Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 99


__ADS_3

Natha begitu sangat terkejut saat melihat aliran darah mengalir begitu saja membahasi baju Naura.


Wajah Naura kini sudah sangat pucat, wanita itu setia menggenggam tangan Nathan sambil menahan rasa sakit yang begitu dahsyat.


Cucuran keringat yang terjatuh dari pelipisnya tiada henti, Nathan dengan cepat membantu Naura segera keluar dari kamar.


Nathan sambil menelfon dokter Erlina yang memberikan arahan kepada Nathan dan segera membawa Naura ke rumah sakit.


Axel yang yang baru keluar dari kamar Felix melihat Naura yang sudah kesakitan. Baju Naura sudah di hiasi dengan warna darah yang mengalir dari keintimannya.


" apa yang terjadi Nathan ?," Axel berjalan ke arah Nathan yang sudah kewalahan menompang tubuh Naura.


" kata dokter Elaine, kita harus segera membawa Naura ke rumah sakit!," jelas Nathan.


Nathan dan Axel memompang tubuh Naura dan segera membawa masuk Naura ke dalam mobil.


Nathan menitip rumah dan Felix kepada Axel. Dengan kecepatan tinggi Nathan menyelusuri jalanan kita Paris, sesekali Nathan mengusap kepala Naura untuk menyemangati istrinya.


" Na- Nathan sakit!," ringis Naura sambil menggenggam tangan Nathan dengan erat.


Nathan mengecup tangan Naura dan berkata " jangan menyerah sayang! aku yakin kamu kuat ," ujar Nathan menyemangati sang istri.


Hampir memakan waktu 30 menit Nathan dan Naura telah sampai di rumah sakit. Mereka sudah di sambut dengan para perawat yang sudah menunggu kedatangan Nathan.


Naura segera di baringkan di Stretch, para perawat mendorong Naura masuk ke dalam. Nathan selalu setia menggenggam tangan dan menyemangati istrinya.


Sampai di dalam ruangan dokter Erlina mengambil ahli mengecek kondisi Naura dan bayi nya. Dokter Erlina menatap wajah Nathan dengan sendu.


" kita harus melakukan operasi Nathan!, Saat ini kondisi Naura sangat kritis dan-," Dokter Erlina tidak menyelesaikan kalimatnya, rasanya begitu berat saat harus mengatakan bahwa hanya salah satu di antara mereka harus di selamatkan.


" Katakanlah dokter Erlina," pinta Nathan.


Natha menggenggam tangan Naura dengan kuat, lelaki itu seakan udah siap dengan kenyataan yang akan di sampaikan dokter Erlina kepadanya.


" maafkan aku Nathan, aku harus membuat mu pilihan!, karena keadaan Naura yang begitu kritis, kamu hanya bisa menyelamatkan satu!, istri atau anak mu yang akan kau pilih untuk kami selamatkan," terang dokter Elina.


Mendengar pernyataan dokter Erlina membuat Nathan begitu kaget, Nathan menutup matanya. degup jantungnya begitu kencang saat menerima kenyataan bahwa dirinya harus kehilangan anaknya atau istrinya semua tergantung atas pilihannya.

__ADS_1


" Apakah tidak ada jalan lain dokter!, kenapa kalian membuat pilihan yang begitu sulit untukku," ujar Nathan menatap dokter Elina dengan wajah sendu.


" Nathan !," seru Naura memanggil nama Nathan, cucuran keringat membasahi pelipis Naura. wajah yang begitu pucat menghiasi wajah cantik Nathan.


Naura mengembangkan senyumnya walau saat ini wanita itu harus menahan rasa sakit, sudut matanya mengeluarkan air mata saat menatap Nathan, Naura mengisyaratkan kepada Nathan untuk memilih menyelamatkan anak mereka .


Nathan mendekat wajahnya ke arah Naura, menyatukan kening mereka hingga hembusan nafas mereka bisa Mereka rasakan satu sama lain.


" aku akan tetap menyelamatkan kalian berdua, aku sangat menyayangi mu dan juga anak kita!, aku mencintaimu Naura ," bisik Nathan mencium sekilas bibir Naura dengan lembut.


Nathan segera kembali ke posisi menghadap ke arah dokter Elina.


" selamatkan Naura untukku dokter Elina dan aku berharap kalian juga bisa menyelamatkan anakku ," tegas Nathan.


Dokter Elina mengangguk pelan, para perawat mendorong Naura segera masuk ke dalam ruangan operasi. Genggaman tangan Nathan yang begitu erat terlepas saat Naura masuk ke dalam ruangan.


Nathan berdiri menatap pintu operasi yang tertutup dengan begitu rapat, tidak ada celah untuk Nathan memandang ke arah dalam sana melihat kondisi istrinya yang sedang berjuang.


Tidak ada kalimat atau kata yang terlontar dari mulut Nathan. Namun, mata Nathan tidak bisa berbohong bahwa dirinya saya ini benar-benar sangat sedih, rasanya Nathan ingin berteriak kepada Tuhan.


'Mengapa Tuhan begitu kejam pada ku, hingga harus mengalami rasa untuk kedua kalinya kehilangan sosok anak yang sangat aku nantikan! ' pikir Nathan dalam benaknya.


Mama Maya dan papa Darwin memberikan Nathan semangat kepada anak mereka. sementara teman-teman yang lain berada di belakang posisi Nathan, meraka tidak berani melontarkan pernyataan kepada Nathan saat ini.


Tidak menunggu berapa lama kemudian, dokter Elina keluar memakai baju hijau di balik pintu itu, dokter Elina membuka maskernya menatap wajah Nathan dan keluarga yang lainnya dengan wajah tersenyum.


" Alhamdulillah keadaan Naura saat ini sangat baik, wanita itu begitu kuat hingga bisa melewati masa kritisnya!, kami akan memindahkan Naura ke ruangan perawatan," jelas dokter Erlina.


Begitu lengah, kira-kira kata seperti itu yang bisa di gambarkan atau di rasakan saat ini, Naura mengusap wajahnya saat mendengar Naura baik-baik saja.


Hampir satu menit keheningan terjadi, membuat dokter Erlina bingung?, apa mereka tidak ada yang menanyakan soal bayi Naura dan Nathan?. pikir dokter Elina.


mama Maya dan teman-teman Nathan tidak ada yang berani menanyakan keadaan anak Naura, karena neraka udah tau dari wajah ekpresi Nathan sepertinya anak mereka saat ini sedang berada dakan keadaan tidak baik-baik saja.


" apa kalian tidak ingi menanyakan kabar di kembar ?," tanya dokter Elina yang memecahkan keheningan yang terjadi.


mendegra Pertanyaan dokter Elina, Nathan menatap wajah dokter Elina dokter Elina membalas menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.

__ADS_1


" suatu keajaiban Nathan, anak mu dan istrimu semua dalam keadaan baik-baik saja ," terang dokter Erlina.


sungguh kabar yang sangat tidak terduga, mama Maya memeluk papa Darwin menumpahkan tangisan di pelukan suaminya itu. sementara Nathan bersujud syukur atas keajaiban yang Tuan berikan kepadanya.


" ya Allah terimakasih atas keajaiban yang kau berikan ke pada istri dan anak ku," gumam Nathan.


Nathan segera berdiri dan bersemangat ingin melihat anak kembarnya yang sudah lama bersemayam di dalam perut Naura.


" tunggulah sebentar Nathan, bayi mu sedang kami bersihkan dan akan segera kami bawa ke ruangan perawatan bersama ibunya," terang dokter Elina.


Setelah menunggu beberapa menit kemudian, Naura dan bayinya sudah berada di dalam ruangan perawatan jelas VVIP.


Nathan tersenyum bahagia melihat wajah anakannya yang begitu enak tidur, kulit putih bersih sangat mengikuti kulit Naura namun wajah mereka sangat Persis Nathan, hidung hingga mata dan bibirnya begitu mirip Nathan.


Anak mereka bagaikan mesin fotocopy mencetak wajah Nathan yang begitu persis. Bayi kembar dengan jenis kelamin yang sama membuat mereka kembar identik.


Nathan mendekat ke arah Naura yang masih terbaring lemah, sungguh perjuangan Naura yang sangat Nathan apresiasi dan sangat berterimakasih karena telah selamat dan Kembali ke dalam dekapannya.


" Terimakasih sudah berjuang bunda twins," gumam Nathan mencium kening Naura dengan sangat lembut..


N & N bersambung...


jangan lupa untuk:


👍 like


💬 komen


❤️ favorit


🎟️ vote


🥀,☕ berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


catatan:


wah author baru nongol ini 😅😅😅 maafkan ya author

__ADS_1


author baru bisa update karena kesibukan dunia real sangat kasar hingga author sempat jatuh sakit juga 😁🤧🤧


mohon dukungannya untuk novel Nathan & Naura ya 🥰🥰 salam sayang author untuk pembaca setia yang menunggu Nathan & Naura update 🤧🤧


__ADS_2