
Nathan sontak terbangun saat mendengar ketukan pintu yang tiada henti, membuat Nathan bangun dan memakai bajunya untuk mencek orang yang menganggu tidur indahnya.
Nathan berjalan membuka pintu kamarnya namun begitu kaget saat ia langsung mendapatkan tatapan dari mana Maya.
" Ma, kenapa mengetuk pintu Nathan dengan sangat kuat !" seru Nathan menatap mama Maya yang berdiri di depan kamarnya.
" tadi mama mencari Naura untuk memintanya menemani mama belanja tapi saat mama ke kamar Naura mama tidak menemuinya, mama pikir mungkin Naura sedang mandi tapi saat mana menunggu hampir 2 jam dan kembali ke kamar Naura mama masih tidak mendapatkan nya di sana, " ucap mama Maya menyipitkan matanya menatap Nathan.
" terus kenapa mama mengetuk pintu kamar Nathan ?" ucap Nathan menatap datar wajah mama Maya.
" mama hanya mau tanya apa kamu melihat Naura? " tanya mama Maya.
" Nathan tidak lihat ," balas Nathan dengan cepat langsung menutup pintunya namun dengan cepat mama Maya menahannya.
" wajah kamu dan rambut kamu kenapa berantakan seperti itu? " tanya mama Maya mantap dengan curiga kepada Nathan.
" Nathan baru bangun tidur jadi wajar kalau Nathan masih berantakan. " jawab Nathan dengan cepat dan ingat ini Nathan ia pandai menyembunyikan ekspresinya dengan wajah datarnya.
mama Maya yang tidak percaya dengan perkataan Nathan, mama Maya dengan cepat mendorong tubuh Nathan dan langsung melihat Naura yang sedang tertidur di ranjang Nathan dengan selimut yang menutupi dirinya.
mama Maya juga melihat pakaian Sanaya yang berhamburan di lantai membuat mama Maya menatap Nathan dengan tajam.
" Dasar anak nakal! " ucap mama Maya l
memukul putranya dan berlalu pergi dengan senyuman yang mungkin tiada sirna dari wajah wanita paru baya itu.
Nathan menutup pintunya kembali dan menguncinya, ia kembali di ranjang menatap lekat wajah Naura begitu cantik dan sangat polos.
Nathan juga melihat bercak darah segar di seprai mereka menandakan keperawanan Naura sudah di ambil alih olehnya.
" terimakasih sudah menjaganya untukku," Nathan mencium kening Naura membuat sang empu langsung terbangun menatap wajah Nathan.
__ADS_1
" Nathan !" Naura menatap wajah Nathan yang begitu dekat.
" kamu sudah bangun,?" Nathan mengelus pipi Naura dan mencium Naura dengan sekilas membuat Naura malu dan menaikan selimutnya menutupi tubuh wajahnya.
" kenapa?" tanya Nathan.
" aku malu" jawab Naura singkat di balik selimut.
Nathan membuka pelan selimut yang menutupi wajah Naura dan tatapan mata mereka bertemu saling pandang.
Nathan dengan cepat langsung menindih badan Naura dan mencium Naura dengan sangat rakus, hingga terjadi peperangan kedua yang tidak bisa Naura tolak.
karena ia juga menikmati sentuhan lembut yang Nathan berikan kepadanya.
...****************...
malamnya Naura dan Nathan masih di dalam kamar, dengan Naura yang merah kepada Nathan karena bekas merah yang ada di leher Naura begitu banyak membuat Naura malu untuk keluar apalagi nanti saat di lihat oleh mama Maya apa yang harus Naura katakan.
" maafkan aku sayang," Nathan meminta maaf kepada Naura yang sedang marah kepadanya.
" Jangan hanya minta maaf nih mikirin gimana cara hilanginnya mana besok harus mulai ke sekolah." desus kesal Naura menatap lehernya di pantulan cermin.
" iya aku bantuin pikirkan tapi kamu maafin aku kan? " Nathan memeluk Naura dari belakang menaruh kepalanya di pundak Naura sambil menghirup aroma tubuh Naura membuat Nathan spontan mencium leher Naura.
" hmm tuh kan lihat bukan membantu tapi...." kesel Naura dengan sikap Nathan namun Nathan langsung menghentikan ciumannya.
" hehehehe....maaf sayang kamu sih terlalu manis buat aku ketagihan," ucap Nathan melepas pelukannya dari Naura dan menggaruk lehernya yang tidak gatal.
Nathan mengambil ponselnya dan mencari keterangan di internet tantang cara menghilang bekas ******, hingga Nathan tertarik dengan satu artikel mengatakan bahwa Lida biaya bisa menghilangkan bekas ******.
Nathan menatap Naura dan menyuruh Naura untuk menunggunya sebentar mengambil sesuatu di luar, dengan langkah cepat Nathan keluar dari kamar dan berapa menit kemudian Nathan datang dengan membawa tanaman kesayangan mama Maya.
__ADS_1
" apa yang kamu lakukan Nathan, ini bukannya tanaman mama? " Naura menatap Nathan sangat tidak percaya berani menyentuh tanaman mama Maya yang begitu berharga.
" tadi aku baca di artikel katanya tanaman ini ampuh untuk menghilangkan bekas ****** " jelas Nathan ampuh membuat Naura menggelengkan kepalanya.
" apa kamu udah minta izin sama mama " tanya Naura dengan cepat Nathan menggelengkan kepalanya.
"astaga kalau mama tau gimana ," Naura memukul jidatnya dengan pelan sangat tidak percaya dengan apa yang di lakukan suaminya saat ini.
" yah kita gak usah beri tau mama, kalau mama tanya di mana tanamannya bilang aja kalau kita gak tau,"balas Nathan dengan santai langsung mengoleskan bunga itu ke leher Naura, setelah mengoles berapa menit kemudian Nathan menyuruh Naura untuk membasuh nya di wastafel dan Naura mengikuti saran Nathan.
" Nathan...Nathan..." teriak Naura memanggil Nathan dengan cepat Nathan menghampiri Naura di wastafel.
" beneran hilang " Naura menunjukkan bekas ****** yang tadi di oles oleh Nathan di lehernya.
" kan berarti ini ampuh jadi bisa dong kalau aku...." belum Nathan menyelesaikan bicaranya Naura langsung berlari menjauhi Nathan.
" enggak ada" Naura langsung segera keluar dari kamar namun sebelum itu ia mengejek Nathan dan menantang Nathan untuk mengejarnya.
" jangan menantang ku sayang " ucap Nathan mengejar Naura hingga Naura berteriak sambil tertawa saat Nathan mengejarnya, Naura melemparkan bantal sofa ke arah Nathan namun Nathan cepat menghindari.
sungguh pemandangan yang indah gelak tawa dari Naura dan Nathan membuat mama Maya menatap mereka dari jauh sangat bahagia.
N & N bersambung....
jangan lupa :
👍 like
💬 komentar
❤️ favorit
__ADS_1
🎟️ Vote
🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini