
" Dimana anak kita ?," tanya Naura sontak Nathan terdiam seribu bahasa, ia bingung bagaimana cara menjelaskan kepada Naura.
" kenapa kamu diam, apa ada sesuatu yang terjadi,?" tanya Naura namun matanya sudah tergenang air mata.
Nathan memeluk Naura sambil mencium pucuk kepalanya. Walau bibir bergetar ia mencoba untuk menjelaskan kepada Naura tentang anak mereka yang sudah berada di tempat lebih indah.
Nathan menatap wajah Naura, memegang wajahnya dengan kedua telapak tangan yang begitu kekar.
" ap-...apa anak kita baik-baik saja,?" tanya Naura. air mata yang meleleh begitu saja membuat Nathan menghapusnya dengan jemarinya.
" dia baik-baik saja, hanya mungkin Tuhan lebih menyayanginya," terang Nathan mendekap Naura dalam pelukannya.
Naura terdiam namun matanya tak bisa menipu kesedihannya. Air mata menetes membasahi pipinya, bibirnya tak mampu bergerak untuk menanyakan Kembali pasal anak mereka.
Naura memeluk tubuh Nathan menumpahkan segala kesedihannya dalam rintihan yang tak bersuara. Naura mencengkram baju Nathan begitu kuat hingga Nathan dapat merasakan kesakitan Naura.
" maaf... ak-...aku tidak bisa menjaga anak kita dengan baik, maafkan aku," lirih Naura getir menahan kepahitan hidup yang begitu nyata.
" tidak sayang, aku yang harus meminta maaf, tidak bisa menjaga mu dan anak kita," ucap Nathan melepaskan pelukannya. Nathan mengusap beningan putih yang membasahi pipi Naura dengan sangat lembut.
Nathan mengangkat wajah Naura yang tertunduk. melemparkan senyum untuk memberikan dorongan kepada istri cantiknya untuk tidak bersedih lagi.
" kita berdoa semoga kita dapat bertemu dengan anak kita di surga ," ucap Nathan mendekat kan wajahnya ke bibir Naura hingga sentuhan lembut mendarat dengan sempurna.
mencium Naura begitu dalam namun air mata kepedihan tak usai untuk terus mengalir membasahi pipi mereka. ciuman yang mengisyaratkan untuk saling menguatkan satu sama lain.
Nathan melepaskan ciumannya tersenyum manis mengusap kembali wajah Naura.
" kita bisa membuat nya kembali, setelah kak sehat, aku masih kuat" ucap Nathan membuat Naura tertawa kecil mendengar ocehan Nathan. Naura memukul kecil dada Nathan.
" kau masih bisa menghibur ku," ucap Naura.
" aku melakukannya agar Istri ku bisa tersenyum. Apa kau tau aku sangat merindukan senyuman mu saat seminggu melihat mu hanya terbaring ," jelas Nathan merapikan anak rambut yang menutupi wajah Naura.
" apa kau begitu merindukan,?" tanya Naura menyentuh wajah Nathan.
" sangat, aku sangat merindukan mu," balas Nathan mendekap kembali Naura dalam pelukannya.
" aku sangat mencintaimu Nathan ," ucap Naura mengeratkan pelukannya.
" aku juga mencintaimu Naura Asiyah Zaara, kita mulai dari awal, jangan ada kesedihan lagi," tutur Nathan mengusap kepala Naura dengan lembut.
Naura mengangguk kepalanya sebagai jawabannya. Malam dengan hawa yang begitu dingin tak mampu menyelimuti hati Nathan dan Naura. Hembusan angin yang begitu tenang menemani malam yang begitu gelap membawa pasangan muda itu tertidur lelap dan saling berpelukan satu sama lain.
*****
3 hari setelah Naura sadar dari komanya, ia sudah sangat sehat membuat dokter Ilham memperbolehkan Naura pulang. Namun dengan kepulangan Naura membuat Mommy Sarah dan mama Maya berdebat kecil.
__ADS_1
Mommy Sarah ingin Naura pulang ke rumahnya, sementara mama Maya ingin juga membawa Naura pulang kediamannya. sungguh membuat Nathan pusing ingin memilih yang mana.
Naura melihat perdebatan kedua wanita yang sangat Naura sayangi membuatnya tertawa kecil. Naura sangat bersyukur setidaknya masih banyak orang yang menyayanginya.
" jadi Nathan kamu yang harus memilih sebelum dua wanita itu akan terus berdebat," ujar Daddy Reno mengusap pelipisnya.
" Nathan dan Naura sudah memutuskan untuk sementara Naura akan tinggal di rumah Mommy," jelas Nathan membuat mama Maya cemberut mendengarkan keputusan Nathan.
" kamu tidak sayang mama lagi ," ucap mama Maya dengan wajah sendu.
" Nathan memutuskan itu karena Mommy seorang dokter jadi bisa membantu untuk penyembuhan Naura Ma. lagian juga Nathan masih sayang sama mama ," tutur Nathan membuat mama Maya berpikir.
" baiklah, tapi mama akan tidur di sana untuk menemani Naura jika ada yang tidak bisa dilakukan mommy Sarah," jelas mama Maya.
" baiklah aku setuju," jawab Mommy Sarah sambil mengusap kepala Naura.
keperluan Nathan dan Naura sudah di bereskan. mereka segera menuju ke mobil setelah dokter Ilham memberikan beberapa obat untuk membantu penyembuhannya.
di mobil Naura selalu melengket kepada Nathan, ia memeluk lengan Nathan sambil bersandar. Nathan mencium pucuk kepala Naura, ia sangat tau Naura masih sedih tentang kepergian anak mereka.
Natha mengusap pipi Naura membuat Naura mendongak wajahnya menatap Nathan.
" aku tau kamu wanita kuat," ujar Nathan menggesekkan hidungnya ke hidung Naura sambil tersenyum manis.
Sesampainya di rumah Mommy Sarah, Nathan memindahkan Naura dari dalam mobil ke kursi roda yang sudah ia ambil dari belakang bagasi.
Nisa, Adnan, Theo, Dewi dan Axel mengucapkan selamat datang kepada Naura sambil membunyikan dan meletupkan alat yang bisa mengeluarkan kertas-kertas kecil berwarna warni.
" selamat datang Naura ," ucap Nisa mendekat ke arah Naura memeluk sahabatnya itu dengan erat.
" terimakasih Nisa ," jawab Naura.
Nisa melepaskan pelukannya berganti Dewi memeluk Naura dengan sangat erat.
" welcome bunda cantik kami ," seru Dewi.
" terimakasih Dewi ," balas Naura.
setalah Dewi selesai memeluk Naura, Axel mendekat ke arah adiknya duduk sejajar dan memberikan sesuatu di pergelangan Naura yahh ternyata sama dengan yang Axel pakai saat ini.
sebuah gelang yang begitu cantik, Naura memandang pemberian Axel dengan mata berbinar-binar " cantik" hanya kata itu yang berhasil lolos dari bibir Naura.
" terimakasih kak ," ucap Naura.
" sama-sama sayang ," balas Axel mengusap kepala Naura.
Hari itu penyambutan Naura sangat ramai gelang tawa dan canda menggema di rumah besar Daddy Reno. setidaknya Nathan dan Naura sedikit menghempas kesedihan yang melanda hati mereka.
__ADS_1
...****************...
Malam hari yang begitu gelap setelah makan malam dan memberikan Naura obat, Nathan segera membaringkan Naura di ranjang dan ikut berbaring di samping bajra sambil memeluk Istri cantiknya.
Naura tersenyum menatap Nathan yang sejak tadi mengurus Naura dengan sangat lihai. tidak ada satupun yang ia lupakan untuk keperluan Naura.
" kau merawat ku seperti ini mengingatkan ku saat aku merawat luka di pundak mu dulu," ujar Naura melirik ke arah Nathan.
" kau merawat ku sangat bagus sampai membuat ku sembuh seperti ini," ucap Natha mencium pipi Naura sambil menaikan selimut untuk menutupi tubuh mereka.
" tidur lah, kamu harus banyak beristirahat," ujar Nathan memeluk Naura membuat Naura membalas pelukan Nathan dan menenggelamkan wajahnya di dada Nathan.
******
Di tempat lain Riko yang sibuk dengan laptop miliknya sambil menyeruput kopi hitam yang tersisa sedikit, ia memegang pelipisnya sambil mengendus kesal.
", ayolah, " cetus Riko.
Mata Riko melebar dengan sempurna saat melihat seseorang di layar laptopnya. seorang wanita yang selama ini mereka menyebutnya dengan mami.
Riko sangat tidak percaya dengan apa yang ia lihat, sampai ia mengusap matanya beberapa kali.
" sudah ku duga, aku sudah mencurigainya sejak awal ," gumam Riko.
N & N bersambung
jangan lupa untuk:
👍 like
💬 komen
❤️ favorit
🎟️ vote
🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini
catatan:
para reader ku tersayang 🤭🤭
yuk ramaikan juga karya author yang satu ini, ceritanya tidak kalah seru dan sedikit kocak loh 😁🤭🤭
yuk langsung baca sambil nunggu Nathan & Naura up
__ADS_1