Naufal Alexander

Naufal Alexander
S2. Rekaman


__ADS_3

[Meja Makan]


Saat ini anggota keluarganya sudah berkumpul di meja makan. Ada kedua orang tuanya yaitu Albert Alexander dan Helena Alexander, ada Felix Ravindra dan Andhira Ravindra, ada Arsya, ada tiga kakak laki-lakinya yaitu Elvan, Aditya dan Rayyan.


"Kalian sarapanlah dulu. Aku akan memanggil Naufal dikamarnya," kata Helena.


Saat Helena ingin melangkahkan kakinya. Terdengar suara teriakan dari lantai dua. "Aku sudah bangun, Mommy!"


Mendengar suara tersebut sukses membuat mereka semua terkejut. Mereka hanya bisa pasrah. Toh, mereka tidak ada yang tega untuk memarahi sikelinci kesayangan mereka itu.


Mendengar teriakan dari putra bungsunya itu, Helena memutuskan untuk duduk kembali di kursinya.


"Pagi semuanya," sapa Naufal saat sudah berada di ruang makan.


"Pagi juga sayang," jawab Albert dan Helena.


"Pagi tampan," jawab Felix dan Andhira.


"Pagi juga kel......." ucapan Elvan, Aditya dan Rayyan terpotong.


"Jangan buat moodku buruk pagi-pagi begini, kak. Aku pagi ini sedang banyak tugas. Di NFL Corp, King Studio dan Avana Gym," sahut Naufal yang tahu apa yang akan dilontarkan oleh ketiga kakaknya itu.


"Hehehehe." Elvan, Aditya dan Rayyan hanya terkekeh.


"Oke... Oke," jawab ketiganya.


"Ini sarapannya sayang." Helena memberikan sepiring nasi goreng kesukaan putra bungsunya lengkap dengan ayam goreng.


"Terima kasih, Mommy."


"Sepertinya putra bungsu Daddy ini sedang sibuk, hum!"


"Iya, Dad. Jam 9 nanti ada rapat dengan Perusahaan Posco. Setelah itu disusul pukul 12 siangnya akan ada pembukaan Avana Gym yang baru. Dan itu memakan waktu sekitar tiga jam. Jadi selesai sekitar 3 sore. Nah, dari sana aku langsung ke King Studio. Ada rekaman album baru untuk dua artis. Kemungkinan aku pulang pukul 6 sore."


"Waah, hebat! Paman bangga padamu, Naufal." Felix berucap sembari memuji Naufal.


"Terima kasih, Paman."


"Semoga semuanya berjalan dengan lancar sayang," ucap Albert.


"Terima kasih, Dad. Doakan aku ya Paman, Bibi, kakak, Mommy, kak Arsya, kak Pasya, kak Liana, kak Renata." Naufal berucap dengan menyebutkan satu persatu anggota keluarganya.


"Pasti," jawab mereka kompak.


"Tanpa kamu minta pun kami akan memberikan doa kami untukmu," sahut Elvan. Naufal tersenyum.


"Tapi kamu jangan sampai lupa. Nanti pukul 7 malam akan ada acara makan malam, sayang." Helena berbicara lembut kepada putra bungsunya.


"Aku usahakan pukul setengah tujuh malam, aku sudah berada di rumah." Naufal menjawabnya.


Mereka tersenyum bahagia mendengar ucapan dari Naufal.


***


[RZ Corp]


[Ruang Kerja]


Reza berada di ruang kerjanya. Sama seperti Naufal. Reza juga sangat sibuk hari ini. Pekerjaannya juga menumpuk. Reza tengah berkutat dengan laptop miliknya. Jari-jarinya dengan lancar bermain-main diatas keyboard.


Saat Reza tengah fokus dengan laptopnya, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ekor matanya melirik kearah ponselnya. Dapat dilihat olehnya nama 'Kak Ardian' di layar ponsel miliknya.


Tanpa membuang waktu, Reza langsung menjawab panggilan dari Ardian.


"Hallo, kak Ardian."


"Hallo, Za. Apa kau sibuk hari ini?"


"Sangat kak. Ada apa?"


"Kau tidak lupakan kalau nanti malam keluarga Naufal mengundang keluarga kita makan malam di rumah Naufal. Lagian orang tua kita sudah lama tidak berkumpul karena kesibukan masing-masing."


"Ya, kak. Aku ingat. Makanya saat ini aku berusaha menyelesaikan semua kerjaanku. Jadi aku bisa tepat waktu datang ke rumah Naufal."


"Sebisa mungkin. Kita datang terlebih dahulu ke rumah Naufal sebelum orang tua kita."


"Iya, kak."


"Ya, sudah. Kakak tutup teleponnya. Kakak akan kabari yang lainnya."


"Oke."


TUTT!!


TUTT!!


Setelah selesai berbicara dengan Ardian di telepon. Reza kembali melanjutkan pekerjaannya.


***


[ARD-COMPANY]


[Ruang Kerja]


Ardian berada di ruang kerjanya. Setelah selesai menghubungi Reza. Kini Ardian ingin menghubungi Dhafin. Tapi saat Ardian ingin menekan nama Dhafin, tiba-tiba terdengar suara notifikasi dari ponselnya.


Ting!!


Ting!!


Ting!!

__ADS_1


Ardian melihat notifikasi dari Grup WA. Dia pun langsung membuka dan membacanya.


[GRUP TUJUH COWOK TAMPAN]


09:11


Arsya : Wooi, para penghuni grup tujuh cowok tampan. Arsya yang paling tampan hadir.


Arsya : Apa semuanya pada masih hidup.


Ardian : norak.


Reza : ^2


Barra : ^3


Dhafin : ^4


Davian : ^5


Naufal : Kepercayaan dirimu terlalu tinggi kak Arsya. Dari kita bertujuh hanya ada satu orang yang paling tampan.


Barra : Sudah tahu jawabannya


Dhafin : ^2


Reza : ^3


Ardian : ^4


Davian : ^5


Dhafin : Jawabannya gak jauh-jauh dari yang pertama.


Barra : Iya. jawaban yang sama dari yang pertama.


Reza : Kakak dan adik sama saja.


Davian : Sama-sama memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi.


Ardian : Norak dan lebay.


Arsya : Beraninya kalian berbicara begitu.


Naufal : Berani kalian ngatain aku.


Davian : Aku tidak bicara apapun. aku barusan hanya nulis sesuatu disini.


Dhafin : ^2


Ardian : ^3


Reza : ^5


Arsya : Aku pecat kalian jadi adik-adikku.


Naufal : Aku pecat kalian jadi kakak-kakakku.


Davian : Keluar dech jurus ancamannya.


Barra : ^2


Reza : ^3


Ardian : ^4


Dhafin : ^5


Arsya : Jangan lupa ntar malam datang ke rumah Naufal.


Arsya : Jangan sampai kalian membuat sikelinci ngamuk.


Naufal : Arsya Ravindra!


Barra : Kelinci ngamuk.


Reza : ^2


Davian : ^3


Dhafin : ^4


Ardian : ^5


Arsya : Hahahaha.


Ardian tersenyum bahagia setelah membaca isi dari grupnya itu. Dirinya benar-benar bahagia memiliki sahabat sekaligus saudara seperti mereka. Ini adalah kebahagiaan terbesar seorang Ardian setelah keluarganya.


Setelah selesai dengan grupnya. Ardian pun kembali melanjutkan pekerjaannya. Dirinya harus menyelesaikan semua pekerjaannya, sehingga dirinya bisa tepat waktu datang ke rumah adik kelincinya.


***


[KING STUDIO]


[Ruang Studio]


Setelah selesai dengan tugasnya di NFL Corp, Pembukaan Avana Gym baru miliknya. Saat ini Naufal telah berada di Studio. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah empat sore.


Kini Naufal bersama sahabat-sahabatnya yaitu Theo, Nathan, Ricky dan Henry., Yugyeom.


Sesuai jadwal yang sudah dipersiapkan oleh Naufal. Kini mereka tengah melakukan rekaman lagu solo dan grup untuk dua artis.

__ADS_1


"Siap semuanya?" tanya Naufal.


"Siap," jawab mereka.


Dan rekaman pun dilakukan.


Rekaman pertama berjudul : Cinta


Melly Goeslaw


Menatap jalan yang menjauh


Tentukan arah yangg ku mau


Tempatkan aku pada satu


Peristiwa yang membuat hati lara


Di dekat engkau aku tenang


Sendu matamu penuh tanya


Misteri hidup akan kah menghilang


Dan bahagia di akhir cerita


Cinta tegarkan hatiku


Tak mau sesuatu merenggut engkau


Naluriku berkata


Tak ingin terulang lagi


Kehilangan cinta hati


Bagai raga tak bernyawa


Aku junjung petuamu


Cintai dia yang mencintaiku


Hati yang dulu belayar


Kini telah menepi


Bukankah hidup kita


Akhirnya harus bahagia


Cinta


Biar saja ada


Yang terjadi biar saja terjadi


Bagai manapun hidup


Memang hanya cerita


Cerita tentang meninggalkan dengan ditinggalkan


Cinta...


Setelah selesai rekaman lagu pertama oleh Melly. Dilanjutkan lagu kedua. Rekaman lagu kedua ini akan dibawakan oleh artis bernama kelompok Noah. Judul lagunya : Terdalam


Kulepas semua yang kuinginkan


Tak akan kuulangi


Maafkan jika kau kusayangi


Dan bila kumenanti


Takkan lelah aku menanti


Takkan hilang cintaku ini


Hingga saat kau tak kembali


Kan kukenang di hati saja


Kau telah tinggalkan hati yang terdalam


Hingga tiada cinta yang tersisa di jiwa.


Setelah melakukan rekaman selama tiga jam. Akhirnya tugas mereka pun selesai. Kini tinggal Naufal dan para sahabatnya yang masih berada di ruang rekaman.


"Oh ya! Hen, Theo, Ric, Nat. Aku langsung pulang ya. Ini sudah pukul setengah setengah 6 sore. Aku harus sampai di rumah sebelum pukul 7 malam, ucap Naufal.


"Memangnya ada acara apa, Fal?" tanya Theo.


"Acara makan malam keluarga. Oh iya! Kalian juga harus datang ya. Telat dikit gak apa-apa," kata Naufal.


"Ya, udah! Kalau gitu kita langsung pulang aja ke rumah dan bersiap-siap," usul Ricky.


"Ide bagus itu," jawab Henry.


"Ya, udah. Ayoooo!" seru Nathan.


Akhirnya mereka pun pergi meninggalkan studio untuk pulang kerumah masing-masing. Mereka membawa mobil masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2