Naufal Alexander

Naufal Alexander
S2. Isak Tangis Vanesha Bersama Sang Ayah


__ADS_3

[Mansion Naufal]


Naufal saat ini berada di dalam kamarnya. Dirinya akan segera bersiap-siap untuk ke Studio nya. Setelah dari Studio, barulah Naufal akan ke NFL CORP.


Naufal menatap pantulan dirinya dicermin. Detik kemudian, Naufal tersenyum.


"Vanesha, tunggu aku. Sebentar lagi aku akan membebaskanmu dari kedua bajingan itu," ucap Naufal.


Setelah semuanya siap, Naufal pun pergi keluar dari kamarnya.


^^^


Anggota keluarganya kini tengah berada di ruang tengah. Di ruang tengah itu ada Ayahnya, Albert Alexander, Pamannya Felix Ravindra. Ketiga kakaknya yaitu Elvan, Aditya dan Rayyan. Ibunya Helena Alexander dan Bibinya Andhira Ravindra. Dua kakak sepupunya yaitu Pasya Ravindra dan Arsya Ravindra. Serta dua kakak iparnya yang cantik yaitu Liana Alexander dan Renata Ravindra.


Mereka semua tengah mengobrol kecil sembari membahas masalah Vanesha dan keluarganya terutama Albert. Albert akan melakukan apapun untuk kebahagiaan putra bungsunya.


Ketika mereka tengah membahas masalah Vanesha dan keluarganya, tiba-tiba mereka mendengar derab langkah kaki seseorang menuruni anak tangga.


Mereka semua dengan kompak melihat keasal suara tersebut. Dan seketika terukir senyuman manis di bibir mereka masing-masing.


Naufal melangkahkan kakinya menuju ruang tengah dimana anggota keluarganya berkumpul.


"Kenapa melihat aku seperti itu? Jelek ya pakaian yang aku kenakan?" tanya Naufal yang sudah duduk duduk di sofa di samping ibunya.


Cup..


Helena memberikan satu kecupan di pipi kanan putra bungsunya itu sehingga membuat putra bungsunya itu tersenyum malu.


"Kami menatap kamu itu karena kamu sangat tampan pagi ini. Berbeda dari yang sebelumnya," ucap Helena sembari tangannya bermain-main di kepala belakang putranya itu


"Mau ke NFL Corp apa mau ke Studio dulu?" tanya Albert.


"Ke Studio dulu, Dad! Dari sana baru aku ke NFL Corp." Naufal menjawab pertanyaan dari ayahnya.


Albert tersenyum mendengar jawaban dari putra bungsunya itu. Apalagi ketika putranya menjawab dengan wajah berseri. Tidak seperti biasanya yang terlihat murung, walaupun berusaha untuk tersenyum.

__ADS_1


"Jangan terlalu memforsir tenaga kamu, oke! Daddy tidak sanggup melihat kamu tumbang lagi karena kelelahan."


"Baik, Dad!"


***


"Hiks... Hiks... kakak Naufal. Aku merindukan kakak. Apa kakak marah padaku? Apa Kakak membenciku? Kakak Naufal, tolong aku! Bawa aku dan Papi dari sini. Selamat aku, Papi, Mami dan kakak Daniel!"


Vanesha saat ini tengah menangis pilu akan nasibnya, kedua orang tuanya dan kakak laki-lakinya. Dirinya tidak tahu kapan dirinya akan terlepas dari jeratan Derry Alvaro yang berstatus calon suaminya.


Cklek..


Pintu kamar dibuka oleh seseorang. Orang itu adalah ayah dari Vanesha. Pria itu melangkah memasuki kamar putrinya secara berlahan.


Sesampainya di dalam kamar putrinya, pria itu kondisi putrinya tak baik-baik saja. Sejenak putrinya dinyatakan hidup kembali. Sejak itulah kehidupan putri jauh dari kata bahagia. Dirinya sebagai ayah telah gagal melindungi putrinya itu. Ditambah lagi dengan kondisi istrinya di rumah sakit dan nasib putranya di dalam penjara.


"Tuhan! Kapan menderitaan kami akan berakhir? Sampai kapan kami akan selalu dikekang oleh dua kakak beradik Alvaro itu? Aku sudah tidak sanggup melihat kesedihan putriku. Apa yang harus aku lakukan agar bisa menyelamatkan putriku tanpa melukai istriku di rumah sakit dan putraku di penjara?"


Pria itu menangis pilu kala mengatakan kata-kata tersebut. Keluarganya hancur sejak pertemuannya dengan kakak adik Alvaro itu.


Setelah berdiri di samping putrinya yang mana putrinya tak menyadari kehadirannya berlahan membelai lembut kepalanya.


Vanesha seketika terkejut ketika merasakan sentuhan lembut di kepala. Kemudian Vanesha melihat kearah samping.


Seketika air mata Vanesha makin kencang keluar membasahi pipinya. Vanesha kemudian memeluk erat tubuh ayahnya dan menangis disana dengan kerasnya.


"Papi... Hiks... Papi. Aku benar-benar tidak sanggup. Aku tidak mencintai Derry. Aku hanya mencintai kakak Naufal. Aku mencintai kakak Naufal... Hiks," isak Vanesha.


Pria itu merasakan sesak di hatinya ketika mendengar keluhan dari bibir putrinya. Tapi apa yang bisa dia perbuat untuk sekarang ini. Dia tidak memiliki ide atau cara untuk bisa terlepas dari semua ini.


"Maafkan Papi yang sudah membuat kamu menjadi seperti ini, Nak! Papi gagal melindungi kamu, Papi gagal menjaga Mami kamu dan Papi juga gagal mempertahankan kakak kamu agar tetap di rumah ini, tidak di dalam penjara. Maafkan Papi... hiks... Maafkan Papi."


Vanesha hanya bisa memberikan pelukan hangatnya kepada ayahnya. Hanya itu yang bisa dirinya berikan untuk ayahnya. Sama halnya seperti Ayahnya. Vanesha juga tidak tahu apa yang harus dia perbuat. Jika dia salah melangkah, maka ibunya yang akan tersakiti. Dan bisa juga hukuman kakak akan bertambah.


***

__ADS_1


Di perusahaan Al'Vr terlihat seorang pemuda tampan bernama Alex Alvaro. Saat ini pemuda itu tengah merencanakan sesuatu untuk bisa masuk ke dalam perusahaan NFL Corp milik Naufal Alexander. Jika dia berhasil masuk kesana dan menjalin hubungan kerja sama, maka dia akan lebih mudah untuk merebut perusahaan tersebut dari tangan Naufal.


"Naufal. Sebentar lagi perusahaan NFL Corp akan menjadi milikku. Lihat saja nanti. Dan tunggu kejutan dariku. Kau pikir aku akan diam saja setelah beberapa kali perusahaanmu menolak perusahaanku untuk bekerja sama dengan perusahaan milikmu."


Ketika Alex Alvaro tengah memikirkan rencananya untuk mendapatkan tanda tangan Naufal agar bisa menjadi rekan kerja perusahaan NFL Corp, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.


Tok.. Tok.. Tok..


"Masuk!"


Cklek..


Pintu dibuka oleh seseorang pemuda yang tak lain ada asisten di perusahaannya sekaligus kepercayaannya dalam semua pekerjaan. Baik di dalam maupun di luar.


"Ada apa?"


"Aku mendapatkan informasi dari salah satu anggotaku mengenai keluarga Alexander, Bos!"


"Apa itu? Katakan!"


"Keluarga Alexander sudah mengetahui hubungan Bos dengan Tuan Derry. Bahkan keluarga Alexander juga sudah tahu bahwa nona Vanesha masih hidup dan sudah bertunangan dengan Bos Derry. Bukan itu saja, keluarga Alexander juga sudah mengetahui bahwa Bos dan tuan Derry putra kandung dari Kendrik Alvaro."


Mendengar laporan dari asisten sekaligus orang kepercayaannya membuat Alex terkejut. Dirinya tidak menyangka jika keluarga Alexander sudah mengetahui keberadaan Vanesha, mengetahui tentang hubungannya dengan Derry dan juga keluarga Alexander sudah mengetahui bahwa dirinya dan adiknya adalah putra Kendrik Alvaro.


"Apa kau yakin semua itu?"


"Yakin, Bos! Anggota saya sendiri yang mengatakan seperti itu kepadaku. Bahkan aku sudah berulang kali bertanya hal itu dan jawabannya adalah benar."


"Baiklah."


"Terus apa rencana kita, Bos?"


"Pantau terus keluarga Alexander. Kita harus tahu terlebih dahulu rencana mereka seperti apa. Dengan kita mengetahui rencana mereka, maka kita bisa memulai permainannya dengan menggagalkan setiap rencana mereka."


"Baik, Bos!"

__ADS_1


__ADS_2