Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 43


__ADS_3

Dokter Ilham memeriksa Naura dengan teliti sementara Nathan selalu setia berada di samping Naura menggenggam tangan istrinya dengan sangat erat.


" Kondisi istri mu hanya sedikit lemas ," jelas dokter Ilham.


" Lemas bagaimana tadi pagi dia sarapan sangat banyak bagaimana mungkin dia bisa lemas ," protes Nathan dengan diagnosa dari dokter Ilham.


" Bukan faktor itu yang membuat dia lemas Nathan," ucap dokter Ilham dengan tersenyum.


" Maksud dokter ,?" Tanya Nathan yang kebingungan untuk menafsirkan perkataan dokter Ilham.


" Aku akan menjelaskan kepada mu setelah Naura sadar," ucap dokter Ilham kemudian duduk di bangku kebesarannya sambil menelfon seseorang.


Nathan kembali fokus kepada Naura yang belum tersadar dari pingsannya hingga gerakan tangan Naura di rasakan Nathan.


Naura membuka matanya secara perlahan melihat Nathan yang ada di depannya sambil mencium kening Naura.


" Alhamdulillah sayang, kamu udah sadar ," girang Nathan sambil mencium tangan dan kening Naura.


" Aku ada dimana ,? " Tanya Naura pelan menatap Nathan.


" Kamu ada di rumah sakit, tadi saat di sekolah kamu tiba-tiba saja pingsan ," terang Nathan mengusap kepala Naura.


" Hai Naura kamu sudah siuman ," sapa dokter Ilham mendekat ke arah Naura.


" Hallo dokter," balas Naura tersenyum simpul.


" Kalau begitu Nathan aku ingin kamu dan istri mu mengikuti ku ke seutau tempat ," pinta dokter Ilham membuat Nathan dan Naura saling menatap bingung.


" Kita mau kemana dokter ,?" Tanya Naura.


" Kita ke ruangan OBYGN aku sudah berbicara dengan dokter Kelly di sana ," balas dokter Ilham sambil menelfon salah satu perawatannya membawakan kursi roda untuk Naura.


" OBYGN....! Apakah Naura mengalami penyakit yang berbahaya ," tanya Nathan serius membuat dokter Ilham tertawa dengan pertanyaan yang di lontarkan Nathan.


" Yah sangat parah dan penyakit ini juga di sebabkan oleh mu Nathan," terang dokter Ilham, Nathan yang mendengar hal itu menatap Naura dengan wajah takut dan bersalah yang dilukiskan di wajahnya.


Perawat masuk ke dalam ruangan dokter Ilham dan menyerahkan kursi roda kepada Naura, Nathan membantu Naura untuk bangun dan duduk di kursi roda.


", Apa benar-benar semua karena ku, tapi penyakit apa yang sebenernya di derita Naura ," batin Nathan menatap Naura dengan perasaan kahwatir.


Saat mereka sudah keluar ruangan kursi roda Naura di dorong oleh Nathan membuat Axel, Nisa dan Adnan yang melihat mereka ke luar dari ruangan langsung menghampiri pasangan suami istri itu.


" Bagaimana dengan keadaan Naura ,?" Tanya Axel membuat Nathan memasang wajah sendu.

__ADS_1


" Kata dokter Ilham Naura mengalami penyakit yang serius dan penyebabnya karena ku ," jelas Nathan membuat Nisa Axel dan Adnan berpikir sambil berjalan mengikuti langkah dokter Ilham.


" Kita akan di bawah kemana oleh dokter Ilham ,?" Tanya Adnan.


" Katanya ke ruangan OBYGN," sahut Naura membuat Nisa menghentikan langkahnya dan menatap Naura dan Nathan secara bersamaan.


" Apa dokter Ilham mengatakan hal itu kepada kalian berdua ,?" Tanya Nisa serius dengan ekspresi yang menengang di wajahnya.


" Iya," balas Naura.


" Apa kau mengetahui sesuatu," sambung Naura memandang ke arah Nisa.


Nisa menatap Nathan dan Naura secara bergantian, namun ada senyum ejek yang tersudutkan di bibir Nisa membuat Nathan yang menyadari itu menatap tajam ke arah Nisa.


" Kenapa kau seakan tersenyum ejek kepada Naura, apa kau bahagia melihat Naura sakit seperti ini ," geram Nathan menatap ke arah Nisa.


" Aku hanya tidak habis pikir oleh si peringkat satu di sekolah kita tidak, bisa mengetahui apa yang di maksud dokter Ilham ," ledek Nisa.


" Apa maksud perkataan mu ," timpal Nathan menatap Nisa.


" Aku ingin bertanya kepada Naura, kapan terkahir kau Haid ,?" Tanya Nisa menatap ke arah Naura.


" Aku terkahir Haid sekitar tanggal berapa ya ," ucap Naura bingung ia meminta ponsel Nathan untuk mengecek tanggal haid nya kemarin.


" Bagaimana Naura apa aku mengerti," ucap Nisa membuat Naura menganggukkan kepalanya sementara tiga lelaki ini hanya saling menatap bingung dengan arah perbincangan Nisa dan Naura.


" Hei kalian cepatlah jalan ," panggil dokter Ilham yang baru sadar bahwa mereka sudah tidak mengekor padanya.


" Iya ,," balas Nathan mereka pun berjalan mengikuti dokter Ilham.


senyum di wajah Naura seakan tak usai, ia memegangi perutnya yang masih rata.


" Apa benar yang aku pikirkan ini," batin Naura.


Sesampainya di ruangan OBYGN hanya Naura dan Nathan yang boleh masuk.


Dokter Kelly meminta Naura untuk berbaring setelah mendengar kondisi Naura dari penjelasan dokter Ilham.


Naura segera berbaring saat dokter Kelly menyuruhnya dengan bantuan Nathan namun saat dokter Kelly ingin memeriksa perut Naura Nathan menahan tangan dokter Kelly dan menatap dokter Ilham dengan tajam.


" Sepertinya pak dokter harus keluar ," tegas Nathan menatap dokter Ilham.


" Aku dokter di sini dan sudah biasa untukku melihat hal seperti itu ," ucap dokter Ilham santai.

__ADS_1


" Aku hanya tidak ingin istri ku di lihat oleh lelaki lain ," balas Nathan sinis membuat dokter Ilham terpaksa keluar dari pada harus berdebat dengan pemilik rumah sakit ini.


" Baiklah Nathan kau bisa berdiri di samping kiri Naura, sambil mendengarkan penjelasan ku dengan baik ," terang dokter Kelly dengan lembut sambil menatap kedua pasiennya secara bergantian.


Nathan masih berpikir bahwa istrinya menderita penyakit, sementara Naura sudah tersenyum dan bersiap mendengarkan penjelasan dokter Kelly.


Dokter Kelly membuka baju Naura setengah dan menaruh sebuah jelly ke perut Naura sambil mengolesnya dengan rata, setelah itu ia menaruh sebuah alat yang langsung tersambung dengan layar besar di hadapan mereka membuat Nathan bingung melihat gambar di sana.


" Apa kalian lihat gambar di ini ,?" Tanya dokter Kelly menunjuk ke layar monitor namun Nathan mengerutkan keningnya menatap layar monitor itu.


" Aku tidak mengerti dengan gambar itu bisa dokter menjelaskannya," balas Nathan.


" Ini namanya kantong janin sudah sangat nampak dan ukuran janin kalian dari pucuk kepala hingga bokong sudah mencapai 2-5 milimeter atau sekira sebesar biji kacang," jelas dokter Kelly memandang ke arah Nathan dan Naura.


" janin, jadi istri ku pingsan bukan karena penyakit,?" tanya Nathan.


Naura menatap Nathan sambil tertawa kecil karena suami cerdasnya ini sangat lambat memahami pasal seorang wanita.


Dokter Kelly yang mendengar pertanyaan Nathan hanya bisa terbangun melihat kepolosan Nathan yang benar-benar tidak tau bahwa Naura sedang hamil.


" Apa yang kamu bicarakan, istri mu sedang hamil mengandung anak mu di dalam sini ," jelas dokter Kelly membuat Nathan tertegun mencerna dengan baik perkataan dokter Kelly.


" kandungan Naura sudah memasuki 6 Minggu, selamat ya ," sambung dokter Melly.


Nathan menatap Naura yang sudah menyambutnya dengan senyum yang sangat berseri-seri.


" Hamil, anak kita ," ucap Nathan dengan bibir yang bergetar menatap Naura menahan air mata yang sudah penuh di pelupuk matanya.


" anak kita ," balas Naura memeluk Nathan dengan erat.


bersambung....


jangan lupa untuk:


πŸ‘like


πŸ’¬ komentar


❀️ favorit


🎟️ vote


πŸ₯€ berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini

__ADS_1


__ADS_2