
Sesampainya di rumah sakit Nathan dan Naura segera mengecek anak kecil itu. anak itu benar-benar tidak pernah melepaskan pelukannya dari Naura hingga saat masuk dalam ruangan pemeriksaan Naura ikut masuk menemani anak itu yang setia dalam gendongan Naura.
Namun, Natha yang melihat hal itu merasa sangat khawatir Masalahnya saat ini Naura tidak boleh terlalu capeh untuk mengangkat sesuatu, kandungan Naura benar-benar sangat lemah.
" biar aku aja yahh gendong, kamu istirahat! ingat ada si kembar dalam perut mu ok ," ujar Nathan dengan lembut sambil mengambil anak kecil itu dalam gendongan Naura.
Saat Nathan mengambil anak itu dari gendongan Naura anak itu benar-benar tidak mau membuat Naura hanya tersenyum sambil menenangkan anak itu yang menangis dalam pelukan Naura.
" tidak apa-apa, aku merasa baik-baik saja! kalau aku sudah tidak mampu aku akan memberikannya pada mu ," ucap Naura lembut.
Anak itu segera di periksa, genggaman tangan yang begitu kecil memegang erat tangan Naura, entah mengapa batin Naura sangat terhubung dengan anak yang baru di temuinya.
setelah pemeriksaan selesai anak itu sama sekali tidak mengalami luka yang terlalu parah, mungkin hanya ada beberapa goresan kecil di lengannya namun itu tidak terlalu parah.
Nathan fan Naura segera keluar dari ruangan pemeriksaan. Naura sedikit kaget saat beberapa polisi ternyata sudah menunggu mereka bersama Evan.
" selamat malam tuan Nathan, seperti kata anda kami sudah mengecek latar belakang anak itu dan ternyata anak itu baru di adopsi dari panti asuhan beberapa hari yang lalu! pasangan yang sudah lama menikah namun belum di karuniai seorang anak memilih untuk mengadopsi anak tersebut," jelas Evan sambil memberikan beberapa berkas yang ia dapat saat mencari latar belakang orang itu.
Nathan senagaja mencari agar bisa membawa pulang anak kecil yang begitu mungil bak malaikat ke pangkuan keluarganya.
" Dan sepertinya anak ini tidak diterima baik dalam keluarganya karena bukan darah daging keturunan mereka! aku sempat menghubungi keluarganya namun mereka hanya mengatakan bahwa kembalikan anak itu ke panti asuhan!," sambung Evan.
mendegar hal itu membuat hati Naura tersentuh, Naura mengusap kepala anak itu sambil mengecupnya beberapa kali. ujian yang anak itu lalui begitu berat, padahal usianya masih sangat kecil menanggung beban seberat ini.
", Nathan apakah kita bisa merawat anak ini ?," tanya Naura memotong pembicaraan Nathan dan Evan.
Nathan yang mendengar pertanyaan Naura setuju. melihat anak itu membuat Nathan juga tersentuh dan sejak tadi dalam pikiran Nathan juga ingin mengadopsi anak itu jika ia tidak memiliki lagi keluarga.
" terserah pada mu sayang! jika kamu mau aku akan setuju dengan keputusan mu ," jelas Nathan sambil memainkan jari kecil anak yang ada dalam gendongan Naura.
" Hati ku sangat simpati saat melihat anak ini! " terang Naura.
Natha mendegar hal itu hanya tersenyum sambil mencium pucuk kepala Naura dengan sangat lembut.
" Evan urus semua berkasnya, aku akan mengadopsi anak ini ," perintah Nathan kepada Evan.
", baiklah Tuan ," balas Evan.
Evan pun segera berbicara kepada para kepolisian dan mengurus semua berkas yang di butuhkan.
sementara Nathan dan Naura segera pulang membawa anak itu ikut serta. Dalam perjalanan anak itu benar-sangat dekat dengan Naura. Seakan Naura adakah ibu kandungnya. anak itu tertidur sangat nyaman dalam pelukan Naura.
Sesampainya di rumah Nathan mengambil alih anak itu dan menggendong membawa masuk ke dalam rumah.
sesampainya di dalam kamar mereka, Nathan membaringkan anak itu dengan pelan. wajahnya begitu tampan dengan kulit putih dan hidung yang mancung membuat anak yang berumur satu tahun itu sangat terlihat menggemaskan.
__ADS_1
" sepertinya kita akan memiliki tiga bayi," terang Nathan.
" aku akan mencari Beby sister untuk membantu ku dalam mengurus anak-anak jika si kembar sudah lahir ," ujar Naura duduk di samping Nathan sambil melihat anak itu tertidur sangat nyaman.
" tapi kira-kira, kita belum memiliki nama untuk anak ini ," ujar Naura menatap Nathan.
Nathan dan Naura segera memikirkan bersama untuk memberikan nama anak baru mereka hingga Nathan terlintas satu nama dalam benaknya.
" aku ada satu sayang ," ucap Nathan.
" apa itu! awas kalau enggak bagus ," balas Naura.
" tenang bagus kok ! kita memberikan nama Felix gimana sayang, nama panjangnya Felix Dhanurendra," terang Nathan.
" Felix! bagus tuh sayang! aku setuju ," balas Naura.
Naura mengusap pipi gembul Felix nama baru yang mereka berikan.
" Felix, jadi Abang yang baik ya kalau udah besar! bisa mendidik si kembar dengan baik, bunda akan mengajarkan kalian bertiga arti saling menyayangi," tutur Naura.
Nathan melihat Naura mengoceh kepada Felix hanya tersenyum sambil memeluk Naura dari belakang.
" selamat sudah menjadi seorang ibu untuk Felix dan calon si kembar ," ucap Nathan.
Malam itu mereka tertidur tanpa ada gangguan apapun. posisi Felix berada di tengah Antara Nathan dan Naura.
suasana malam yang begitu dingin tidak menyelimuti keluarga yang sekarang begitu hangat dengan kehadiran Felix di tengah keluarga kecil mereka.
...****************...
6 Bulan telah berlalu kini perut Naura benar-benar sudah sangat terlihat buncit, USA kandungan Naura sudah memasuki semester tiga atau 8 bulan lebih.
Naura benar-benar sangat sibuk berperan sebagai seorang ibu untuk Felix, tingkah Felix yang begitu lincah dan sangat pintar membuat Naura sedikit kewalahan. untung saja mama Maya datang ke Prancis 6 bulan yang lalu saat mendengar penjelasan Nathan dan Naura tentang kondisi Felix hingga mereka mengadopsinya.
mama Maya dan papa Darwin sangat menyayangi Felix walau bukan darah daging mereka. Begitu juga Daddy Reno dan Axel mereka sudah mengetahui tentang Felix.
Axel sangat ingin ke Prancis untuk melihat ponakan barunya dan melihat kondisi Naura namun kondisi mama Sarah dalam penjara sangat memperihatinkan. Mommy Sarah selalu meracau tidak jelas memanggil nama Dinda.
Namun, Daddy Reno tetap setia berada di sisi mommy Sarah. Daddy Reno selalu menjenguk Mommy Sarah dalam penjara begitu pula Axel selalu memberikan semangat kepada Mommy nya.
****
Pagi hari seperti biasanya Naura melakukan rutinitasnya sebagai seorang ibu dan istri. wanita itu mengurus Nathan sebelum ke kantor dan mengutus Felix.
Mama Maya ikut serta membantu Naura, agar Naura tidak terlalu kelelahan.
__ADS_1
" Felix sayang buka mulutnya," ujar Naura sambil menyuapi Felix makanan yang ia buat sendiri.
Felix sangat menurut dengan perkataan Naura, dengan cepat Felix membuka mulutnya dan melahap dengan nikmat makanan yang naura berikan padanya.
mama Maya yang melihat itu ikut serta mengajak Felix berbicara karena saat ini Felix sudah mengucapkan beberapa kata seperti bubu dan Yaya yang artinya bunda dan ayah.
celoteh Felix bisa membuat Nathan selalu merindukan anak angkatnya itu.
" bubu...bubu..Yaya," celoteh Felix sambil menaruh tangannya di mulut yang di penuhi dengan makanan.
" astaga Felix, jangan gitu sayang nanti maknanya belepotan loh ," Naura segera mengambil tisu dan membersihkan mulut Felix.
" wah cucu omah tambah pintar ," ucap mama Maya.
Natha yahh baru keluar dari kamar melihat keseruan Naura dan mama Maya bermain bersama Felix membuat Nathan mendekat ke arah dia wanita tersayangnya itu.
" Felix anak ayah, buat keributan apalagi," ucap Nathan menggendong Felix dan mencium pipi gembul Felix.
" Yaya...Bubu ," aduh Felix.
" wah anak ayah sudah pintar mengadu ya ," ujar Naura
" anak ayah sangat pintar ," puji Nathan sambil terus mencium Felix membuat Felix tertawa geli.
sungguh pemandangan keluarga yang bisa di katakan sangat harmonis. kedatangan Felix membuat kecerahan tersendiri dalam keluarga Nathan dan Naura.
N & N bersambung...
jangan lupa untuk:
👍 like
💬 komen
❤️ favorit
🎟️ vote
🥀,☕ berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini
catatan:
maafkan author baru update 🤧🤧 kegiatan real life benar-benar sangat padat.
Lope...lope...untuk pembaca setia N & N 😘😘😘
__ADS_1