Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 39


__ADS_3

Malam harinya setelah dari rumah sakit menemani Nisa, Nathan dan Naura meminta izin untuk pamit duluan bersama Axel sementara Adnan akan menemani Nisa di rumah sakit, jika Nisa membutuhkan sesuatu setidaknya Adnan yang akan membantunya.


Sesampainya di rumah dengan motor Nathan yang ia ambil dari sekolah, Nathan memarkirkannya dengan baik motor miliknya dan masuk bersama dengan Naura ke dalam rumah.


" Sayang udah pulang ,?" tanya mama Maya yang masih sibuk menonton sinetron kesukaannya.


" iya ma ," balas Naura.


" sini nak, ada yang mau mama tanyain sama kamu ," panggil mama Maya membuat Naura mendekati mama Maya dan duduk di sampingnya.


" kalau gitu aku naik ke atas duluan," pamit Nathan dan mendapatkan anggukan dari Naura.


Nathan pun segera menuju ke dalam kamarnya membersihkan dirinya dan mengganti semua pakaian yang ia pakai tadi pagi.


selesai bersih-bersih Nathan mengeringkan rambutnya menggunakan hairdryer sambil menatap badannya yang begitu seksi apalagi dengan perut kotak-kotak nya uhukm..🥴🥴.


saat sedang asik mengeringkan rambut mata maniak Nathan melirik ke arah kalung yang tergantung indah di lehernya melihat sebuah liontin cincin perniagaan Nathan membuat ia tersenyum miring mengingat awal pernikahannya bersama Naura.


" apa nih senyam-senyum sendiri, ayo ngaku mikirin siapa ,?" Tanya Naura yang baru masuk ke dalam kamar dan melihat Nathan senyam-senyum sendiri.


" aku melihat cincin pernikahan kita yang aku simpan sebagai mainan mata kalung milikku.," terang Nathan memandang ke arah Naura dan menunjukkan kalungnya.


" cincin kawin ...! aku hampir lupa, aku simpan dimana yah ...?," pikir Naura mengingat terkahir kali ia menyimpan cincin kawinnya di mana.


" apa selama ini kamu tidak memakainya,?" Tanya Nathan menatap Naura.


" aku bukanya tidak memakainya tapi kamu tau sendiri kan di sekolah tidak boleh memakai aksesoris apapun, jadi selama ini aku menyimpannya tapi aku lupa menaruhnya di mana ,?" jelas Naura sambil mencari cincin kawinnya di laci tempat ia menyimpan barang berharganya.


" yakin kamu simpan di sana ," tanya Nathan dengan nada ledek membuat Naura menatapnya dengan tajam.


Naura mencari dengan usaha keras untuk mendapatkan cincin kawinnya, ia membongkar semua peralatannya di dalam lemari dan akhirnya pencahariannya membuah hasil.


" yeah... ! akhirnya aku mendapatkannya," girang Naura sambil memegangi sebuah kotak panjang yang berwarna merah bercampur gold.


Naura pun membuka kotak panjang itu, dan mengeluarkan sebuah kalung yang begitu indah, mainan kalungnya ada dua satu milik cincin kawinnya dan satu sebuah liontin yang sangat indah dan ada sebuah tulisan huruf A.


" itu kalung milik kamu i ,?" Tanya Nathan dengan mengerutkan dahinya menatap kalung yang Naura pegang.


" iya ," balas Naura sambil memakai kalungnya di leher mulusnya.

__ADS_1


" kamu dapat dari mana ...? apa Reza yang memberikannya untuk mu ...?" Tanya Nathan menatap Naura penuh kecurigaan.


" bukan sayang ...! ini kalung memang ada sejak aku kecil, kata ibu panti asuhan saat aku di dapatkan kalung ini memang sudah ada tergantung di leher ku dan lagian nih kamu kenapa curiga banget aku sama kak Reza ," jelas Naura.


" aku buka curiga hanya bertanya saja sayang ," balas Nathan memeluk Naura dan mencium leher Naura.


Naura yang mendapatkan ciuman Nathan merasa sangat geli apalagi saat Nathan mengulanginya terus membuat Naura tertawa.


" udah ah aku belum mandi masih bau ," ucap Naura melepaskan pelukan Nathan darinya.


" tapi menurut aku kamu benar-benar masih sangat harum ," puji Nathan membuat Naura mengembangkan senyumnya.


Nathan pun melihat kalung yang Naura pake memerhatikan setiap detail kalungnya serasa sangat tidak asing di mata Nathan.


" kenapa kau menatap kalung ku seperti itu ," Tanya Naura.


" sepertinya kalung yang kau pake sangat tidak asing bagi ku, seperti aku pernah melihatnya di suatu tempat," terang Nathan membuat Naura berbalik menatap Nathan.


" apa kau benar-benar melihatnya di suatu tempat ,? " Tanya Naura dengan semangat.


" iya, tapi aku lupa di mana ya," pikir Nathan sambil mengingat namun ia benar-benar lupa melihat kalung seperti Naura pake di mana.


" sebenarnya selama ini aku ingin mencari orang tua kandung ku dengan kalung ini, tapi aku mengurungkan niat takutnya mungkin mereka tidak menginginkan ku ada di dalam kehidupan mereka ," tutur Naura dengan wajah sendu membuat Nathan langsung memeluk Naura.


" entahlah,," balas Naura.


" sudahlah jangan bersedih aku akan membantu mu mencari orang tua kandung mu," imbuh Nathan mengusap kepala Naura membuat Naura senang saat mendengar perkataan Nathan.


" terimakasih Nathan, aku benar-benar bersyukur memiliki suami seperti dirimu ," jujur Naura mencium sekilas pipi Nathan.


" oh ayolah jangan membuat ku terpancing ," decak kesal Nathan saat Naura yang menciumnya langsung melarikan diri di kamar mandi.


" Sabar ya sayang ," teriak Naura dari kamar mandi, ia benar-benar berhasil membuat Nathan kesal.


...***************...


selesai mandi Naura, mereka pun makan malam bersama mama Maya dan papa Darwin dengan sangat hangat apalagi Naura yang super cerewet membuat suasana benar-benar menjadi cair.


sesudah makan malam Naura dan Nathan segera masuk dalam kamar sambil mengerjakan tugas mereka, author ralat bukan Naura yang mengerjakan tugas tapi semua tugas Naura Nathan yang mengerjakannya karena Naura sama sekali tidak mengerti dengan tugas matematika dengan materi yang sangat menyenangkan bukan...?

__ADS_1


" wah suami ku saat mengerjakan tugas sangat tampan ya ," puji Naura sambil memandang Nathan yang sedang fokus menulis tugas.


" jangan melihat ku terus tapi perhatikan saat aku mengerjakan tugas ," balas Nathan sambil mengusap kepala Naura.


" hmm ... aku memilki otak tidak seperti mu yang begitu cerdas sedangkan aku ah benar-benar payah," keluh Naura.


Nathan hanya tersenyum melihat Naura seperti itu apalagi ia memasang ekspresi imutnya membuat Nathan ingin memangsanya sekarang kalau tidak mengingat tugas yang bertumpuk seperti ini.


hampir 2 jam Nathan berkutat dengan tugas dan Naura yang setia menemani Nathan mereka pun beristirahat, namun hanya Naura yang beristirahat sementara Nathan membuka lagi benda lempeng nya yang cukup besar dan mengerjakan sesuatu di sana.


" apa yang kamu kerjakan ," Tanya Naura penasaran.


" aku sedang mengecek kondisi perusahaan yang sedang ku kembangkan sekarang," balas Nathan masih fokus menatap layar lempeng itu.


" kamu punya perusahaan,?" tanya Naura.


" iya, papa yang memberikan untukku dan menyuruhku untuk mengembangkan perusahaan kecil ini kalau aku sudah bisa, aku bisa meneruskan pekerjaan papa dan menggantikan posisinya kelak ," jelas Nathan membuat Naura mengangguk mengerti.


" aku temani ya ," tawar Naura.


" boleh, tapi kalau kamu udah ngantuk tidur duluan aja ," pinta Nathan membuat Naura menganggukkan kepalanya.


Nathan yang fokus mengerjakan proyek perusahaanya tidak sadar saat Naura sudah tertidur di sofa.


" ah aku sudah bilang untuk tidur duluan di ranjang kalau sudah ngantuk," gumam Nathan segera mematikan laptop nya dan mengangkat tubuh Naura di atas ranjang.


" sweet dream my wife ," gumam Nathan mencium pipi Naura dan ikut tidur di samping Naura sambil memeluk tubuh mungil istrinya.


perlahan tapi pasti Nathan kini sudah tidur terlelap masuk ke alam mimpi bersama Naura di sana, malam yang begitu dingin membuat Nathan dan Naura tertidur sangat nyenyak tanpa ada gangguan apapun.


N & N bersambung...


jangan lupa :


👍 like


💬 komentar


❤️ favorit

__ADS_1


🎟️ vote


🥀berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


__ADS_2