Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 97


__ADS_3

Naura terbangun dari tidurnya, melihat sekelilingnya berharap menemukan Nathan namun itu hanya harapan belakang. Naura mengusap wajahnya dengan kasar, dalam lubuk hatinya yang dalam berharap bahwa kejadian lipstik yang berada di baju Nathan hanya sebuah mimpi buruknya.


Naura segera beranjak dari tempat tidurnya dengan pelan, berjalan keluar kamar mencari Felix yang ternyata sedang keluar bersama mama Maya.


Naura tinggal sendiri bersama beberapa pelayan di rumah. Di halaman belakang Naura duduk sendiri sambil melamun, entah apa yang di pikirkan wanita itu hanya dia yang tau.


Naura memegang pelipisnya sambil meraih ponselnya yang ia simpan di atas meja kecil.


Naura mencari nomor Nathan dan menghubunginya, namun Nathan tidak mengangkat panggilan handphone dari Naura membuat Naura sedikit panik.


apa yang Nathan lakukan sampai tidak mengangkat telfon darinya?, apa Nathan sedang asik bersama Carloine?. pikir Naura sambil menggigit kuku tangannya.


hingga Naura tersentak kaget saat seseorang menyentuh pundaknya.


" mama ," ujar Naura berbalik melihat mama Maya bersama Felix.


Felix berlari kecil memeluk Naura dan adik kembarnya yang sedang bersemayam di dalam perut Naura.


" apa yang kamu pikirkan sayang!, sampai kau terkejut seperti itu ?," tanya mama Maya duduk di samping Maya.


" enggak ada ma!, Naura hanya sedikit kahwatir tentang hari persalinan aja ," jelas Naura berbohong sambil membalas pelukan Felix.


" kamu jangan terlalu pusing sayang!, Bahaya nanti untuk kandungan kamu dan jika kamu ada masalah cerita kepada mama, siapa tau mama bisa membantu !," jelas mama Maya mengusap kepala Naura.


Naura terdiam ia hanya memasang senyum pahit di hadapan mama Maya. Rasanya masih berat menerima kenyataan Natha yahh berselingkuh di belakangnya, bagaimana cara Naura menjelaskan semuanya kepada mama Maya?.


Mama Maya yang melihat raut wajah kegelisahan Naura sedikit khawatir, ingin rasanya mana Maya mementahkan semua bahwa itu hanya rencana Nathan untuk mengerjai Naura yang sedang berulang tahun.


Saat Naura sedang asik bermain bersama Felix, handphone mana Maya berdering, panggilan telfon dari Nathan membuat mana Maya segera menjauh dari Naura.


Nathan memberitahukan kepada mana maya untuk membawa Naura ke sebuah hotel yang sudah Nathan siapkan.


mama Maya yang mengerti dengan rencana Nathan segera mematikan sambungan telfonnya dan mendekat kembali ke arah Naura dan Felix.


" Naura, mau temani mama ke mall hari ini!, sekalian beli beberapa perlengkapan hari persalinan kamu ," ujar mama Maya.


" baiklah ma, kebetulan Naura juga lagi butuh suasana untuk menyegarkan pikiran Naura ," balas Naura dengan wajah yang selalu terukir senyum indahnya.


senyum yang tidak pernah berubah walau sekarang usia Naura bukan seperti dulu saat mama Maya mengajak Naura dan Nathan menikah.


mengingat kejadian dulu membuat mama Maya tersenyum, untung saja saat itu mama Maya memaksa Nathan untuk menikahi Naura kalau tidak entah wanita seperti apa yang akan mendampingi hidup Nathan sekarang.


Mama Maya yang sudah bersiap bersama Felix menunggu Naura yang baru keluar kamar menuruni tangga dengan sangat pelan.


" ayo ma! Naura sudah siap maaf kalau agak lama ," tutur Naura lembut.

__ADS_1


" tidak apa sayang!, ayo kita jalan Felix, belanja untuk adik Felix yang ada dalam perut bunda ," mama Maya semangat sambil berjalan mengenggam tangan kecil Felix dan Naura yahh tertawa kecil melihat Felix yang begitu lucu.


" setidaknya aku melupakan masalah itu sejenak," batin Naura.


Setibanya Naura dan mama Maya di mall kedua wanita itu berbelanja dengan semangat bersama Felix, Naura tiada henti melihat pakaian bayi yang begitu lucu dan baju untuk Felix yang sangat menggemaskan.


Hingga lelah Naura beristirahat sejenak, pinggangnya terasa sangat remuk. mama Maya yang melihat Naura kelelahan memberikan Felix ke baby sister nya yang memang menjaga Felix.


" ayo pulang!, kamu kelihatan sangat lelah ," ucap mama Maya.


Naura menganggukkan kepalanya dengan pelan, mengenggam tangan mama Maya sebagai pemompa untuk dia berjalan.


Namun, saat di perjalanan pulang Naura bingung, jalan menuju arahnya kenapa tidak sesuai sementara mama Maya hanya tersenyum melihat wajah Naura yang begitu bingung.


" Ma, kita pulang kan?, kok arahnya beda ," tanya Naura.


" kita singgah ke suatu tempat sebentar ya sayang!," terang mama Maya mengusap kepala Naura dengan lembut. Naura yang memang tidak mengetahui apapun hanya mengangguk mengerti.


Hampir 45 menit mobil mereka berjalan akhirnya berhenti di suatu tempat. Bangunan hotel yang begitu mewah membuat Naura terkejut sedikit dan merasa bingung, ada urusan apa mama Maya ke sini ?. tanya Naura dalam pikirannya sendiri.


" ayo turun sayang ," pinta mama Maya.


Naura dengan pelan keluar dari mobil sambil menggenggam tangan mama Maya, Baby sister Felix ikut mengekor sambil menggendong tubuh Felix yang sudah tidur lelap saat di mobil tadi.


" ma, kita mau kemana?," tanya Naura.


Mereka segera baik ke lift menuju ke lantai 4 hotel, Naura masih bingung. Hingga saat keluar dari lift Naura sedikit terkejut melihat dekorasi yang begitu indah sepanjang jalan ia melangkah keluar dari lift.


hingga di sebuah pintu ruangan Naura membaca sebuah tulisan dan membulatkan matanya dengan sempurna.' Happy Birthday My Wife'.


Naura menutup kedua wajahnya dengan tanganny, kenapa ia meluapkan hari ulangtahunnya sendiri?.


genangan air mata jatuh di pipi Naura membuat mama Maya memeluk Naura dengan erat.


" Happy birthday sayang !," ucap mana Maya.


Saat bersamaan Nathan dan teman-teman yang lain keluar. Nathan membawa sebuah kue di tangannya dengan tulisan ' Naura yang ke 21 '.


Naura Begitu terkejut saat melihat Axel, Adnan, Nisa dan Dewi yang berada di belakang Nathan. Sudah setahun lebih Naura tidak bertemu dengan teman-teman dan Kakanya.


Nisa berlari bersama Dewi memeluk sahabatnya dengan sangat erat walau kini terhalang dengan perut buncit Naura membuat mereka sedikit susah memeluk Naura dari depan.


" Happy birthday bunda Felix ," ucap Nisa.


" gua kangen banget sama kalian berdua, Terimakasih sudah datang jauh-jauh ke Paris ," ucap Naura tulus.

__ADS_1


Dewi mengusap air mata Naura yang berjatuhan tapi dia sendiri tidak sadar air matanya ikut tumpah saat bertemu sahabatnya itu.


" hari ini hari bahagia untuk mu, kenapa harus lake acara nangis sih ," ucap nisa, mendegar ocehan bisa Dewi dan Naura tertawa bersama.


Nathan mendekat ke arah Naura membawa sebuah kue yang tentu dengan lilin yang menyala dengan cantik menghiasi kue ulangtahun itu.


" I'm sorry," ucap Nathan.


Naura tersenyum memandang ke arah Nathan sambil membuat harapan yang indah dan meniup lilinnya seketika.


semua orang bertepuk tangan. Nathan memeluk erat tubuh Naura dari arah samping mencium pucuk kepala istrinya.


" maafkan aku sudah membuat mu seidkit cemas!, aku tidak pernah menduakan mu sayang, hanya kamu yang bisa meluluhkan hati seorang Nathan yang begitu dingin," ucap Nathan hingga suara deheman dari Adnan membuat Natha dan Naura reflek ke arah Adnan.


" di rumah lah Nathan! ingatlah kamu kaum yang belum halal ini ," celetuk Adnan tentu membuat semua orang yang ada di sana tertawa.


Naura melepaskan pelukannya dari Nathan menuju ke arah Axel, sang Kaka yang sangat ia rindukan.


Naura memeluk tubuh Axel menumpahkan semua kerinduannya, dalam hati kecil Naura ingin rasanya ada mommy Sarah dan Daddy Reno ikut merayakan namun itu sangat mustahil.


" bagaimana kabar mommy,?" tanya Naura.


" Alhamdulillah mommy sehat, ada aku dan Daddy yang menjaganya," balas Axel.


" Dan Daddy juga sempat titip salam untuk mu! Happy birthday to untuk kita berdua," ucap Axel.


" happy birthday kak Axel ," ucap Naura.


" happy birthday Axela! wanita yang paling Kaka sayang ," Axel mencium pipi Naura yang tentu membuat Nathan sedikit risih menarik tangan Naura pelan agar menjauh dari Axel.


" ya ampun adek gua bro ," ucap Axel.


" istri gua ," balas Nathan sewot.


Hari itu mereka merayakan ulangtahun Naura dengan ramai. Axel dan yang lain bermain bersama Felix yang memang begitu lincah, Felix juga saat di gendong Axel dia tidak menangis apa karena mungkin wajah Axel dan Naura hampir mirip.


N & N bersambung...


jangan lupa untuk:


👍 like


💬 komen


❤️ favorit

__ADS_1


🎟️ vote


__ADS_2