
keesokan harinya Nathan mengajak Naura untuk menemaninya ke perusahaan milik papa Darwin, namun Naura menolak karena ia sudah berjanji kepada Nisa untuk bertemu.
Nisa sudah datang di rumah dengan membawa cemilan yang Naura pesan pada Nisa.
" Nis,.." panggil Naura berlari dari tangga menuju ke arah Nisa.
" Naura pelan-pelan," ucap Nisa sambil berjalan ke arah Naura.
" kamu bagaimana sih, kalau jatuh gimana tadi," lanjut Nisa membuat Naura hanya tertawa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" kamu udah bawa pesanan yang ku minta,?" tanya Naura dengan cepat Nisa memberikan sekantong seblak.
Naura memang sangat ingin makan seblak namun jika minta kepada Nathan tentu tidak akan di izinkan untuk makan, kebetulan Nathan sedang berada di kantor Naura bisa titip kepada Nisa sebelum ia ke rumah.
" makasi Nis, jadi berapa harganya,?" tanya Naura.
" tidak usah, ini untuk si utun, hallo sayang bagaimana kabar kamu di dalam ,?" tanya Nisa sambil menunduk sejajar dengan perut Naura.
" baik Auty dan terimakasih sudah membelikan aku seblak " balas naura menirukan suara anak kecil.
Naura pun mengajak Nisa di ruang nonton sambil menonton ia ingin menikmati seblak yang Nisa bawa.
Naura membuka seblaknya begitu enak wanginya saja sudah membuat Naura meneteskan air liurnya dengan cepat Naura menyantap seblaknya.
" bagaimana ibu, apa enak ,?" tanya Nisa dengan cepat Naura menaikan jari jempolnya ke atas.
" apa kamu mau,?" tawar Naura membuat Nisa mengangguk dan mengigit satu suapan yahh Naura berikan padanya.
" enak ," ucap Nisa.
Naura pun melanjutkan makanya sementara Nisa menonton siaran gosip yang sedang booming dengan pasangan yang terkenal sangat romantis atau bisa di bilang bucin tingkat dewa.
" romantis banget ," ucap Nisa sambil menonton TV.
" siapa yang romantis,?" tanya Naura.
" tuh pasangan yang tren sekarang, mereka berdua terkenal banget, malah nih semua deterjen pada komentar kawal mereka sampai halal ," jelas Nisa dengan semangat.
" hmm menurut ku enggak ," balas Naura sambil meminum air putih yang sempat ia suruh pelayan untuk mengambilkannya.
" kamu enggak lihat tuh mereka romantis banget, sampai-sampai ia sewa sebuah helikopter untuk pacarnya gimana tuh romantis kan ," ucap Nisa sambil tersenyum lebar.
" bunting enggak kalau belum bunting kaya gua berarti belum romantis," ujar Naura santai.
" astagfirullah nikah aja belum Naura, yah Lo bunting juga karena udah halal, lah mereka kalau bunting akan jadi perkara," balas Nisa sambil melihat Naura.
" yah berarti belum romantis, mereka belum merasakan sentuhan cinta dan bagaimana ciuman...." belum Naura menyelesaikan bicaranya Nisa langsung menutup mulut Naura.
" gua masih di bawa umur, " potong Nisa membuat Naura terkekeh sambil menaikan dua jarinya.
saat sedang asik mengobrol tiba-tiba mata Naura di tutup oleh seseorang, tangan kekar yang sangat Naura kenali.
" Nathan ," tebak Naura dengan cepat Nathan langsung melepaskan tangannya dari mata Naura.
Naura segera berbalik melihat Nathan langsung memeluk suaminya itu membuat Nisa hanya bisa menutup Matanya, benar-benar sahabat satunya ini tidak melihat tempat.
" Nisa, kamu baru datang,?" tanya Nathan.
" sekitar 1 jam aku sudah di sini," balas Nisa.
__ADS_1
" kamu kenapa bisa pulang cepat ,?" tanya Naura mendongak wajahnya menatap Nathan.
" soalnya aku kangen sama istri ku jadi aku meminta papa untuk pulang cepat," balas Nathan sambil menarik hidung Naura.
" oh ya ampun aku harus jadi obat nyamuk, Jadi gimana nih, apa kita jadi jalan ,?" tanya Nisa.
" enggak ada, Naura hari ini akan jalan sama gua ," balas Nathan.
" tapi aku udah janji duluan sama Nisa," ujar Naura.
" enggak apa, nanti lain kali aja, " balas Nisa.
" yakin enggak apa nih, padahal kamu udah datang ke sini ," ucap Naura.
" enggak apa, aku juga nanti telfon Adnan untuk jemput aku di sini ," balas Nisa.
Naura menatap Nathan dengan tajam Sekarang Naura benar-benar tidak enak dengan Nisa apalagi meninggalkan Nisa sendiri menunggu Adnan.
" ayo jalan, aku ingin membawa mu ke suatu tempat ," ucap Nathan menarik tangan Naura.
" tunggu, Nisa kamu tidak apa-apa tunggu Adnan di sini sendiri," ucap Naura.
" kamu jalan aja sayang nanti mama yang temani Nisa sambil tunggu Adnan," ujar mama Maya yang baru keluar dari kamar mendengar perbincangan Naura, Nathan dan Nisa.
" baiklah, ma titip Nisa ya ," pinta Naura membuat mama Maya menganggukkan kepalanya.
Naura dan Nathan pun pergi ke suatu tempat yang Naura tidak tau Nathan akan membawanya kemana, hingga hampir 1 jam perjalanan mereka tiba di sebuah salon membuat Naura mengerutkan keningnya.
" untuk apa kita ke salon ,?" tanya Naura menatap Nathan.
" untuk membuat mu berpenampilan lebih cantik, meski memang kau sudah sangat cantik ," balas Nathan mencium sekilas bibir Naura dan segera turun, ia membukakan Naura pintu bak putri Naura pun segera keluar.
membuat Naura yang melihat Nathan dengan bingung saat ia berbicara kepada karyawan yang bekerja di salon yang sedang mereka datangi ini.
selesai Nathan berbicara karyawan itu segera menghias Naura dengan super cantik sambil menunggu Naura berdandan Nathan memainkan ponselnya entah dia berbalas pesan dengan siapa namun ampuh membuatnya tersenyum lebar.
hampir 1 jam lebih Nathan menunggu dan kini Naura sudah benar-benar cantik, ia melihat sang istri dari ujung kaki sampai ujung rambut benar-benar sangat sempurna.
" Perfect," ucap Nathan.
Naura yang dipandang Nathan seperti itu hanya tersenyum malu, namun Naura masih bingung kenapa Nathan berbuat seperti ini.
selesai dari salon perjalanan mereka belum selesai, Nathan membawa Naura ke butik untuk memilihkan baju yang paling cantik.
Naura dan Nathan segera turun dari mobil masuk ke dalam butik, Naura memandang takjub butik yang mereka masuki begitu besar.
" hallo Nathan apa kabar, sudah sangat lama kamu tidak ke sini ," sapa seorang wanita yang mungkin di lihat dari penampilannya dia pemilik butik ini.
" iya sudah sangat lama dan ini istri saya bisa kak Jessi mengubah penampilannya menjadi lebih cantik ," ucap Nathan sambil membisikkan sesuatu di telinga Jessi.
" baiklah Nathan, tinggu di sini dan kamu akan menilai semua pakaian yang akan di coba oleh istri cantik mu ini ," pinta Jessi memanggil Naura untuk mengikutinya.
Nathan menunggu Naura sambil menaikan kembali ponselnya, namun tidak menunggu berapa lama Naura sudah keluar dengan percobaan pakaian pertama namun Nathan tidak menyukainya karena menurut Nathan sangat tidak seusai untuk Naura.
Naura pun kembali masuk dan mencoba pakaian ke duanya dan kembali keluar namun Nathan sama sekali tidak menyukainya alasannya karena terlalu mencolok warnanya tidak sesuai dengan Naura.
hingga sampai 6 kali mengganti pakaian membuat Naura kelelahan, dengan muka yang masam Naura segera keluar memakai pakaian yang ke enam.
tatapan Nathan tidak berhenti, ia memandang ke arah Naura beranjak dari tempat duduknya, mendekat ke arah Naura memutar mengelilingi Naura hingga membuat Naura malu.
__ADS_1
" kamu benar-benar sangat cantik sayang ," bisik Nathan sambil menggigit sedikit telinga Naura.
" Nathan ,"ucap Naura.
" bagaimana Nathan apa kamu menyukainya,?" tanya Jessi dengan cepat Nathan menganggukkan kepalanya.
" memang pilihan kak Jessi tidak akan pernah salah ," balas Nathan.
Nathan pun mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya ia menyuruh Naura untuk menutup matanya dengan cepat Naura menutup kedua matanya, Nathan mengikat sesuatu di leher Naura hingga ia menyuruh Naura membuka matanya.
betapa terkejutnya Naura melihat sebuah kalung yang sangat tidak asing untuknya, kalung yang sama dengan Axel, Naura hanya memakai nya satu kali saat ia ke rumah sakit untuk menjenguk mama bisa dan setelahnya ia menyimpan kalung itu di tempat barang berharga miliknya.
" kenapa kau memakaikan kalung ini padaku, ?" tanya Naura
" hmm..., mungkin sangat cocok di pake saat ini," jawab Nathan asal membuat Naura sedikit bingung.
Nathan pun hanya tersenyum mencium pipi Naura sekilas, setelah itu Nathan segera membayar harga baju yang Naura pake yah lumayan fantastis untuk harga dress yang memang sangat cantik.
selesai membeli baju Nathan menutup mata Naura menggunakan kain, ia ingin membawa Naura ke suatu tempat yang sangat istimewa.
" sebenarnya kamu membawa ku kemana sih ,?" tanya Naura yang benar-benar penasaran sejak tadi.
" sebentar juga kamu akan tau ," balas Nathan.
Nathan pun segera menjalankan mobilnya kembali ia menyusuri jalan metropolitan hingga sampai ke tempat tujuan mereka, Nathan menuntun Naura keluar dari mobil dengan pelan-pelan.
Nathan pun membuka penutup mata Naura, namun Naura begitu bingung saat melihat sebuah rumah besar yang sangat asing untuknya.
" rumah siapa ,?" tanya Naura menatap Nathan.
" yuk masuk, kamu akan tau jawabnya nanti ," jelas Nathan, Naura pun segera berjalan masuk ke dalam rumah, namun saat ia masuk .
doar....put....
suara bunyi kejutan dan manik-manik terjatuh menghiasi rambut Naura sekarang.
" kejutan, selamat ulangtahun Naura," ucap semua orang di sana, Naura melihat papa Darwin, mama Maya, Nisa, Adnan, Bu Silla, Axel dan dua orang pasangan suami istri yang yang sangat asing untuknya.
Axel berjalan mendekati Naura menatap mata Naura dengan lekat dan langsung memeluk Naura ia menumpahkan semua kerinduannya kepada adiknya itu.
namun Naura yang merasa aneh melepaskan pelukan Axel dan menatap Nathan yang biasa saja tidak marah saat Axel memeluknya seperti tadi.
" sebenarnya apa yang terjadi dan ulangtahun ku bukan hari ini," ujar Naura.
" Axela..."
N & N Bersambung...
jangan lupa untuk:
👍 like
💬 komentar
❤️ favorit
🎟️ Vote
🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini
__ADS_1