Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 92


__ADS_3

2 Bulan telah berlalu, Nathan benar-benar menjaga Naura dan bayi mereka yang sedang bersemayam di perut bundanya.


Nathan juga tidak terlalu kelelahan mengatur Naura yang makan apapun yang di masak oleh Nathan, tidak ada permintaan aneh dari ibu hamil yang biasa di sebut langkah dan bin ajaib.


Namun, sejak hamil Naura sangat suka menonton filem kartun barat berlatar klasik kerjaan. Naura kadang menontonnya berulang-ulang hingga Nathan yang melihat hanya bisa menggelengkan kepalanya. Masih ada rasa syukurnya yang Nathan ucapkan setidaknya istrinya tidak meminta hal aneh seperti kehamilan pertamanya.


hingga semua iklan TV lewat, terpampang jelas jadwal penyanyi Opera yang akan konser di negara Paris itu. Melihat hal itu Naura sangat senang, wanita itu sebenernya sudah sangat lama menginginkan menonton Opera tapi Nathan tidak mengizinkannya, karena harus ke Negera sebrang untuk menonton konser Opera yang Naura inginkan.


" sayang! kita pergi ya, tuh konsernya lagi di adakan di negara ini ," ujar Naura memeluk Nathan.


" baiklah! nanti aku menyuruh Evan untuk memesan tiketnya," balas Nathan mengusap kepala Naura.


" yeah terimakasih sayang ," Naura mencium pipi Nathan dengan sekilas.


Yah, Nathan yang harus ekstra sabar dalam menghadapi kehamilan Naura yang super sensitif, karena harus menahan hasratnya untuk tidak menggempur istrinya setiap saat. Nathan sangat mengingat pesan dokter Elaine untuk menjadwalkan olahraganya mengingat kondisi Naura dan bayinya yang begitu lemah.


Beberapa hari kemudian konser yang sangat Naura tunggu akhirnya tiba, Naura sudah bersiap berpakaian rapi. wanita itu berjalan dengan pelan sambil memakai semua kebutuhan yang di perlukan nya yang tentu di bantu oleh sang suami tercinta.


Nathan menggandeng tangan Naura untuk menuruni anak tangga yang tidak terlalu banyak menuju ke parkiran mobil yang sudah terdapat Evan dan Caroline.


Naura sengaja mengajak mereka agar menonton konsernya dengan ramai tidak hanya berdua dengan Nathan.


Hampir menempuh perjalanan setengah jam mereka sampai di sebuah gedung yang di adakan konser Opera. begitu indah dan menakjubkan, banyak sekali penonton yang berdatangan mulai mengisi gedung besar itu.


mereka berempat segera masuk dengan tangan Nathan yang selalu erat menggenggam tangan Naura. Nathan yang notabenenya seorang pengusaha yang sangat terkenal tentu sangat di sambut ramah oleh panitia pembuat acara. Mereka sangat terhormat dengan kedatangan Nathan bersama istrinya.


Bangku yang mereka pilih pun bukan sebarang tempat, tempat yang sangat khusus untuk Naura agar bisa menonton konsernya dengan tenang.


Naura duduk manis di samping Nathan dan si samping Evan Caroline sudah duduk manis.


Konser Opera akhirnya di mulai semua lampu mati dan tertuju di panggung, mata Naura sangat berbinar melihat pertunjukan spektakuler yang sangat di nantikan nya selama ini.


suara yang begitu merdu dengan alunan musik yang sangat berirama membuat suasana dalam gedung itu hening, hanya suara penyanyi dan alat musik yang menggema di seluruh ruangan.


Para penonton merasa terbawa dalam suasana lagu, seakan mereka berada di di era kerajaan yang begitu klasik, sungguh alunan musik yang begitu harmonis.

__ADS_1


hampir satu jam pertunjukan, akhirnya pertunjukan Selesai, semua penonton bertepuk tangan dengan riang begitu pula Naura wanita itu benar-benar sangat bahagia sampai meneteskan air mata. sungguh perasaan wanita hamil begitu sensitif ya.


Setelah menonton Naura dan Nathan tidak pulang, Naura meminta Nathan untuk berjalan-jalan sebentar mengelilingi kita harus pada malam hari.


Evan dan Caroline mereka pulang duluan. mereka berdua bisa di bilang pasnagan yang sangat gila akan pekerjaan. pekerjaan Nathan benar-benar sangat terbantu karena adanya Evan dan Caroline yang begitu kompetitif dalam bekerja.


Atmosfer langit Prancis yang begitu indah, dengan hembusan angin malam menerpa permukaan wajah Naura yang sedang duduk cantik di taman bersama Nathan. kemeja yang Nathan pake sudah terpasang di tubuh Naura dengan sangat indah. karena cuaca malam yang begitu dingin.


Naura menyandarkan kepalanya di bahu Nathan sambil menggenggam erat tangan Nathan, begitu hangat membuat rasa dingin tidak menembus tubuh pasnagan sejoli itu.


" malam ini begitu indah bukan! rasanya aku ingin menghentikan waktu dan tetap seperti ini bersama mu ," ucap Naura dengan senyumnya yang menerka.


"Rien n'est plus beau qu'avec toi (Tidak ada yang lebih indah dibanding bersamamu)," ujar Nathan mencium tangan Naura dengan sangat lembut.


" "Reste avec moi pour toujours (Tetaplah bersamaku selamanya)," ucap Naura.


sungguh malam yang indah pasnagan dua sejoli itu menikmati waktu yang begitu romantis. Hingga tak terasa salju pertama di kota Prancis pada malam itu turun dengan pelan.


Nathan yang ingin mengabadikan momen-momen itu segera menarik Naura dalam dekapannya dan Lang menyambar bibir Naura dengan sangat lembut.


karena Malam semakin dingin, mereka berdua segera pulang ke rumah mereka. Sepanjang perjalanan Naura menyanyikan lagu Opera yang di nontonnya tadi sambil menatap Nathan yang sedang fokus menyetir.


Brak......


Hingga kejadian yang terduga terjadi, Bus yang berada berada di hadapan mereka tiba-tiba hilang kendali dan menabrak mobil yang ada di hadapannya, untung saja Nathan membawa mobil dengan kecepatan rendah hingga bisa mengerem mobilnya dengan cepat.


Namun, sangat naas mobil yang berada di depan Bus itu hancur berantakan, entah penumpangnya masih hidup atau belum.


Naura dan Nathan segera turun dari mobil melihat ke adaan di depan. Penunjang Bus semuanya terselamatkan hanya saja ada beberapa orang yang terluka. Namun Bus yang menabrak mobil iti membuat sepasang suami istri mati di tempat.


Mayat mereka terlhat sangat jelas dengan aliran darah yang mengalir begitu deras. Naura yang memerhatikan dalam mobil itu seperti masih ada seseorang yang bergerak sejak tadi.


Naura segera melangkahkan kakinya menuju mobil itu namun Nathan menahannya. mereka harus menunggu polisi yang sudah di hubungi oleh beberapa orang yang juga melihat kejadian itu.


" aku melihat ada seorang anak kecil yang masih hidup dalam mobil itu ," terang Naura.

__ADS_1


Nathan yang penasaran dengan apa yang Naura lihat, lelaki itu segera mendekat ke arah mobil. Mata Nathan membulat sempurna saat melihat seorang anak yang mungkin baru umur setahun berada dan pelukan sang ibu yang di peluk begitu erat berada di bangku belakang.


Nathan segera memberitahukan kepada yang lain ( menggunakan bahasa Prancis ya ) untuk membantu mengeluarkan anak kecil itu .


mereka segera mengeluarkan anak itu daei dekapan ibunya. anak kecil itu menangis'begitu kencang saat keluar dari mobil itu.


Naura yang merasa kasihan mengambil anak itu dari gendongan seorang wanita. Matanya yang berwarna biru dengan kulit putihnya membuat anak itu benar-benar sangat tampan dan mempesona.


Anak itu langsung terdiam saat berada dalam pelukan Naura.


" sayang! anak bunda pintar ya jangan nangis lagi ," ujar Naura sambil mengusap kepala anak itu dengan lembut.


" sungguh kasihan anak ini! umurnya yang begitu kecil harus kehilangan kedua orangtuanya." guamam Naura.


tidak lama kemudian polisi setempat datang dan mengamankan kejadian Kecelakaan di jalan raya itu.


anak yang di gendong Naura segera di sarankan untuk ke rumah sakit untuk mengecek kondisi sanak itu.


Naura yang memang sangat menyayangi anak-anak, menyuruh Nathan untuk membawanya anak ini ke rumah sakit.


Entah di mana keluarga anak itu, pihak kepolisian sedang mencarinya untuk membawa kembali ke pangkuan keluarganya.


N & N bersambung...


jangan lupa untuk:


👍 like


💬 komen


❤️ favorit


🎟️ vote


🥀,☕ berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini

__ADS_1


__ADS_2