
"Sekarang katakan padaku. Apa yang ingin kakak sampaikan?" tanya Naufal kepada Rayyan kakak ketiganya.
Saat ini Naufal bersama dengan ketiga kakak-kakaknya di ruang tengah. Ketika Naufal pulang ke rumah, Naufal bukan langsung bersih-bersih dan istirahat. Justru Naufal mencari kakak ketiganya itu dan langsung menanyakan apa yang ingin disampaikan oleh kakaknya itu.
Namun berkat bujukan dan Elvan kakak sulungnya. Pada akhirnya Naufal pun memutuskan untuk bersih-bersih dan istirahat beberapa terlebih dahulu.
Mendapatkan pertanyaan dari adiknya, Rayyan seketika menatap lekat wajah adiknya itu.
"Ini masalah Divia," jawab Rayyan.
Seketika ekspresi wajah Naufal berubah tak mengenakan ketika kakak ketiganya itu menyebut nama perempuan yang sudah menghancurkan hidupnya.
"Aku tidak peduli apapun yang akan perempuan itu lakukan. Apapun yang perempuan itu lakukan, aku tidak akan pernah kembali padanya. Selama dia tidak menyentuh Vanesha dan mengusik kehidupan Vanesha. Selama itu pula aku akan diam saja."
Mendengar ucapan demi ucapan dari mulut Naufal membuat Elvan, Aditya dan Rayyan langsung paham dan mengerti. Naufal seperti itu karena dia tidak ingin berurusan lagi dengan Divia. Jika Naufal meladeni setiap apa yang dilakukan oleh Divia, maka itu satu keuntungan buat Divia karena Divia berhasil membuat Naufal selalu menemuinya. Dan ini adalah poin bagus untuk Divia karena Divia akan selalu bertemu dengan Naufal.
"Justru Divia telah mengusik Vanesha."
Perkataan Rayyan sukses membuat Naufal terkejut. Naufal langsung menatap wajah kakaknya itu.
"Apa yang dilakukan oleh perempuan menjijikan itu terhadap Vanesha?"
"Perempuan itu mempermalukan Vanesha di depan semua orang ketika berada di Mall. Perempuan itu mengatakan bahwa Vanesha sudah merebut kamu dan membuat pernikahan kalian batal."
Naufal seketika mengepal kuat tangannya ketika mendengar cerita dari kakak ketiganya itu. Dia benar-benar marah atas apa yang dilakukan oleh perempuan yang sudah menghancurkan kebahagiaannya.
"Brengsek! Awas kau Divia. Aku akan membuat perhitungan denganmu," batin Naufal.
"Apa yang akan kamu lakukan untuk membalas perempuan seperti dia?" tanya Aditya yang melihat adiknya yang saat ini tampak marah.
__ADS_1
"Yang jelas aku akan buat dia menyesal telah menampakkan dirinya di hadapanku. Dan aku akan buat dia membayar semuanya, termasuk perlakuan buruknya terhadap Vanesha!" Naufal menjawab pertanyaan dari kakak keduanya itu dengan tatapan matanya yang penuh amarah.
"Kapan kamu akan melakukannya?" tanya Elvan.
"Secepatnya. Jika aku biarkan masalah ini terlalu lama, maka perempuan itu akan bertindak lebih jauh lagi."
Mendengar jawaban dari Naufal membuat Elvan, Aditya dan Rayyan menganggukkan kepalanya tanda setuju.
***
Plak..
Terdengar suara tamparan yang cukup kuat di kediaman Eknath. Yang menjadi korban tamparan tersebut adalah Alona Divia Eknath. Sementara yang menjadi tersangkanya adalah kakak perempuan kedua dari Alona Divia Eknath.
Gadis cantik itu marah sehingga menampar adiknya sendiri karena gadis itu mendapatkan bukti berupa video yang mana di dalam video itu terlihat adik perempuannya Divia melakukan hal menjijikan
"Diva!" bentak sang ibu.
"Mama diam! Jangan ikut campur. Mama selama ini terlalu lembek dalam mendidik Divia. Apa ini yang Mama inginkan, hah?!" teriak Diva.
Mendengar bentakan dan teriakan dari putri keduanya membuat wanita itu terkejut dan syok. Wanita itu tak menyangka jika putrinya itu akan berbuat seperti itu padanya.
"Mama sudah tahu bagaimana bejadnya putri Mama ini di masa lalu, tapi Mama hanya diam saja dan tidak menegurnya sama sekali. Apa Mama tidak ingin memiliki anak-anak yang baik, sopan, berbudi pekerti yang baik dan menjadi perempuan baik-baik? Apa Mama lebih suka memiliki anak-anak yang bejad dan murahan?" Diva bertanya kepada ibunya dengan menatap kecewa ibunya itu.
Diva beralih menatap kakaknya yang juga menatap dirinya. Tatapan mata kakaknya itu mengisyaratkan keraguan dan kebimbangan.
"Bagaimana dengan kakak? Apa kakak sama seperti Mama?"
Tidak mendapatkan jawaban dari kakaknya membuat Diva tersenyum kecut. Diva kembali menatap kearah Divia dengan tatapan penuh kebencian. Tidak ada lagi rasa sayang di hati Diva untuk adiknya itu.
__ADS_1
"Kakak sudah mengatakan sebelumnya padamu. Jauhi Naufal. Jangan ganggu Naufal lagi. Biarkan Naufal bahagia dengan kekasihnya. Tapi kau justru tidak mengindahkan ucapan kakak tersebut. Bahkan kelakuanmu makin parah. Kau mengusik kekasihnya Naufal ketika di Mall kemarin. Kau dengan keji mempermalukan kekasihnya Naufal dengan menyebut kekasihnya Naufal sebagai perempuan perusak hubungan kamu dengan Naufal sehingga kau dan Naufal gagal menikah!" bentak Diva.
Deg..
Seketika Divia terkejut ketika mendengar ucapan dari kakak keduanya yang mengatakan bahwa dirinya telah mempermalukan Vanesha di Mall kemarin. Di dalam hatinya berkata, dari mana kakaknya itu tahu masalah tersebut.
Bukan hanya Divia saja yang terkejut. Ibu dan kakak sulungnya juga terkejut ketika mendengar ucapan dari Diva.
"Dan lihatlah hasil dari perbuatanmu itu! Gara-gara perbuatan murahanmu yang masih mengganggu Naufal, hubunganku dengan Farhan memburuk. Apa kau ingin tahu apa yang dilakukan oleh Farhan padaku, hah?!" teriak Diva di depan wajah Divia.
"Farhan memutuskan hubungan denganku. Dia meninggalkanku karena tidak ingin memiliki hubungan dengan keluarga Eknath. Farhan sudah mencap keluarga Eknath keluarga terburuk dimana anggota keluarganya suka melakukan hal-hal buruk terhadap orang lain!" bentak Diva dengan berlinang air mata.
Seketika tubuh Divia terhuyung ke belakang ketika mendengar penuturan dari kakaknya itu, apalagi ketika melihat kakaknya menangis.
Sementara ibu dan kakaknya seketika menutup mulutnya syok atas penuturan dari Diva.
"Sayang," lirih wanita itu.
Diva melihat kearah ibunya dengan wajah basahnya. "Inikan yang Mama inginkan. Mama ingin kehancuranku demi kebahagiaan Divia. Aku hancur sekarang."
"Tidak sayang." wanita itu seketika menggelengkan kepalanya dengan air matanya mengalir membasahi pipinya.
Diva menatap penuh amarah kearah Divia. "Mulai detik ini kau bukan lagi adikku. Dan aku bukan kakakmu. Aku memutuskan hubungan persaudaraan denganmu. Lakukan apa yang ingin kau lakukan. Jika terjadi sesuatu padamu. Aku tidak akan peduli."
Deg..
"Tidak, Diva! Kamu tidak bisa melakukan hal itu," ucap wanita itu kepada putri keduanya.
Setelah mengatakan itu, Diva pergi meninggalkan ibu dan kedua saudara perempuannya di ruang tengah.
__ADS_1