Naufal Alexander

Naufal Alexander
S2. Alona Divia Eknath


__ADS_3

"Sekarang katakan padaku. Apa jadwal Naufal hari ini setelah selesai pekerjaannya di kantor?" tanya seorang gadis kepada Laura.


"Bos Naufal hari ini akan pergi makan siang bersama kekasihnya. Setelah makan siang, Bos Naufal akan mengajak kekasihnya jalan-jalan ke Mall."


Mendengar jawaban dari Laura membuat gadis tersebut tersenyum. Dirinya mulai berpikir sebuah ide untuk mengacaukan acara makan siang dan jalan-jalannya Naufal bersama kekasihnya.


"Naufal, aku akan membuat hari-harimu bersama kekasihmu menjadi hari yang buruk. Aku tidak akan membuat bahagia sedikit pun ketika bersama kekasihmu," batin gadis itu.


"Baiklah. Terus awasi dia selama kau di kantor. Dan jangan pernah absen untuk mengabari aku," ucap gadis itu.


"Baik, nona!"


Setelah mengatakan itu, gadis itu pergi meninggalkan Laura. Selang beberapa menit barulah Laura pergi meninggalkan Cafe tersebut.


***


Naufal saat ini sedang sibuk dengan pekerjaannya. Dia berada di ruang kerjanya bersama dengan Henry, Theo, Nathan dan Ricky. Mere tampak sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.


Naufal, Theo, Nathan, Ricky dan Henry sedang mengerjakan beberapa lirik lagu untuk empat penyanyi mereka masing-masing. Jadi baik Naufal, Henry maupun Theo, Ricky dan Nathan membuat empat lirik lagu untuk empat penyanyi mereka.


Setelah selesai membuat empat lirik lagu. Lusanya Naufal, Henry, Theo, Nathan dan Ricky akan merilisnya dan membuat rekamannya.


"Ach, selesai juga!" seru Naufal setelah selesai mengerjakan lirik lagu miliknya bersamaan dengan kedua tangan keatas.


Mendengar seruan dari Naufal, seketika Nathan, Henry, Theo dan Ricky langsung melihat kearah Naufal. Mereka tersenyum melihat Naufal yang tampak bahagia karena sudah selesai membuat empat lirik lagu untuk empat penyanyinya.


"Udah selesai aja lo," sahut Henry.


Mendengar ucapan salah satu sahabatnya, Naufal langsung melihat kearah sahabatnya itu. Dapat dilihat olehnya keempat sahabatnya itu tengah menatap dirinya.


"Belum kelar juga?" tanya Naufal.


"Belum!" Nathan, Theo, Henry dan Ricky menjawab sembari memperlihatkan kertas kearah Naufal.


"Belum satu pun?" tanya Naufal.


"Gue baru selesai satu lirik," jawab Nathan.


"Gue lumayan udah dua lirik," sahut Ricky.


"Nah! Bagaimana dengan lonTam dan lo Kurus? Udah selesai berapa lirik lagu?" tanya Naufal dengan kejamnya.


Mendengar pertanyaan serta ejekan dari Naufal membuat Henry dan Theo mendengus kesal. Bisa-bisanya sahabatnya itu meledeknya disaat otaknya lagi tidak bisa mikir ide lirik lagu.

__ADS_1


Henry dan Theo hendak membalas perkataan dari Naufal, namun Naufal sudah terlebih dulu bersuara bersamaan dirinya beranjak dari duduknya.


"Gue pulang duluan ya. Hari ini gue udah ada janji sama pujaan hati gue buat pergi kencan! Jika kalian belum selesai juga. Lanjut besok aja. Jangan dipaksa untuk selesai sekarang."


Mendengar ucapan dari Naufal membuat Nathan, Henry, Theo dan Ricky tersenyum. Secara bersamaan mereka mengacungkan jempolnya kearah Naufal.


"Oke!"


Setelah mengatakan itu kepada keempat sahabatnya, Naufal pun pergi meninggalkan ruangan pribadinya untuk menjemput kekasihnya dan membawa ke suatu tempat yang indah.


***


"Damian," panggil Ardy.


Ardy melangkah mendekati Damian yang saat ini duduk di kursi kerjanya lalu Ardy menduduki pantatnya di kursi yang ada di hadapannya.


"Ada apa? Tumben kamu datang ke kantorku?" tanya Damian.


"Jadi aku tidak boleh mengunjungi perusahaan sahabatku sendiri," ejek Ardy.


"Aish, kau ini! Oke, Oke! Kenapa?"


"Ini kau lihatlah sendiri." Ardy berucap sembari memperlihatkan sebuah video yang ada di ponselnya kepada Damian.


Beberapa detik kemudian..


"Jadi dia suruhan dari mantan Naufal?" tanya Damian.


"Seperti yang kau lihat di dalam video itu," sahut Ardy. "Dan sepertinya dia ingin menghancurkan hubungan Naufal dan Vanesha."


"Aku tidak akan membiarkan dia menghancurkan hubungan asmara Naufal dan Vanesha. Jika sampai itu terjadi, maka aku orang pertama yang akan membalasnya. Kalau perlu aku akan libatkan keluarganya," ucap Damian.


"Aku butuh bantuanmu."


"Katakan saja. Apa yang kau inginkan?"


"Cari tahu identitas keluarga dari kedua gadis itu. Setelah kau mendapatkannya, aku mau kau mencari kelemahan perusahaan milik gadis busuk itu. Dan untuk gadis yang bernama Laura itu, buat ayahnya kehilangan pekerjaannya."


"Baiklah. Sesuai keinginan kamu."


"Terima kasih, Ardy."


"Sama-sama."

__ADS_1


Setelah itu, Ardy pun pergi meninggalkan Damian sendirian. Dirinya akan kembali ke markas untuk melakukan apa yang diinginkan oleh sahabatnya itu.


***


Liana dan Renata bersama dengan putri cantik mereka sedang berada di supermarket. Keduanya sedang berbelanja kebutuhan untuk dirinya dan untuk anggota keluarga lainnya.


Baik Liana, Renata dan putrinya sedang memilih-milih beberapa barang-barang yang akan mereka beli. Selesai di tempat yang satu, mereka pergi menuju tempat yang lainnya untuk melihat dan memilih barang-barang yang akan dibeli.


Ketika Liana dan Renata sedang memilih-milih dan membeli beberapa barang kebutuhan dirinya dan anggota keluarganya, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kedatangan seorang gadis. Lebih tepatnya, gadis itu mendatangi Liana karena gadis itu kenal dengan Liana.


"Hallo, kak Liana!"


Mendengar sapaan tersebut, Liana langsung melihat kearah gadis tersebut. Begitu juga dengan Renata. Liana seketika terkejut ketika melihat gadis di hadapannya itu.


"Divia."


Yah! Gadis di hadapannya itu bernama Divia dengan nama lengkapnya adalah Alona Divia Eknath.


Divia seketika tersenyum ketika mendengar calon mantan kakak iparnya itu masih mengingat namanya.


Renata melihat kearah Liana yang tatapan matanya masih menatap wajah Divia.


"Liana, siapa dia? Apa kau mengenalnya?" tanya Renata.


Ketika Liana hendak buka mulut ingin memberitahu Renata tentang Divia, namun gadis yang bernama Divia sudah terlebih dahulu memperkenalkan namanya kepada Renata.


"Hallo, kakak. Namaku adalah Alona Divia Eknath. Aku adalah kekasih sekaligus calon istri dari Naufal Alexander."


Seketika Renata terkejut ketika mendengar penuturan dari gadis di hadapannya itu. Dirinya melihat kearah Liana yang masih diam dengan tatapan matanya menatap tak suka kearah Divia.


"Bibi jangan ngaku-ngaku sebagai kekasihnya atau calon istrinya Paman Naufal! Bibi itu hanya mantan Pamanku. Tidak lebih. Paman Naufal sudah punya kekasih sekaligus calon istri. Nama calon istri Paman Naufal adalah Vanesha Naladhipa. Dia gadis yang baik, Juju dan setia. Tidak seperti Bibi yang mengkhianati Paman Naufal."


Mendengar ucapan demi ucapan dari putri dari Liana membuat Divia mengepal kuat tangannya di samping tubuhnya. Sementara Liana tersenyum di dalam hatinya ketika mendengar putrinya berbicara tentang Paman kesayangannya di hadapan mantan Pamannya itu.


"Oh, jadi perempuan ini adalah mantannya Naufal. Cantik kan Vanesha kemana-mana dari pada dia," batin Renata menatap tak suka Divia.


"Dengarkan aku, Divia! Aku tidak tahu apa tujuanmu kembali lagi ke Jakarta setelah kamu mengkhianati Naufal bersama laki-laki lain. Kamu lebih memilih laki-laki itu dibandingkan mempertahankan Naufal disaat Naufal sedang terpuruk dan juga sedang sakit. Kamu memacari Naufal ketika Naufal berstatus seorang penyanyi. Ketika dia mendapatkan masalah sehingga berakhir dia keluar dari Agency nya, seketika cintamu berubah. Kau memaki Naufal dan mengatakan hal yang tak seharusnya kau katakan kepada Naufal. Kau memutuskan hubungan dengan Naufal dan memperkenalkan kekasih barumu di hadapannya. Dan sekarang kau kembali."


Liana berbicara dengan tatapan matanya menatap tajam kearah Liana. Dia tidak akan pernah membiarkan gadis di hadapannya ini merusak kebahagiaan adik iparnya untuk yang kedua kalinya. Adik iparnya itu sudah bahagia bersama Vanesha.


"Menjauhlah dari kehidupan Naufal. Dan jangan coba-coba untuk mengusik, apalagi merusak hubungan Naufal dengan kekasihnya. Jika kau benar-benar melakukan hal itu, maka jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu terhadap dirimu dan keluargamu. Kau belum tahu siapa keluarga Naufal yang sebenarnya dan bagaimana pengaruh dan sifat keluarganya jika sudah berhadapan dengan para musuh-musuhnya diluar sana. Bahkan kau belum pernah sekali pun bertemu dengan kedua orang tuanya Naufal karena Naufal akan mempertemukan dirimu dengan keluarganya disaat dia melamarmu. Tapi semuanya hancur atas kelakuan burukmu!"


Setelah mengatakan itu, Liana pergi meninggalkan Divia sendirian sembari menarik troli belanjaannya dengan putrinya di sampingnya. Dan diikuti oleh Renata dan putrinya.

__ADS_1


__ADS_2