Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 51


__ADS_3

pagi hari yang harus di lewatkan oleh Nathan ia benar-benar sangat di sibukkan dengan permintaan Naura yang ingin memakan nasi goreng namun buatan Nathan.


yeh tentu Nathan akan menuruti permintaan Naura dengan bantuan mama Maya dan para pelayan di sana Nathan di arahkan untuk membuat nasi goreng atas permintaan sang istri tercinta.


Naura di meja makan memerhatikan Nathan memasak menggunakan celemek membuat aura ketampanan Nathan semakin meningkat.


" Sangat tampan ," gumam Naura memandang ke arah Nathan.


selesai memasak Nathan menyajikan hasil karyanya kepada Naura, yah walau modelnya sangat acak-acakan jauh di katakan dari sempurna Naura tetap ingin mencobanya mungkin rasanya lebih baik dari penampilannya, pikir Naura.


"bagaimana rasanya sayang apa enak ,?" Tanya Nathan dengan penuh harap.


Nathan menatap Naura seperti itu membuat Naura sangat tidak enak mengatakan bahwa nasi goreng yang Nathan masak begitu asin.


" apa kamu mau coba ," tawar Naura.


" apa tidak enak ya sayang ,?" tanya Nathan kembali sambil mengambil sendok mencicipi nasi goreng buatannya.


wajah Nathan berubah drastis saat merasakan masakannya sendiri hidungnya mengerut dan menyipitkan matanya dengan cepat Nathan berlari untuk membasuh mulutnya di wastafel, ia benar-benar tidak menduga makanannya akan separah ini bisa-bisa kalau Naura yang makan mungkin anak mereka akan berteriak meminta tolong untuk mengeluarkan makanan buatan ayahnya.


" bagaimana sayang apa enak ," ejek Naura melihat Nathan yang saling mengeringkan area bibirnya dengan tisu.


" sangat asin, aku sampai tidak tahan untuk menelannya, " balas Nathan membuat Naura tertawa kecil.


" nanti kita beli aja di jalan ya sayang, sekalian kita ke toko perhiasan untuk membeli cincin," ujar Nathan membuat Naura menganggukkan kepalanya.


sedangkan mama Maya tertawa melihat masakan Nathan begitu asin, padahal tadi resep yang mama Maya ajarin sudah bener.


" apa mama mau ikut ke toko perhiasan ma,?" Tanya Naura memandang ke arah Mama Maya yang sedang duduk santai di sofa setelah membantu Nathan memasak.


" mama di rumah aja, " balas mama Maya dengan senyum.


" kalau begitu yuk kita jalan " Naura segera berjalan namun Nathan menahan tangannya dengan cepat.


" tunggu di sini, kamu belum minum susu kan," ucap Nathan membuat Naura menepuk jidatnya.

__ADS_1


" aku lupa, buatin ya sayang ," pinta Naura dengan manja.


" iya tunggu di sini," balas Nathan segera ke belakang membuatkan Naura segelas susu ibu hamil, namun saat ia ingin membuat ternyata stok ususnya habis.


Nathan kembali ke arah depan menghampiri Naura kembali, namun Naura bingung melihat Nathan tidak membawakan segelas susu untuknya.


" Mana susunya sayang ,?" tanya Naura.


" stok sisi habis, jadi sekalian aja kita belanja ya ," balas Nathan sambil mengusap kepala Naura.


" baiklah ," balas Naura.


mereka pun meminta izin kepada mama Maya untuk keluar sambil menikmati waktu berdua yang beberapa waktu ini sangat jarang melakukannya karena Nathan sudah mulai sibuk membantu papa Darwin untuk mengurus perusahaan.


sepanjang perjalanan Naura banyak bercerita tentang perlengkapan bayi membuat Nathan hanya bisa tersenyum melihat istri yang super aktifnya itu bercerita dengan semangat yang membara.


hampir 30 menit mereka berjalan, Nathan dan Naura sampai di sebuah mall besar di kota itu sambil bergandengan tangan mereka masuk bersama di sana.


sungguh membuat Nathan dan Naura menjadi pusat perhatian apalagi melihat perut Naura yang kini membuncit sedikit ke arah depan dan tentu juga ketampanan yang Nathan miliki membuat kaum hawa di sana tidak henti melepaskan pandangan mereka dari Nathan.


" aku goreng juga mata cewek di sini semua ," gumam Naura yang kesal saat Nathan mendapatkan tatapan seperti itu.


sebelum Nathan dan Naura membeli cincin mereka berbelanja sebentar untuk keperluan Naura, mulai dari susu hingga pakaian Naura yang kini semakin kecil karena ia berbadan dua membuat bajunya sudah tidak muat lagi di badannya.


" Sayang apa dress ini bagus untuk ku,?" tanya Naura sambil memperlihatkan dress yang Naura pilih untuk dirinya sendiri.


" apa itu tidak terlalu kekecilan untukmu sayang ," balas Nathan jujur saat melihat dress yang Naura pilih.


" apa aku kelihatan gemuk sampai kau sendiri tidak yakin dengan baju ini muat di badan ku atau tidak ," lirih Naura membuat Nathan langsung cepat mengatasi ekpresi Naura yang sudah berubah sedih karena berabe saat Naura sudah berada dalam jurus menangis yang tak mudah untuk di hentikan.


" enggak kok sayang, badan kamu saat ini bagus berisi dan sangat mont*k membuat ku semakin bersemangat dalam berolahraga dengan mu," ujar Nathan sambil mencium pipi Naura, membuat sang empu tersipu malu dan tidak mengingat hal tentang baju lagi.


" selamat ," batin Nathan sambil mengusap dadanya.


mereka pun lanjut berbelanja hingga sampai membawa Nathan dan Naura di pakaian bayi yang begitu lucu-lucu dan sangat imut.

__ADS_1


" sayang boleh ya aku membeli pakaian bayi untuk anak kita beberapa lembar aja ya ," pinta Naura membuat Nathan bingung ingin menolak karena ia mengingat pesan mama Maya untuk tidak membeli pakaian bayi saat usia kandungan masih sangat muda.


" lain kali aja ya sayang, nanti kalau usia kandungan kamu sudah delapan bulan kita belanja semua perlengkapan bayi," rayu nathan dengan pelan agar tidak menyingung perasaan ibu hamil yang super sensitif itu.


" tapi aku maunya sekarang, enggak banyak kok hanya beberapa aja ," lirih Naura yah mau tidak mau Nathan mengikuti keinginan istrinya dari pada melihatnya menangis.


Naura pun memilih pakaian bayi dengan semangat sambil menunjukkan ke Nathan, begitu sangat lucu dan menggemaskan saat nanti bayi mereka lahir ke dunia.


" sayang lihat lah model ini sangat cantik bukan ," ucap Naura sambil memperlihatkan pakaian bayi dengan topi beruang yang begitu lucu.


" kalau kamu suka ambilah dan simpan saat nanti bayi kita lahir," tutur Nathan membuat Naura segera memasukan nya ke dalam keranjang belanjaan mereka.


setelah puas berkeliling di tokoh pakaian bayi kini Nathan Naura menuju ke sebuah toko perlengkapan emas yang begitu terkenal, mereka menjual berbagai perhiasan dari harga yang begitu fantastis Sampai yang murah. Namun perlu dari garis bawahi ya murah dalam kata orang kaya bukan miskin kaya kita-kita nih.,😁


Saat mereka menuju ke toko perhiasan tak senagaja Nathan menabrak seorang wanita hingga belanjaannya semua terjatuh berserakan di lantai.


" maaf, saya tidak sengaja ," ucap Nathan membantu memungut barang belanjanya wanita yang tadi ia tabrak.


" tidak apa terimakasih sudah membantu...," ucap wanita itu terputus saat menatap wajah Nathan ia begitu kaget begitu pula Nathan.


" Nathan...," ucap wanita itu dengan pelan.


" Leona ...,"


N & N bersambung...


kita akan memasuki babak di mana rumah tangga Nathan dan Naura akan di uji dengan berbagai cobaan hingga mereka akan.....🤭🤭🤭🤭 yuk ikuti terus, ya.


jangan lupa untuk :


👍 like


💬 komentar


❤️ favorit

__ADS_1


🎟️ vote


🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


__ADS_2