
Keesokan harinya harinya mereka sama sekali belum menemukan Naura, merdeka semua berkumpul di rumah papa Darwin bersama Riko dan teamnya yang semalaman tidak pernah istirahat untuk melacak keberadaan Naura.
Mommy Sarah memeluk Daddy Reno dengan erat menumpahkan tangisannya di sana, ia sangat terpukul dengan kehilangan Naura, sementara mama Maya hanya berdiam diri di dalam kamar sambil memeluk foto Naura, walau Naura hanya anak mantu namun mama Maya tidak menganggapnya seperti itu, mama Maya sudah menganggap Naura sebagai anaknya sendiri, sejak dulu perlakuan mama Maya kepada Naura sangat berbeda walau dia hanya seorang pembantu.
" jangan bersedih seperti ini, " ucap papa Darwin memeluk Maya dengan erat.
" carilah Naura Sampai dapat, jangan sampai ia terluka atau terjadi apa-apa padanya," lirih mama Maya menangis memeluk papa Darwin.
" aku berjanji akan mencari anak kita Naura ," ujar papa Darwin mengecup kening mama Maya.
******
Di tempat lain, di ruangan begitu sempit dan gelap Naura terbaring lemah, ia sama sekali tidak mendapatkan makanan ataupun minuman apapun sejak kemarin, bibir Naura sudah sangat pucat dan kering, ia selalu menyebut nama Nathan agar segera menolongnya, Naura mengusap perutnya sambil berbicara kepada anaknya.
" sayang, yang kuat yah, kita bisa lewati ini semua dan menunggu ayah menjemput kita ," lirih Naura dengan bening air mata yang jatuh membasahi pipinya.
namun saat bersamaan langkah seseorang mendekat ke arah ruangan Naura membuat Naura sedikit memundurkan dirinya dan memeluk perutnya dengan sangat erat.
" jangan kahwatir Sayang bunda akan melindungi mu ," gumam Naura.
hingga langkah itu semakin dekat dengan suara sepatu yang bergema di seluruh ruangan membuat Naura terdiam saat pintu itu sudah mulai terbuka.
ceklek.....
wanita itu mendekat ke arah Naura sambil tersenyum sinis, ia melangkah membuat Naura yahh terduduk langsung mundur saat wanita itu mendekat ke arah Naura.
setelah dekat dengan Naura wanita itu duduk sejajar dengan Naura, ia melihat wajah Naura sungguh sangat membuatnya puas hingga tertawa kecil.
" cih..., Naura penampilan mu sangat membuatku prihatin," ucap wanita itu mencengkram wajah Nura dengan kuat dan menghempaskan begitu saja.
" Dasar wanita jala**, aku yakin Nathan sekarang sedang mencari ku dan kamu akan segera berakhir Laura," pekik Naura dengan lantang membuat wanita itu yang ternyata adalah Laura hanya tersenyum sinis mendengar keangkuhan Naura.
" cih...cih...cih..., Naura..., Naura...! dengar baik-baik penjelasan ku, sampai kapan pun Nathan tidak akan pernah mendapatkan dirimu, karena seseorang yang yang menyuruh ku untuk membunuh mu adalah orang yang sangat dekat dengan kalian dan sejak lama ia sudah sangat menginginkan kematian mu Naura ," jelas Laura menatap wajah Naura.
" apa yang kamu maksud,? " tanya Laura.
__ADS_1
" aku dan Leona hanya mengikuti arahan dari Mami kami, yang sangat menginginkan kematian mu, aku memang sangat marah saat kamu menikahi Nathan dan ingin membalas semua sakit hati ku namun aku bingung bagaimana cara melukai mu hingga mami datang menemui ku dan meminta bekerja sama untuk membunuh mu Naura, " terang Laur,a membuat Naura tertunduk dan berpikir 'siapa mami yang di maksud oleh Laura?, apakah dia orang yang menginginkan kematian ku,' pikir Naura.
" namun Leona sepupu ku tersayang yang masih tergila-gila kepada Nathan malah menggagalkan semua rencananya, membuat ku dan mami begitu pusing hingga kami mengirimkan nya keluar negeri kembali, tapi kami masih mempunyai kartu As untuk menculik mu dan akhirnya kau bisa berada di sini ," jelas Laura sambil tertawa puas.
" aku tau siapa kartu As yang kau maksud dia adalah ....." ucap Naura membuat Laura tertawa.
" sepertinya kemarin dia sudah menunjukan dirinya pada mu, baiklah Naura selamat menikmati rasa kelaparan mu dan sepertinya bayi yang ada di dalam perut mu ini harus segera di atasi ," bisik Laura membuat Naura mendorong Laura dan memeluk perutnya dengan sangat erat.
" jangan...! jangan pernah kau menyakiti anakku Laura, " pekik Naura Berisha membuat posisi untuk melindungi sang buah hati.
" bukan aku yang menginginkan kematiannya tapi mami, dia ingin kamu dan anak mu harus mati ," ujar Laura dan langsung memanggil ketiga preman kemarin.
ketiga preman itu langsung masuk dan menusuk ke arah Laura, Laura segera memerintahkan untuk membunuh anak Naura dengan menendang dengan sangat kuat di bagian perut Naura.
" jangan Laura, aku mohon jangan sakiti anakku, hiks ..., hiks..., jangan sakiti anakku aku mohon ," rintih Naura sambil menangis untuk tidak menyakiti anaknya.
namun Laura sama sekali tidak memiliki hati nurani, ia malah hanya memutar matanya mendengar ocehan Naura yang memohon kepadanya untuk tidak melukai anaknya.
" bunuh anakannya," perintah Laura dan segera pergi dari ruangan itu.
hingga satu tendangan melayang ke arah Naura namun Naura menandakan pahanya ia benar-benar berusaha melindungi anaknya sekuat tenaga yang ia punya.
hingga tendangan kedua sangat pas mengenai perut Naura membuat Naura merasa sangat kesakitan, Naura menitihkan air matanya pandangnya mulai buram namun para preman itu tiada henti menendang perut Naura berulang kali.
" maaf, maafkan bunda sayang tidak bisa menjaga mu," gumam Naura hingga kesadarannya hilang.
melihat Naura dan darah yang mengalir dari Naura membuat para preman itu langsung berhenti menendang Naura.
" sepertinya dia sudah pingsan, ayo keluar ," ujar salah satu preman yang bertubuh kecil dan. mereka pun keluar.
meninggalkan Naura sendiri yang sudah terbaring tak berdaya, begitu banyak darah yang keluar bagaikan aliran sungai membasahi celana Naura.
...****************...
sementara di tempat lain tentang rambut yang dokter Ilham katakan kemarin mereka sudah mendapatkan hasilnya membuat semua orang penasaran dan ingin mengetahui siapa pemilik rambut itu.
__ADS_1
Mereka menunggu kedatangan dokter Ilham di rumah papa Darwin, hingga tidak menunggu lama dokter Ilham datang bersama dengan berkas yang ia pegang di tangannya.
dokter Ilham masuk dan memberikan kepada Nathan dan Daddy Reno, namun mata maniak tajam dokter Ilham melihat ke arah Nisa yang juga sangat penasaran melihat hasil itu.
Nathan membuat dengan cepat dan betapa terkejutnya Nathan, ia melihat wajah dan nama Nisa di dalam membuat Nathan sangat geram memandang ke arah Nisa.
" Di mana Naura,?" tanya Nathan membuat Nisa kaget sebenarnya ada apa, kenapa sejak kemarin ia selalu tersudutkan.
" apa yang kau maksud, aku tidak mengerti sejak kemarin kalian selalu menyudutkan ku ," ujar Nisa menatap ke arah Nathan dan Axel.
Nathan segera melemparkan berkasnya ke arah wajah Nisa membuat Nisa langsung mengambilnya di lantai saat Nathan tadi melemparkan ke wajah Nisa.
begitu terkejutnya Nisa, kenapa semua bukti mengarah kepadanya.
" aku bersumpah demi Tuhan aku tidak melakukan hal apapun ," jelas Nisa dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.
" tapi bisakah kau menjelaskan semua bukti yang mengarah kepada mu ," geram Axel mendekat ke arah Nisa namun Adnan langsung menghalanginya.
" aku percaya kepada Nisa, karena selama ini ia selalu berada di samping ku ," ucap Adnan menatap Alex dengan tajam.
sementara saat mereka sedang berdebat di tempat yang sama namun ruangan berbeda seseorang sedang menerima telfon dan mendengar kabar dari Laura bahwa Naura dan bayinya sudah tiada membuat wanita itu tersenyum hingga tanpa sadar seseorang menarik telfon orang itu membuat wanita itu sontak kaget dan berbalik menghadap ke arah orang yang menarik handphonenya.
" Sonya !"
N & N bersambung...
jangan lupa untuk:
👍 like
💬 komentar
❤️ favorit
🎟️ vote
__ADS_1
🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini