
pagi hari pun telah tiba setelah beribadah subuh Naura langsung turun ke bawah dan membantu bi Nani masak namun mama Maya menyuruh Naura untuk membantunya membuat kue karena seperti biasa setiap hari Minggu mama Maya selalu kedatangan para tamu teman-teman perusahaan suaminya.
Naura pun membantu mama Maya membuat kue dan membuat puding, tak lama kemudian Nathan masuk dalam rumah ia baru selesai melakukan joging pagi yang hanya biasa ia lakukan di hari Minggu.
Naura memandangi Nathan yang baru masuk tingkat ketampanan Nathan meningkat, keringat yang membasahi tubuh Nathan membuat Nathan semakin kelihatan Sexy, mama Maya yang menyadari Naura melihat Nathan hanya bisa tersenyum lalu menyenggol Naura.
"ayo....lihatin siapa, " goda mama Maya menyenggol tubuh Naura.
" enggak ada ma, " balas Naura salah tingkah, pipinya kini sudah merah menahan malu, untuk menutupi rasa gugupnya Naura mengambil puding yang sudah ia masukan dalam cetakan dan memasukannya di dalam kulkas.
kemudian Nathan menghampiri mamanya dan langsung menyantap kue di atas meja.
"Lumayan " ucap Nathan sambil mengunyah.
"itu yang buat Naura Loh" jelas mama Maya menggoda Nathan.
"oh, " jawab Nathan singkat lalu ia segera pergi ke atas untuk mandi.
"sebenarnya anak siapa dia, " gerutu mama Maya menggeleng kepalanya karena melihat Nathan yang begitu dingin.
setelah selesai semua mama Maya masuk kedalam kamar untuk membersihkan badannya sementara Naura sedang asik menonton TV acara pagi yang membuat Naura terhibur di hari liburnya.
Nathan yang ikut bergabung bersama Naura langsung duduk di sampingnya sambil mengambil kue yang ada di atas meja, Naura yang mengetahui kedatangan Nathan cuek dan malas tau.
"Naura ...!" panggil Nathan.
"iya ." sahut Naura namun matanya masih fokus menonton.
"Naura...! " Nathan memanggil kembali Naura kedua kalinya.
"iya Nathan ada apa, " jawab Naura kesel karena sejak tadi Nathan terus mengganggunya nonton.
"kue tadi kamu yang buat,?" tanya Nathan.
"Hmm, " jawab Naura kini dia yang menjadi es kutub menjawab Nathan dengan singkat.
"kok jawabannya hmm," ucap Nathan.
"jadi mau jawab apa tuan Nathan." jawab Naura ketus.
__ADS_1
"jawab iya atau apalah gitu ," balas Nathan.
"iya aku yang buat kenapa tidak enak jangan di makan " cetus Naura menatap Nathan.
Deng.....
"buset nih jantung kenapa " batin Naura
Naura pun kembali menonton TV saat tau irama jantungnya sudah tidak bisa terkontrol saat melihat wajah Nathan yang memang notabennya sangat tampan.
"tidak, lumayan enak kok kuenya, " jelas Nathan sudah menghabiskan satu piring kue yang tadi Naura bawa untuk cemilannya.
"astaga ...! Nathan kamu habisin semuanya jadi aku makan apa, aku baru makan satu loh" rengek Naura mengelus piring yang sudah kosong dengan wajah sedih.
Nathan yang melihat tingkah Naura langsung tertawa kecil, ia pun pergi beberapa menit kemudian Nathan kembali dengan pakaian rapi dan kunci motornya.
"mau kue apa nanti gue traktir sebagai gantinya," tawar Nathan.
"beneran," ucap Naura bersemangat, dan Nathan balas dengan anggukan.
"aku mau donat warna-warni, " jelas Naura.
tidak berapa lama kemudian teman-teman mama Maya datang bersama anak-anak mereka termasuk Axel dan Adnan mereka selalu datang bersama orang tua mereka, sekalian juga ingin bermain bersama Nathan.
"asalamualaikum, " salam para ibu-ibu masuk kedalam rumah.
"waalaikum salam" balas Mama Maya.
"Tante." ucap Axel dan Adnan Salim kepada mama Maya.
"mana Nathan Tante,? " tanya Axel sopan.
"Nathan tadi lagi keluar sebentar. " balas mama Maya.
"silahkan masuk, mari duduk dulu." sambut mama Maya sopan.
para ibu-ibu pun duduk bercerita sambil menikmati kue yang di antar oleh para pembantu di rumah mama Maya, sementara Naura yang sudah tau kedatangan teman-teman mama Maya ia kabur dan memilih duduk di taman belakang sambil menunggu Nathan untuk membawa kue pesanannya.
tidak lama kemudian Nathan sudah datang membawa DOS kue yang lumayan besar ia tidak terlalu kaget dengan kedatangan para ibu-ibu yang menurut Nathan sangat rempong.
__ADS_1
"Nathan ...! " panggil Adnan langsung menghampiri Nathan.
"Lo dari mana,?" tanya Axel dan melihat DOS kue yang di pegang Nathan.
" Lo gak lihat gua pegang apa." jawab Nathan sambil menunjukan DOS kue.
"wih Lo tau aja." ucap Adnan ingin mengambil kue donat itu dari Nathan namun Nathan langsung pergi meninggalkan dua sahabatnya itu.
Axel dan Adnan tidak tinggal diam mereka mengikuti Nathan dari belakang, sementara Laura yang baru datang bersama mamanya, melihat Adnan dan Axel mengajar Nathan dan dia juga mengikuti mereka.
Nathan yang mencari keberadaan Naura pun akhirnya ketemu di taman belakang namun langkahnya terhenti saat namanya di panggil oleh Laura.
"apa lagi sih maunya cewek jadi-jadian itu,? " gerutu Adnan melihat Laura memanggil Nathan.
"Nathan kamu mau kemana dan apa itu,? " tanya Laura pada Nathan.
"bukan urusan mu." jawab Nathan datar lalu berjalan menuju Naura namun lagi-lagi Laura menahan tangan Nathan.
"kueny untuk aku yah. " ucap Laura dengan pedenya.
Nathan menatap kearah Laura dengan dingin dan segera melepas tangan Laura dari lengannya.
"Enyalah " decak kesel Nathan Dingin menatap Laura.
"sana Lo pergi." usir Axel membuat laura enatap Axel sangat tidak suka.
akhirnya Laura pun pergi karena malu sudah di usir Nathan di tambah lagi dengan Axel mau di taruh di mana mukanya.
Nathan pun pergi menghampiri Naura dan segera memberikan kue pesanan Naura dan langsung meninggalkannya, sementara Axel dan Adnan melihat sikap Nathan hanya bisa saling menatap.
"Nathan Lo kesambet apa,? " tanya Adnan memegang jidat Nathan.
"gua di suruh nyokap gua beliin dia kue dari pada gua kenal ngomel, kalian juga tau nyokap gua ke tuh anak kaya gimana." terang Nathan berbohong.
Adnan dan Axel pun mengangguk mengerti dengan penjelasan Nathan mereka bertiga pun pergi meninggalkan Naura yang sedang menikmati donatnya.
"kamu tambah cantik aja Naura " batin Axel melihat Naura sebelum pergi.
N & N bersambung ..ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1