Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 68


__ADS_3

Mendengar kabarnya Naura hilang membuat Daddy Reno dan papa Darwin langsung bergegas mengubungi semua penjuru kota untuk melacak Naura, mereka menyebarkan foto Naura dan menampilkannya di berbagai media siaran TV dan media sosial.


namun semua itu tak membuahkan hasil sama sekali, jejak Naura benar-benar hilang bak di telan bumi, Riko teman Nathan yang juga membantu Nathan tidak mendapatkan petunjuk apapun.


camera pengaman CCTV di almamater hijau hanya menampakan wajah Naura dan wanita yang mengajak Naura ke ruangan pak Arzan setelahnya menghilang karena gedung yang di lewati mereka tidak di pasangkan kamera pengaman membuat mereka kehilangan jejak.


membuat Nathan benar-benar frustasi, ia bingung ingin mencari Naura di mana lagi, Nathan selalu memegang jantungnya yang sudah mulai pelan untuk berdetak membuat Nathan sedikit takut, apakah Naura baik-baik saja,? apakah Naura sendiri di tempat yang begitu gelap? dan masih banyak lagi pertanyaan di pikiran Nathan.


wanita yang ada di CCTV bersama Naura sudah di lacak namun naasnya ia malah mati di bunuh dengan mayat yang di temukan di sungai, padahal belum 24 jam Naura menghilang sudah ada korban yang mati, apa sekejam itu penculik Naura, mereka benar-benar selangkah di depan sangat unggul membuat team Nathan kewalahan mencari keberadaan Naura.


" apakah team mu sangat tidak becus Riko, mencari istri ku saja kau tidak bisa lakukan ," geram Nathan ia benar-benar sudah hilang akal memarahi Riko, membuat Riko hanya mengendus nafasnya dengan panjang, ia sangat tau perasaan Nathan saat ini.


Riko mengulang dan team nya berusaha mencari keberadaan Naura dengan mayat yang mereka temui di anak sungai, kemungkinan dengan jasad wanita itu mereka bisa menemukan secercah cahaya harapan untuk menemukan Naura.


" sabarlah Nathan, kita pasti akan menemukan Naura ," ucap Sonya yang menemani Nathan atas permintaan Axel, namun Nathan sama sekali tidak mudah untuk di tenangkan oleh orang lain kecuali Naura.


sementara Axel tiada henti mencari Naura dengan mobilnya, setiap sudut kota metropolitan ia datangan bersama dengan Adnan, Dewi, Nisa dan Theo, mereka mencari keberadaan Naura namun tetap saja ia tidak menemukan hasil apapun.


" sebenarnya di mana kamu Axela," gumam Axel mengusap wajahnya dengan kasar.


*****


Daddy Reno yang datang ke tempat Riko dan Nathan langsung menarik Nathan dan melayangkan tinju ke arah wajah Nathan.


" aku memercayai mu menjaga anakku, kenapa kau tidak bisa menjaganya," wajah Daddy Reno sekarang benar-benar sudah sangat merah, ia harus kehilangan putrinya untuk kedua kalinya.


Nathan yang mendapatkan Bogeman dari Daddy Reno hanya mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah, ia tidak marah ataupun membalas pukulan Daddy Reno karena apa yang Daddy Reno katakan sangat benar, Nathan sudah gagal untuk menjaga Naura.


" maaf ," lirih Nathan membuat Daddy Reno memegang kerak baju Nathan dengan Kuat, Nathan bisa melihat jelas mata Daddy Reno yang sudah sangat merah dan sembab.


" jika terjadi apa-apa dengan Axela dan cucu ku maka kau akan mati di tangan ku Nathan ," geram Deddy Reno namun untungnya saat itu papa Darwin datang menenangkan Daddy Reno yang sudah sangat naik pitam.


mereka semua terdiam dan melihat kinerja Riko dan teamnya yang sejak tadi berusaha mencari Naura walau berbagai keributan menganggu ketenangan mereka.


tidak lama dokter Ilham datang yang bertugas untuk memeriksa jasad wanita yang bersama Naura untuk terkahir kalinya.


" apa kau menemukan sesuatu ilham ,?" tanya papa Darwin.


" aku menemukan sesuatu yang sangat berharga," ucap dokter Ilham dengan semangat membuat semua penasaran dan menatap dokter Ilham dengan lekat.


" katakan apa itu dokter Ilham ," imbuh Nathan dengan penuh harap bahwa kabar yang di sampaikan dokter Ilham benar-benar akan menemukan Naura.

__ADS_1


" aku menemukan beberapa rambut yang terdapat di tubuh mayat wanita itu dan mungkin ini pemilik orang yang membunuh dan menculik Naura," terang dokter Ilham.


" apa benar Ilham, kalau seperti itu apa kalian sudah mengetahui siapa pemilik rambut itu ,?" tanya Daddy Reno.


" kami masih sementara melacaknya butuh waktu sekitar 24 jam untuk menganalisis hal itu ," jawab dokter Ilham membuat Daddy Reno mengusap wajahnya.


" apa harus selama itu," ucap Daddy Reno langsung duduk dan menenggelamkan wajahnya di kedua telapak tangannya.


" aku mendapatkannya," pekik Riko yang berhasil mengidentifikasi handphone Nathan saat Naura handphone Naura mengirimkan pesan singkat kepadanya.


" apa benar Riko ," ucap Nathan menatap layar komputer milik Riko yang sedang memproses untuk menampilkan orang itu.


mereka semua menatap ke arah komputer milik Riko dengan sangat penasaran ingin melihat wajah orang yang berani menculik Naura.


Proses Sukses.....✓


semua orang di sana begitu kaget saat melihat wajah yang sangat tidak asing, setiap saat ada bersama Naura dan teman Naura sejak SMA membuat Nathan menatap tidak percaya.


" Nisa!" lirih Nathan.


namun saat bersamaan Riko memegang dada Nathan memberikan sebuah kode tangan yang hanya Nathan mengetahui itu, Nathan melirik ke arah Riko membuat Riko menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


*****


" apakah kamu serius Nathan ,?" tanya Axel.


" aku sangat serius Axel...📞📞 ," balas Nathan di sebrang telfon sana.


Nisa dan Adnan yang datang menghampiri Axel, membuat Axel mendekat ke arah Nisa dengan rahang yang sudah sangat mengeras menatap Nisa dengan sangat tajam membuat Adnan mendorong tubuh Axel menjauh dari Nisa.


" kenapa kau mantap Nisa seperti itu ,?" tanya Adnan.


namun Axel yang tidak menggubris Adnan, ia malah mendorong tubuh Adnan menjauh dari Nisa.


" Dimana Axela Sekarang,?" bentak Axel membuat Nisa kaget saat mendapatkan pertanyaan Axel.


" apa yang kau maksud menanyakan ku tentang keberadaan Naura?" tanya Nisa dengan bibir gemetar entah mengapa saat ini Nisa takut melihat tatapan yang sangat mengerikan dari Axel.


" jangan berbohong dan menutupi kebusukan mu di hadapan semua orang dengan wajah lugu mu ," pekik Axel membuat Adnan langsung mendorong tubuh Axel.


" apa yang kau bicarakan sebenarnya Axel! kita semua juga mengkhawatirkan Naura," decak Adnan menatap Axel.

__ADS_1


" cih...! jangan mencoba melindungi ular yang berkepala dua itu Adnan, dia bisa saja memakai wajah lugunya untuk mengelabuhi kita semua," ucap Axel dengan sinis menatap Nisa.


sementara Dewi dan Theo yang baru datang melihat perdebatan Axel dan Adnan membuat mereka bingung apa yang sedang terjadi.


Nisa mendorongnya tubuh Adnan dan menatap wajah Axel dengan mata yang sudah penuh dengan genangan air mata.


" apa kak Axel mencurigai ku menculik Naura, ? " tanya Nisa.


" aku bukan mencurigai mu, hanya semua bukti mengarah kepada mu, Nathan menelfon ku dan mengatakan semuanya," marah Axel menatap ke arah Nisa namun Nisa yang mendengar ucapan Axel langsung menitihkan air matanya.


" apa untungnya aku menculik Naura,? apa kak Axel bisa menjawab pertanyaan ku!, apa untungnya aku menculik Naura,?" pekik Nisa yang dengan matanya yang sudah merah dan pipinya yang sudah di basahi air mata.


pertanyaan Nisa membuat Axel terdiam dan berpikir, jika memang Nisa menculik Naura apa yang ia dapatkan, Nisa selama ini bersama dengan Naura, jika memang ia ingin melukai Naura kenapa tidak dari dulu Nisa melakukannya.


Axel mengusap wajahnya dengan kasar, berbalik dan meninju dinding sebuah rumah yang sudah tidak di tinggali lagi dengan kuat.


Nisa yang sudah menangis di pelukan Adnan, dan menumpahkan semua tangisannya saat dirinya di sudut kan sebagai penculik Naura.


" sial...sial...sial...," pekik Axel mengepal kedua tangannya, saat ini rasanya Axel ingin memukul wajah orang yang menculik Naura.


*****


Di tempat lain atau di kampus almamater hijau seseorang lelaki sedang menelfon dengan diam-diam membicarakan sesuatu hal yang sangat serius.


" Apa kamu yang melakukannya semuanya,?" tanya lelaki itu dengan seorang wanita di sebrang telfon sana.


" yah kenapa, lebih baik kamu tidak usah mengikut campur urusan ku, kalau kamu masih sangat menyayangi keluarga mu Reza dan ingat aku selalu mengawasi mu dengan orang-orang yang aku suruh untuk memantau mu dari jauh ....📞📞," balas seorang wanita membuat Reza geram mengepalkan tangannya.


wanita itu mematikan sambungan telfon Reza membuat Reza sangat marah, ia tidak bisa melakukan hal apapun, wanita itu benar-benar mengancam Reza dengan menggunakan keluarganya.


" apa yang harus aku lakukan untuk membantu Nathan ," gumam Reza mengusap wajahnya dengan kasar.


N & N bersambung....


jangan lupa untuk:


👍 like


💬 komentar


❤️ favorit

__ADS_1


🎟️ vote


🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


__ADS_2