
Tiga tahun telah berlalu, kini Nathan sudah menyelesaikan kuliahnya sementara Naura harus menunggu dua tahun karena mengambil cuti selama setahun untuk mengurus anak mereka.
Kelincahan si kembar dan Felix membuat Naura sangat pusing, apalagi mereka bertiga begitu kompak untuk membuat sang bunda kelelahan.
Pagi ini Nathan dan Naura bersama ketiga anaknya mengepak barang mereka ke dalam koper untuk pergi berlibur ke tanah bumi pekerti yang hampir empat tahun lebih mereka tinggalkan. Sekalian mereka ingin menghadiri acara pernikahan Axel dan Dewi yabg akan di adakan sangat meriah.
"Zahran, Zayyan, Felix ," teriak Naura saat mencari ketiga anakannya namun tak kunjung di temui.
Keberangkatan mereka tinggal 2 jam lagi tapi ketiga lelakinya entah pergi kemana, setiap sudut rumah Naura sudah mencarinya tapi tak kuning menemui ketiga anaknya.
Nathan yang baru selesai mandi setelah mengepak kopernya menghampiri Naura, sejak tadi wanita itu berteriak memanggil ketiga anaknya membuat Nathan terganggu.
"Ada apa sayang?," tanya Nathan.
"Ketiga anak mu entah kemana, aku sudah mencarinya sejak tadi tapi tidak menemui mereka," jelas Naura dengan begitu kesal.
Nathan sangat tau anak-anak mereka bersembunyi di mana dan cara memanggil mereka pun Nathan sudah sangat menghafalnya.
"Kalau aku bisa menemui mereka, apa hadiah yang aku dapatkan?," Tanya Nathan memeluk pinggang Naura dengan erat.
"Sayang lepas! Nanti anak-anak lihat bagaimana. Lagian kamu bisa emang temukan mereka?," ujar Naura menantang membuat Nathan semakin semangat. Nathan mendekatkan wajahnya ke di telinga Naura dan membisikkan suatu ajimat pada istrinya.
"Kalau aku bisa temui mereka, kamu harus melayani ku sampai puas saat tiba di Indonesia!" Bisik Nathan yang tentu Naura langsung memukul bidang dada suaminya yang selalu mesum.
"Dasar mesum," ucap Naura.
"Sama istri sendiri gak dosa," balas Nathan santai.
Nathan duduk santai di sofa, tidak perlu seperti Naura harus mengelilingi rumah untuk mencari ketiga anaknya. Lelaki itu lebih memilih duduk.
" Apa yang kau lakukan?," Tanya Naura.
" Lihat saja," balas Nathan.
" Khm....! Anak-anak yang keluar pertama ayah beliin eskrim dan mengajak ke wahana saat tiba di Indonesia," teriak Nathan dengan lantang.
Tentu saja tidak menunggu lama ketiga anaka mereka keluar dari tempat persembunyiannya. Sungguh, kalimat yang Nathan lontarkan begitu ajaib membuat anakannya semua keluar.
", Ayah aku mau," seru Zayyan anak kedua begitu cepat menuju ke pangkuan ayahanya.
Sementara Zayyan begitu kalem ia lebih memilih memegang tangan Felix berjalan menuju Nathan.
"Tadi bunda teriak tapi tidak ada yang menyahut, saat giliran ayah semua pada keluar begitu," Naura melipat kedua tangannya menatap ketiga anaknya yang sudah bersembunyi di balik tubuh Nathan.
__ADS_1
" Bunda, aku tidak ikutan! Kak Felix dan kak Zahran menyuruh ku untuk tidak ribut," jelas Zayyan begitu lembut.
Entah, anak itu mengikuti gen siapa. Sementara Zahran dan Felix selalu menjadikan Zayyan sebagai bahan percobaan untuk kejahilan mereka berdua.
Naura menatap anaknya dan langsung menggekitiki tubuh kedua putranya secara bergiliran. Felix tertawa begitu keras begitu pula Zahran. Mereka berdua meminta ampun kepada Naura.
Sementara Zayyan duduk manis di pangkuan sang ayah sambil tertawa melihat kedua kakaknya di hukum oleh sang bunda.
"Bunda, ampuh kamu janji tidak nakal lagi ," ucap Felix menarik nafasnya.
" Janji ," Naura menaikan jari kelilingnya dan tentu di sambut oleh Zahran dan Felix.
Zayyan yang tidak ikut ketinggalan, turun dari pangkuan Nathan ikut bergabung dalam keseruan Kakanya.
****
Nathan dan rombongannya sudah tiba di bandara, mereka tinggal menunggu pesawat akan lepas landas. Ketiga anak mereka sudah tertidur pulas saat di perjalanan tadi.
Hampir enam belas jam perjalanan akhirnya Nathan dan Naura tiba di Indonesia. Dari atas ketinggian Naura menatap pulau Indonesia yang sudah sangat dirindukannya.
" Akhirnya kita sampai sayang ," ucap Naura mengenggam tangan Nathan, wanita itu tiada henti menatap keluar kaca jendela pesawat.
Nathan yang merasa di cuekin sejak penebangan tadi, segera menarik tangan Naura hingga pandangan Naura kini emantal wajah Nathan.
Naura reflek menutup matanya, ini tinggal beberapa senti lagi bibir mereka bertemu hingga suara Felix menyebut nama Naura membuat Naura segera mendorong tubuh Nathan.
" Bunda ," ujar Felix yang terbangun dari tidurnya.
" Sayang udah bangun," Naura segera menggendong tubuh Felix yang sudah semakin besar akrena skerahg usia Felix sudah menginjak empat tahun lebih.
Naura bercengkerama dengan Felix sambil menunjuk kota ke arah luar jendela memperkenalkan keindahan bumi pekerti kepada Felix.
Felix mendengar cerita Naura begitu bersemangat, anak kecil itu tiada henti menatap wajah Naura saat menjelaskan. Yang memang di usia Felix sekarang anak lelaki itu selalu penasaran dengan apapun yang di lihatnya dan selalu ingin mengetahui dan kadang membuat Naura susah untuk menjawab jika Felix menanyakan hal yang susah.
Pesawat mendarat dengan selamat semua penumpang segera turun dari sana. Nathan dan Naura berserta ketiga anaknya segera turun dan menuju ke dalam bandara. Di sana mereka sudah di sambut oleh mama Maya, papa Darwin, Daddy Reno, Axel dan yang lainnya.
Ketiga bocah itu berlari menuju ke mama Maya. Sepertinya ketiga anak Naura merindukan sosok nenek yang selalu membela mereka saat melakukan kesalahan.
Setahun yang lalu mama Maya terpaksa harus kembali ke Indonesia karena kondisi oala Darwin yang tidak begitu sehat.
" Cuci grendma," ucap mama Maya memeluk hangat ketiga cucunya.
" Garandma ," balas ketiga bocah itu dengan cepat.
__ADS_1
Sementara Naura berpelukan kepada kedia sahabatnya yang ikut menyambut kedatangan di Indonesia.
"Wah kangen banget, dulu pas ketemu si kembar masih sangat kecil tapi sekarang mereka sudah bisa berlari seperti ini ," ujar Nisa sambil melihat ke arah bocah yang sedang asik di manja oleh granma, granpa dam oppa mereka.
Ketiga bocah itu sudah selesai memeluk papa Darwin dan mama Maya dan skerahg tinggal memeluk Daddy Reno yang di panggil oppa oleh ketiga cucunya.
Namun entah mengapa ketiga anak itu begitu kompak tidak memeluk Daddy Reno. Mereka hanya menatap diam, padahal Daddy Reno sering mengunjungi mereka di Paris saat liburan dan kadang membawa mereka bertiga berjalan-jalan.
" Apa kalian tidak menyayangi oppa ," ucap Daddy Reno berpura-pura sedih.
Zayyan yang memang notabenenya sangat lembut, berlari memeluk tubuh Daddy Reno.
" Kata kak Felix, harus kerjain oppa," jelas Zayyan begitu jujur. Kedua Kakaknya hanya menepuk jidat mereka saat Zayyan berkata sangat jujur.
" Kan kak udah aku bilang, jangan mengajak Zayyan ," bisik Zahran.
Nathan yang mendengar bisikan Zahran kepada Felix membuat Nathan menjewer pelan telinga anaknya.
" Gak boleh kaya gitu, minta maaf sama oppa," ucap Natha tegas.
Dengan cepat mereka berdua berlari memeluk Daddy Reno dan meminta maaf karena sudah ada niat untuk menjahili oppa mereka.
Mereka semua segera meninggalkan bandara setelah melewati drama pertemuan kerinduan yang begitu lama.
Sesampainya di Mension atau bisa di bilang rumah papa Darwin mereka segera masuk ke dalam. Daddy Reno dan Axel beserta Dewi tidak ikut mengantar karena mereka sedang menjenguk mommy Sarah di dalam jeruji besi.
Adnan dan Nisa mereka juga tidak ikut, katanya ada suatu keperluan yang harus mereka urus dan malamnya akan ikut bergabung ke rumah papa Darwin.
Sebenarnya saat Daddy Reno pergi menjenguk mommy Sarah, Naura ingin sekali ikut. Sudah sangat lama sejak kejadian itu, Naura tidak melihat wajah Mommy Sarah. Kerinduan Naura kepada sang mommy begitu dalam.
Namun, wanita itu tidak berbicara karena pasti Nathan tidak akan mengizinkan nya untuk bertemu mommy Sarah.
N & N bersambung...
Jangan lupa untuk:
👍 Like
💬 Komentar
❤️ Favorit
🎟️ Vote
__ADS_1
☕,🥀 Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini