
"Naura ," Nathan segera mendekat ke arah Naura dan memeluk istrinya dengan erat yah tentu mengundang banyak pandangan para wanita di kampus almamater kuning apalagi saat melihat orang yang di peluk Nathan seorang wanita namun bukan dari kampus mereka karena Naura memakai almamater hijaunya yang menjadi warna kebanggaan kampus mereka.
Banyak pertanyaan yang mengundang di otak para mahasiswa cewek di sana, siapa wanita itu,?, sungguh beruntung wanita yang mendapatkan Nathan,?, apakah dia istri Nathan ,?, dan masih banyak lagi pertanyaan yang terkumpul di otak para mahasiswa itu.
" kamu ngapain ke sini, tidak kabari aku," ujar Nathan melepaskan pelukannya dan memegang wajah Naura.
namun Naura tidak menjawab pertanyaan Nathan, ia malah mendorong Nathan menyingkir dari hadapannya dan berjalan mendekati Leona yang sedang berdiri akibat ulah Nathan yang menjatuhkan Leona secara spontan.
" sepertinya peringatan gua kemarin tidak membuat kak Leona berhenti mendekati suami ku ," ucap Naura menatap Leona dengan tajam sambil menyilang kan tangannya di dada.
Theo yang baru melihat istri Nathan secara langsung hanya bisa terdiam apalagi melihat auranya yang keluar begitu mengerikan.
" apa dia istri Nathan ," bisik Theo pada Axel.
" ya dan dia adik gua ," balas Axel sambil tersenyum, Axel sangat penasaran dan melihat apa yang terjadi selanjutnya dengan Leona.
Nathan yang melihat aura Naura yang sudah sangat mengerikan apalagi saat hamil seperti ini, apapun Naura bisa lakukan Nathan saja habis di cakar oleh Naura bila melakukan sesuatu, entah apa yang terjadi kepada Leona saat ini, membuat Nathan segera mendekat ke arah Naura dan menenangkan istrinya.
" sudah ya, tenang mau makan apa di kampus aku banyak makanan enak loh ," ucap Nathan merayu Naura untuk tidak melanjutkan aksinya namun Nathan malah mendapatkan tatapan tajam dari Naura, Naura meletakan tangannya di wajah Nathan dan menyuruh Nathan untuk diam.
" kamu akan berurusan dengan ku di rumah ," ujar Naura membuat Nathan menelan salivanya mendengar perkataan Naura yang mempunyai makna yang dalam, benar-benar Nathan akan hancur hari ini setelah tiba di rumah.
sementara Axel menahan tawanya melihat Ekspresi Nathan yang takut kepada adiknya sedangkan Adnan dan Theo melihat Axel tertawa hanya saling menatap, apa Axel tidak takut begitu apa yang akan di lakukan Naura kepada Leona.
" tidak perlu khawatir palingan mereka hanya jambakan biasa ," ujar Axel santai menatap kedua temannya.
Leona yang mendengar pertanyaan Naura tersenyum sinis dan membuat Leona tidak mau kalah dan menyilang kan tangannya di dada mengikuti gaya Naura.
" sepertinya gua lupa dengan peringatan Lo dan lagian nih Lo ngapain ke sini, nyusulin suami Lo suapya enggak bisa berpacaran sama gua gitu," ucap Leona dengan percaya diri.
__ADS_1
" cih..., gua gak perlu kahwatir dengan setan Kunti seperti lo yang menempel pada suami gua, hanya saja gua agak risih saat setan ini mulai tidak tau diri dan tidak tau bagaimana memposisikan dirinya," jelas Naura membuat Leona benar-benar naik pitam.
" hahahaha, dasar Lo wanita jala** merebut Nathan dari gua, Lo yang harus sadar diri posisi Lo dimana ," geram Leona menunjuk ke arah Naura membuat Naura langsung menahan jari Leona sambil di cengkram dengan kuat.
" cicicici..., kak Leona...,kak Leona..., gua sudah berapa kali sih kasi tau ke lo jangan terlalu percaya diri bahwa Nathan masih menyukai mu, Nathan itu hanya milikku dan selamanya milikku dan kamu hanya masa lalu untuknya yang sudah Nathan buang di tempat sampah, kamu mengerti kan sekarang ," ucap Naura santai namun tatapan mata Naura seakan mengisyaratkan kematian Leona hari ini juga.
Leona yang geram mendengar pernyataan Naura apalagi saat tangan Leona di cengkram seperti tadi membuat Leona langsung menampar Naura dengan sangat keras hingga membuat semua mahasiswa di sana yang sejak tadi menonton langsung kaget dengan apa yang di lakukan Leona pada Naura, Nathan yang melihat istrinya di tampar langsung maju ingin menghajar Leona namun Naura menahan suaminya untuk ikut campur masalah wanita.
" Dasar wanita lont*, jaga ucapan mu, Nathan masih mencintai ku dan tetap mencintai ku, dia tidak pernah menyukai mu apa kau tau itu ," teriak Leona dengan keras membuat Naura hanya tersenyum manis dan membalas tamparan Leona begitu keras.
" coba kau ulang kalimat mu tadi, aku lont*...! apa kau tidak sadar diri kak Leona, kau mengejar lelaki orang yang sudah beristri, jadi sekarang siapa yang lont* kau atau aku ," pekik Naura dengan amarahnya yang mulai naik, sejak tadi Naura berbicara pelan dan sabar namun sepertinya Leona tidak bisa di ajak baik.
dengan gerakan cepat Naura menjambak rambut Leona dengan kuat menarik Leona hingga ke tengah bangunan almamater kuning membuat semua orang menyaksikan dengan sangat baik.
" Dengar baik-baik kak Leona ini peringatan terkahir untuk mu, jangan pernah mendekati Nathan lagi dan menempel padanya jika kau melakukan hal itu kau akan berurusan pada ku ingat! ," geram Naira lalu menghempaskan tubuh Leona hingga jatuh ke tanah.
Leona benar-benar sangat di permalukan oleh Naura, semua siswa memandang ke arah Leona dengan tatapan mengejek hingga ada yang tertawa melihat Leona seperti itu.
" sudah cukup Leona, kau hanya akan mempermalukan dirimu ," ujar Laura menatap sepupunya dengan wajah sendu, Laura sudah berapa kali memperingatkan Leona untuk tidak dekat kepada Nathan namun Leona tidak mendengarkan Laura ia hanya menganggap Laura cemburu karena dia tidak berhasil mendapatkan Nathan.
" minggir kau wanita bangs**, aku tidak perlu bekas kasih mu dan kak Naura aku kan membunuh mu lihat saja, kak dan bayi mu akan mati di tangan ku," ucap Leona dengan gerakan cepat Laura menyuntikan sesuatu di tubuh Leona membuat Leona jatuh pingsan seketika membuat Naura dan yang lainnya begitu bingung.
Naura menatap Laura yang mencabut suntik penenang dari tubuh Leona.
" bukan kah itu obat untuk menyucikan pasien-," ucap Naura terhenti saat Laura memotong Kalimatnya.
" dia mengalami gangguan jiwa saat mendengar Nathan dan kamu sudah menikah, dia sungguh sangat terobsesi kepada Nathan tapi tenang saja aku tidak akan membiarkannya mendekati kalian ," ucap laura tulus dan menelfon beberapa penjaga Leona untuk membawa Leona pulang.
Naura yang tersentuh mendengar penuturan Laura merasa bersalah karena bagaimanapun Leona seorang pasien dengan gangguan mental dan membutuhkan dokter psikolog untuk membantu penyembuhannya.
__ADS_1
" maafkan aku, aku benar-benar tidak tau jika dia mengalami gangguan jiwa ," lirih Naura menatap kepergian Leona yang sudah di bawa oleh beberapa Body gard miliknya.
" tidak apa Naura, gua juga akan marah jika di posisi Lo melihat Leona yang selalu menempel kepada Nathan ," jelas Laura sambil tersenyum simpul.
" kalau begitu aku pamit," ujar Laura segera lergi menyukai Leona.
sementara semua mahasiswa semua sudah bubar melihat kepergok Leona mereka masih tidak menyangka mendengar penuturan Laura yang mengatakan Leona gangguan jiwa.
Nathan mendekat ke arah Naura dan memeluknya dengan erat membuat Naura membalas pelukan Nathan dengan sangat erat.
" aku tidak tau jika dia mempunyai penyakit jiwa ," lirih Naura membuat Nathan mengusap kepala Naura.
" tidak apa, kamu juga tidak tau kan, kamu tidak bersalah okay ," ucap Nathan membuat Nathan menatap kepergian Laura dan Leona.
" aku masih tidak mempercayai perkataan Laura tadi," batin Nathan.
sementara Adnan dan Axel hanya saling menatap mereka sangat tau karakter Laura dan Leona sungguh seperti sangat berbicara mereka mempunyai wajah dua yang sangat susah untuk menebak mana yang asli dan yang palsu.
N & N bersambung...
jangan lupa untuk:
👍 like
💬 komentar
❤️ favorit
🎟️ vote
__ADS_1
🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini