
malamnya semua siswa berkumpul begitu pula Nisa dan Naura kini mereka berkumpul dengan teman-teman yang lain karena mereka sudah mulai menerima Naura dan Nisa.
sementara Nathan menatap kearah Naura dengan senyum tipis yang hampir tak terlihat, namun Axel yang memperhatikan Nathan tau bahwa Nathan sedang menatap Naura.
"hallo Nathan boleh aku duduk di samping mu" tanya Laura yang langsung duduk di samping Nathan tanpa menunggu jawaban Nathan.
"malam ini sangat dingin ya " ucap Laura sengaja namun Nathan tak menghiraukan Laura ia lebih memilih fokus melihat handphone miliknya.
"Nathan aku ingin berbicara sesuatu pada mu" ucap Laura yang mulai mendekat Nathan.
"apa" Ucap Nathan datar tanpa menoleh ke arah Laura.
"aku menyukai mu, sejak kecil kau tau aku sangat senang saat kau berada di samping Ku" ucap Laura dengan senyum manisnya.
Nathan yang mendengar pengakuan Laura hanya datar tanpa ada ekspresi apapun kemudian Nathan menatap kearah Laura.
"kenapa kau melihat ku seperti itu" ucap Laura yang salah tingkah saat Nathan menatap dirinya.
sementara Naura yang tak sengaja melihat Nathan sedang duduk berdua dengan Laura pun merasa sedih, entah mengapa hati Naura menjadi sesak.
"mereka terlihat sangat cocok" ucap Naura pelan namun Axel yang baru menghampiri Naura mendengar ucapan Naura.
"aku pun merasa mereka sangat cocok" ucap Axel langsung duduk di samping Naura.
"kak Axel " ucap Naura kaget.
"kenapa sih ekspresi mu saat melihat ku seperti itu terus, apa aku seperti hantu " ucap Axel.
"Bukan.....bukan seperti itu hanya kak Axel selalu saja datangnya secara tiba-tiba membuatku kaget " ucap Naura pelan.
__ADS_1
"kau terlihat sangat imut " ucap Axel mengusap kepala Naura.
"kak jangan seperti itu nanti aku jadi bahan perhatian teman-teman lain, apa Kaka tau Kaka adalah cowok idaman mereka nanti aku bisa di musuhin lagi sama teman-teman yang lain" ucap Naura.
"jangan khawatir aku tidak terlalu terkenal seperti Nathan" ucap Axel.
kemudian Naura memperhatikan Nathan dan Laura kembali namun saat itu ia melihat Laura duduk sendiri tanpa ada Nathan.
"di mana dia " batin Naura
"apa kau mencari Nathan " ucap Axel.
"aku....aku tentu saja tidak " ucap Naura gugup.
"janganlah berbohong pada ku, aku tau kau cemburukan saat Laura mendekati Nathan" ucap Axel menatap kearah Naura.
"kau cantik, imut, mempunyai hati yang tulus sepertinya menurut ku Nathan juga menyukai mu, lagian di bandingkan Laura kau kan istri sahnya Nathan" bisik Axel pelan pada Naura.
perkataan Axel berhasil membuat Naura menjadi malu.
"kak Axel jangan terlalu memujiku" ucap Naura.
"aku tidak memuji mu, aku mengatakan hal yang sebenarnya" ucap Axel santai.
"terimakasih kak atas pujiannya" ucap Naura.
tak berapa lama guru pun berkumpul dan memberikan beberapakali game pada siswa, mereka bermain dengan sangat gembira dan Naura begitu bersenang-senang saat bermain.
ia baru pertama kali merasakan hal yang selama ini Naura harapkan, bisa di akui dan di hargai oleh orang lain, dari kejauhan Nathan yang tidak ikut bermain menatap Naura.
__ADS_1
ia senang bisa melihat senyum Naura yang sebenernya selama ini ia sangat ingin melihat senyum itu, Namun karena gengsi nya Nathan yang lebih tinggi membuat Nathan menjauh dari Naura.
"kau sangat cantik" batin Nathan
Nathan pun yang melihat keseruan semua siswa pun langsung ikut bergabung dan langsung duduk di samping Naura membuat Naura dan beberapa siswa kaget.
karena si manusia cool dan super dingin ingin ikut bermain dalam permainan yang bisa di bilang sedikit konyol.
"apa ada masalah aku bergabung di sini" ucap Nathan datar.
"tidak hanya kami kaget saja kak Nathan ikut bergabung" ucap salah satu siswa cewek.
"apa aku tidak boleh ikut" ucap Nathan.
"boleh semua siswa boleh ikut main, silahkan lanjutkan permainan selanjutnya" ucap Reza selaku ketua panitia acara.
"sedang apa dia duduk di samping ku, ya Allah jantung ku mulai berdegup" batin Naura sambil memegang dadanya
Nisa yang melihat Naura bengong langsung menyenggol bahu Naura karena posisi Nathan berada sebelah kiri dan Nisa berada di sebelah kanan Naura dan simpang Nisa tentu bukan lain adalah Adnan dan Axel.
sejak siang tadi dia selalu saja mengikuti Nisa kemanapun Nisa pergi seperti anak kucing dan majikannya saja.
"apa yang kau pikirkan" bisik Nisa.
"tidak ada" ucap Naura dengan senyum manisnya.
kemudian setelah semua siswa bermain dan makan bersama akhirnya mereka beristirahat setelah melakukan aktivitas yang begitu panjang.
N & N bersambung...😘😘😘
__ADS_1