Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 47


__ADS_3

" muka Lo dengan Naura benar-benar mirip ...!" ucap Nathan.


" maka dari itu gua bingung, apakah Naura benar-benar adik gua yang meninggal 13 tahun yang lalu ," lirih Axel dengan wajah sendu.


" apa Lo masih mengharapkan adik Lo hidup, Lo tau sendiri 13 tahun yang lalu bus yang di tumpangi adik Lo jatuh ke dalam jurang dan tidak ada penumpang satu pun yang selamat ," ucap Nathan membuat Axel menitihkan air matanya jika mengingat kejadian 13 tahun yang lalu, ia benar-benar sangat sedih karena kehilangan saudara kembarnya yang sangat Axel sayangi.


" apa salah gua berharap jika dia masih hidup, " lirih Axel membuat Nathan terdiam


" kalau memang dia adik mu yang hilang 13 tahun yang lalu, bagaimana kalau ibu mengambil foto Naura saat kecil agar kamu bisa memastikannya," tawar Bu Silla membuat Axel menganggukkan kepalanya dengan cepat.


Kepergian Bu Silla mengambil foto Naura membuat ketiga pria itu tidak membuka suara atau pun berbicara mereka benar-benar tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.


tidak lama kemudian Bu Silla datang dengan membawa sebuah album foto lama, Bu Silla kembali duduk dan membuka album foto yang menampilkan Naura dan anak-anak panti yang seumuran dengan Naura pada saat itu.


" Semua foto Naura ada di sini," ucap Bu Silla membuka setiap lembaran foto dan menunjukan wajah Naura kecil membuat Axel benar-benar kaget membulatkan matanya.


untuk memastikan penglihatannya tidak salah Axel segera meraih ponsel di saku celananya mencari foto adiknya Bersama dirinya saat berumur 5 tahun dan saat Axel menyandingkan fotonya begitu kagetnya Axel muka mereka sangat mirip tidak ada perbedaan.


" dia benar-benar adik gua Nath, Axela adik gua yang hilang, dia masih hidup Axela masih hidup hiks...hiks..," ucap Axel dengan air mata yang jatuh dari matanya ia benar-benar tidak menduga Axela yah di kabarkan telah meninggal karena bus sekolah yang membawa mereka untuk bertamasya jatuh ke dalam jurang dan tidak ada satu penumpang pun yang di nyatakan hidup.


sementara Nathan dan Adnan ikut kaget saat melihat foto di ponsel milik Axel dan album foto yang di bawa Bu Silla wajah Naura dan adik Axel sangat mirip.


" bagaimana bisa dia masih hidup,?" lirih Adnan, ia benar-benar tidak percaya jika memang Naura adalah adik Axel maka sungguh keajaiban Tuhan memberikan Naura kesempatan untuk hidup kembali.


" Bu, bisa ceritakan pada kami, bagaimana Bu Silla mendapatkan Naura ,?" tanya Nathan membuat Bu Silla menceritakan kronologis saat ia menemukan Naura.


" Ibu menemukan Naura di sebuah sungai yang tak jauh dari panti asuhan ini...." cerita Bu Silla 13 tahun yang lalu saat ia menemukan Naura.


flash back on 13 tahun yang lalu.


"Bu Silla ... Bu Silla ...!" teriak seorang anak kecil berumur 7 tahun memanggil Bu Silla.


" Iya sebentar," balas Bu silla ia segera keluar dari kamarnya dan menuju ke arah orang yang meneriakkan namanya.

__ADS_1


" ada apa,?" tanya Bu silla kepada salah satu anak panti asuhan yang bernama Dilla.


" Bu Silla ayo ikut Dilla...!" ucap Dilla menarik tangan Bu Silla.


" mau kemana, ibu masih ada urusan ," jelas ibu Silla namun Dilla tetap kukuh menarik tangan Bu Silla.


" kami menemukan seorang anak kecil di dekat sungai Bu...!" jelas Dilla membuat Bu Silla langsung mengikuti langkah Dilla.


sesampainya di sungai ada beberapa pengurus panti asuhan sudah mengendong tubuh gadis yang kecil itu ke darat untuk mengecek apakah gadis itu masih hidup atau sudah meninggal.


" Bagaiman pak Tono, apa dia masih hidup ,?" Tanya Bu Silla yang baru datang bersama Dilla menghampiri pak Tono yang sedang mengecek nafas gadis kecil itu.


" sepertinya masih Bu silla, tapi sebaiknya kita bawa ke rumah sakit terdekat ," saran pak Tono dengan cepat Bu Silla menganggukkan kepalanya dan segera mencari mobil untuk mengantar gadis kecil itu ke rumah sakit terdekat di desa mereka.


Tidak menunggu lama mobil yang Bu Silla cari ia sudah mendapatkannya dengan cepat pak Tono menggendong tubuh kecil gadis itu membawanya masuk ke dalam mobil.


hampir memakan waktu 30 menit mereka sampai di rumah sakit terdekat dengan langkah cepat bak kuda pak Tono berlari membawanya masu ke dalam rumah sakit.


" Dok tolong ...! anak ini masih hidup, tolong selamatkan dia dok...!" pinta pak Tono dengan cepat dokter langsung membawa gadis itu ke ruangan IGD mencoba membantunya dengan pertolongan pertama dan menjahit beberapa luka robek yang berada di lengan dan kaki gadis itu.


kalau di lihat dari kondisi gadis itu pasti orang akan bilang mustahil untuk gadis kecil itu untuk hidup , namun pak Tono dan Bu Silla tetap membawa mereka di rumah sakit.


hampir 1 jam mereka menunggu akhirnya dokter keluar menanyakan keluarga dari pasien, dengan cepat Bu Silla mengangkat tangannya.


dokter pun mengajak Bu Silla ke ruangannya untuk menjelaskan kondisi gadis yang mereka bawa tadi.


" bagaimana dok dengan kondisi yang di alami gadis itu ,?" Tanya Bu Silla dengan raut wajah kahwatir.


" kabar baiknya kami berhasil untuk menyelamatkan nyawanya hanya saja entah kapan ia akan bangun dari komanya yang akan ia alami tapi kami akan tetap mengontrol kondisi anak itu," tutur dokter membuat Bu Silla mengucapkan syukur setidaknya anak itu ada harapan untuk hidup tinggal Tuhan yang akan mengurus selanjutnya.


Jam, hari dan bulan berganti kini gadis itu itu hampir sebulan koma tidak ada tanda kesadaran namun tak membuat Bu Silla pupus ia benar-benar merawat anak itu dengan baik.


entah mengapa Bu Silla melihat gadis itu merasa kasihan dan ada rasa sayang yang ia rasakan saat melihat gadis kecil itu.

__ADS_1


Bu Silla terus berbisik di telinga gadis itu, kadang mengajak cerita walau tidak respon apapun dan Bu Silla juga sering mengaji di samping gadis itu.


Hingga pagi ini Bu Silla sedang mengaji sambil memegang tangan gadis itu, ia merasakan gerakan kecil dari gadis itu dengan pelan gerakan itu di ulang kembali membuat Bu Silla mengucapkan syukur dan memanggil dokter untuk mengecek kondisi anak kecil itu.


Dokter pun segera mengecek kondisi gadis itu sungguh takjub dengan keajaiban Tuhan, tidak ada kelainan yang terjadi pada gadis kecil itu hanya saja seperti analisis dokter sebelumnya, anak itu mengalami benturan keras di kepalanya mengakibatkan ia akan mengalami amnesia permanen ia tidak akan mengingat siapa dirinya dan masa lalunya.


Bu Silla tidak memasalahkan hal itu, ia bisa membuat gadis kecil itu hidup dengan nama baru, hidup baru dan akan mencoba mencari keluarganya.


hampir 2 Minggu gadis itu di rawat di rumah sakit di rawat dengan baik oleh Bu silla.


" Nama kamu Naura ya sayang dan panggil saya ibu karena saya adalah ibu kamu ," ucap Bu Silla dengan lembut mengusap kepala gadis itu yang di beri nama Naura.


" Naura ," ujar gadis itu memanggil namanya dan tersenyum memeluk Bu Silla dengan erat.


" Iya Naura yang artinya sebuah Bunga dan kamu adalah Bunga yang Tuhan kirimkan untuk ibu ," Tutur Bu Silla mengecup pucuk kepala Naura dengan lembut.


" Naura sayang sama Ibu ," ucap Naura memeluk Bu Silla.


" Ya Tuhan terimakasih telah mempertemukan ku dengan gadis ini, sungguh sangat berat cobaan yang kau berikan pada seorang anak sekecil ini harus terpisah dengan keluarganya," batin Bu Silla ia menitihkan air matanya di sudut matanya melihat nasib Naura.


flash back Off


N & N bersambung...


jangan lupa untuk :


👍 like


💬 komentar


❤️ favorit


🎟️ vote

__ADS_1


🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


__ADS_2