Naufal Alexander

Naufal Alexander
Flashback 2


__ADS_3

Setelah Krisna menceritakan semuanya kepada kakaknya, apa penyebab utama ibu mereka menentang pernikahan adiknya Andhira. Mereka sangat marah dan tak terima atas apa yang udah diperbuat oleh Kendrik kepada keluarganya, tak terkecuali Albert. Sebagai seorang sahabat, Albert tak akan tinggal diam melihat sahabatnya Felix difitnah begitu saja.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang, kak?" tanya Krisna.


"Apa kita akan memberitahu Mama?" tanya Krisna lagi.


"Jangan dulu. Mama tidak akan percaya. Serahkan pada kakak. Kakak akan menyelesaikan secepatnya," saut Albert dengan nada marah dan tangan mengepal.


"Awas kau Kendrik. Kau sudah bermain-main dengan orang yang salah." batin Albert.


Tidak perlu memakan waktu lama, akhirnya Albert dan anak buahnya berhasil mendapatkan bukti lengkap tentang Kendrik.


Setelah bukti di tangan. Dengan senyuman liciknya, Albert memberikan sedikit kejutan untuk seorang Kendrik Alvaro.


BUGH


BUGH


BUGH


Albert menyuruh anak buahnya memukuli Kendrik. Ya! Itulah kejutan yang diberikan oleh seorang Albert kepada Kendrik.


Setelah puas dengan kekuatannya lalu Albert menyuruh anak buahnya membawa Kendrik untuk bertemu dengan mertuanya Nyonya Sheehan.


***


Tibalah mereka di kediaman Keluarga Sheehan. Dengan kasar para anak buah Albert mendorong Kendrik sampai tersungkur di lantai tepat di hadapan Nyonya Sheehan sehingga membuat Nyonya Sheehan kaget.


"Mama, apa pria Ini yang sudah mengatakan hal buruk tentang sahabatku Felix?" tanya Felix sambil menunjuk kearah Kendrik.


Nyonya Sheehan menatap kearah Kendrik lalu beralih menatap menantunya Albert untuk meminta penjelasan.


"Ada apa ini? Kenapa kau melakukan ini Albert?" tanya Nyonya Sheehan marah.


"Aku sudah tahu semuanya. Kalau laki-laki brengsek ini yang sudah mempengaruhi Mama agar sahabatku Felix tidak menikah dengan Andhira putrimu. Dia mengarang cerita tentang Felix. Dengan seenaknya dia mengatakan bahwa Felix seorang mantan nara pidana atas kasus pembunuhan."


DEG


Nyonya Sheehan sontak kaget mendengar ucapan menantunya. Nyonya Sheehan membenarkan ucapan menantunya itu kalau memang benar Kendrik berbicara seperti itu padanya.


"Mama dengar aku." itu suara Helena putri sulungnya. "Ma, Kendrik dulu mengejar-ngejarku. Dia berusaha ingin mendapatkan cintaku. Berulang kali aku mengatakan padanya kalau aku tidak mencintainya, tapi dia terus mengejarku. Aku juga sudah mengatakan padanya kalau aku sudah punya Kekasih tapi dia tak mengubrisnya. Papa juga tahu masalah ini. Dan bahkan Papa juga sudah berbicara padanya dan memintanya untuk menjauhiku, tapi tetap saja dia masih mengejar-ngejarku."


"Apa? Jadi Papamu sudah mengetahuinya?" tanya Nyonya Sheehan kaget. Helena menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku bingung, Ma. Segala cara sudah aku lakukan untuk menjauh darinya, tapi dia selalu mengejar-ngejarku. Akhirnya Kendrik mengajakku untuk ketemuan. Dengan senang hati aku terima tawarannya. Tapi aku tidak pergi sendirian melainkan aku minta ditemani sama Albert waktu itu. Disana Albert menjelaskan semuanya kepada Kendrik yang membuat Kendrik diam seribu bahasa. Setelah selesai Albert menjelaskan semuanya, kami pergi dari sana. Dan ternyata usaha tidak berhenti sampai disitu saja, Ma."


"Apa maksudmu, Helena?" tanya Nyonya Sheehan.


"Kendrik mengincar Andhira," Jawab Helena.


DEG


"Apa?" teriak Nyonya Sheehan tak percaya dia menatap pria itu lalu berbalik menatap putrinya.


"Apa kau serius dengan ucapanmu Helena?" tanya Nyonya Sheehan dan dibalas anggukkan oleh putrinya.


"Dia mengincar Andhira dan ingin mendapatkan cintanya. Dia melakukan itu karena dia telah gagal mendapatkan cintaku. Makanya kenapa dia mengatakan hal hal buruk tentang Felix, Ma!" lirih Helena yang sudah terisak.


Lalu Nyonya Sheehan beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri pria tersebut. "Katakan padaku, apa itu benar, hah?!" bentak Nyonya Sheehan.


Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut seorang Kendrik.


"Aku bertanya sekali lagi padamu. Apa benar semua yang di ucapkan putriku dan menantuku itu?!" bentak Nyonya Sheehan.


"Iya. Itu benar," jawab Kendrik.


Mendengar pengakuan dari Kendrik, sontak membuat Nyonya Sheehan kaget dan terjatuh terduduk di lantai dan air mata sudah mengalir di pipinya.


Helena memeluk ibunya yang sudah menangis. "Andhira." lirih Nyonya Sheehan.


Helena, Krisna dan Nirvan berusaha menghibur ibu mereka.


Disisi lain Albert menyuruh anak buahnya membawa Kendrik Ke kantor polisi. Saat Kendrik dibawah pergi oleh anak buahnya Albert, Nyonya Sheehan menahannya.


"Tunggu." Nyonya Sheehan menghampiri pria itu.


PLAK..


Satu tamparan mendarat di wajah pria itu. "Tega kau melakukan ini padaku, Kendrik. Aku sudah baik padamu dan memberikan pekerjaan untukmu, tapi ini balasanmu terhadapku. Kau membuatku tampak buruk didepan Felix calon menantuku dan kau juga membuatku menjadi Ibu yang buruk untuk putriku Andhira. Mulai sekarang kau bukan bawahanku lagi. Kau dipecat," jawab Nyonya Sheehan panjang lebar yang penuh dengan amarah.


Setelah selesai dengan amarahnya. Kendrik langsung dibawa pergi oleh anak buahnya Albert.


"Maafkan Mama. Maafkan Mama."


"Mama tidak salah. Apa yang Mama lakukan hanya semata-mata untuk melindungi Andhira? Mama berpikir kalau Felix laki-laki yang tidak baik untuk Andhira. Sekarang Mama sudah tahu kebenarannya kalau Felix itu pantas untuk Andhira, putri Mama." Helena berusaha menghibur ibunya.


"Tapi kita tidak tahu dimana adikmu sekarang, Helena. Mama ingin ajak Andhira pulang ke rumah tentu saja bersama Felix menantu Mama. Mama akan minta maaf pada mereka berdua," ucap Nyonya Sheehan mengulas senyuman tulus di bibirnya.

__ADS_1


"Mama tenang saja. Aku akan cari tahu dimana mereka tinggal sekarang," jawab Albert.


"Terima kasih Albert. Maafkan Mama tadi membentakmu." Albert menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Terima kasih, Ma!" Helena langsung memeluk Nyonya Sheehan dengan erat.


Tak mau kalah dengan sang kakak, Krisna dan Nirvan ikut menghamburkan dirinya dalam pelukan mereka berdua. Semuanya tersenyum bahagia.


FLASHBACK OFF


Setelah mendengar cerita dari kakak perempuannya, Andhira tampak sangat bahagia.


"Mama sangat menyayangimu. Dan Mama tidak benar-benar membenci Felix," ucap Helena.


"Aku senang mendengarnya, kak!" seru Andhira.


"Ini juga berkat adik kita, Krisna. Dia mengetahui kebusukan Kendrik dan langsung menceritakannya kepada kita berdua."


"Krisna dan Nirvan. Bagaimana kabar mereka sekarang? Aku sangat merindukan  mereka berdua," ucap Andhira.


"Kedua adikmu itu sudah menikah dan mereka masing-masing memiliki 3 orang putra."


"Benarkah, kak? Aku benar-benar tidak sabar ingin bertemu dengan mereka!" seru Andhira dengan semangat.


"Berarti kita berdua yang belum mengetahui seperti apa wajah kedua Paman kami, Ma? Mama selama ini tidak pernah menceritakan masalah keluarga Mama," tutur Pasya.


"Maafkan Mama ya. Mama tidak pernah menceritakannya pada kalian. Tapi sebentar lagi kalian pasti akan bertemu dengan paman-paman kalian," jawab Andhira.


"Oh ya, Arsya. Kakak selaku kakak tertua Naufal. Kakak minta maaf atas sikap Naufal saat di rumah sakit dua hari yang lalu padamu," ujar Elvan.


"Tidak apa-apa, kak. Aku mengerti. Naufal itu kan adikku. Dan aku yakin Naufal akan kembali padaku," saut Arsya dengan penuh keyakinan.


"Terima kasih kau sudah mau mengerti keadaan Naufal, Arsya." sela Aditya.


"Ya, kak. Aku sangat menyayangi Naufal. Aku akan berusaha pelan-pelan untuk bisa mencairkan kebenciannya!" seru Arsya.


"Kami setuju dan kami akan membantumu!" seru para kakak.


"Aku permisi ke dapur mau ambil minum. Haus!" seru Arsya


Setelah itu, Arsya beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan ruang tengah.


"Ini sudah jam 10 malam, kenapa Naufal belum pulang juga. Elvan, bagaimana ini?" seru Helena panik

__ADS_1


"Elvan hubungi adikmu sekarang. Adikmu sudah pergi sejak pagi sekali. Masa iya adikmu masih kerja jam segini. Kau dan Daddymu saja tidak seperti ini sibuknya!" tutur Helena.


__ADS_2