
Nathan pun terpaksalah mengikuti permintaan Naura, ia dan Naura segera bergegas bersama Naura pergi menuju ke martabak pak Ismanto menggunakan mobil.
sesampainya di sana Nathan berbicara kepada pak Ismanto tentang kondisi Naura dengan tersenyum ramah pak Ismanto membantu Nathan membuat martabak yah tentu pak Ismanto hanya mengarahkan dan semua yang mengerjakan adalah Nathan.
Naura melihat Nathan yang bekerja sambil duduk di bangku panjang dekat Nathan, Naura begitu menikmati melihat suaminya begitu talent mengikuti arahan pak Ismanto membuat martabak .
keringat dan usaha yang di kerahkan Nathan berubah manis saat martabak buatannya jadi namun bentuk sangat aneh membuat Naura spontan tertawa lalu segera menutup mulutnya saat Nathan sudah menatapnya dengan sangat tajam.
Nathan memberikannya kepada Naura dengan senang hati Naura menyambut martabak buatan Nathan begitu nikmat Naura menikmatinya tiada cela untuknya berhenti mengunyah, Naura menatap Nathan menaikan jari jempolnya ke atas untuk Nathan.
Nathan melihat istrinya seperti itu hanya bisa tersenyum mengelus kepala Naura dengan pelan.
" makan yang banyak, aku sudah usaha membuat nya untuk mu ," ucap Nathan membuat Naura menganggukkan kepalanya.
selsai memakan martabak mereka pun segera pulang dan tak lupa membayar harga martabak yang di makan Naura.
hanya butuh waktu 5 menit mereka sampai di rumah Naura segera berlari pelan memeluk mama Maya, membuat Nathan sedikit kahwatir dengan istri lincahnya itu yang semakin aktif bergerak.
" udah makan yah,?" tanya mama Maya.
" udah ma, enak banget martabak yang di buatin Nathan ," balas Nathan memuji masakan Nathan.
" enggak bilang makasi gitu sama suami sudah Cape loh buatin nya tadi ," cetus Nathan langsung duduk di samping Naura.
" iya makasi suami ku yang paling ganteng ," balas Naura mencium pipi Nathan tanpa malu di lihat oleh mama Maya.
" kalian ini benar-benar buat mama jadi kepengen muda lagi deh ," kata mama Maya sambil mengingat masa lalu bersama Lala Darwin.
" oh iya Nathan gimana rencana pernikahan ulang mu bersama Naura apa sudah siap ,?" Tanya mama Maya
" sudah kok ma, persiapannya sudah 90% ," balas Nathan sambil memainkan ponselnya.
" Tapi boleh kha Naura meminta sesuatu," pinta Naura dengan serius membuat Nathan melirik ke arah Naura.
" kamu mau minta apa sayang, katakanlah," balas mama Maya mengusap kepala Naura.
" Naura mau sebelum acara H tiba, Naura mau pergi ke panti asuhan yang pernah dulu Naura tinggali ," ucap Naura menatap mama Maya dan Nathan.
" ayo kita ke sana," balas Nathan membuat Naura tersenyum memeluk Naura dengan erat.
" terimakasih sayang, aku gantian dulu setelah itu kita pergi ," ucap Naura dengan sangat bahagia ia berlari menuju ke kamarnya sambil menaiki tangga membuat Nathan kahwatir mengejar Naura agar tidak terjatuh.
__ADS_1
" Sayang pelan-pelan nanti kamu jatuh ," teriak Nathan dari bawah namun Naura tetap saja berlari hingga menuju kamarnya.
" astaga apakah seaktif itu dirimu sayang ," batin Nathan.
...****************...
sepanjang perjalanan menuju ke panti asuhan yang pernah Naura tinggali cukup lama, Nathan dan Naura tentu tidak pergi sendiri mereka mengajak Axel, Adnan dan Nisa.
hampir 4 jam mereka berjalan menggunakan mobil akhirnya sampailah di sebuah desa menampakan panti asuhan yang sangat sederhana.
Nathan memandang ke luar jendela banyak sekali anak-anak yang asik bermain, pekikan anak-anak yang berteriak karena girang membuat Nathan tersenyum membayangkan anak-anak nya kelak saat sudah tumbuh dan bermain bersamanya.
mereka berempat pun turun dengan langkah cepat Naura pergi menuju ke ibu panti asuhan, benar-benar sudah sangat lama Naura tidak ke sana saat bi Tami meninggal.
biasanya saat Bi Tami masih hidup setiap acara ulangtahun Naura mereka selalu merayakannya di panti asuhan itu.
tanggal ulangtahun Naura di rayakan saat Naura di temukan oleh ibu panti asuhan di sebuah aliran sungai yang tak jauh dari tempat panti asuhan.
" Ibu...ibu...Sakilla ...! ," panggil Naura dengan suara lantang berteriak dari jarak jauh memanggil orang yang bernama Sakilla.
orang yang bernama Sakilla sontak menengok saat namanya dipanggil oleh Naura, begitu kagetnya ibu Sakilla saat melihat Naura datang dengan cepat Naura berlari memeluk ibu Sakilla dengan erat.
" ibu juga kangen, sudah hampir 2 tahun kamu tidak pernah ke sini ," balas ibu Sakilla mengusap kepala Naura.
" oh iya ibu, aku datang bersama suami dan teman-teman ku, ayo aku perkenalkan pada ibu ," ajak Naura menarik tangan ibu Sakilla untuk di perkenalkan kepada Nathan dan yang lainnya.
" kamu sudah memiliki suami ,?" tanya ibu Sakilla dengan cepat Naura membalas dengan senyum lebarnya.
" sayang...! perkenalkan ini ibu Sakilla orang sudah membesarkan ku di tempat ini ," ucap Naura memperkenalkan ibu Sakilla kepada Nathan.
" hallo saya Nathan suami Naura dan terimakasih sudah menjaga Naura ," kata Nathan sambil tersenyum.
" sudah kewajiban ibu untuk menjaga Naura, saat itu Naura benar-benar tidak memiliki siapapun jadi ibu sudah menganggap Naura seperti anak ibu sendiri," balas ibu Sakilla menatap ke arah Naura dengan senyum simpulnya.
mendengar pembahasan Naura membuat Axel, Adnan dan Nisa sedikit penasaran namun mereka enggan bertanya karena takut menyinggung perasaan ibu hamil bin ajaib itu.
" Naura... apakah kau itu ," panggil seseorang mulai mendekatkan langkahnya ke arah Naura.
" Dilla kamu ," balas Naura saat melirik ke arah orang yang bernama Dilla memanggilnya tadi.
" Naura ya ampun...! sudah sangat lama kamu tidak main ke sini ," ucap Dilla memeluk Naura.
__ADS_1
" maaf aku tidak bisa main ke sini," lirih Naura membuat Dilla tersenyum melihat Naura yang memang tidak pernah berubah.
" tidak apa aku mengerti...! oh ya aku ingin mengajak mu ke suatu tempat ayo ikut ," ajak Dilla menarik tangan Naura namun sebelum Naura ikut ia menatap Nathan untuk meminta izin kepada suaminya.
Nathan membalas dengan senyuman dan menyuruh Nisa untuk menemani Dilla dan Naura, ia takut Naura yang super aktif bisa membuat dirinya terluka.
saat Naura dan Nisa pergi Axel dan Adnan yang masih penasaran bertanya kepada ibu Sakilla tentang Naura.
" apa kami boleh bertanya tentang Naura ,?" tanya Axel membuka pembicaraan membuat Nathan ikut bergabung dengan mereka.
" boleh, silahkan masuk dulu lebih baik kita berbincang di dalam ," ajak ibu Sakilla dengan ramah.
mereka pun masuk ke dalam, duduk di sebuah kursi kayu dengan ukuran yang sangat indah, membuat mereka sedikit takjub walau sederhana namun panti asuhan ini benar-benar nyaman untuk di tinggali.
" apa yang kalian ingin ketahui dari Naura ,?" tanya ibu Sakilla menatap ketiga pria yang ada di depannya sekarang.
" saya ingin bertanya, ibu bagaimana bisa bertemu dengan Naura ,?" tanya Axel membuat Nathan menatapnya dengan sinis, kenapa Axel ingin sekali mengetahui masa lalu Naura.
" jangan salah paham aku hanya ingin tau dan memastikan sesuatu," ucap Axel kepada Nathan.
" memastikan sesuatu memangnya ada hal apa yang kalian lakukan tanpa sepengetahuan ku ,?" tanya Nathan menatap kedua sahabatnya.
" apa kamu sadari Nathan, kamu perhatikan lah wajah Axel, apa dia mirip seseorang,?" ujar Adnan menyuruh Nathan menatap Axel.
dengan lekat Nathan menatap wajah Axel dengan lekat membuat Nathan sontak kaget, ia melihat wajah Naura di sana.
" Kenapa wajah mu sangat mirip dengan nya ...! " kaget Nathan
bersambung....
jangan lupa untuk :
👍 like
💬 komentar
❤️ favorit
🎟️ vote
🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini
__ADS_1