
Sesampainya di dalam kamar Nathan tidak merespon sama sekali dengan perkataan Naura rentang fotonya bersama Carloine, seakan Nathan sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
" jangan terlalu di pikirkan tentang foto yang di kirim oleh orang tak di kenal! aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Carloine!," jelas Nathan mengusap kepala Naura dan menciumnya dengan singkat.
" sejak tadi aku berusaha menepisnya tapi saat kau pulang malam seperti ini dan mengatakan bahwa kau bersama Carloine membuat pikiran ku berkeliaran," terang Naura.
" aku bukan hanya bersama Carloine ada Evan di sana bersama ku! Jika kau tidak mempercayainya aku akan menelfon Evan ," Nathan segera meraih ponselnya di dalam saku celananya namun Naura menahan dan tersenyum memaksa ke arah Nathan.
" aku percaya padamu!," ujar Naura.
Nathan tersenyum mencium kilas bibir Naura " aku Bersih-bersih sebentar, kamu tunggu di sini ok!," Nathan berjalan mulai membuka baju kebesaran yang ia kenakan sejak tadi.
Naura duduk di tepi ranjang melihat Nathan membuka kemeja bajunya dan menaruhnya di keranjang cucian baju kotor mereka, namun pikiran Naura melayang entah kemana.
Nathan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya sementara Naura mengusap wajahnya dengan kasar memikirkan tentang foto Nathan bersama Carloine. Memang benar apa yang di katakan Nathan cowok dalam foto itu tidak terlihat namun Naura sangat yakin itu Nathan dari gaya rambut hingga baju yang ia kenakan sangat mirip dengan suaminya.
" apakah Nathan beneran berselingkuh dengan Carloine! Ah...gak mungkin, aku tau Nathan sangat mencintai ku ," gumam Naura sambil mengusir pikiran negatifnya terhadap Nathan.
Naura segera merebahkan badannya di tempat tidur menunggu Nathan yang sedang membersihkan diri. Namun, saat bersamaan handphone Nathan bergetar yang berada tak jauh dari Naura.
Naura bangkit dan melihat notice pesan dari Carloine dalam bahasa Prancis.
" Terimakasih untuk hari ini Tuan Nathan ," Naura membaca pesan singkat Carloine kepada Nathan.
Kalimat yang sangat ambigu membuat Naura meneteskan air matanya dengan mudah. Perasaan campur aduk yang di rasakan oleh Naura. Apa yang dimaksud dengan Terimakasih oleh Carloine?, apa Nathan dan Carloine memiliki hubungan spesial?. pertanyaan yang selalu berputar di kepala Naura.
Saat Naura tenggelam dalam pikirannya, handel pintu kamar mandi bergerak menandakan Nathan telah usai bermeditasi di dalam sana. Naura dengan cepat mematikan layar ponsel Nathan dan berbaring kembali sambil menutup kedua matanya.
Nathan yang baru keluar menggosok rambutnya dengan handuk kecil sambil berjalan menuju lemari mencari baju kaos.
Selsai bergantian Nathan menuju ke ranjang untuk menyusul istrinya namun, Naura sudah terlelap dalam tidurnya walau tanpa sepengetahuan Nathan itu hanya akting Naura untuk tidur.
Nathan mengusap wajah Naura dengan lembut, mencium kening istrinya sambil terus tersenyum menatap Naura dengan penuh cinta. Namun, seketika wajah Nathan berubah sendu.
" Maafkan aku untuk kali ini !," Gumam Nathan.
Nathan berbaring di sebelah Naura, menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka. Nathan juga memeluk dari belakang tubuh Naura hingga Nathan terlelap dengan mudah ke alam mimpi.
Sementara Naura membuka matanya, genangan air mata seakan tak pernah berhenti mendengar Nathan meminta maaf seperti tadi. Apa yang di sembunyikan Nathan dari nya hingga harus meminta maaf seperti itu ?.
__ADS_1
Naura mengusap pelan pipinya yang di basahi air mata dan mencoba untuk tertidur walau sungguh berat matanya terpejam memikirkan kejadian hari ini.
" jika kau benar berselingkuh dari ku, maka aku akan iklhas menerimanya Nathan namun jika seperti itu aku yang harus pergi dari hidup mu," batin Naura.
...****************...
Pagi hari yahh cerah di kota Eiffel, berkas sinar cahaya mulai menyebar ke seluruh kota membuat semua yang gelap menjadi terang seketika.
Naura dan Nathan melakukan aktivitasnya seperti biasa. walau kehamilannya cukup tua namun Naura tidak lelah untuk mengurus Felix dan menyiapkan sarapan untuk Nathan yang tentu di bantu oleh mama Maya.
Mana Maya sejak tadi melihat wajah Naura yang sendu sedikit bingung, apa ada masalah yang terjadi antara Nathan dan Naura?, pikir mana Maya.
Mama Maya mencoba menyentuh pundak Naura yang sedang memotong Sayur hingga Naura tersentak kaget saat merasakan sentuhan mama Maya.
" ada apa sayang! mama melihat mu sejak tadi dengan wajah tengkuk seperti ini?, apa kamu ada masalah dengan Nathan ?," tanya mama Maya.
Naura dengan cepat menggelengkan kepalanya sambil tersenyum memaksa.
" Naura tidak apa-apa ma! hanya perasaan Naura sedikit lelah ," ujar Naura berbohong Naura kembali memotong sayuran hingga tak senagaja Naura memotong jarinya sendiri.
" aw," pekik Naura.
Mama Maya yang melihat hal itu, meraih tangan Naura dan membawanya di wastafel.
sementara Nathan yang baru turun dari tangga melihat Naura dan mama Maya segera menghampiri kedua wanitanya.
" ada apa ini ?," tanya Nathan saat melihat tangan Naura sudah di oleh obat.
" tangan ku terluka sedikit tapi aku tidak apa-apa," jelas Naura.
Nathan yang begitu kahwatir duduk di samping Naura melihat luka tangan Naura. ekspresi cemas seorang Nathan sangat di nikmati oleh Naura. Perasaan lega saat melihat Nathan seperti ini.
" apa kamu yakin tidak apa-apa! jika memang sakit aku akan membawa mu ke dokter ," ujar Nathan menatap Naura.
" Naura hanya terluka karena urusan pisau! jangan terlalu berlebihan, " mama Maya menepuk pelan pundak Nathan.
mama Maya yang sangat mengerti dengan wajah Naura sejak tadi memberikan ruang kepada pasangan suami istri itu.
mama Maya beranjak pergi untuk melanjutkan masakannya bersama pembantu yang lain.
__ADS_1
Sementara Nathan terus menanyakan sejak tadi keadaan Naura, sungguh pria yang tidak pernah berubah sejak dulu. Naura memeluk Nathan membuat Nathan spontan kaget.
" Aku mencintaimu Nathan, Sampai Kapan pun aku mencintaimu," ujar Naura di seka tangisannya.
Nathan yang mendengar Naura menangis melepaskan pelukannya dan mengusap pipi Naura dengan sangat pelan.
" ada apa dengan istriku! kenapa menangis hmm...?," tanya Nathan.
" aku hanya terharu saja kau memberikan perhatian seperti itu! mungkin pengaruh hamil sampai mewek seperti ini ," jelas Naura tersenyum namun air matanya seakan tak pernah berhenti untuk jatuh.
Nathan mencium sekilas bibir Naura dan mengusap wajah istrinya dengan lembut menatap mata Naura yang coklat dengan tatapan cinta.
" Ne me quitte pas.(Hatiku selalu untukmu.)" ucap Nathan mencium tangan Naura.
Naura tersenyum manis menatap wajah CVNathan yang semakin tampan. Hingga keromantisan mereka berakhir saat Felix yang baru bangun berjalan dengan langkah gemoy nya mencari keberadaan Naura.
" Bubu...," panggil Felix sambil mengusap matanya.
Nathan dan Naura tertawa melihat kelucuan Felix mencari Naura. Nathan beranjak dari duduknya menghampiri Felix dan menggendong tubuh putra kecilnya.
" anak Ayah sudah bangun ," ucap Nathan mencium pipi gembul Felix.
" yah.. bubu ana ( ayah bunda mana) ?," tanya Felix menanyakan keberadaan Naura.
Nathan membawa Felix ke arah Naura, notabenenya Felix yang begitu manja kepada Naura sambil memeluk tubuh Naura walau kini perut Naura sudah sangat membesar.
Felix juga tak lupa mengusap perut sang bunda dan mengoceh tidak jelas, mungkin saat ini Felix sedang berbicara kepada si kembar.
N & N bersambung....
jangan lupa untuk:
👍 like
💬 komen
❤️ favorit
🎟️ vote
__ADS_1
🥀,☕ berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini
jangan lupa berikan penilaian bintang di karya author bagian cover depan 🥰🥰 Bisa membantu author dalam semangat menulis lagi 😊😊