Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 81


__ADS_3

Semua terdiam saat mendengar cerita Daddy Reno.


"Setelah Sarah menerima Axela dalam hidupnya, aku membiayai kehidupan ibu Dinda namun ibu Dinda yang sangat terpukul dengan kepergian anaknya, ia meninggal setelah seminggu Dinda tiada ," jelas Reno.


" Aku pikir selama ini Sarah benar-benar tulus menyayangi Axela namun sepertinya dia belum bisa menerima Axela dalam kehidupannya," lirih Daddy Reno.


" Aku yang salah seharusnya Sarah melukai ku! Bukan melukai Axela yang tidak mengetahui apapun ," lirih Daddy Reno menatap wajah Nathan yang sudah memerah.


Terselip kemarahan di wajah Nathan. Marah, sangat marah saat mengetahui Mommy Sarah yang melakukannya. Nathan harus rela kehilangan anaknya dan sekarang apakah Mommy Sarah akan membuat Nathan kehilangan Naura sumber detak jantung Nathan yang terus bernafas hingga saat ini.


" Kita akan membahas hal ini setelah kita menemukan Naura dan istri ku ," seru papa Darwin menepuk pundak Daddy Reno untuk menguatkannya dalam menghadapi masalah yang mungkin sangat rumit untuk di selesaikan dengan damai.


" Riko apa kamu sudah menemukan lokasi Naura di culik ?," Tanya Nathan.


" Aku sedang berusaha untuk mencarinya Nathan, " terang Riko sambil terus memantau layar laptopnya untuk mencari keberadaan Naura dan mama Maya.


" Cepatlah cari keberadaan mereka, aku memiliki firasat yang tidak bagus untuk saat ini ," ujar Nathan.


Riko berusaha dengan Kemampuan yang ia miliki mencari keberadaan Naura. Jam menunjukkan 12 malam tiadakan ada kata ngantuk atau lelah untuk Nathan dan yang lainnya sejak tadi mereka menunggu Riko memberikan secercah harapan untuk menunjukkan lokasi Naura dan mama Maya.


*****.


Di tempat lain Axel bersama Adnan menemani mommy Sarah yang masih terbaring lemah dengan selang infus yang bertengger cantik di tangan Mommy Sarah.


Axel menggenggam tangan Mommy Sarah sambil menciumnya beberapa kali.


Sementara Adnan terlelap di bangku sofa yang ada di dalam ruangan itu. Theo dan Reza sudah pulang ke rumah mereka saat Axel mengusir dengan kejam. Lelaki itu masih tidak memercayai bahwa Mommy Sarah pelaku penculikan Naura.


" Mommy, aku menyayangimu dan Axela. Sejak tadi mereka selalu menyalahkan mu atas penculikan yang terjadi kepada Axela tapi aku tau itu! mommy pasti tidak akan melakukan hal sekejam itu kepada Axela,!," lirih Axel mengusap kepala Mommy Sarah.


Hingga suara dering ponsel Mommy Sarah yang sejak tadi Axel ada di tangan Axel, membuat Axel sedikit risih dengan panggilan nomor yang tidak di ketahui.


" Siapa yang menelfon mommy sejak tadi ," ujar Axel.


Axel segera menggeser nomor panggilan telfon dari handphone milik mommy Sarah.


" Nyonya kami sudah mengurung Naura dan seorang wanita tua seperti yang anda perintahkan, besok sebelum matahari memunculkan jati dirinya aku akan melenyapkan nyawa mereka....📞📞📞,!" Jelas seseorang di sebrang telfon sana.


Axel sangat terkejut setengah mati saat mendengar suara telfon yang menjelaskan tentang rencana Mommy Sarah untuk melenyapkan nyawa Naura.


Seketika handphone yang berada di tangan Axel jatuh ke lantai, menatap Mommy Sarah yang terbaring dengan lemah.


Mengapa mommy melakukan hal itu ?, Apa untungnya Mommy ingin membunuh Axela anaknya sendiri?, Pikir Axel , Pertanyaan yang selalu berputar dalam otaknya seperti biang lalai tiada henti.

__ADS_1


Terselubung rasa kecewa Axel kepada Mommy Sarah, ia tidak menyangka mommy Sarah melakukan hal sekejam itu. Axel selama ini sangat percaya kepada mommy Sarah namun mendengar kenyataan bahwa mommy Sarah melakukan perencanaan semua ini membuat Axel terluka.


Orang yang Axel anggap sebagai seorang bidadari cantik yang Tuhan kirimkan untuknya malah menjadi Iblis yang menginginkan kematian Naura.


" mommy mengapa kau tega melakukan hal itu ?," Gumam Axel.


...****************...


Jam terus berputar menunjukkan pukul 4 pagi, suara keheningan malam berserta suara hewan yang selalu saling bersahutan satu sama lain membuat malam itu terasa sangat sempurna.


Hawa dingin masuk ke dalam ruangan itu melewati jendela kecil hingga membuat mama Maya dan Naura merasa kedinginan.


" Ma, apa Mama tidak apa-apa?," Tanya Naura mendekat ke arah mama Maya.


" Mama tidak apa-apa sayang, kamu bagaimana?," Tanya mama Maya.


" Aku tidak apa-apa ma," balas Naura.


Sejak tadi Naura mencari benda tajam untuk menggerakkan tali yang terikat di tangannya.


" Aku harus melakukan sesuatu, malam akan segera berganti pagi jika kami belum keluar dari sini maka orang itu akan benar-benar membunuh ku dan mama ," batin Naura.


Naura berusaha mencari benda tajam dengan pencahayaan yang begitu redup mengandalkan sinar bulan yang masuk ke dalam ruangan mereka. Namun, tidak ada apapun yang Naura dapati, pandanganya begitu gelap membuat Naura tidak bisa leluasa melihat sekelilingnya.


Suara derap langkah yang memecahkan keheningan malam membuat Naura tersentak kaget menelan salivanya saat pintu ruangan mereka terbuka dengan sempurna.


" Bagaimana kabar kalian hari ini, sepertinya kematian akan segera datang untuk kalian berdua," ujar lelaki bertubuh kekar itu


" Bawa mereka keluar, kita akan menuju ke atas tebing sesuai dengan rencana nyonya Sarah untuk membunuh mereka ," pinta orang bertubuh kekar itu kepada orang yang berada di belakangnya.


" Baik tuan ,".


Naura dan mama Maya begitu terkejut saat mendengar nama mommy Sarah dia sebut oleh pria itu. Bagaimana bisa mommy Sarah melakukan hal itu pada Naura?.


" Mommy," lirih Naura.


Mama Maya dan naura segera di seret oleh beberapa perenang dan memasukannya ke dalam mobil.


Hampir memakan waktu satu jam mobil yang mereka kendarai sudah berhenti di suatu tempat yang tidak di ketahui oleh mama Maya dan Naura.


" Kita ada di mana?," Tanya mama Maya.


" Naura gak tau ma," balas Naura.

__ADS_1


Kedua preman yang tadi membuka pintu dan mengeluarkan Mama Maya dan Naura. Di sebuah tebing yang sangat jurang.


" Jika matahari sudah menunjukkan jati dirinya dorong mereka ke bawah ," perintah pria tadi sambil duduk santai di ujung bibir mobilnya. menghisap sebatang cerutu dan menghembuskan nya dengan pelan.


" Baik Bos,"


Mama Maya memeluk Naura karena tali ikatan mereka sudah di lepas.


" Mama tenang aja, Nathan pasti datang menolong kita ," ujar Naura membalas pelukan mama Maya.


Naura tidak bisa menyembunyikan rasa takutnya bibirnya yang bergetar sambil melihat para preman itu dan matahari yang kini mulai menunjukkan dirinya.


Wajah Naura dan mama Maya kini sangat kotor dan penampilan mereka terlihat sangat berantakan.


Matahari kini mulai menunjukkan jati dirinya. Sinar jingga yang begitu terang mengenai wajah Naura hingga menampakan mata coklat Naura yang terkena berkas cahaya matahari.


" Dorong gadis itu terlebih dahulu !" Ucap pria itu dengan tegas.


Kedua preman tadi mendorong mama Maya menjauh dari Naura agar mereka bisa leluasa melempar tubuh Naura dari atas tebing yang begitu terjal dan sangat jurang.


" Jangan! Aku mohon jangan menyentuh anakku! Biarkan aku saja yang kalian bunuh ," pinta mama Maya menyentuh kaki pria yang di panggil Bos tadi.


" Cih! Tapi sayang yang nyonya sangat inginkan melihat kematian gadis itu ," pria tadi mendorong mama Maya dari kakinya.


Kedua preman tadi sudah mencengkam tanah bajra dengan sangat kuat. Naura hanya bisa menutup matanya mengeluarkan beungan air yang membasahi pipinya.


Tubuh Naura sangat kemas dan bergetar dengan kuat, mengingat kematiannya sudah di ambang pintu.


" Nathan jika aku duluan meninggalkan mu! Aku hanya ingin mengatakan satu hal, aku akan tetap mencintai mu dan membawa cinta ini pergi bersama ku ,"....


"Naura!"...


N & N bersambung.....


Jangan lupa untuk :


👍 Like


💬 Komentar


❤️ Favorit


🎟️ Vote

__ADS_1


🥀 Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


__ADS_2