
Di perusahaan Alderweird Enterprise terlihat seorang pemuda yang sedang duduk di kursi kebesarannya di ruang kerjanya. Pemuda itu adalah Derry Alvaro. Saat ini Derry tengah memikirkan pernikahannya yang akan segera berlangsung satu minggu lagi. Dirinya tidak sabar untuk menjadikan Vanesha istrinya.
Ketika Derry sedang memikirkan tentang pernikahannya dengan Vanesha, tiba-tiba ponsel miliknya berbunyi menandakan panggilan masuk.
Derry yang mendengar nada dering ponselnya langsung mengambil ponselnya itu. Dapat dilihat olehnya, nama kakaknya tertera di layar ponselnya.
Tanpa membuang-buang waktu lagi, Derry pun langsung menjawab panggilan dari kakaknya itu. Dirinya tidak ingin membuat kakaknya itu terlalu lama menunggunya.
"Hallo, kak!"
"Hallo, Derry. Bisa ke perusahaan kakak. Ada yang menyerang perusahaan kakak. Semua yang ada di dalam perusahaan hancur."
Mendengar ucapan dari kakaknya ditambah lagi mendengar suara lirih kakaknya membuat Derry menjadi tidak tega.
"Apa yang terjadi kak?"
"Kakak tidak tahu Derry. Kejadian ini tiba-tiba."
"Baiklah. Aku segera kesana membawa beberapa orang untuk membantu kakak."
"Buruan Derry. Orang-orang kakak sudah banyak yang tumbang."
"Baik, kak!"
Setelah itu, Derry langsung mematikan panggilannya. Kemudian Derry mengirim pesan kepada tangan kanannya dan meminta kepada tangan kanannya itu untuk datang ke perusahaan ALx Enterprise dengan membawa sekitar 50 anggota.
Selesai mengirim pesan kepada tangan kanannya. Derry pun langsung pergi meninggalkan perusahaannya untuk menuju perusahaan sang kakak.
***
Di perusahaan NFL CORP dimana Naufal sedang tersenyum bahagia karena satu rencananya sudah berjalan dengan sangat lancar yaitu menghancurkan sistem keamanan perusahaan ALx Enterprise milik Alex Alvaro.
Kini Naufal sedang menunggu kehancuran perusahaan milik Derry Alvaro yaitu Alderweird Enterprise. Naufal sudah memberikan perintah kepada tangan kanannya untuk merusak dan menghancurkan sistem keamanan perusahaan milik Derry sehingga perusahaan itu tidak akan bisa bangkit kembali.
"Sebentar lagi aku akan mendapatkan kabar mengenai kehancuran perusahaan milikmu Derry Alvaro. Setelah itu, barulah kita akan masuk ke puncak permainannya dimana aku akan membuat hidup kalian benar-benar hancur karena sudah mengusikku dan milikku," ucap Naufal sembari tersenyum di sudut bibirnya.
Ketika Naufal sedang memikirkan tentang kehancuran perusahaan Alderweird Enterprise, tiba-tiba pintu ruang kerjanya dibuka oleh seseorang. Kemudian orang itu masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Tuan Henry! Ada apa anda kemari?" tanya Naufal sembari meledek Henry.
Henry yang mendengar pertanyaan sekaligus ledekan dari Naufal seketika mendengus. Kemudian Henry melempar buah apel kearah Naufal sembari berjalan kearah meja kerjanya. Buah apel tersebut disambut dengan baik oleh Naufal.
"Bagaimana?" tanya Henry setelah menduduki pantatnya di kursi.
"Apanya? Kalau nanya itu yang jelas." jawab Naufal sembari tangannya membuka penutup laptop.
Mendengar perkataan dari Naufal membuat Henry kembali mendengus. Lalu Henry menatap kearah Naufal dengan memutar kursi kerjanya kearah Naufal.
"Rencana kamu untuk menghancurkan dua kakak beradik Alvaro itu," sahut Henry.
Mendengar pernyataan dari Henry seketika Naufal memutar kursinya kearah Henry. Setelah itu, Naufal tersenyum.
__ADS_1
"Menurutmu bagaimana ketika kamu melihat aku tersenyum seperti ini?" tanya Naufal.
"CK!" Henry berdecak kesal. Bukannya jawaban. Justru pertanyaan yang dia dapatkan dari sahabatnya itu.
"Kalau menurut gue. Lo saat ini sedang mengalami gangguan jiwa akut," jawab Henry asal.
Setelah mengatakan itu, Henry memulai pekerjaannya. Dirinya tidak peduli wajah kesalnya sahabat terlaknatnya itu.
Sementara Naufal menatap tajam kearah Henry disertai bibirnya yang mengabsen berbagai macam nama jenis penghuni kebun binatang.
***
Bagh.. Bugh..
Bugh.. Duagh..
Duagh..
Sreekk.. Kreekkk..
Bugh.. Duagh..
Terdengar pukulan demi pukulan, tendangan demi tendangan, sayatan demi sayatan serta suara pelintiran bagian anggota tubuh seperti kepala dan tangan di dalam dan di luar perusahaan milik Alex Alvaro.
Para anggota dari Alex dan Derry sedang melawan para kelompok berpakaian hitam yang tidak mereka ketahui berasal dari kelompok mana.
"Siapa kalian?!" bentak Alex.
"Brengsek!" teriak amarah Derry.
Alex dan Derry kembali menyerang laki-laki berpakaian hitam dengan membabi-buta dan juga brutal. Begitu juga dengan kelompok laki-laki berpakaian hitam itu.
Ketika salah satu kelompok laki-laki berpakaian hitam itu hendak menyerang para anggota dari Alex dan Derry, tiba-tiba salah satu rekannya membisikkan sesuatu ke telinganya.
Setelah mendapatkan bisikan dari rekannya. Laki-laki yang dipercayai memimpin kelompok tersebut seketika menatap kearah dimana anggotanya bertarung melawan para anggota dari Alex dan Derry.
"Semuanya! Ayo pergi dari sini! Tugas utama kita sudah selesai. Tinggal kejutan selanjutnya yang akan diterima oleh kedua kakak adik Alvaro itu!"
"Baik!" jawab para anggotanya secara bersamaan.
Dengan sekali pukulan dan dilakukan secara bersamaan. Para kelompok berpakaian hitam langsung pergi meninggalkan perusahaan ALx Enterprise.
Sepuluh menit kepergian para kelompok laki-laki berpakaian hitam itu, tiba-tiba ponsel milik Derry berbunyi menandakan panggilan masuk dari tangan kanannya.
Tanpa membuang-buang waktu lagi, Derry langsung menjawab panggilan dari tangan kanannya itu. Dirinya penasaran, informasi apa yang akan disampaikan oleh tangan kanannya itu padanya.
"Hallo."
"Hallo, Bos! Ini gawat!"
"Katakan!"
__ADS_1
"Perusahaan Alderweird Enterprise terbakar karena ledakan, Bks!"
Seketika tubuh Derry menegang ketika mendengar laporan dari tangan kanannya yang mengatakan bahwa perusahaan yang dirintis dari nol terbakar akibat ledakan.
"Jangan asal bicara kau!" bentak Derry yang tidak mempercayai informasi yang disampaikan oleh tangan kanannya itu.
"Saya tidak sedang asal bicara, Bos! Apa yang saya sampaikan ini adalah kenyataannya. Ledakan itu terjadi ketika dua puluh menit kepergian Bos menuju perusahaan ALx Enterprise. Dan itu semua sudah diatur oleh orang itu."
Mendengar perkataan sekaligus penjelasan dari tangan kanannya membuat Derry benar-benar terkejut. Dia tidak tahu siapa orang yang dimaksud oleh tangan kanannya itu sehingga orang itu melakukan hal itu terhadap perusahaan miliknya.
Derry langsung mematikan panggilannya. Dan detik itu juga, Derry berteriak sekencang-kencangnya. Dirinya benar-benar marah atas orang yang sudah membakar perusahaannya.
Alex yang melihat adiknya yang tiba-tiba berteriak langsung menghampiri adiknya itu. Hatinya saat ini merasakan bahwa orang itu juga mengincar perusahaan adiknya.
"Ada apa, Derry? Kenapa dengan perusahaan Alderweird Enterprise?"
Derry menatap wajah kakaknya itu. Dan jangan lupakan air matanya yang mengalir membasahi pipinya.
"Ada orang yang membakar perusahaanku, kak!"
Deg..
Alex seketika terkejut ketika mendengar jawaban dari adiknya itu. Dirinya tidak menyangka jika orang itu benar-benar mengincar perusahaan adiknya.
"Jadi dia juga mengincar perusahaan kamu," ucap Alex.
Mendengar ucapan dari kakaknya membuat Derry terkejut. Derry menatap lekat wajah kakaknya itu.
"Ada apa, kak? Apa yang kakak ketahui?"
"Kau pasti terkejut mendengar ini, Der!"
"Katakan kak!"
"Ibunya Vanesha sudah tidak ada lagi di rumah sakit itu. Dua hari yang lalu ada beberapa orang menyerang rumah sakit dan berhasil menculik ibunya Vanesha."
Mendengar penuturan dari kakaknya membuat Derry terkejut dan tak percaya. Dirinya menatap lekat di manik hitam kakaknya itu untuk mencari sebuah kebohongan, namun Derry tidak menemukannya. Justru terlihat kejujuran disana.
"Bukan itu saja. Kakak laki-laki Vanesha yaitu Daniel Naladhipa sekarang sudah bebas. Dia dibebaskan oleh seorang pengacara hebat dan terkenal di kota ini. Siapa pun tidak bisa menyentuhnya. Jika ada yang berani menyentuhnya sekalipun menyentuh keluarganya, maka orang itu akan mati."
Derry kembali terkejut ketika mendengar ucapan dari kakaknya yang mengatakan bahwa kakak laki-lakinya Vanesha sudah bebas dari penjara. Berarti ini artinya dia tidak akan gagal menikahi Vanesha, gadis yang begitu dia cintai sejak sekolah dulu.
"Kemungkinan orang yang mengincar perusahaan kakak dan perusahaan kamu adalah orang yang sama," ucap Alex.
Derry menatap wajah kakaknya. Tatapan matanya mengartikan ketakutan. Takut akan kehilangan Vanesha, gadisnya.
"Kak, aku tidak mau sampai gagal menikah dengan Vanesha. Aku sangat mencintai Vanesha. Kakak harus lakukan sesuatu agar pernikahanku dengan Vanesha tetap terjadi. Aku tidak peduli dengan perusahaanku yang sudah hangus terbakar. Yang aku inginkan adalah Vanesha," mohon Derry.
Melihat wajah memohon dan mendengar ucapan demi ucapan dari adik satu-satunya membuat Alex menjadi tidak tega. Alex memang tahu bagaimana rasa cinta adiknya itu terhadap Vanesha. Adiknya itu tulus mencintai Vanesha, walau harus memakai cara licik untuk mendapatkan gadis pujaan hatinya itu.
"Apapun yang terjadi, Vanesha akan tetap menjadi milikmu. Kakak janji sama kamu."
__ADS_1