
Cklek..
Pintu ruang kerja Dhafin dibuka oleh seseorang. Setelah itu, orang itu melangkah memasuki ruangan pribadi Bos nya.
Sementara Dhafin langsung menghentikan kegiatannya dan melihat kearah orang yang memasuki ruangannya sembari tersenyum.
"Silahkan duduk, Rendy!"
"Terima kasih, Bos!"
Setelah itu, laki-laki yang bernama Rendy tersebut langsung menduduki pantatnya di kursi yang ada di hadapan meja kerja sang Bos.
"Ada apa kau menemuiku?"
"Ini Bos, lihatlah!"
Rendy memberikan ponselnya yang sudah disetel video kepada Dhafin.
Dhafin mengambil ponselnya Rendy lalu tatapan matanya langsung melihat kearah layar ponsel milik Rendy.
Beberapa detik kemudian..
"Jadi mereka berencana ingin menipuku melalui kerjasama ini?" tanya Dhafin.
"Iya, Bos!"
"Baiklah. Sekarang dengarkan aku."
Dhafin menjelaskan secara rinci tentang rencananya untuk membalikkan keadaan dengan dia yang akan membuat orang-orang itu kehilangan miliknya. Bukan hanya milik orang-orang itu saja, melainkan milik seluruh anggota keluarga dari orang-orang tersebut.
"Baik, Bos. Saya mengerti."
Setelah itu, Rendy pun pergi meninggalkan ruangan Bos nya untuk melakukan apa yang direncanakan oleh sang Bos.
"Tunggu kejutan dariku," batin Dhafin.
***
Alice saat ini sedang berada di luar sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Dia baru selesai mengerjakan pekerjaannya yaitu sebagai perancang busana di perusahaan miliknya.
Sebelum pulang ke rumah, Alice memutuskan untuk singgah ke supermarket untuk membeli beberapa makanan dan minuman untuk kakak dan adik sepupunya.
Hubungan Alice dengan para sepupunya, baik dari pihak ayahnya maupun dari pihak Ibunya sangat harmonis. Sama seperti keluarga Aditya.
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam. Tepat di depan supermarket, Alice memutuskan untuk menghentikan mobilnya.
Setelah memarkirkan mobilnya, Alice langsung keluar dari dalam mobilnya dan melangkah memasuki supermarket tersebut.
Setiba Alice di dalam. Alice langsung memilih-milih beberapa makanan dan minuman sembari mendorong troli belanjaan.
__ADS_1
Setelah beberapa menit berbelanja, akhirnya Alice pun selesai. Kini dirinya sedang menyusun barang belanjaannya di bagasi mobilnya.
Di sisi lain di lokasi yang sama dimana Aditya juga baru keluar dari supermarket tersebut. Dia juga tengah membeli sesuatu untuk keluarganya terutama untuk adik bungsu kesayangannya.
Setelah memilih banyak makanan, minuman dan cemilan kesukaan adik bungsunya, Aditya pun memutuskan untuk ke kasir membayar belanjaannya.
Selesai melakukan pembayaran di kasir, Aditya memutuskan untuk segera pulang ke rumah.
Ketika Aditya tengah menyusun belanjaannya di bagasi mobilnya, tatapan matanya tak sengaja melihat sosok wanita yang begitu dia cintai.
Aditya menutup kembali pintu bagasi mobilnya, lalu Aditya melangkahkan kakinya menghampiri wanita tersebut.
"Alice."
***
Naufal bersama Vanesha berada di kebun binatang. Keduanya menghabiskan waktu bersama diluar dan melupakan urusan pekerjaan dan keluarga untuk beberapa jam. Hari ini khusus untuk mereka berdua.
Naufal menggenggam erat jemari Vanesha. Kaki mereka terus melangkah mengikuti luasnya jalan setapak yang ada di kebun binatang itu. Sesekali Naufal memotret Vanesha yang sedang tersenyum sembari menatap sekelilingnya.
"Kakak, kita kesaya yuk!" ajak Vanesha.
"Baiklah."
Kemudian Naufal dan Vanesha pun pergi ke lokasi yang mana banyak burung cendrawasih. Burung yang begitu indah dan menawan. Keduanya begitu menikmati hari-hari kebersamaannya.
Setelah beberapa jam mengelilingi luasnya kebun binatang, Naufal dan Vanesha memutuskan untuk mencari makan. Perutnya sudah sejak tadi berbunyi minta diisi.
***
"Waktunya makan. Perutku sudah sejak tadi bernyanyi untuk minta diisi," sahut Vanesha bersamaan dengan memasukkan satu potong stiek ke dalam mulutnya.
Sementara Naufal tersenyum bahagia ketika mendengar ucapan serta raut bahagia Vanesha. Dia juga ikut bahagia melihat kekasihnya bisa kembali merasakan kebahagiaannya.
"Habis dari sini, kita mau kemana lagi?" tanya Naufal sembari memasukkan satu sendok spaghetti ke dalam mulutnya.
"Kita pulang aja ya kak."
"Baiklah kalau itu yang kamu inginkan."
"Kakak yang terbaik."
***
Di kediaman Naufal terlihat semua anggota keluarga sudah berkumpul termasuk Aditya dan Naufal. Mereka berkumpul disana untuk menghabiskan waktu bersama setelah beraktivitas seharian diluar rumah.
"Jadi benar kamu bertemu dengan Alice, Aditya?" tanya Helena kepada putra keduanya itu.
Yah! Aditya sudah menceritakan tentang pertemuan pertamanya dengan sosok wanita yang begitu dia cintai. Sosok wanita yang sudah membuat hidupnya porak-poranda akan kehilangannya. Sosok wanita yang sudah membuat hidupnya hancur seketika.
__ADS_1
"Iya, Mom! Aku bertemu dengan Alice karena kita sama-sama berada di sebuah supermarket yang sama," jawab Aditya.
"Kok bisa?" tanya Elvan.
"Alice baru selesai menyusun barang-barang belanjaannya, terlihat ketika dia menutup pintu bagasi mobilnya. Sedangkan aku sudah terlebih dulu menutup pintu bagasi mobilku ketika aku melihat Alice. Aku juga habis belanja juga," sahut Aditya.
"Apa kakak ngajak kakak Alice ngobrol?"
"Tidak," jawab Aditya.
"Terus kakak ngapain ketika bertemu dengan kakak Alice?" tanya Naufal penasaran.
Flashback On
Aditya berlahan melangkahkan kakinya menghampiri Alice, namun tiba-tiba kakinya berhenti begitu saja dan mundur beberapa langkah sembari menggumam.
"Alice."
Flashback Off
"Nggak ngapa-ngapain. Kakak justru hanya menatap Alice dari jauh," jawab Aditya.
Seketika Naufal melototkan kedua matanya ketika mendengar jawaban tak memuaskan dari kakak keduanya itu.
"Aish, payah! Kesempatan udah di depan mata, justru dibuang begitu saja. Dasar bodoh," ucap Naufal seenaknya.
"Hahahaha!"
Elvan, Liana, Rayyan, Pasya, Renata, Arsya seketika tertawa keras ketika mendengar ucapan kejam dari Naufal untuk Aditya.
Sementara Aditya seketika memberikan pelototan tajam padanya adik bungsunya itu karena sudah seenaknya menyebut dirinya bodoh.
"Aku saja yang lebih muda dari kakak saja bisa mengambil hati perempuan. Sementara kakak... ih, malu-maluin aku aja. Seketika nyali ciut saat berurusan dengan perempuan. Kakak Aditya cemen!"
"Yak, Naufal! Berani kamu ngatain kakak, hah?!" teriak Aditya menatap kesal adiknya itu.
"Lah terus aku tadi ngapain?"
"Pokoknya aku nggak mau tahu. Bagaimana cara kakak Aditya untuk mendapatkan kakak Alice lagi. Yang aku mau kakak Alice harus jadi kakak ipar aku. Titik! Jika kakak benar-benar mencintai kakak Alice, perjuangan cinta kakak itu. Kejar kak Alice dan bawa ke pelukannya kakak."
"Daddy sependapat dengan adikmu. Bawa kembali calon menantu Daddy ke rumah ini."
"Mommy dan Daddy ingin bertemu dengan Alice. Jadi, bawalah Alice ke rumah ini, pertemuan dengan kami." Helena berbicara sembari tersenyum menatap wajah tampan putra keduanya itu.
"Tuh dengar. Jadi anak itu harus nurut sama orang tua."
"Yak, Naufal!" teriak Aditya.
"Hahahaha."
__ADS_1
Naufal tertawa keras bersamaan dirinya bangkit dari duduknya lalu berlari menuju kamarnya di lantai dua. Dirinya saat ini benar-benar bahagia karena sudah berhasil membuat kakaknya itu super kesal akan ucapannya.
Sementara Albert, Helena dan anggota keluarga lainnya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat sikap dan ucapan dari Naufal dan melihat wajah kesalnya Aditya.