Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 65


__ADS_3

Naura memerhatikan dengan baik penjelasan dosen yang membahas tentang sejarah dan aliran psikologi, Naura mencatat bagian-bagian penting di dalam bukunya sementara Sonya yang duduk di samping Naura malah molor membuat Naura hanya menggelengkan kepalanya.


" ini anak tidur mulu," gumam Naura, Naura membangunkan Sonya dengan menggoyangkan tubuhnya saat dosen menjelaskan sambil berkeliling ruangan.


" Sonya..., Sonya ," panggil Naura dengan pelan namun dosen yang terkenal killer dan kejam berada tepat di meja Naura membuat Naura terdiam menatap dosen yang begitu dingin dan kaku.


" dinginnya seperti Nathan atau mungkin dosen ini lebih mengerikan di bandingkan Nathan ," batin Naura.


" Sonya Alfinatasya," panggil dosen killer itu dengan lantang membuat Sonya terkejut bangun dan menatap pak dosen dengan mata besarnya.


" apa aku sedang bermimpi," gumam Sonya membuat dosen memukul kepala Sonya dengan buku yang dosen itu pegang.


" aw," pekik Sonya memegang kepalanya.


" sejak tadi saya menjelaskan dengan lantang, apa kamu tidak memerhatikan dengan baik,?" tanya dosen killer itu sambil menyilang kan tangannya di dada menatap Sonya.


" dengar pak," ucap Sonya pelan ia tidak berani menatap wajah dosen itu.


" kalau begitu coba kamu jelaskan ulang kepada saya tentang perkembangan munculnya berbagai macam aliran psikologi di berbagai negara ,?"


" mampus ," batin Sonya, ia mencoba melirik ke arah Naura dengan pelan Naura menyodorkan buku yang ia catat tantang penjelasan dosen tadi namun tulisan Naura seperti cakaran ayam sangat tidak jelas membuat Sonya bingung membacanya.


" Naura tutup buku kamu," tegas pak dosen saat melihat Naura mencoba membantu Sonya.


" anu hmm..., kajian ilmu psikologis di Jerman menjelaskan tentang... psikologi fungsionalisme, psikologi Behaviorisme-" belum selesai Sonya menjelaskan dosen killer itu langsung memotong.


" kamu ini menjelaskan tentang kajian ilmu aliran di Jerman atau Amerika?," bentak dosen killer itu membuat Sonya sentak kaget.


" Jerman pak," jawab Sonya tanpa dosa dengan wajah polosnya.


" Sonya berarti sejak tadi kamu tidak mendengarkan penjelasan saya, yang kau sebutkan tadi sejarah kajian ilmu psikologis aliran dari Amerika, saya akan memberikan kamu tugas untuk membuat makalah tentang sejarah dan aliran psikologi besok stor di meja saya mengerti," ucap dosen killer dengan lantang membuat Sonya hanya mengangguk mengerti.


" iya pak ," ucap Sonya kemudian segera duduk setelah dosen killer itu kembali ke mejanya sambil menjelaskan kembali tentang materi yang ia bawa.


" Dasar dosen killer menyebalkan," lirih Sonya namun Naura dapat mendengar perkataan Sonya.


" kamu sih tidur, aku sudah bangunin loh tadi ," ujar Naura membuat Sonya menaruh kepalanya di bahu Naura.


" ah sial, kenapa sih gua bisa ketiduran di kelas dosen killer ini, penjelasannya membuat gua ngantuk banget ," ucap Sonya dengan pelan namun Naura mengubah posisi duduk Sonya saat dosen killer itu menatap ke arah mereka.


" fokus, nanti kena Omelan dosen killer itu bisa berabe nilai kita di semester pertama," ujar Naura membuat Sonya mengangguk kepalanya dan kembali fokus penjelasan dosen killer itu.

__ADS_1


akhirnya jam mata pelajaran dosen itu sudah selesai membuat Sonya dan Naura merenggangkan otot-otot badan mereka yang terasa pegal.


" ah enak banget ," Ical Sonya sambil merenggangkan otot badannya.


sementara Naura sedang membaca pesan Nisa yang katanya menunggu Sonya dan dirinya di tempat bermeditasi mereka di kantin kampus.


" yuk ke kantin Nisa dan Dewi sudah menunggu di sana ," ajak Naura membuat Sonya mengambil tasnya dan membantu Naura membawakan tasnya.


namun saat Naura dan Sonya baru keluar dari kelas mereka, tiba-tiba nama Naura di panggil oleh mahasiswa lain membuat Naura segera berbalik, ia merasa asing dengan wajah mahasiswa pempuan itu sepertinya bukan dari jurusannya.


" kau memanggilku Ku,?" tanya Naura memandang ke arah wanita yang memanggil nama Naura.


" kamu Naura Aisyah Zaara jurusan psikologi kan ,?" tanya mahasiswa cewek tadi membuat Naura menganggukkan kepalanya.


" tadi aku di suruh dosen Arzan untuk memanggil dirimu ke ruangannya," jelas mahal cewek tadi.


" pak Arzan untuk apa beliau memanggil ku,?" tanya Naura namun mahasiswa cewek tadi hanya mengangkat bahunya.


" ayo ," ajak mahasiswa cewek tadi menarik tangan Naura.


" gua temenin gak ,?" tanya Sonya.


" enggak usah, kamu duluan aja nanti aku nyusul ke sana ," jawab Naura dan segera mengikuti langkah cewek mahasiswi tadi.


" kamu membawa ku kemana ,?" tanya Naura namun tiba-tiba dari arah belakang mulut Naura tertutup hingga Naira berusaha memberontak namun sekejap pandangan Naura buram sampai tak sadarkan diri.


" bawa dia ke gudang kampus ini yang jarang di lalui oleh semua orang ," ucap seorang wanita di balik tembok sementara wanita tadi membantu orang yang telah membius Naura membawanya ke gudang kampus yang sudah terlantar dan tak terurus.


Hampir satu jam Nisa dan yang lainnya menunggu kedatangan Naura namun batang hidung Naura belum muncul membuat Nisa sedikit khawatir jangan sampai terjadi apa-apa dengan Naura.


" nih anak kemana ya, lama banget ," ucap Nisa sambil menengok ke kanan dan ke kiri melihat Naura.


" Lo yakin mahasiswa cewek tadi bawa Naura ke pak Arzan,?" tanya Dewi membuat Sonya menganggukkan kepalanya.


" gua yakin, tadi gua mau temananin dia tapi Naura menolak ," jelas Sonya yang ikut kahwatir.


" kalau gitu kita susuk aja tuh anak di ruangan kak Arzan, Lo tau kan dimana letaknya,?" tanya Nisa kepada Sonya membuat Sonya menganggukkan kepalanya.


mereka pun segera menuju ke ruangan pak Arzan mengikuti langkah Sonya sambil Nisa memegang tas Naura yang sempat di bawa oleh Sonya saat ke kantin.


namun saat mereka ke sana ruangan kak Arzan terkunci kata beberapa mahasiswa tadi pas Arzan sudah pulang sekitar beberapa jam yang lalu, membuat Nisa dan lainnya benar-benar kahwatir, mereka segera berpencar untuk mencari Naura di seluruh kampus Almamater hijau itu.

__ADS_1


hampir satu jam pencaharian mereka namun tidak membuahkan hasil sama sekali, jejak Naura tiba-tiba menghilang begitu saja bak di telan bumi.


" apa Naura sudah pulang duluan ya ," ujar Dewi membuat Nisa menggelengkan kepalanya.


" enggak mungkin tuh anak pulang duluan tanpa Nathan menjemputnya," jelas Nisa.


" jadi dimana dong Naura, masa ia hilang atau jangan-jangan Naura di cilik ," ucap Sonya dengan menutup kedua mulutnya menatap ke arah Nisa dan Dewi.


" kamu jangan bicara sembarangan, kita telfon Nathan terlebih dahulu ,"ujar Nisa segera menelfon nomor Nathan di kontak ponsel miliknya.


Tut....Tut...Tut...


" hallo Nathan ," ucap nisa.


" iya...📞📞," jawab Nathan di sebrang telfon sana.


" apa Naura ada bersama mu,?" tanya Nisa.


" Naura, dia tidak bersama ku, aku sedang lagi ada di kantor dan tadi dia mengirimkan aku SMS katanya akan pulang bersamamu...📞📞," jawab Nathan dengan jelas.


membuat Nisa benar-benar kaget bagaimana Naura bisa menghubungi Nathan kalau handphone miliknya berada di dalam tas yang sekarang Nisa pegang.


" astaga," pekik Nisa membuat Nathan yang belum mematikan sambungan telfonnya bertanya.


" ada apa Nisa..📞," tanya Nathan.


" sepertinya Naura menghilang, kami sudah mencarinya namun tidak menemui Naura ," jelas Nisa dengan suara bergetar.


" Apa! Naura menghilang ?...📞,"


N & N bersambung...


jangan lupa untuk :


👍 like


💬 komentar


❤️ favorit


🎟️ vote

__ADS_1


🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


__ADS_2