
Setelah selesai mata kuliah Naura ikuti akhirnya ia pulang bersama Axel, Naura sudah meminta izin kepada Nathan terlebih dahulu untuk singgah di rumah Mommy Sarah dan Nathan akan menjemput Naura di sana setelah pulang dari kantor papa Darwin.
Naura dan Nisa menunggu jemputan mereka sementara Dewi dan Sonya sudah pulang duluan, namun saat Nisa dan Naura sedang asik mengobrol lagi dan lagi Reza datang menghampiri Naura, pria itu sama sekali tidak mengenal pantang menyerah walau jalur kuning sudah melengkung.
" Naura ," panggil Reza yang langsung duduk di samping Naura.
" kak Reza, ada apa lagi sih ngikutin terus Naura, lagian nih kak Reza apa gak ada kerjaan gitu setiap hari hanya ikutin Naura aja ," cetus Nisa ia benar-benar kesal melihat Reza yang terlalu berlebihan mencintai Naura walau kini Naura sudah berstatus istri orang.
" Naura, " panggil Reza menatap Naura.
" kak Reza, Naura mohon Naura hanya ingin berkuliah dengan nyaman di sini, kak Reza juga sudah tau Naura sudah memiliki suami, jadi Naura sangat mohon kepada kak Reza jangan menganggu kehidupan Naura lagi," kelas Naura memandang wajah Reza dengan sendu.
" baiklah, aku hanya ingin meminta maaf pada mu, aku janji tidak akan menganggu rumah tangga mu bersama Nathan tapi masih bolehkah aku di berikan kesempatan untuk berteman dengan mu," pinta Axel dengan wajah memohon dan penuh harap.
" Naura maafin kak Reza dan untuk kita berteman Naura gak bisa untuk saat ini, maaf ," balas Naura.
Reza yang mendengar ucapan Naura hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar, menatap Naura dengan genangan air mata yang sudah penuh di pelupuk mata Reza, sebesar itukah cinta mu kepada Naura hingga air mata itu mampu keluar dari mata seorang Reza yang terkenal begitu dingin dan sangat susah untuk di dekati oleh wanita.
" baiklah, kalau begitu aku pergi ," pamit Reza dengan langkah gontai ia pergi meninggalkan Naura dan Nisa.
" gua sebenarnya kasihan sih, hanya saja kak Reza terlalu posesif pada mu ," ujar Nisa yang melihat kepergian Reza.
" sudahlah gua lagi malas bahas kak Reza dan dimana nih kak Axel benar-benar lama banget ," ucap Naura, ia sudah di buat bad mood dengan kedatangan Reza dan sekarang menunggu kak Axel menjemput sangat lama membuat Naura rasanya ingin mencakar orang.
tidak lama kemudian Axel dan Adnan datang dengan kendaraan mereka masing-masing, Axel yang membawa mobil mewah sementara Adnan membawa motor kesayangannya yang membuat dirinya dan Nisa berpacaran.
" tuh mereka baru nongol," ujar Nisa.
Nisa dan Naura pun menghampiri mereka berdua, dengan cepat Naura segera masuk ke dalam mobil tanpa berbicara kepada Axel ataupun Adnan.
" kenapa tuh anak ,?" tanya Adnan pada Axel dengan cepat Axel mengangkat bahunya.
" biasa kak Reza tadi nyamperin dia terus jadi gitu deh, bad mood banget ," jelas Nisa.
" apa tuh orang masih mendekati Naura ,?" tanya Axel menatap Nisa, Nisa membalas dengan menganggukkan kepalanya.
" gua beri pelajaran juga tuh anak ," geram Axel namun saat ia sedang mengobrol Naura mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil.
" kak Axel cepetan aku mau ketemu Mommy," teriak Naura membuat Axel langsung segera masuk ke dalam mobil.
sementara Nisa naik bersama Adnan, mereka ingin berjalan-jalan sebentar setelah itu membawa Nisa pulang ke rumahnya.
__ADS_1
sepanjang perjalanan pulang Axel melirik ke arah Naura yahh duduk di samping sekarang, Naura masih setia dengan muka masamnya membuat Axel bingung bagaimana cara menghibur Naura.
" jangan ngambek gitu nanti cantiknya hilang terus Nathan ke goda deh sama Leona ," ucap Axel yang niatnya untuk menghibur Naura malah ia kena amukan Naura yang langsung memukul Axel yang sedang menyetir.
" ih kak Axel nyebelin banget, sudah tahu Ade nya lagi pusing gini malah bahas Mak lampir satu itu ," ucap Naura dengan kesal.
" namanya Leona bukan Mak lampir ," jelas Axel.
" ah terserah siapa namanya Naura enggak peduli, lagian nih masih cantik kan Naura di bandingkan si Leo atau Leko apalah namanya aku gak ngerti," ketus Naura membuat Axel tertawa kecil.
" Leona adik ku sayang ," sambung Axel.
" ha itu dia, dari namanya aja udah jelek apalagi orangnya," ujar Naura.
Axel benar-benar terhibur melihat kekesalan Adiknya hingga ia memiliki sebuah ide sekalian untuk membuat Leona kapok dan berpikir dua kali untuk mendekati Nathan.
" tadi aku mau cerita soal Nathan dan Leona tapi sepertinya adik Kaka sedang tidak stabil ," ujar Axel sambil melirik ke arah Naura yahh tertarik dengan pembahasan Axel.
" emangnya ada apa, apa Leona mencoba mendekati Nathan lagi ,?" tanya Naura dengan cepat ja memandang wajah Axel.
" tidak jadi ah..., nanti Kaka bisa kena amukan Nathan," jelas Axel membuat Naura yang sekarang sudah sangat penasaran langsung berjanji tidak akan memberitahukan Nathan tentang apa yang akan Axel ceritakan padanya.
" dasar perempuan jala**," ucap Naura dengan spontan membuat Axel menatap adiknya dengan tajam.
" maaf kak keceplosan," ujar Naura.
" Kaka punya ide supaya cewek itu bisa kapok dan enggak akan deketin Nathan lagi ," kata Axel melirik ke arah Naura.
" apa itu kak ,?" tanya Naura penasaran.
Axel memberitahukan ide cemerlangnya membuat Naura tersenyum dan mengangguk setuju dengan rencana yang di buat sang Kaka.
" baiklah kak, lihat saja besok aku akan benar-benar meramas Leona menjadi seperti perasan ampas jeruk," ujar Naura sambil tersenyum sinis membuat Axel melihat sang adik auranya sangat mengerikan.
" sepertinya aku salah memberi kan rencana itu kepada Naura, Nathan sorry ya " batin Axel.
Di tempat lain Axel merasa merinding di bagian lehernya seperti hawa yang mengecam yang ia rasakan.
" apa di kantor papa banyak hantunya, kok jadi merinding sendiri, besok-besok aku ajak Naura temenin deh ," ucap Nathan sambil melanjutkan kembali pekerjaannya.
...****************...
__ADS_1
Sesampainya di rumah Naura yang notabenenya salah satu ibu hamil yang super aktif banget, ia berlari memeluk Mommy Sarah yang baru juga datang dari rumah sakit.
" Mommy," panggil Naura memeluk sang Mommy dengan erat.
" datang sama siapa sayang,?" tanya Mommy Sarah.
" bareng kak Axel mom, soalnya Nathan lagi sibuk di kantor ," jawab Naura dengan posisi yang masih setia memeluk Mommy Sarah.
" apa kamu ingin makan sesuatu,?" tanya Mommy Sarah , ia sudah tau jika anakannya ke sini pasti yang paling sering Naura ingin makan adalah rendang sapi buatan Mommy Sarah.
" seperti biasa mom, aku ingin makan rendang, kemarin Nathan udah beliin juga tapi rasanya beda dengan buatan Mommy," ucap Naura membuat Mommy Sarah tersenyum mendengar penuturan Naura.
" tunggu di kamar, kamu istirahat dulu kalau udah masak rendang nya Mommy nanti panggil ya sayang," pinta mommy Sarah membuat Naura mengangguk mengerti.
Naura segera berjalan menuju ke dalam kamarnya, sedangkan Axel baru masuk setelah memarkirkan mobilnya.
" mom Axela mana ,?" tanya Axel.
" di kamar sayang, tadi mommy suruh dia istirahat," jawab Mommy Sarah yang baru ingin masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan badannya yang baru dari rumah sakit.
Axel pun segera menuju ke atas untuk menyusul Naura namun sebelum itu Axel mengambil sesuatu di dalam lemari pendingin yang ia simpan jika kedatangan Naura pasti Naura akan suka.
Axel menuju ke atas dengan semangat sambil membawa sekotak eskrim yang beraneka rasa dan warnanya.
" Axela ," panggil Axel membuka pintu kamar Naura, ia melihat sang adik sudah tergelatak di lantai.
" Axela !" .....
N & N bersambung....
jangan lupa untuk:
👍 like
💬 komentar
❤️ favorit
🎟️ vote
🥀 Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini
__ADS_1