejujuran bukan untuk menutupi kesedihan ku ,?" tanya Nathan.
" aku mengatakan yang sesungguhnya Nathan, aku tidak berbohong dan aku benar-benar sangat bahagia karena sekarang aku sudah memiliki dirimu, mama, papa dan anak kita yang sedang tumbuh di dalam sini ," ucap Naura menarik tangan kekar Nathan menyentuh perutnya.
" apa kau tidak ada keinginan untuk merasakan kebebasan di usai muda seperti ini ,?" tanya Nathan kembali.
" kalau itu pasti aku memilikinya merasakan masa muda yang bebas tapi aku berpikir kembali apakah hidup ku akan lebih bahagia dari pada saat ini ," Terang Naura.
" lalu ," balas Nathan.
" lalu aku memutuskan untuk memilih kehidupan ku sekarang menjadi istri mu, mengurus anak-anak kita kelak dan aku juga bisa berkuliah di kota ini, lagian juga aku memiliki keluarga yang utuh jika aku hidup bebas apakah aku akan memiliki keluarga yang utuh dan suami yang baik seperti dirimu," tutur Naura mencium bibir Nathan dengan sangat lembut dan melepaskan ciumannya menatap Nathan
" aku juga mencintaimu Naura Asiyah Zaara, sangat mencintai mu ," balas Nathan mencium pipi hingga ke bibir Naura ciuman yang sungguh lama hingga mereka terbuai.
Nathan melepaskan ciumannya dan tersenyum menatap Naura, ia menggendong Naura ala bridal style pandangan mereka berdua bertemu seakan.
Nathan membaringkan tubuh Naura dengan pelan membuka dengan pelan satu persatu kancing baju yang Naura pake sambil menatap mata Naura hingga bagian gunung Fuji Naura terlihat tertutupi oleh bra yang ia pakai.
Nathan menaikan tangannya ke wajah Naura mengusapnya dengan lembut lalu ia melayangkan ciumannya dari kening hingga ke bibir Naura begitu lembut bibir merah seperti Cherry yang Naura miliki membuat Nathan seakan tak akan pernah puas untuk menciumnya.
hingga malam itu terjadi pertempuran yang sangat lembut yang Nathan berikan kepada Naura hasrat cinta, kasih dan sayang berlayar dengan hembusan angin dan hujan.
dinginnya angin dan dentingan jam serta menggema nya suara hasrat Naura membuat malam ini benar-benar sangat indah di lalui dua sejoli itu.
...****************...
__ADS_1
2 Minggu kemudian Nathan benar-benar sangat di sibukkan dengan sikap istri manjanya yang selalu meminta makanan yang aneh bin ajaib contohnya saja Naura sekarang Naura ingin makan martabak namun yang buat harus orang yang ganteng tentu saja Nathan bingung ingin mencari di mana sementara semua penjual martabak di dekat kompleks rumahnya rata-rata penjualannya sudah tua.
" sayang.... martabak dekat kompleks kita aja ya yang di jual sama pak Ismanto dulunya dia rebutan loh di desanya," rayu Nathan.
" enggak mau aku maunya martabak tapi orang ganteng yang buatin dan lagian pak Ismanto sudah tua," kukuh Naura melipat kedua tangannya di dada.
" turutin apa yang istri mu minta sayang," ucap mama Maya membuat Nathan menghembuskan nafasnya dengan kasar.
" mama tau sendiri di kompleks kita ini enggak ada penjual martabak yang ganteng ma, kaya orang negeri ginseng sana ," balas Nathan.
" jadi kamu pikir permintaan ku merepotkan gitu...Hua....aku benar-benar merepotkan ya hiks...hiks..," histeris Naura membuat Nathan benar-benar bingung kalau istrinya sudah mode seperti ini.
" mama punya ide, gimana kalian pergi ke martabak pak Ismanto, nanti bukan pak Ismanto yang buat tapi Nathan gimana sayang Nathan kan ganteng ," usul mama Maya membuat wajah Naura berubah menjadi bahagia.
" kalau itu Naura mau " seru Naura membuat Nathan menepuk jidatnya.
Nathan benar-benar pusing dengan usulan mama Maya yang benar saja Nathan harus membuat martabak yang ia tidak tau bagaimana caranya.
" ya ampun nak, permintaan mu benar-benar membuat Ayah sedikit kesusahan," batin Nathan
bersambung....
siapa nih yang akang jual martabaknya ganteng bisa usul untuk Nathan 🤭🤭
jangan lupa untuk:
👍 like
💬 komentar
❤️ favorit
🎟️ vote
__ADS_1
🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini