
satu Bulan telah berlalu setelah kesehatan mommy Sarah sudah pulih pihak kepolisian mulai membuka kembali kasus kecelakaan bus 13 tahun yang lalu dan kematian Laura secara mendadak di negeri Paman Sam.
Daddy Reno tidak pernah meninggalkan sedetik pun dari mommy Sarah mulai dari pemeriksaan hingga banyak hal yang harus di lalui mommy Sarah sebelum memasuki ruangan meja hijau yang akan memutuskan hukuman yang pantas untuk mommy Sarah.
Pagi yang cerah kicauan burung mulai saling bersahutan. Naura menatap ke arah luar jendela menatap birunya atmosfer yang tuhan ciptakan begitu indah dan sempurna.
Naura menutup kedua matanya menikmati setiap hembusan angin menerpa ke kulit wajah Naura. Saat Naura menikmati hembusan angin wanita itu merasakan pelukan hangat dari belakang yang sudah sangat tidak asing baginya.
" good morning my love," bisik Nathan di telinga Naura mencium tengkuk leher istrinya dengan sangat lembut.
" good morning too mu husband," balas Naura mengusap tangan Nathan yang melingkar dengan sempurna di pinggang Naura.
" aku sudah mempersiapkan semuanya untuk keberangkatan ke luar negeri! kita akan tinggal di sana untuk sementara waktu sampai mommy tidak ada dendam kepada mu ," jelas Nathan.
Mendengar ucapan Nathan Naura berbalik dan memeluk tubuh Nathan dengan sangat erat. Rasa berat meninggalkan keluarga di sini dan memulai kehidupan baru di luar negeri. Dapatkah Naura melakukan hal itu ?.
" bisakah kita pergi setelah Mommy mengikuti persidangan! aku ingin menemani dan meminta maaf kepada mommy," lirih Naura.
Nathan melepaskan pelukan Naura dan menatap istrinya yang mempunyai hati begitu lembut walau mommy Sarah sudah beberapa kali ingin mencelakai nya beberapa kali hingga anak mereka terbunuh karena ulah mommy Sarah namun tidak membuat Naura dendam ataupun marah kepada mommy Sarah.
" kenapa hati mu begitu baik?," ujar Nathan mengusap pipi Naura dengan sangat lembut.
" aku tidak sebaik itu! jika aku di posisi mommy Sarah mungkin aku akan melakukan hal yang sama!. wanita mana yang mau di duakan apalagi mempunyai anak hasil dari perselingkuhannya," jelas Naura dengan genangan air mata yang mulai membasahi pipi nya yang begitu merah.
" aku tidak ingin terlahir seperti ini! kenapa Tuhan begitu kejam kepada ku Nathan kenapa?..hiks...hiks..hiks..," Naura meringis memukul dada Nathan dengan pelan menumpahkan semua kesedihannya.
Nathan memeluk sangat erat tubuh Naura mengusap kepala istrinya dengan sangat lembut.
" kamu tidak salah sayang! bukan keinginan kamu juga untuk terlahir seperti ini! berpikir positif mungkin Tuhan sudah menyiapkan kado terindah untuk mu ," tutur Nathan dengan sangat lembut.
" sudah jangan menyalahkan dirimu! apa kau tidak ingin mengunjungi makam ibu kandung mu sayang! Daddy sudah memberitahukan kepada ku lokasi pemakaman ibu yang sudah melahirkan dirimu dengan pertaruhan nyawanya,"seru Nathan melepaskan pelukannya mengusap air mata Naura yang mengalir dengan sangat indah di pipi Naura.
" sepertinya aku belum siap ," ujar Naura menundukkan kepalanya.
" kenapa?," tanya Nathan.
__ADS_1
" aku merasa gagal menjadi seorang anak untuk mommy dan ibu yang telah melahirkan ku di dunia ini! apa yang harus aku katakan kepada ibu di sana! apa harus aku katakan kebenaran semuanya," jelas Naura.
Nathan tersenyum mengangkat wajah Naura dan mencium dengan lembut bibir kenyal Naura lumutan bibir yang membuat Naura terbuai dengan permainan Nathan.
Nathan melepaskan ciumannya menatap Naura dengan penuh cinta yang mungkin tidak kan lemah Naura dapatkan di lelaki manapun.
" kamu tidak gagal menjadi seorang anak!, menurut ku kamu anak yang paling hebat dan mungkin ibu akan sangat bangga melihat mu datang ke pemakamannya," imbuh Nathan.
" benarkah itu Nathan ?," tanya Naura.
" tentu sayang! kamu wanita terhebat yang pernah aku kenali. Wanita yang sangat tulus dan seorang istri yang sangat sempurna di mata ku ," terang Nathan.
mendengar penuturan Nathan ada perasaan lega yang Naura rasakan. seperti kata orang pasnagan bukan hanya untuk tempat kita untuk melampiaskan hawa nafsu biologis namun pasangan bisa menjadi tempat kita untuk berbagi suka dan duka.
" setelah kita ke pemakaman ibu, bolehlah kita singgah ke penjara untuk menengok keadaan mommy?," tanya Naura menatap wajah Nathan.
" baiklah! tapi hanya sebentar kita di penjara! aku tidak ingin mendengar mommy menghina mu seperti di rumah sakit tempo hari ," jelas Nathan. Naura menganggukkan kepalanya.
Natha dan Naura segera bersiap menuju ke pemakaman ibu kandung Naura yang sudah melahirkan bayi dengan sepenuh jiwa raganya walau nyawanya yahh harus jadi taruhannya.
Naura yang merasa sentuhan tangan Nathan berbalik menatap suaminya yang memberikan senyuman hangat kepada Naura.
" jangan bersedih, kamu akan terlihat jelek jika seperti itu ," tutur Nathan membuat Naura tertawa kecil mendengar ocehan Nathan.
" begitu dong! ini baru istri Nathan," ujar Nathan.
hampir memakan waktu satu jam mereka sampai ke pemakaman umum. Nathan dan Naura segera turun dari mobil.
Nathan menggenggam tangan Naura dan berjalan menuju ke makam ibu Dinda.
mereka berhenti di sebuah kuburan yang lumayan sangat terawat. Di sana tertulis dengan sangat jelas nama ibu Dinda.
Nathan duduk sejajar
" asalamualaikum Ibu! aku membawa Naura anak yang telah kau lahir kan. Anak ibu tumbuh dengan sangat baik, sepertinya kecantikannya mengikuti wajah mu ibu ," ujar Nathan.
__ADS_1
Naura masih terdiam namun matanya tidak bisa berbohong sangat menampakan kesedihan yang amat dalam melihat ibu yang melahirkannya. Naura tidak pernah merasakan hangat pelukan ibunya ataupun melihat wajahnya.
Nathan menarik tangan Naura membuat Naura duduk sejajar dengan Nathan.
" as-... asalamualaikum! Ibu Naura datang mengunjungi ibu! hiks..hiks..hiks..," Naura yahh tidak mampu menahan tangisnya memeluk Nathan dengan sangat erat.
Nathan mengusap kepala Naura dengan sangat lembut sambil menguatkan istrinya mengatakan bahwa semua baik-baik saja.
Naura mencoba ulang menyapa ibunya. Naura banyak bercerita tentang kondisinya hingga Naura merasa sangat nyaman membuat Nathan tersenyum.
Hampir sejam mereka di pemakaman Naura dan Nathan meminta izin kepada untuk pamit dan segera pergi dari pemakan menuju ke penjara untuk menemui mommy Sarah.
sepanjang perjalanan Naura tertidur. sepertinya gadis itu sangat kelelahan menangis hingga membuatnya terlelap sangat nikmat.
Nathan melihat istrinya tertidur tidak tega untuk membangunkannya. menyusuri kota metropolitan yang begitu padat akhirnya mereka sampai di di penjara.
Nathan mencoba membangunkan Naura, menepuk pipi naura dengan sangat lembut
" sayang bangun, kita sudah sampai ," ucap nathan.
" Ibu ...!,"
N & N bersambung....
jangan lupa untuk:
👍 like
💬 komen
❤️ favorit
🎟️ vote
🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini
__ADS_1