Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 63


__ADS_3

Nathan mengajak istrinya untuk pergi ke kantin kampus mereka dan menenangkan istrinya di sana.


langkah Nathan diikuti oleh Axel, Adnan dan Theo dan juga Nisa berserta teman-temannya.


Axel memesan beberapa cemilan dan minuman dingin untuk Naura yang sedang duduk dan memeluk Nathan dengan kuat.


" tidak apa, kamu belum gagal menjadi seorang dokter psikolog kamu tidak tau tentang kondisi Leona ," ucap Nathan berusaha menenangkan Naura.


" aku gagal Nathan ," lirih Naura.


" tidak sayang, kamu belum gagal, " balas Nathan dengan lembut.


" kamu belum gagal Naura percaya ," timpal Sonya yang sekelas dengan Naura, membuat Naura mendongak wajahnya menatap Sonya.


" anggap ini jadi sebuah pelajaran untuk kita supaya kedepan ada pasien seperti Leona kita sudah tau dan segera membantunya bukan begitu," jelas Sonya membuat Naura sedikit lebih tenang.


Axel dan Adnan bersama Theo datang membawa makanan untuk semua gengnya, namun alangkah terkejutnya Dewi lihat Theo yang sejak tadi mereka sama-sama belum menyadari karena asik melihat perkelahian Leona dan Naura.


" Abang ," ujar Dewi menatap Theo.


" Dewi kenapa kami ada di sini ,?" tanya Theo, yah bisa di bilang pertanyaan konyol apa adik Kaka ini tidak saling menyadari sejak tadi.


" yah aku sama Naura teman aku lah ," jawab Dewi membuat mereka semua menatap ke arah Dewi dan Theo.


" jadi kalian Ade Kaka dan ini Kaka Lo yang sering Lo ceritain," ucap Nisa .


" dunia begitu sempit, ternyata," ujar Sonya sambil tersenyum.


" jadi kapan nih makanan di cuekin sudah ada loh di depan mata malah di kacangin kaya gini ," ujar Adnan membuat mereka semua tertawa mendengar ucapan Adnan.


" Bebeb," panggil Nisa melebarkan tangannya membuat Adnan berlari memeluk Nisa namun saat sudah dekat Adnan Nisa malah menunduk membuat Adnan hanya memeluk angin.


" tuh makan angin ," ucap Axel membuat mereka tertawa dan Nisa ikut tertawa mengerjai pacarnya.


" tega banget kami beb ," ujar Adnan membuat Nisa mendekat dan memeluk Adnan dengan erat.


" maaf ," ucap Nisa membuat Adnan tersenyum dan membalas pelukan Nisa.


" aduh kasihan banget kita dua nih yang jomblo ," ucap Theo membuat Axel langsung menjauh.


" Lo aja yang jomblo, gua mah ada ," ujar Axel membuat Axel di tatap oleh Naura.

__ADS_1


" siapa kak, kenapa Naura tidak tau ,?" tanya Naura menatap Axel dengan tajam.


" hehehehe, sebenarnya pacar Kaka tuh," jelas Axel sambil menunjuk ke arah Dewi membuat Theo menatap sang adik malu kucing.


" Lo pacaran sama adik gua ," ucap Theo langsung memukul kepala Axel.


" gua gak ridho, dan lagian kamu Dewi ngapain pacaran sama aki-aki satu ini ," decak Theo namun ia malah di tatap oleh Dewi.


" kenapa sih kalau Kaka yang jomblo sendiri jangan ajak-ajak aku," cetus Dewi mendekat ke arah Alex dan menggandeng tangannya.


" kenapa Lo gak beri tahu gue kalo lo pacaran sama kak Axel ," ucap Naura membuat Dewi tersenyum dan menatap Axel.


" maaf kan Kaka, Kaka yang minta untuk menyembunyikannya dulu ," balas Axel namun membuat tersenyum bersyukur kalau Kakanya sekarang tidak lagi jomblo.


" kebetulan nih Axel sama Dewi, Nathan dan Naura, Nisa dan Adnan, terus maj enggak Sonya sama Abang Theo ,?" tanya Theo sambil mengedipkan matanya membuat Sonya menatap jijik.


" idih, gak mau lagian aku sudah pacar ," ucap Sonya.


" wah memang Lo jomblo fisabilillah, langsung di tolak mentah-mentah," ucap Axel memukul bahu Theo yang sudah pupus harapan.


mereka semu pun duduk sambil mengobrol dengan seri dan hal yang random membuat mereka tertawa dan bercanda membuat Nathan sedikit tenang melihat Naura yang tersenyum .


...****************...


Leona juga sudah tak terlihat di kampus entah apa yang terjadi padanya namun saat Adnan menanyakan tentang Leona kepada Laura, Laura hanya menjelaskan bahwa orangtuanya membawa Leona ke luar negeri untuk mengobati penyakit mental Leona.


sementara Naura yang tidak yang ada mata kuliah memilih bersemayam di rumah mama Maya sambil menemani mama Maya menonton siaran ikan terbang.


Naura tertawa melihat tingkah mama Maya selalu saja kes saat mama Maya menonton siaran azab untuk suami yang selalu dengan mudah mengucapkan talak.


setelah menemani mama Maya menonton Naura meminta izin untuk naik ke kamar beristirahat sambil melangkah dengan pelan entah mengapa beberapa hari ini perut Naura sedikit mules.


Naura dengan pelan menaiki tangga dan masuk ke dan kamar Nathan ia merebahkan badannya di tempat tidur dan dengan pelan Naura memejamkan matanya dan tertidur hingga ke nirwana mimpi yang indah.


hampir 2 jam Naura tertidur dan mengerjapkan matanya dengan pelan melihat Nathan sudah tertidur di hadapannya sambil memeluk Naura dengan erat.


Naura menatap wajah Nathan yang semakin tampan dengan beberapa bulu halus yang mulai tumbuh di bagian dagu dan bawah hidung Nathan.


Naura mencoba menyentuh bulu kecil-kecil di bagian dagu Nathan begitu geli dan tertawa kecil agar Nathan tidak terbangun karena ulah Naura.


" kamu semakin tua semakin tampan," kata Naura dengan lemas namun ampuh membuat Nathan membuka matanya menatap Naura.

__ADS_1


" dan kamu semakin tua semakin cantik membuat ku tak bisa menahan jika kau menyentuh semua bagian tubuhku," ujar Nathan menarik Naura semakin dekat dengannya dan memeluk Naura begitu erat walau kini perut Naura yang menjadi pembatas.


" aku sudah tidak bisa terlalu memeluk mu gara-gara si kecil ini ," ucap Nathan sambil mengusap perut Naura membuat Naura sedikit terkejut menatap wajah Nathan.


" sayang, dia menendang," ucap Naura dengan bahagia merasakan tendangan pertama sang buah hati saat Nathan menyentuh perut Naura.


" apa, sungguh coba aku menyentuh perut mu lagi ," Nathan mencoba menyentuh perut Naura namun tidak ada respon dari bayi membuat Nathan bingung.


" coba deh kamu nyanyikan atau lantunkan surah pendek mungkin dia bisa gerak ,"saran Naura membuat Nathan mencoba membacakan surah pendek yang ia hafal membuat Nathan begitu kaget saat mendapatkan respon dari sang anak tendangan yang belum terlalu keras namun Nathan dapat merasakan sentuhan kaki kecil anak mereka di permukaan kulit perut Naura.


Nathan pun kembali membaca ayat pendek membuat Naura yang mendengar lantunan ayat Nathan sangat indah dengan suara khas bas milik Nathan.


", semoga kamu jadi anak yang Soleh dan Solehah, jadi anak yang berbakti kepada orang tua, ikuti sifat bunda yang penyayang," tutur Nathan berbicara pada bayi yang masih di perut Naura.


" kasi tau juga anak kita enggak boleh seperti ayahnya yahh dingin seperti manusia kutub ," cetus Sanaya sambil tertawa kecil membuat Nathan sedikit kesal dengan ejekan sang istri.


" hahahaha, baiklah jadilah anak yang pintar seperti ayah jangan kaya bunda ," jelas Naura membuat Nathan mencium sekilas bibir Naura dan perut Naura.


" kalian berdua harta berharga bagi ku," ucap Nathan memeluk perut Naura, Naura hanya tersenyum melihat Nathan yang berbicara kembali dengan anaknya entah apa yang di bicarakan namun ampuh membuat Naura tertawa mendengar ocehan Nathan yang sangat lucu.


" terimakasih Tuhan sudah memberikan kebahagiaan kepada keluarga kecil kami ," batin Naura.


N & N bersambung....


jangan lupa untuk :


👍 like


💬 komentar


❤️ favorit


🎟️ vote


🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


catatan :



__ADS_1


yuk kak langsung cek di karya author army ceritanya tidak kalah menarik loh bisa menguras air emosi apalagi, yuk langsung cek ke ceritanya sambil menunggu author up kan 🤭🤭🤭 nih aku rekomendasi untuk kalian 😁😁😁


salam manis dari author lope ..lope...untuk para pembaca setia 🤧🤧🥰🥰🥰😍😍


__ADS_2