Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 44


__ADS_3

Nathan benar-benar masih belum percaya dengan perkataan dokter Kelly sampai ia meminta kepada dokter Kelly untuk menjelaskan secara ulang.


" Terimakasih ...! Terimakasih sudah hadir di dalam kehidupan kami ," lirih Nathan mengusap perut Naura dan memeluk sang istri dengan erat sambil mencium pucuk kepala Naura.


" Aku baru melihat pasangan muda seperti kalian menerima kehadiran seorang anak di usia muda seperti ini ," ujar dokter Kelly membuat Nathan dan Naura menatap ke arah dokter Kelly.


" Maksudnya dokter,?" Tanya Naura.


" Saya seorang dokter kandungan dan banyak sekali saya menemui pasien yang berusia muda seperti kalian selalu mengugurkan kandungannya di awal kehamilan," jelas dokter Kelly membuat Naura kaget sambil menatap Nathan.


Nathan mendengar penuturan dokter Kelly merasa kesal dengan tindakan anak muda yang secara tidak langsung membunuh anak mereka sendiri.


" Aku tidak akan melakukan hal bodoh seperti yang mereka lakukan" tegas Nathan.


Mendengar perkataan Nathan dokter Kelly tersenyum bahagia dan menyuruh Naura untuk turun dari tempat tidur.


" Aku akan memberikan obat vitamin untuk ibu dan anak dan aku juga menyarankan kepada Naura untuk meminum susu ibu hamil agar menambah nutrisi di tubu mu," tutur dokter Kelly sambil mencatat resep obat untuk Naura.


" Baik dok ," balas Naura.


" Apa tidak ada yang mau di tanyakan lagi ,?" Tanya dokter Melly menatap pasangan muda yang sedang duduk di hadapannya sekarang.


" Sepertinya tidak ada dokter," jawab Naura.


" Baiklah tapi sepertinya aku akan memberikan informasi penting untuk calon ayah kita ," ucap dokter Kelly menatap ke arah Nathan.


" Untuk ku ," balas Nathan menatap dokter Kelly.


" Yah, aku hanya memberikan saran untuk tidak melakukan aktivitas olahraga secara berlebihan mungkin bisa di beri jeda 1 Minggu 2-3 kali ," jelas dokter Kelly namun ampuh membuat Naura tersipu malu berbeda dengan Nathan ia malah penasaran dan ingin menanyakan hal lagi pasal olahraga yang membuat Naura benar-benar sangat malu.


" Apa saat olahraga bisa bermacam-macam gaya saat istri saya sedang hamil ,?" tanya Nathan ampuh membuat Naura menatap Nathan dengan melotot kan matanya.


" Hahaha tidak apa Naura, aku sudah biasa dengan pertanyaan seperti ini ...! Soal pertanyaan mu tadi Nathan boleh bermacam gaya asal jangan terlalu ekstrim agar tidak membahayakan calon bayi kalian dan di kerjakanya harus secara pelan-pelan ya Jagan kasar," pesan dokter Kelly membuat Nathan menagnggu mengerti.


" Ah dasar Nathan mesum, membuat ku malu ," batin Naura


...****************...


Nathan dan Naura segera keluar dari ruangan dokter Kelly dan sudah di sambut oleh teman-temannya menatap mereka dengan lekat seakan banyak pertanyaan yang akan mereka jawab.

__ADS_1


" Naura hamil ,? ," Tanya Adnan.


" Iya Naura hamil anak gua ," jelas Nathan dengan membanggakan dirinya.


" Yeah... Akhirnya aku jadi Auty si utun," girang Nisa memeluk Naura.


" Ceritanya kita dia jadi pamannya gitu,," balas Adnan sambil melirik ke arah Axel.


" Yah mau gimana lagi tuh anak sudah bunting anak orang," ucap Axel membuat membuat mereka tertawa.


" Ayang mau anak juga enggak ,?" Tanya Adnan ampuh membuat Nisa melotot kepada Adnan.


" Yah kali Lo mau kasi bunting anak orang, sadar... Lo belum nikah halalkan dulu tuh anak orang ," timpal Axel memukul pelan kepala Adnan.


" Santai kali gua kan cuma bilang mau anak enggak, nanti gua buat kalau udah nikah...! Lagian nih taulah gua mau kasi bunting anak orang tanpa Lebel halal mah dosa ," ujar Adnan menatap semua sahabatnya.


" Makanya kalau ngomong tuh jangan setengah-setengah kan jadi salah paham ," sahut Nisa memukul pelan Adnan.


" Iya..iya maaf, tapi kamu mau kan buat anak nanti sama aku ,?" Tanya Adnan menatap Nisa namun Nisa langsung mendorong tubuh Adnan menjauh darinya.


" Adnan mesum," pekik Nisa membuat yang lain tertawa.


Nathan pun pergi mengambil obat di apotek rumah sakit sementara yang lain menunggu sambil bercerita tentang masalah kehamilan Naura dan menanyakan makanan yang ingin di makan Naura sekarang.


Namun saat mereka sedang asik bercanda gurau tiba-tiba Reza datang dengan nafas yang terengah-engah seperti orang penderita asma.


" Naura apa kau baik-baik saja ,?" Tanya Reza memandang ke arah Naura dengan raut wajah khawatir.


", Aku baik-baik saja kak ," balas Naura.


", Apa kak Reza habis lari sampai keringatan seperti ini ,?" Tanya Nisa membuat Reza menangguhkan kepalanya setelah mengatur nafasnya dengan baik.


" Saat aku dengar dari siswa lain bahwa kau pingsan aku segera berlari menuju rumah sakit ," jelas Reza mendekat ke arah Naura.


" Tapi syukurlah kau baik-baik saja ," lanjut Reza mengusap kepala Naura membuat Axel menghempaskan tangan Reza dari Naura.


" Gua udah pernah bilang pada lo untuk tidak mempedulikan Naura seperti ini ," decak Axel menatap Reza.


" Kenapa Lo melarang gua toh Nathan dan Naura belum menikah jadi gua masih ada kesempatan untuk memiliki Naura ," protes Reza memandang Axel degan dingin.

__ADS_1


Nisa dan Naura mendengar pernyataan Reza membuat mereka kaget bagaimana seorang Reza bisa menyukai Naura selama ini tanpa Naura sadari.


" Walau seperti itu lo benar-benar tidak bisa memiliki Naura bahkan untuk saat ini dan seterusnya," jelas Axel.


" Kenapa Lo sangat peduli dengan apa yang gua lakuin atau sepertinya Lo juga menyukai Naura ,?" Tanya Reza mantap Axel dengan menyipitkan matanya.


" Gua sudah menganggap Naura seperti adik gua sendiri dan gua cuma peringatkan ke Lo supaya Lo gak sampai sakit hati saat tau yang sebenarnya," balas Axel.


" Tau yang sebenarnya maksud Lo apa ,?" Tanya Reza mengerutkan keningnya.


" Maksudnya setelah lulus SMA gua akan menikah dengan Naura ," sambung Nathan yang baru tiba mengambil obat di apotek dan mendengar perkataannya Reza.


Reza segera berbalik menatap Nathan yang sudah berada di belakangnya sekarang, memandang Nathan dengan tatapan tidak suka apalagi mendengar Nathan mengatakan akan menikahi Naura.


" Apa Lo hanya perusak masa depan orang dengan menikahinya di usia muda seperti ini, masih banyak hal yang harus Naura raih dan kamu ingin menikahinya," terang Reza menahan emosi dengan mengepalkan kedua tangannya.


" Aku menikahinya tapi aku akan tetap membiarkannya meraih apa yang dia inginkan, aku tidak akan melarang hal itu ," jelas Nathan santai menatap ke arah Reza.


" Pikiran mu sangat picik Nathan, apa kau tau dampak dari pernikahan, Naura pasti akan hamil dan mau tidak mau semua impiannya akan terkubur sedalam mungkin," ucap Reza tersenyum ledek ke arah Nathan membuat Nathan terdiam saat Reza mengatakan hal seperti itu.


Kenapa Nathan tidak terpikirkan sampai ke arah sana, saat ini Naura sedang hamil secara otomatis dia akan tetap menjaga anak mereka dan tidak bisa melanjutkan studinya di luar negeri seperti apa yang Naura inginkan.


" Maaf kak aku mencela pembicaraan kalian, tapi aku sangat tidak setuju dengan perkataan kak Reza, aku tetap akan kuliah menggapai cita-cita ku walau sudah memiliki seorang anak dengan Nathan suatu hari nanti dan aku hanya ingin mengatakan kepada kak Reza, jangan pernah mencampuri urusan kehidupan lagi ," Terang Naura ambil mengenggam tangan Nathan dan manarik Nathan untuk segera pergi dari rumah sakit.


" gua udah bilang sam Lo kan ," ucap Axel memukul bahu Reza dengan pelan dan pergi mengikuti Nathan dan Naura begitu pula Adnan dan Nisa meninggalkan Reza sendiri yang tertegun mendengar pernyataan Naura.


" apakah Naura mencintai Nathan ," batin Reza menengok arah belakang melihat Naura menggenggam tangan Nathan begitu erat.


bersambung..


jangan lupa untuk:


👍 like


💬 komentar


❤️ favorit


🎟️ vote

__ADS_1


🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


__ADS_2