
1 bulan 2 Minggu kemudian alat penyangga yang di pakai Nathan pun telah di buka kondisi bahu Nathan sudah semakin membaik saat ini Nathan mengikuti fisioterapi dengan rutin, sementara hubungan Naura dan Nathan sama saja tidak ada perubahan sama sekali.
"Hei Nathan apa kau tidak membawa wanita itu ikut dengan mu,?" tanya dokter Kenzo.
"Tidak dokter ." balas Nathan datar.
"Padahal aku ingin berterimakasih padanya dengan perawatannya pada mu di rumah, bahu mu sudah sangat membaik." jelas dokter Kenzo jujur.
"Aku akan menggantikan alat penyangga ini menjadi lebih muda, hitung-hitungan untuk melindungi mu juga bahu mu selama fisioterapi ini berlangsung dan jangan sampe cedera untuk kedua kalinya " ucap dokter Kenzo.
Nathan yang mendengar ocehan dokter Kenzo hanya cuek, karena sebenarnya Nathan sangat malas mendengar nama Naura, setelah fisioterapi dan pergantian penyangga baru di bahunya Nathan langsung pulang ke rumahnya.
Sementara papa Darwin dan Mama Maya belum datang mereka harus bertahan di kota S sampai perusahaan papanya stabil sementara di kota J ada sekertaris pribadi papa Darwin yang menangani perusahaan dengan sangat baik.
"Nathan kau sudah pulang " ucap Naura yang sudah menunggu kedatangan Nathan.
"Apa peduli mu " balas Nathan datar dan meninggal Naura sendiri.
"Apa dia masih marah dengan ku " batin Naura melihat punggung Nathan yang sufah berlalu pergi hilang dari pandangan Naura.
setelah solat asar Naura duduk di taman itu dengan nyaman, hari libur yang membosankan bagi Naura entah apa yang harus di lakukan nya, apalagi mama Maya harus bertahan di kota S sampai perusahaan pala Edwan di sana membaik.
"Sangat membosankan. " gumam Naura pelan sambil bersandar di bangku taman belakang.
Naura memainkan ponselnya dan saling berbalas pesan dengan Nisa.
Naura : apa kegiatan mu hari ini Nis,?
__ADS_1
Naura mengirim SMS kepada Nisa namun Nisa belum membalasnya membuat Naura semakin bosan di rumah besar milik papa Darwin ini.
Tek berapa lama handphone Naura berbunyi dan Nisa sudah membalas pesannya yang membuat Naura segera membuka pesan Nisa.
Nisa 🥰: maaf Naura aku baru membalas pesan mu🙏🙏😣, aku baru selesai kerja di cafe dan sekarang mau pulang ke rumah.
Naura : apa bisa jangan dulu pulang kita ketemu di taman, aku lagi bosan sendiri di rumah "😫😫
Nisa: baiklah aku tunggu di taman dekat cafe ku ya😘
Naura : ok.
Naura pun senang langsung beranjak dari tempat duduknya dan segera masuk kedalam rumah, sementara Nathan yang sedari tadi memperhatikan Naura dari balkon kamarnya merasa marah karena Naura tersenyum saat melihat handphone.
"Apa dia janjian dengan Axel atau Reza buat ketemuan " batin Nathan dan masuk kemabli ke balkon kamarnya.
Kemudian Naura segera keluar dari rumahnya menunggu taxi online yang ia pesan, tak menunggu berapa lama taxi online Naura sudah datang dan Naura segera masuk kedalam taxi online itu dan pergi meninggalkan kediaman rumah pak Darwin.
setelah sampai di taman Naura melihat Nisa sedang duduk di taman sendiri, Naura pun menyusul ke arah Nisa dan mengejutkan Nisa.
"Naura kau membuat jantung ku bisa copot. " kaget Nisa sambil mengusap dadanya.
"hehehe sorry aku sengaja ." kekeh Naura lalu segera duduk di samping Nisa.
"tumben kamu ajak aku jalan kaya gini, lagi banyak duit ya. " ucap Nisa menyenggol bahu Naura.
"hehehehe enggak juga sih tapi aku lagi bosan aja di rumah." balas Naura.
__ADS_1
"ohw... khir-akhir ini aku lihat sepertinya penampilan mu agak sedikit berubah. " ujar Nisa memandang pakaian yang di pake Naura.
"kenapa apa gak cocok dengan ku,? " tanya Naura.
"tidak sih malah kamu tambah cantik tau, tapi aneh aja sih kami berpenampilan seperti ini." ucap Nisa masih bingung melihat penampilan Naura.
"baiklah dari pada membahas pakaian ku bagaimana kalau kita beli eskrim nanti aku yang traktir deh. " tawar Naura mengajak Nisa membeli eskrim.
"kalau itu aku mau, tapi jangan lama ya soalnya ibu ku sakit jadi mesti balik ke rumah tempo dan malamnya kamu tau sendiri aku harus balik lagi ke cafe buat lembur" terang Nisa.
"iya aku mengerti." balas Naura memeluk Nisa.
setelah membeli eskrim Naura pun membelikan beberapa buah segar untuk ibu Nisa yang sedang sakit.
"maaf ya Nis, aku gak bisa jenguk ibu mu tapi aku titip buah ini untuk ibu mu semoga ibu mu cepat sembuh ya. " tutur Naura lembut.
"apa ini tidak terlalu banyak, terimakasih banyak ya Naura, " ucap Nisa memeluk sahabatnya itu.
"kalau ada apa-apa hubungi aku dan kalau kau bersedih jangan sendiri ingat ada ku selalu untuk mu. " terang Naura dan segera di anggukan oleh Nisa.
"maaf aku juga bisa bantu kamu terlalu banyak Nis, " ucap Naura tertunduk
"hei kamu sudah baik kok sebagai sahabat ku." ucap Nisa jujur.
saat Nisa sudah pergi meninggalkan Naura sendiri di taman karena Nisa tidak bisa berlama-lama, tanpa sadar Nisa sudah di tatap dari jarak jauh sepasang mata yang sangat teduh dan mengukir senyumannya di bibir manisnya.
"aku kira dia sedang berkencan dengan Alex atau Reza tapi baguslah dia jalan dengan temannya " ucap Nathan yang mengikuti Naura sejak tadi.
__ADS_1
N & N bersambung...✌️🤭🤭